
Meskipun jendral Zhu Pang Si dalam hal ilmu kesaktian masih berimbang dengan Ming Cen Du , tetapi dia kalah lihai dengan tehnik kelicikan dan keculasan .
Secara diam diam , Ming Cen Du sudah melumuri kedua tangan nya dengan racun lumpuh urat , sehingga setelah kedua tangan mereka bertemu. Saling serang dan saling tangkis , secara tidak disadari oleh Zhu Pang Si , diri nya mulai keracunan .
Tenaga nya semakin. Lama , semakin terkuras habis , hingga akhirnya dia cuma menjadi bulan bulanan Ming Cen Du saja .
"Ha ha ha ha , terbukti kan sekarang , jika kau tidak ada artinya apa apa bagi ku !" kata Ming Cen Du sambil mempersiapkan jurus pamungkas nya .
Dengan mengerahkan seluruh energi nya , dia menyerang Jendra Zhu Pang Si dengan serangan tangan kosong ber tenaga maksimal .
"Bum !" ...
Sebuah dentuman yang sangat nyaring sekali , terdengar saat Ming Cen Du melepaskan pukulan jarak jauh nya tetapi dari jarak yang cuma dua depa itu .
Tubuh Ming Cen Du melayang jauh seperti daun kering tertiup angin musim kemarau , lalu jatuh ketanah dengan mata mendelik beberapa saat , lalu diam untuk selama lama nya .
Dalam ketidak berdaya an jendral Zhu Pang Si cuma bisa pasrah dengan takdir nya saja .
Tetapi rupanya nasip baik masih berpihak kepada nya , karena pada saat kritis itu , Tosu Twa Kung yang kebetulan bertempur di dekat situ melihat nya .
Maka dengan mengerahkan semua energi yang di miliki nya , Tosu itu memapaki serangan Ming Cen Du itu dengan pukulan jarak jauh nya juga , akibat nya , terjadi lah benturan dua energi besar yang menyebabkan dentuman yang sangat nyaring itu .
Dengan membopong jendral Zhu Pang Si , Tosu Twa Kung segera melesat dari tempat itu , kearah barisan belakang .
Di belakang barisan , Shin Liong baru saja selesai mengobati Bu Beng Koan Jin dengan pil surgawi nya , dan kini laki laki itu sedang menerobos ketingkat kultivasi selanjut nya , sebagai akibat dari pil ajaib itu .
"Apa lagi yang terjadi dengan Jendral muda Zhu Pang Si itu Tosu ?" tanya Shin Liong .
"Dia bertarung dengan Ming Cen Du , dan termakan kelicikan laki laki itu , akibat nya , dia terkena racun yang kemungkinan di oleskan oleh Ming Cen Du pada kedua tangan nya !" jawab Tosu Twa Kung .
Shin Liong segera memeriksa keadaan tubuh jendral Zhu Pang Si .
Sebagai pewaris kitab pengobatan dari Sian Wu Fu Chen Cao (Tabib Dewa Fu Chen Cao) , tentu saja dengan melihat saja Shin Liong sudah tahu racun apa yang telah mengenai Jendral Zhu Pang Si itu .
Dengan sebutir pil surgawi , meskipun kecil , tetapi sudah mampu melenyapkan berbagai macam penyakit dan racun , bahkan mampu menaikan tingkat kultivasi sang Jendral muda ini hingga beberapa tingkatan lagi .
Baru saja Shin Liong menyelesaikan pengobatan Jendral Zhu Pang Si , tiba tiba kepala nya mendongak keatas , menatap langit .
"Aku merasakan ada aura kegelapan yang sangat pekat sekali , ini seperti aura mahluk Iblis , sungguh berbahaya sekali , bila mahluk ini muncul , bisa bisa semua manusia disini akan musnah pula !" kata Shin Liong .
Belum lama setelah Shin Liong berucap , tiba tiba dari pasukan musuh barisan paling tengah , terdengar suara raungan maha dahsyat sekali , seakan akan merobek langit hari itu .
Semua yang ada di tempat itu segera menengok kearah suara raungan itu .
Dilangit terlihat se ekor Naga berwarna hitam legam sedang terbang menggeliat sambil meraung Raung marah sambil menyemburkan liurnya yang mengandung racun luar biasa itu .
Ratusan orang segera menemui ajal nya seketika terkena ludah Naga hitam yang bernama Hek Liong Ong (Raja Naga Hitam) itu .
