Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Bangsa Tiau Nyin.


__ADS_3

Setelah menyelesaikan pertarungan, Ratu bangsa Tiau Nyin segera mengajak Shin Liong dan kedua orang istri nya itu untuk terbang kembali ke kediaman nya.


Setelah terbang melewati pucuk pohon yang paling tinggi, Shin Liong melihat di kejauhan ada sebuah pohon yang paling tinggi menjulang ke angkasa, dengan dahan nya yang me rimbun ke sekeliling nya.


Batang pohon itu sangat besar , mungkin besar nya seperti sebuah kota .


Setelah mereka tiba di dekat pohon paling besar dan paling tinggi serta rimbun itu , ternyata di setiap dahan nya ada rumah rumah yang bagus dengan jalan jalan raya yang cukup lebar.


Semua penduduk di tempat ini ternyata memiliki sayap seperti hal nya Ratu mereka.


Namun bila Ratu mereka memiliki sayap berwarna putih salju , rakyat nya memiliki warna sesuai klan mereka masing masing.


Di negeri pohon ini , kedudukan laki laki lebih rendah dari pada para wanita nya.


Banyak laki laki yang cuma menjadi prajurit ,sementara kepala pasukan nya adalah wanita semua nya.


Satu Hal ke istimewaan bangsa Tiau Nyin ini , hampir semua wanita nya bertubuh muda muda serta cantik cantik , sedangkan laki laki nya , banyak yang bertubuh setengah tua.


Shin Liong dan kedua istri nya , baru melihat ada kota di dahan pohon sangat besar.


Dari kejauhan memang yang terlihat cuma kerimbunan daun daun pohon saja , tetapi setelah dekat dan masuk ke dalam kerimbunan daun daun itu lah baru terlihat sebuah kota besar yang sangat ramai sekali.


Dari pucuk pohon yang paling tinggi , kedahan pohon besar itu yang paling bawah , ada berjarak sekitar lima puluh depa jauh nya.


Karena itulah , segala macam monyet dan kera , serta binatang yang hidup diatas tanah , tidak bisa mencapai dahan yang paling bawah sekalipun.


Pohon besar itu memiliki tujuh lapis dahan dari yang paling bawah , hingga yang teratas , dan setiap lapis nya memiliki lima buah dahan pohon yang merentang kesamping seperti dahan Cemara.


Di puncak tertinggi ada lima buah dahan pohon yang merentang kesamping , masing masing selebar dua lapangan sepak bola.


Di tengah tengah , terdapat sebuah alun alun kota yang sangat luas dan sebuah istana besar yang indah , berdiri menghadap ke arah alun alun kota itu.


Di sisi timur alun alun , ada sebuah telaga kecil , namun ber air deras , turun ke cabang paling bawah membentuk beberapa air terjun indah pula.


Di depan istana ,sang Ratu dan lima orang bawahan nya turun , di ikuti oleh Shin Liong dan kedua orang istri nya.


Ratusan para ksatria yang terdiri dari prajurit manusia burung laki laki , sedang ber tugas di sekitar istana itu.


Melihat kedatangan sang Ratu mereka , gerbang istana pun segera di buka .


Sang Ratu berjalan di depan , di ikuti oleh kelima orang bawahan nya , dan di belakang mereka , nampak Shin Liong beserta kedua orang istri nya.


Seluruh inang dan dayang di istana ini adalah gadis gadis muda yang cantik cantik.


Bahkan prajurit penjaga di dalam istana juga para wanita muda dan cantik cantik semua nya.


Di dalam istana , Shin Liong dan kedua orang istri nya di sambut dengan hangat oleh seluruh kerabat istana itu.


Malam hari nya , sang Ratu mengadakan jamuan resmi untuk menyambut Shin Liong beserta istri nya.

__ADS_1


Sang Ratu merasa jika ketiga orang tamu nya itu , bukan orang sembarangan.


Berada di negeri Tiau Nyin itu , tidak terasa jika mereka berada di atas sebatang pohon yang sangat besar.


Mereka merasa seperti berada di kota sebagai mana bisa nya.


