
Pagi itu jauh dari kota kecil Si Ma, di ujung paling Utara benua Fangayun, ada sebuah negeri bernama negeri Dao.
Negeri Dao berbentuk sebuah kerajaan, dengan raja nya Seorang laki laki paro baya berwajah gagah bernama Tang Guk Gwan dan permaisurinya Ratu Wei Ying Xue yang sangat cantik jelita.
Mereka memiliki sepasang putra putri yang telah tumbuh remaja.
Sang putri bernama Tang Shao Yi dan pangeran bernama Tang Qiu Feng.
Putri Shao Yi berparas sangat cantik jelita, yang di warisi nya dari sang ibunda nya, serta berkepandaian sangat tinggi, menjadi salah satu jenius utama di negeri Utara itu, karena dalam usia yang baru belasan tahun itu, dia sudah dapat mencapai tingkat Dewa Bumi awal, sehingga dalam usia nya itu, dia sering di libatkan ayahanda nya untuk memimpin berbagai pasukan dan menghadapi berbagai perang, yang hampir kesemua nya, dia menangkan.
Berbeda dengan sang kakak nya, pangeran Qiu Feng lebih memilih kesusastraan dan ilmu pemerintahan, dari pada ilmu bela diri, sehingga tingkat kultivasi nya tidak terlalu menonjol, pada usia nya yang sekarang, dia masih berada pada tingkat alam Ksatria menengah.
Siang hari itu, istana kedatangan lima orang prajurit yang di utus untuk menaklukan kota Si Ma bersama seribu prajurit perang yang di pimpin oleh panglima Zhuo Bong Eng.
Setelah mendengar laporan dari kelima prajurit itu, sang raja termenung menatap ke luar jendela, kearah alun alun di depan istana.
"Hampir limaratus prajurit ku,serta komandan Ban Gow dan jendral Bong Eng tewas di Medan perang, begitu tangguh nya kah prajurit kota kecil itu?" tanya Raja kepada prajurit yang melaporkan tadi.
"Ampun tuan ku Raja, menurut yang saya lihat, prajurit mereka tidak ada yang istimewa nya sama sekali, seandainya bukan karena bantuan bocah itu, kami yakin bisa meluluh lantakan kota kecil itu tuan ku!" jawab prajurit itu lagi.
"Bantuan seorang bocah?, apa maksud mu prajurit, jangan mengada ada cerita yang tidak ada, kau bisa ku hukum pancung nanti!" hardik sang raja.
Tubuh kelima orang prajurit itu langsung menggigil ketakutan mendengar ancaman dari sang Raja.
"Ampun tuan ku raja!, hamba tidak mengada ada, memang ada seorang bocah berusia belasan tahun membantu prajurit kota Si Ma itu tuan ku, meskipun bocah, tetapi kesaktian nya tidak tertandingi oleh pasukan kita, bahkan oleh komandan Ban Gow maupun panglima Bong Eng tuan, dia bersenjatakan panah bercahaya putih, dan ketika anak panah itu di lepaskan, anak panah nya bisa berubah menjadi banyak dan satu persatu melesat mengejar para prajurit kita,dan rata rata Prajurit kita tewas dengan leher tertembus anak panah aneh itu!" kata sang prajurit dengan gugup sekali.
Patih kerajaan bernama Zheng Lau Li, tersentak seketika ketika mendengar penuturan dari prajurit tadi.
"Panah bercahaya putih yang bisa menjadi banyak anak panah?" kata Patih itu terkejut.
"Kau mengetahui nya paman Patih?" tanya sang Raja kepada Patih Zheng Lau Li.
"Saya tidak yakin tuan ku Raja, tetapi dahulu kala, ada seorang Dewi yang memiliki senjata semacam itu, Dewi itu bernama Dewi Bao Yue dari alam Kahyangan sana, tetapi itu cuma cerita legenda saja tuan, tuturan dari mulut ke mulut selama ribuan tahun, dan tidak ada seorang pun yang bisa membuktikan kebenaran cerita itu!" kata Patih Zheng Lau Li mengakhiri cerita nya.
"Seandainya cerita itu benar benar ada, aku sangat ingin memiliki senjata itu, tentu aku akan menjadi Raja yang sangat ditakuti oleh seluruh Negeri di Benua ini, pikirkan cara agar aku bisa memiliki senjata itu paman Patih!" titah sang Raja.