__ADS_1
Tubuh mereka langsung meleleh setelah terkena percikan ludah sang Raja Naga Hitam itu .
Entah kawan , entah lawan , Naga itu kini tidak pandang bulu , semua yang dekat dengan nya , pasti terkena amukan nya .
Pedang dan anak panah , ternyata tidak ada guna nya sedikitpun pada naga itu , karena tidak mampu menggores kulit nya .
"Suruh semua orang untuk menghindar sejauh jauh nya !" teriak Shin Liong .
Para jendral dan para pendekar kultipator segera menyuruh semua orang untuk menghindar sejauh jauh nya .
Dari mana datang nya Hek Liong Ong itu ?...
Kembali ke beberapa saat yang lalu .
Kaisar Kai Ong setelah mendengar semua jendral dan perwira nya telah tewas semua nya , tiba tiba saja tidak lagi mampu membendung rasa kemarahan nya yang luar biasa itu .
Sambil berteriak nyaring , tiba tiba pakaian nya robek disana sini , karena tubuh nya membesar dengan sangat cepat .
Semakin membesar dan juga semakin memanjang serta berubah bersisik warna hitam ke biru biruan yang mengkilap terkena cahaya mata hari , persis kulit ular kobra terkena cahaya .
Tidak lah memerlukan waktu yang lama bagi tubuh Kai Ong untuk berubah menjadi se ekor Naga berwarna hitam legam dan sangat besar sekali , dengan sebuah mahkota bertengger di kepala nya .
"Groaaarrr !, groaaarrr !, groaaarrr !" ...
Terdengar pekikan naga hitam itu sambil menyemburkan air ludah nya .
Dan setiap air ludah itu memercik mengenai seseorang , orang itu langsung tewas dengan tubuh meleleh seperti lilin .
Tubuh Shin Liong tiba tiba bergetar hebat sekali , aura putih , biru , hijau , kuning , ungu dan merah berpijar silih berganti .
Kim Liong Cu (Mustika Naga Emas) yang berada di dalam tubuh nya , yang pernah diberikan oleh saudara angkat nya sang Dewa Naga Emas dahulu mulai ber reaksi dengan energi Qi hitam sang Raja Naga itu .
Tiba tiba tubuh Shin Liong melesat ke udara dengan cahaya warna warni berpindar indah itu pelan pelan berubah menjadi seekor naga sangat besar sekali , dengan aura warna pelangi yang luar biasa indah nya .
Hal itu terjadi karena bercampur nya beberapa energi besar didalam Pedang Kristal Katai putih inti bintang dan panah sumbu langit dengan energi besar dari batu Kim Liong Cu yang selama ini belum bangkit , karena tidak ada energi jahat yang cukup besar untuk bisa membangkit kan nya .
Kini dengan bangkit nya Hek Liong Ong , energi besar nya itu juga merangsang batu Kim Liong Cu yang menjadi nyawa Shin Liong , bangkit kembali , bahkan dengan energi yang berlipat lipat ganda banyak nya , karena beberapa benda Mustika langit yang mendekam didalam tubuh nya sekarang ini , hingga warna yang biasanya cuma kuning emas itu , kini menjadi marna pelangi yang luar biasa indah nya .
Kedua naga itu saling serang dengan suara raungan yang luar biasa mengerikan nya .
Seandainya perkelahian itu berada diatas tanah , sudah tentu , seluruh gunung gunung akan menjadi lembah dan lembah akan menjadi danau serta dataran akan menjadi lautan .
Beberapa kali Hek Liong Ong mencoba menyemburkan bisa nya pada tubuh Kim Liong Sian(Dewa Naga Emas) , tetapi karena pada darah Shin Liong sudah mengalir beberapa butir pil surgawi , sehingga semburan bisa dari Hek Liong Ong yang seharus nya bisa melelehkan besi baja itu , tidak berfungsi apa pun pada kulit tubuh Kim Liong Sian .
Di bawah , terlihat Biksu leluhur duduk sambil membaca sutra , untuk memohon kemenangan bagi Kim Liong Sian dan keselamatan untuk semua penduduk bumi .
Begitu pula dengan Tosu Twa Kung , duduk sempurna diatas sebuah batu , lalu merapalkan mantera mantera keselamatan .
__ADS_1
Sementara itu , Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa , duduk bersemedi melepas kan segenap rasa mereka , menyatukan nya ke alam Dewata , menghubungi Kakek Qin .