Dari cerita sang Ratu , Shin Liong jadi tahu , jika di Dunia Betara ini, banyak negeri yang berdiri sendiri , ada yang di pimpin oleh Raja , dan ada pula yang di pimpin oleh seorang Kaisar, bahkan ada juga yang di pimpin oleh seorang Ratu.


Tetapi umum nya negeri negeri itu berdiri sendiri sendiri , bahkan ada beberapa yang saling serang , dan saling berebut wilayah.


Malam berlalu seperti biasa nya, bergulir apa ada nya.


Pagi pagi buta , tiba tiba terdengar suara terompet di tiup sangat nyaring sekali.


Ribuan prajurit dan para ksatria hilir mudik membuat persiapan , dan tampak sangat sibuk sekali.


Masing masing pasukan mengambil tempat mereka masing masing , di ujung ujung ranting pohon yang terlindung daun.


Nampak sang Ratu Tergopoh gopoh dengan setengah berlari , mendatangi Shin Liong dan kedua orang istri nya.


"Maaf mengganggu kenyamanan istirahat kalian , kita sedang diserang pasukan Ko Li Nyin yang sangat banyak, mereka mengepung puncak Tiau Nyin ini , kalian bisa berlindung di ruang perlindungan untuk sementara kami bertempur mempertahan kan negeri kami ini !" kata sang Ratu.


"Tidak Ratu , tidak pantas seorang pendekar berpangku tangan melihat orang yang sudah berbuat baik pada nya berada dalam bahaya , ijin kan kami membantu kalian berjuang mengusir penyerang itu !" kata putri Xuan Yi mewakili Shin Liong .


"Benar yang mulia !, apa yang kakak saya katakan itu benar !, kami akan menjadi orang yang sangat memalukan , bila harus bersembunyi di saat kalian sedang mendapatkan kesulitan !" kata Dewi Ying Fa ikut bicara.


"Baiklah bila itu tekad kalian , tetapi aku malu sampai melibatkan tamu ku hanya karena urusan negeri kami sendiri!" ujar sang Ratu nampak sangat terharu.


Setelah mengenakan jubah perang yang di buat khusus untuk bangsa manusia Burung , sang Ratu segera melangkah dengan sangat cepat ke ujung dahan di depan Istana.


Dahan itu menjulur ke samping , di tengah tengah nya terdapat jalan raya besar dengan di kanan dan kiri nya terdapat perumahan para menteri dan para jendral negeri Tiau Nyin.


Di ujung jalan itu ada semacam pintu gerbang besar yang menuju ke dunia bebas.


Dari ujung jalan itu terlihat ribuan ekor Kalong , sejenis kelelawar besar , namun kini besar nya lebih besar dari gajah.


Di atas punggung Kalong itu , duduk masing masing dua hingga tiga orang gadis cantik namun bertelinga seperti telinga rubah , dan memiliki ekor berbulu lebat seperti ekor kuda.


Masing masing Prajurit manusia Rubah itu memegang sebuah panah yang siap di lepas kan.


Namun baru saja pasukan bangsa Ko Li Nyin itu mendekat , ribuan anak panah sudah menghujani mereka dari sela sela dedaunan pohon besar itu.


Nampak ratusan Kalong berjatuhan dari ketinggian bersama penumpang di punggung nya.


Namun dari cabang pohon di tingkat enam , di bawah cabang teratas , terdengar suara pertempuran yang hiruk pikuk.


Ternyata penyerangan ribuan Kalong itu cuma pancingan belaka , untuk memecah perhatian , karena di saat yang sama , ribuan Prajurit Bangsa Ko Li Nyin sudah mendarat di cabang pohon di bawah istana.


"Yang mulia !, biarlah yang mulia memimpin pertempuran di sini , saya dan kedua istri saya akan kebawah membantu Prajurit yang sedang bertempur di bawah sana yang mulia !" kata Shin Liong sambil terbang lewat ujung jalan itu bersama kedua orang istri nya , menuju ke arah pertempuran di tingkat bawah.

__ADS_1


Di cabang pohon yang ke enam ini ternyata telah terjadi pertempuran yang sangat seru , antara pasukan negeri Tiau Nyin melawan ribuan Prajurit Ko Li Nyin atau Bangsa Manusia Rubah.


