Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Serangan Para Siluman.


__ADS_3

Malam baru saja datang, dan rembulan yang sedang purnama pun sudah hadir bertahta di langit timur, menyampai kan cahaya nya lewat celah celah dedaunan hutan.


Shin Liong turun dari pondok,untuk menambahkan kayu kering ke dalam api unggun, lalu kembali duduk di pondok bersandar pada tiang pondok sambil menyeruput teh panas yang di buatkan Dewi Teratai putih tadi.


Sesekali terdengar suara burung hantu bersahutan berdendang sambil menatap rembulan, diselingi suara lolong serigala di kejauhan.


Dewi Teratai putih menggeser tubuh nya,untuk meletakan kepala nya di paha Shin Liong.


"Shin Liong !,apakah kau mencintai ku?" tanya Dewi Teratai putih pelan.


"Dewi!, aku tidak mengerti Apun yang kau ucapkan, tetapi aku bahagia bila berada di samping mu, aku merasa seperti ingin selalu bersama mu, menghabiskan waktu bersama mu, aku,,, aku menyayangi mu, bila itu yang kau maksudkan cinta, maka jawab nya iya, aku mencintai mu, aku ingin selalu ada untuk mu, hidup melayani mu"kata Shin Liong lugu dan apa ada nya.


Dewi Teratai putih mengulurkan tangan kanan nya untuk menyentuh pipi Shin Liong, "sayang!, kau bukan pelayan ku, tetapi suami ku, orang yang sudah di takdirkan menjadi teman hidup ku di dunia ini, kita akan berbagi suka dan duka, bahagia dan derita, air mata mu adalah air mata ku juga, tawa mu adalah kebahagiaan ku, andai aku tidak menyayangi mu,aku tidak mungkin bersedia ikut bersama mu, bagai mana pun badai datang menerjang kita nanti nya, aku ingin kau tetap yakin, bahwa aku mencintai mu setulus tulus nya" ...


"Semoga tidak ada badai dalam kehidupan kita nanti nya!" kata Shin Liong.


"Dengar lah sayang, jangan berharap hidup itu berjalan tanpa rintangan, karena tidak ada lautan yang tidak bergelombang, dan tidak ada samudra yang tidak di serang badai, yang harus kita lakukan adalah memperkuat perahu kita, agar ketika badai itu datang, perahu kita tidak akan hancur dan karam, badai tidak mungkin dapat di hindar kan, tetapi bila perahu nya kokoh,sebesar apapun badai yang datang, gelombang yang menerpa,kita akan terus berlayar,hingga badai itu mereda" nasihat Dewi Teratai putih kepada suami kecil nya itu.


Dia memang harus lebih banyak memberikan pendidikan hati dan Budi pekerti,agar kelak suami kecil nya itu bisa menjelma menjadi seorang ayah yang baik bagi putra putri mereka kelak.


Shin Liong membelai rambut Dewi Teratai putih yang hitam dan panjang terurai itu.


"Entah mengapa,saat saat bersama mu,aku merasa seluruh duka lara ku hilang sirna, hidup yang asalnya kelabu,kini seperti penuh warna" kata Shin Liong perlahan.


Dewi Teratai putih menatap wajah Shin Liong lama, " aku sangat menyayangi mu Shin Liong, kau tidak boleh meninggalkan aku,juga tidak boleh menyia nyia kan aku, ya, aku akan mengakhiri hidup ku, bila kau meninggalkan aku"...


"Aku bersumpah demi malam yang selalu setia menepati janji nya dan ber saksikan bulan dan bintang, aku akan selalu ada untuk mu,seperti kau yang selalu ada untuk ku" kata Shin Liong sambil menggenggam jemari tangan Dewi Teratai putih.


"Aku juga bersumpah demi malam yang selalu setia menepati janji nya,dan ber saksikan bulan bintang, aku akan selalu setia kepada mu,selalu ada untuk mu,seperti kau yang selalu ada untuk ku" kata Dewi Teratai putih pula.


Desau angin meniup dahan dahan pohon di hutan itu,serta suara burung pungguk dan jangkrik pun tidak lagi terdengar.


Shin Liong tersentak sadar bersamaan dengan Dewi Teratai putih yang bangkit dari tidur nya.