Sekejap mata , perang berhenti dengan sendiri nya , para Prajurit masing masing , mencari tempat berlindung , untuk menyelamatkan diri .
Tidak ada lagi kawan maupun lawan , yang ada mereka saling bahu-membahu mencari keselamatan .
"Kakek , dengarlah kami kakek , sekarang cucu mu sedang bertarung melawan Hek Liong Ong , bantulah dia kek , tolonglah dia !" suara Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa , lewat nurani mereka , membahana , menembus batas dimensi , hingga sampai di telinga Dewata San Qin .
"Cucu ku , ketahui lah , bila ada kekuatan mahluk terkuat di semesta raya ini , ya itulah salah satu nya Kim Liong Sian yang sekarang perwujudan dari suami kalian itu , untuk sekarang , orang yang mampu membangkitkan energi Kim Liong Sian itu akan menjadi Dewata utama yang disebut dengan Dewata Agung , jangan resah , tidak ada kekuatan apapun selain kekuatan Mo Sian( Dewa Iblis) , dan Thian yang maha kuasa yang bisa menghentikan nya !" kata kakek Qin menggema langsung di telinga Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa .
"Kakak Yi !, aku sangat takut sesuatu terjadi pada suami kita !" kata Dewi Ying Fa sambil membantu Dewi Xuan Yi berdiri .
Dengan tersenyum , Dewi Xuan Yi menatap kearah adik madu nya itu , " jangan khawatir adik Fa , bukan kah tadi kau sudah mendengar sendiri apa yang kakek katakan ?" ...
"Iya kak , tetapi sebagai istri , aku tetap saja khawatir dan takut sesuatu terjadi pada nya kak !" kata Dewi Ying Fa .
"Kalau begitu , marilah kita berdoa , memohon keselamatan untuk suami kita pada Thian yang maha kuasa adik Fa !" ajak Dewi Xuan Yi menenangkan adik madu nya itu .
Kedua orang wanita cantik jelita itu segera duduk dengan sikap sempurna , bersemedi , memohon kepada Tuhan yang maha kuasa untuk keselamatan sang suami mereka .
Sementara itu , pertarungan kedua ekor naga yang sangat besar itu semakin sengit saja .
Kedua nya saling serang dan saling gigit serta saling membelit dengan kuat nya .
Raungan kemarahan dari kedua nya terdengar hingga jarak beberapa buah gunung jauh nya .
"BUM !!"...
Terdengar suara dentuman sangat dahsyat sekali , sehingga bumi pun berguncang karena nya , saat tubuh Hek Liong Ong terlempar jauh , dan jatuh menimpa sebuah gunung , sehingga membuat gunung itu menjadi sebuah ngarai yang besar dan dalam .
Tetapi Hek Liong Ong bukan lah Naga sembarangan , Naga hitam yang merupakan Raja nya segala jenis Naga golongan Hitam itu memiliki ilmu yang sangat tinggi sekali , sehingga hempasan yang begitu kuat nya itu , tidak mampu untuk melukai tubuh nya sedikitpun juga .
Dengan kemarahan yang meluap luap , Hek Liong Ong bangkit , lalu terbang kembali mendekati Kim Liong Sian .
Perkelahian antara dua Naga yang sama sama sangat sakti itu kembali terjadi lagi .
Berkali kali kedua nya saling gigit , saling Belit , dan saling hempas , sehingga beberapa buah gunung kini telah menjadi ngarai karena nya , namun hingga saat ini , belum juga ada yang terlihat kalah .
Siang malam , pertarungan itu berlangsung terus tanpa henti nya .
Satu hari terlewati , dua hari , lalu tiga hari , belum juga ada tanda tanda pertarungan itu akan berhenti hingga hari kesepuluh .
Biksu leluhur masih saja duduk bersila sambil membaca sutra , sedangkan Tosu Twa Kung juga masih duduk sambil membaca mantera mantera , tanpa makan dan minum selama sepuluh hari itu .
Ya kedua abdi Dewata ini masih setia memohon kekuatan kepada tuhan untuk junjungan mereka , agar bisa menyelesaikan pertarungan nya .
Begitu pun dengan kedua orang wanita cantik jelita itu , terus bersemedi , memohon kepada sang maha kuasa , agar suami mereka diberi kekuatan menghadapi segala macam bentuk kejahatan .
__ADS_1
...****************...
Kalau masih ada kesalahan dalam bahasa maupun penulisan nya , mohon maaf , maklum author nya masih sangat pemula sekali .