
Tetua Ma Ban Jiu melongo melihat kejadian yang benar benar ganjil itu , Chu Kong Cu tidur dengan memeluk seekor kuda yang juga masih tidur itu .
Para gadis , murid murid perguruan yang menyaksikan itu saling berbisik , lalu tertawa cekikikan .
Ma Ban Jiu segera membangunkan Chu Kong Cu yang sedang asik tidur dengan memeluk perut seekor kuda betina .
Setelah di bangun kan beberapa kali oleh Ma Ban Jiu , akhirnya Chu Kong Cu pun terbangun juga dari tidur nya .
Bukan main terkejut nya pemuda itu , setelah mendapati diri nya tidur dengan memeluk perut seekor kuda betina .
Pemuda itu segera bangkit dengan muka merah karena malu yang luar biasa .
"Chu Kong Cu !, bila sampai kuda ku hamil , kau harus bertanggung jawab ya !" ejek nona Ju Jian Eng yang kebetulan kuda nya lah yang tadi di peluk oleh Chu Kong Cu itu .
Bukan main marah nya Chu Kai Ong mendengar ejekan dari nona Ju Jian Eng itu , ingin sekali rasanya dia memecahkan kepala gadis itu .
"Chu Kong Cu !, cerita kan apa yang telah terjadi dengan mu ?" kata Ma Ban Jiu penasaran sekali .
Saya tidak ingat guru , seingat saya , saya tidur di tenda bersama kawan kawan , ya kan ?" kata Chu Kong Cu sambil melotot kan mata nya kearah Zhao Zhi Yan yang segera tertunduk melihat kemarahan di wajah Chu Kai Ong itu .
"Kau jangan berdusta , teman teman mu sudah mengatakan yang sebenar nya , tadi malam kau keluar dari tenda kan ?, apakah saat itu kau berniat tidur dengan kuda itu ?" tanya Ma Ban Jiu meninggi .
"Tentu saja tidak guru !, siapa juga yang mau tidur dengan kuda !" jawab Chu Kai Ong dengan perasaan sangat malu .
"Lalu apa yang sebenar nya terjadi , coba kau ceritakan Kong Cu !" kata tetua Ma lagi .
"Tadi malam saya keluar bermaksud melepaskan kuda milik pemuda itu yang ia tambatkan di bawah pohon besar dekat semak semak itu guru , tetapi entah karena apa , baru saja saya berada di dekat kuda itu , tiba tiba kesadaran saya seperti hilang dan tahu tahu saya bangun sudah berada di tempat ini guru !" kata Chu Kai Ong sambil menunduk malu .
"Untuk apa kau ingin melepaskan kuda nya , dia kan tidak mengganggu kita ?" tanya tetua Ma .
"Saya cuma tidak suka dengan anak itu guru , cuma itu saja !" jawab Chu Kai Ong tanpa rasa bersalah sama sekali .
"Apakah mungkin anak itu yang melakukan nya guru ?" tanya pemuda Zhao Zhi Yan, saudara seperguruan Chu Kai Ong ,sama sama murid dari tetua Ma Ban Jiu .
Tetua Ma Ban Jiu tertegun sesaat , lalu menggelengkan kepala nya , "tidak !, tidak !, itu sangat tidak masuk akal sama sekali , masa seorang yang sudah berada pada tataran Dewa Bumi akhir bisa di pecundangi oleh seorang anak muda yang baru berada di ranah Alam Taruna menengah ?, tidak !, itu tidak mungkin sama sekali !"...
"Kau benar tetua Ma , pemuda itu tidak ada apa apa nya bila dibandingkan dengan murid mu , betapa pun upaya nya , dia tidak akan mampu mempecundangi murid mu , dia cuma pemuda dari desa yang berniat melihat keramaian kompetisi yang akan di adakan di kota Luxiang nanti !" kata tetua Bai Sin Bian menanggapi ucapan dari tetua Ma Ban Jiu tadi .
"Ya aku pun sudah beberapa kali memindai anak itu , hasil nya tetap sama , dia baru berada di ranah Alam Taruna menengah saja , sangat jauh sekali bila di bandingkan dengan tingkatan dari Chu Kong Cu sendiri !" kata kata tetua Qiu Keng Sim ikut menyela pembicaraan dari kedua tetua itu .