Sang Patih membungkukan badan nya dalam dalam, "ampun tuan ku Raja, sepengetahuan hamba, senjata mustika langit seperti itu tidak bisa di miliki oleh sembarang orang, karena senjata itu akan memilih sendiri tuan nya, dan bila dipaksakan juga, musibah dan bala bencana bisa saja melanda negeri kita tuan!" kata Patih Lau Li berusaha menasehati sang raja nya.
__ADS_1
Patih kerajaan yang bertubuh jangkung serta berusia tua itu memiliki pengalaman yang sangat panjang.
"Aku tidak mau tahu paman Patih, pokok nya, kau usahakan agar senjata itu bisa menjadi milik ku, apapun cara nya, kapan perlu rampas dengan kekerasan" titah sang Raja yang berambisi besar itu.
"Baiklah tuan ku raja, akan hamba usaha kan, dan hamba tidak akan pulang bila tidak bisa membawa senjata itu kenegeri kita tuan ku, biarlah hamba mati berkalang tanah, daripada pulang dengan kegagalan" kata Patih tua itu sambil berjalan mundur.
"Tunggu!, tunggu paman Patih!, bukan seperti itu maksud ku paman Patih, kau pikirkan cara agar aku bisa menguasai senjata itu, bukan menyuruh paman Patih pergi kesana, kalau paman pergi kesana, lalu kerajaan kita diserang, bagai mana?" kata sang Raja.
Semua yang hadir di situ terdiam membisu, memikirkan cara yang paling jitu untuk merebut senjata mustika langit berjenis panah itu.
"Ayahanda Raja!" tiba tiba putri Shao Yi yang cantik jelita itu, maju sambil bersimpuh dihadapan sang raja.
"Ada apa putri ku, apa pendapat mu sekarang?" tanya sang Raja kepada putri nya.
"Menurut pikiran hamba ayahanda, cara untuk mendapatkan senjata itu adalah dengan diam diam mendekati nya, membujuk nya agar menyerahkan senjata itu kepada kita, atau menunggu saat saat dia lengah, barulah senjata itu kita rebut"usul putri Shao Yi kepada sang ayahanda nya.
"Usul mu itu masuk akal putri ku, tetapi sekarang yang menjadi masalah adalah, siapa yang bersedia pergi ke kota Si Ma sana untuk menjalankan misi ini, dan bagai mana dengan prajurit kita yang mereka tawan sampai sekarang?" tanya sang Raja.
"Masalah itu, biarlah saya yang akan kesana beserta beberapa orang prajurit, untuk merundingkan masalah hal itu kepada penguasa kota Si Ma!" kata panglima perang negeri Dao, jendral Sun Weng Qian.
"Itu pun bagus juga jendral,sedapat mungkin hindari pertikaian hingga kita berhasil menguasai senjata mustika langit itu, lagi pula sampai saat ini, tidak ada satu kabar pun dari klan Gak yang menjadi mata mata kita di sana, setelah senjata mustika itu berada di tangan ku, ku pastikan seluruh benua ini akan bertekuk lutut di bawah kekuasaan ku, sekarang siapa orang yang pantas menyusup ke sana untuk mendekati anak itu?" tanya sang Raja.
"Apa?, maksud kalian putri ku?, kalian gila ya?" kata sang Raja sangat gusar.
"Ampun tuan ku Raja!, siapa lagi yang lebih pantas selain dari tuan putri Shao Yi, cantik jelita, berkepandaian sangat tinggi, setidak nya untuk membela dirinya sendiri, dia bisa, lalu cerdas dan banyak akal nya" kata Patih Zheng Lau Li.
Beberapa saat lama nya sang Raja diam berpikir, memang tidak di pungkiri nya, perkataan dari sang Patih itu ada benar nya juga, di seluruh negeri nya, cuma sang putri lah yang memiliki ilmu sangat tinggi, serta cerdas.
"Ayahanda Raja, apa yang di katakan kakek Patih itu benar ayah, dan saya bersedia memikul tugas ini dengan taruhan nyawa hamba ayahanda!" kata putri Shao Yi lembut.