"Ini pertanda Dewi,bila binatang malam tidak lagi terdengar, pertanda ada bahaya mengintai disekitar kita, kita harus siaga!" kata Shin Liong sambil mengambil sikap siaga.


Mereka duduk dengan saling membelakangi masing masing.


Sebuah panah bercahaya putih tiba tiba saja sudah tergenggam di tangan Shin Liong, lengkap dengan anak panah nya.


Sedangkan ditangan Dewi Teratai putih sudah tergenggam sebilah pedang bercahaya biru terang,sehingga tempat itu menjadi terang pula.


"Seperti nya ada mahluk siluman sayang, tidak hanya satu,tetapi banyak, bersiap siap lah kita song song mereka"bisik Dewi Teratai putih pada Shin Liong.


Shin Liong tidak menjawab, hanya kepala nya saja yang mengangguk.


Karena sudah terbiasa dengan kegelapan,maka penglihatan Shin Liong tidak begitu buruk ditengah gelap gulita nya malam.


Se ekor binatang bertubuh besar berwarna serba hitam datang dari balik pohon berjalan dengan kedua kaki nya.


"Apakah itu beruang sayang?" tanya Dewi Teratai putih.

__ADS_1


"Bukan Dewi,, itu macan kumbang siluman, binatang siluman tingkat enam yang sangat berbahaya!" jawab Shin Liong berbisik di telinga Dewi Teratai putih.


Dari sudut lain,datang lagi se ekor binatang besar mirip yang tadi,tetapi kali ini tidak berwarna hitam,tetapi totol totol putih dan hitam.


Binatang kedua ini sama seperti yang pertama,berjalan dengan kedua kaki nya, dan tangan nya di kibas kibas kan kesamping tubuh nya,dengan kuku kuku yang terjulur panjang dan runcing.


"Apa lagi itu sayang?" tanya Dewi Teratai putih.


"Itu binatang siluman macan tutul,binatang siluman tingkat enam juga seperti macan kumbang itu!" bisik Shin Liong .


Dari balik pepohonan, muncul lima ekor siluman macan kumbang dan lima ekor siluman macan tutul, yang kesemua nya binatang siluman tingkat lima.


Kedua belas binatang siluman ini datang mendekati gubuk tempat Shin Liong dan Dewi Teratai putih beristirahat sambil bersuara menggerung gerung nyaring.


Shin Liong dan Dewi Teratai putih melompat keatas tanah sambil bersiap menerima serangan ke dua belas binatang siluman itu.


Binatang siluman ini selagi berada di tingkat delapan kebawah,masih di katakan binatang siluman, karena masih berwujud binatang, adapun bila sudah mencapai tingkat sembilan, mereka dikatakan mahluk siluman, karena sudah bisa merupa menjadi apa pun.


Dewi Teratai putih berdiri di belakang Shin Liong dengan belakang nya di tempelkan ke belakang Shin Liong.


Sepuluh ekor binatang siluman berkaki dua itu segera menyerang Shin Liong dan Dewi Teratai putih dari segala arah.


Tiga ekor macan kumbang segera menerjang kearah Shin Liong dari depan,kiri dan kanan nya.


Dengan gesit nya,Shin Liong melepaskan tiga anak panah sekali gus, dan ketiga anak panah itu pun segera melesat menembus dahi tiga ekor siluman macan kumbang itu.


Begitu juga dengan Dewi Teratai putih,seperti tidak ingin kalah dari Shin Liong ,pedang bercahaya biru milik nya berhasil menggorok leher ketiga siluman macan tutul itu.


Shin Liong melompat keudara sambil melepaskan anak panah nya,ke arah dia ekor macan tutul yang sedang berusaha menyergap Dewi Teratai putih dari belakang.


Kedua ekor binatang siluman macan tutul itupun tewas dengan dahi berlobang hingga tembus ke tengkuk nya.


Pada saat yang sama, dua ekor binatang siluman macan kumbang mengendap endap di belakang Shin Liong, siap untuk menerjang nya.


"Tras!".


"Tras!".


Dengan kecepatan yang luar biasa cepat nya, Dewi Teratai putih membabat leher kedua binatang siluman itu,dengan pedang biru nya.


Kedua binatang siluman itupun tumbang ketanah dengan nyawa yang sudah melayang.