"Kalian berdua benar , dia cuma seorang anak muda yang tidak berguna , yang datang dari desa cuma untuk menyaksikan keramaian di kota , mungkin ada orang lain yang secara diam diam mengikuti kita !" kata tetua Ma Ban Jiu .
__ADS_1
Selagi mereka membicarakan masalah yang telah menimpa pada Chu Kai Ong itu , di pondok sederhana nya , A Yong baru saja bangun dari tidur nya , lalu berjalan ke arah kali kecil yang terdapat tidak jauh dari pondok sederhana nya itu .
Dari tempat yang agak jauh , nampak empat orang gadis cantik sedang memperhatikan nya .
"Jian Eng !, coba kau lihat anak itu , bukankah dia sangat tampan sekali , seperti nya tidak cocok bila dia anak desa !" kata Tan Oei Niu sambil menunjuk kearah A Yong dengan sudut mata nya .
"Ya , dia memang sangat tampan , tetapi aku sama seperti Chu Kong Cu , tidak menyukai nya !" jawab Ju Jian Eng acuh .
"Kalau kalian tidak ada yang suka , biar ia untuk aku saja , aku kan paling muda diantara kita semua , jadi cocok dengan nya !" kata seorang gadis cantik berbadan kecil bernama Shao Li Li .
"Huh , Shao Li Li memang berselera rendah sekali , segala macam anak kampung di sukai , entar kamu diajak bertani di ladang oleh nya !" celutuk Yao Li Jiang yang di sambut oleh yang lain nya dengan derai tawa mereka .
Karena baru bangun tidur , maka ketika rombongan murid murid perguruan Tung Sien itu berangkat meneruskan perjalanan mereka , A Yong masih asik membakar daging rusa untuk sarapan pagi nya .
Setelah daging itu matang , barulah A Yong makan, namun rombongan dari para murid murid perguruan Tung Sien itu sudah berangkat meneruskan perjalanan mereka .
A Yong berjalan pelan dengan kuda nya , tidak ingin tergesa gesa , agar tidak bertemu dengan rombongan Murid perguruan Tung Sien itu.
Menjelang sore hari , dia memasuki gerbang kota Luxiang .
Setelah membayar biaya masuk kedalam kota Luxiang sebesar satu keping emas , A Yong segera berjalan memasuki kota itu .
Baru saja beberapa puluh langkah memasuki kota Luxiang , di pinggir jalan , di depan nya , terlihat seorang kakek tua bertubuh kurus kerempeng , sedang duduk di pinggir jalan .
Sambil menuntun kuda nya , A Yong mendekati kakek tua itu .
"Ada apa kek ?, kenapa kuda nya ?" tanya A Yong ramah sambil duduk di samping kakek tua itu .
"Kuda saya sudah mati nak , padahal cuma kuda inilah tempat kakek menggantungkan nasip kakek dan istri serta cucu kakek !" jawab kakek tua itu sambil mengusap air yang mengalir di sudut mata nya .
"Kek !, kakek maukah kuda ku ini kek ?, kalau kakek mau , kakek bisa memiliki nya kek !" kata A Yong menawarkan kuda nya kepada kakek tua itu .
Kakek tua itu menatap kearah kuda milik A Yong dengan tatapan mata yang takjub , tetapi hanya sesaat saja , "tidak terimakasih nak , tidak usah , kakek tidak memiliki apa apa sebagai imbalan nya , cucu kakek pun seorang laki laki lumpuh , tidak usah lah nak !" ucap kakek itu pasrah .
"Kek !, kalau kakek mau , ini cuma cuma saya berikan untuk kakek , kakek tidak perlu membalas apapun juga kepada saya kek , saya tulus kek , saya tidak membutuhkan kuda ini , ambilah untuk kakek , dan rawat naik baik ya kek !" kata A Yong sambil menyingkirkan bangkai kuda tua itu dari depan kereta nya , lalu memasangkan kuda itu ke depan kereta tua itu .
Nampak bibir kakek tua itu bergetar , entah ingin mengucapkan apa , tidak ada kata kata yang keluar dari bibir nya , cuma air mata nya saja yang luruh membasahi pipi keriput nya .