Putri berusia enam belas tahun itu sebenar nya berwatak ramah namun sangat keras kepala, apa yang sudah menjadi keputusan nya, tidak ada seorang pun yang bisa melarang nya, tidak juga ayahanda nya.
"Baiklah putri ku, kau atur saja kepergian mu kesana, aku percaya kau mampu melakukan nya putri ku, berangkatlah terlebih dahulu dari rombongan panglima, anggap kalian tidak saling kenal, bujuk bocah itu untuk mau bergabung bersama kita, kalau dia tidak mau, barulah kau bertindak sesuka hati mu" kata sang Raja.
Maka begitulah, setelah persiapan telah selesai, berangkatlah sang putri Shao Yi sendirian, menyamar sebagai seorang pendekar wanita yang suka berpetualang.
Shao Yi melakukan perjalanan melalui jalur yang biasa di lewati oleh pelintas antar kota, yaitu lewat jalur barat dengan kapal ke kota Taoli, dan dari kota Taoli, berkuda langsung ke kota Si Ma, tidak memutari gunung Kai Tung, sehingga perjalanan nya menjadi lebih singkat.
__ADS_1
Bila dia berjalan terus, tidak sampai seminggu, Shao Yi pasti tiba di kota kecil Si Ma.
Sedangkan saat itu, Shin Liong sedang berada di rumah tuan ketua kota, untuk berpamitan guna melanjutkan pengembaraan nya, karena sudah lebih dari seminggu dia berada di kota kecil itu.
Meskipun berusaha menahan Shin Liong lebih lama lagi, tetapi karena sudah beberapa kali tuan ketua kota meminta Shin Liong agar bersabar, sehingga hari ini dia tidak berani untuk menahan Shin Liong lagi.
Menjelang pagi hari, setelah sarapan pagi dan mempersiapkan bekal nya, Shin Liong segera keluar dari gerbang kota dengan berjalan kaki saja.
Saat keluar dari gerbang kota,Shin Liong berpapasan dengan seorang gadis cantik menunggang kuda bermaksud masuk kedalam kota Si Ma.
Karena terlalu cepat memacu kuda nya, gadis cantik itupun hampir saja menabrak Shin Liong yang sedang berjalan perlahan di sisi jalan.
"Eh, Maap maap tuan muda, saya yang salah, maapkan saya!" kata gadis itu.
Shin Liong tersenyum ramah, tidak apa apa nona muda, justru saya yang salah, berjalan sambil melamun, maapkan saya juga nona muda!" kata Shin Liong sambil berlalu meneruskan perjalanan nya.
Gadis itu menatap ke arah Shin Liong pergi dengan tatapan yang sukar diartikan, entah mengapa, tiba tiba jantung nya berdetak kencang.
Adapun perjalanan Shin Liong, setelah keluar dari gerbang kota, dia mengambil jalur kanan kearah tenggara menuju kota Su Cuan, kota besar yang berada di pinggir sungai Kuning.
Sedangkan di dalam kota Si Ma, setelah menitipkan kuda nya di tempat penitipan kuda, gadis cantik yang berpakaian jubah pendekar, berjalan masuk kedalam kota Si Ma.
Seperti para pengembara lainnya, ketika memasuki suatu kota, yang pertama mareka cari adalah rumah makan.
Begitupun juga dengan gadis cantik itu, yang pertama dia cari adalah rumah makan.
Pagi itu rumah makan cukup padat dengan para pengunjung yang bermaksud mau makan.
Ketika gadis itu masuk ke rumah makan itu, yang pertama dia dengar adalah mengenai runtuh nya klan Gak yang terkenal kuat itu.
Gadis itu sengaja duduk di dekat ibu ibu yang sedang membicarakan tentang hancur nya klan Gak oleh seorang remaja.
"Benarkah bibi, jika klan Gak yang terkenal sangat kuat itu hancur, bagai mana cerita nya jadi bisa sampai hancur?" tanya gadis pendekar itu kepada seorang wanita paro baya yang duduk di dekat nya.
Wanita itu menoleh kearah gadis cantik yang bertanya kepada nya itu.
Di tatap nya gadis itu beberapa saat, seolah ingin menyelidiki gadis lebih dalam lagi.
__ADS_1
...****************...