Empat ekor binatang siluman yang tersisa mundur ke belakang, namun anak panah dari Shin Liong langsung menamatkan riwayat kedua nya.


Dua ekor binatang siluman yang tersisa, yaitu se ekor binatang siluman macan kumbang, dan seekor binatang macan tutul itu menatap kearah Shin Liong dengan tatapan sangat marah.


Kedua binatang siluman tingkat enam itu tiba tiba tubuh nya mengeluarkan nyala api berwarna merah terang,pertanda kedua binatang siluman itu sudah menguasai ilmu api hingga tingkat ke dua.


Kedua binatang siluman itu segera melesat kearah Shin Liong dengan kecepatan tinggi.


Melihat kedua binatang siluman itu mengejar kearah suami nya, Dewi Teratai putih segera bergerak menyongsong salah satu dari kedua binatang siluman itu.

__ADS_1


"Bum!".


Telapak tangan Dewi Teratai putih yang sudah di lambari dengan ilmu api suci tingkat tiga itu menghantam kepala siluman macan kumbang hingga pecah berderak.


Sedangkan binatang siluman macan tutul yang satu nya lagi, mengalami nasip yang tidak lebih baik dari pada rekan nya, leher nya tertembus anak panah yang dilepaskan Shin Liong ,hingga menembus ke belakang leher nya.


Kedua binatang naas itu akhirnya tumbang ketanah tak ber nyawa lagi.


Namun baru saja Shin Liong dan Dewi Teratai putih bernafas lega,dari udara muncul dua ekor binatang siluman berbentuk aneh.


Kepala kedua binatang ini mirip kepala se ekor elang,namun jauh lebih besar.


Tetapi tubuh kedua binatang ini mirip harimau,dan berjalan dengan kedua kaki nya mirip manusia serta di belakang mereka ada sepasang sayap yang sangat besar.


"ini perpaduan antara binatang siluman,dan monster sayang, berhati hatilah,mereka binatang siluman monster tingkat delapan yang sangat tangguh dan berbahaya!" kata Dewi Teratai putih memperingatkan Shin Liong.


Dua pucuk anak panah yang di lepaskan Shin Liong tidak berhasil melukai kedua binatang Monster siluman itu sedikit pun, bahkan Shin Liong sendiri yang nyaris terkena sabetan cakar tangan binatang Monster siluman itu, andai saja Dewi Teratai putih terlambat melepaskan pukulan jarak jauh nya, hingga tangan binatang Monster siluman itu tertahan di udara.


Beberapa kali pukulan api suci milik Dewi Teratai putih menghantam tubuh binatang Monster siluman itu,namun sehelai bulunya saja tidak hangus.


Shin Liong melepaskan panah sumbu langit nya,dan panah sakti itupun menghilang diudara,kembali ke dalam tubuh Shin Liong.


Kini di tangan Shin Liong tergenggam sebuah pedang kristal berwarna putih terang.


Dewi Teratai putih terpana melihat pedang di tangan Shin Liong itu.


Kini tempat itu menjadi terang seperti siang hari terkena cahaya dari pedang kristal itu.


Kedua binatang Monster siluman itu pun mundur beberapa tindak saat melihat pedang luar biasa itu.


Tanpa memberi waktu lagi,Shin Liong segera menyerang kedua binatang Monster siluman itu dengan kecepatan penuh.


Tubuh nya tidak nampak lagi,yang terlihat kini cuma kilatan kilatan cahaya putih saja.


Kedua binatang Monster siluman itu menghindar dengan berlompatan keudara bergantian kesana kemari.


Namu kemana pun mereka menghindar, disitu sudah menunggu Shin Liong dengan pedang kristal nya.


"Crok!".


"Crok!".


Dua kali tusukan menembus dada kedua binatang Monster siluman itu, mengakhiri perlawanan kedua nya.


Kedua binatang Monster siluman itu tewas dengan dada yang terbelah.


Shin Liong dan Dewi Teratai putih tetap berdiam waspada beberapa saat, mengantisipasi kalau kalau masih ada kawanan dari para monster itu.


Namun hingga beberapa saat,tidak ada lagi binatang siluman maupun Monster siluman yang datang menyerang mereka.


Dewi Teratai putih berlari kearah Shin Liong ,lalu memeluk laki laki itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2