Di tempat yang agak sepi , A Yong menggali lubang untuk menguburkan bangkai kuda tua kurus kering itu .
"kalau boleh tahu , nama anak ini siapa ?" tanya kakek tua itu dengan suara yang masih bergetar karena terharu nya .
__ADS_1
"Kek , nama saya Shin Yong , orang tua saya memanggil saya A Yong , tetapi orang orang desa Kim San memberikan saya nama Kong Sian Shin Yong kek !"kata A Yong apa ada nya .
"Kong Sian Shin Yong ?, ah , Kong Cu dari mana ?" tanya kakek tua itu lagi .
"Saya bukan dari Dunia ini kek , saya datang dari Dunia di atas sana !" kata A Yong sambil menunjuk ke atas langit .
Mendengar pernyataan dari A Yong itu , tiba tiba kakek tua itu berlutut di hadapan A Yong , "Kong Sian , terimalah salam hormat hamba , hamba kakek Gun Gun yang hina mengucapkan terimakasih banyak atas pemberian Kong Sian kepada hamba !" kata kakek tua itu .
A Yong memegang kedua bahu kakek tua itu lalu menyuruh nya berdiri kembali .
"Berdirilah kek !,jangan terlalu banyak peradaban yang aneh , saya manusia biasa , bukan dewa muda , itu cuma karangan orang orang desa Kim San saja kek , ayo kakek antarkan saya ke rumah penginapan terbaik di kota ini !" kata A Yong .
"Siap kong Cu !, siap , akan saya antarkan Kong Cu ketempat tujuan !" kata kakek tua itu sambil naik keatas kereta nya , di ikuti oleh A Yong .
Kereta itu bergerak dengan suara berderit , berkerotakkan seperti mau hancur , maklum karena faktor usia kereta itu yang sudah sangat tua sekali .
"Berhenti kek , berhenti disini sebentar !" kata A Yong ketika mereka berada di depan pengerajin kereta yang menjual kereta berbagai jenis dan potongan .
Kereta itupun berhenti sebentar di depan pengerajin kereta .
Di depan bengkel kerja mereka , ada beberapa macam kereta terpajang .
"Selamat sore Kong Cu , ada yang bisa kami bantu ?" tanya pemilik bengkel kereta itu .
"Saya mencari kereta tuan , bisakah tuan mencarikan untuk saya ?" tanya A Yong .
"Oh bisa bisa bisa tuan , silahkan , yang ini seratus ribu keping emas , yang ini seratus lima puluh ribu keping emas , serta yang ini dua ratus ribu keping emas tuan !" kata laki laki penjual kereta itu dengan keramahan yang di buat buat .
"Saya ambil yang ini tuan , dan tolong pasangkan dengan kuda itu ya !" kata A Yong sambil menunjuk kearah kereta dengan harga menengah yaitu seratus lima puluh ribu keping emas .
Para pekerja langsung mengerjakan pemasangan kuda ke kereta baru itu , sementara A Yong menyelesaikan pembayaran dengan si pemilik bengkel kereta itu .
Setelah selesai pekerjaan mereka , A Yong dan kakek tua itu segera melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah penginapan terbaik di kota Luxiang itu .
Sepanjang perjalanan , sang kakek tua itu tidak henti henti nya menyusut air mata nya yang terus mengalir di pipi keriput nya itu .
Tidak ada lagi yang bisa dia katakan kini , dengan sangat yakin sekali , hatinya berkata bahwa pemuda ini jela seorang Dewa muda sungguhan , karena manusia biasa tidak mungkin ada yang mau berkorban seperti pengorbanan pemuda ini .
Pengorbanan seperti ini cuma bisa dilakukan oleh para dewa di langit saja , pikir kakek tua itu .
Setelah sampai di depan sebuah rumah penginapan yang terbesar di kota Luxiang itu , A Yong turun setelah sebelum nya memberikan kakek tua itu sepuluh keping emas .
__ADS_1
Awal nya kakek tua itu tidak ingin menerima keping emas itu , tetapi karena A Yong terus memaksa nya , akhirnya kakek itu menerima nya juga .
...****************...