Korban diantara kedua belah pihak mulai berjatuhan , dan sedikit demi sedikit , pasukan Bangsa Tiau Nyin mulai terdesak mundur.


Apa lagi dengan pasukan bantuan dari Bangsa Ko Li Nyin ini terus berdatangan seperti semut , membuat pasukan bangsa Tiau Nyin mulai gentar dan berperang dengan setengah hati saja.


Sang Jendral Wanita bernama Yi Chang , dengan gagah dan semangat tinggi bertempur sambil memberikan semangat kepada para prajurit nya.


Tetapi memang para prajurit itu sudah mulai ketakutan melihat pasukan musuh yang terus saja berdatangan itu, membuat serangan mereka semakin kacau saja.


Saat ini kemenangan di pihak penyerang tinggal menunggu waktu saja lagi.


Seorang jendral wanita dari manusia Rubah itu kini berdiri dengan sombong nya sambil memperhatikan pasukan nya melindas pasukan musuh.


Namun di saat saat pasukan Tiau Nyin sudah di ujung tandu, tiba tiba terdengar deru angin serangan yang demikian hebat nya , sehingga dalam waktu sebentar saja , ratusan prajurit Ko Li Nyin berterbangan dan jatuh kebawah laksana hujan turun dengan lebat nya.


Tidak terhitung lagi , teriakan dan tawa kemenangan yang tadi bergema, kini berganti menjadi teriakan nyaring keputusasaan dari para prajurit manusia Rubah yang berjatuhan kebawah pohon yang tinggi luar biasa itu.


Jendral Yi Chang bukan main gembira nya setelah melihat siapa yang datang membantu pasukan nya itu.


Semangat nya yang tadi mulai menurun , mendadak naik kembali diolah olah mendapatkan kekuatan baru.


Pedang ditangan nya berkelebat kesana kemari , dan setiap pedang itu bergerak , tentu ada satu kepala Prajurit musuh yang jatuh kebawah.


Begitu juga dengan. para Prajurit yang tadi sudah patah semangat , melihat bala bantuan dari Shin Liong dan kedua orang istri nya yang luar biasa itu, kini seperti mendapatkan energi baru lagi.


Sedangkan Shin Liong kini mengamuk dengan pukulan tangan kosong nya yang dahsyat luar biasa itu.


Para Prajurit musuh , kalau tidak tewas terkena pukulan itu , tewas karena terjatuh ke dasar hutan yang tinggi luar biasa itu , karena terpelanting akibat pukulan Shin Liong dan kedua orang istrinya.


Cuma dalam waktu beberapa saat saja , pasukan Ko Li Nyin yang tadi berhasil mendesak , kini berbalik terdesak ke ujung jalan , dimana tidak ada lagi tempat berpijak di situ.


Jendral pasukan Ko Li Nyin yang bernama Ci Le Sia yang masih duduk diatas se ekor Kalong raksasa sebesar gajah itu menjadi murka luar biasa melihat pasukan kocar kacir di bantai Shin Liong dan kedua orang istri nya itu.


Sang jendral itu mengeluarkan panah pusaka Dewa api nya , lalu membidik kearah Shin Liong .


Anak panah itu ketika meluncur , berubah menjadi api berwarna kuning itu, segera terbang kearah Shin Liong .


Namun di saat anak panah berapi itu hampir mencapai tubuh Shin Liong , tiba tiba tubuh pemuda itu menghilang dari tempat nya , dan dalam waktu yang sama sudah berada di tempat lain lagi.


Melihat itu , kembali sang jendral Ci Le Sia melepaskan satu anak panah nya kembali kearah Shin Liong .


Tetapi lagi lagi kejadian seperti tadi terulang kembali, tiba tiba tubuh Shin Liong menghilang , dan dalam waktu yang sama sudah berada di tempat lain.


"Kurang ajar , pemuda itu mempermainkan aku ,awas saja kau , sekarang terima anak panah dewa api ini !" kata sang jendral Ci Le Sia sambil melepaskan anak panah berwarna kuning terang kearah Shin Liong .


Ketika anak panah itu dilepaskan , terdengar suara berdengung seperti suara kumbang kayu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2