
Hari kedua adalah pertandingan babak kedua, antara para pemenang di babak pertama kemarin.
Pertandingan pertama, antara Chong Mao Gi melawan Ye Jiang Hou.
kedua pemuda ini sama sama murid perguruan bela diri, dan sama sama berada di tingkat Ksatria akhir.
Setelah wasit menyatakan mulai,kedua nya pun mulai saling serang dan saling pukul.
Pada jurus jurus awal, terlihat jika pemuda Jiang Hou sedikit lebih unggul dalam hal jurus dari pada pemuda Mou Gi.
Beberapa kali serangan dari Jiang Hou berhasil mendarat sempurna.
Namun pada pertengahan pertandingan,terlihat serangan pemuda Jiang Hou semakin tidak terarah sempurna.
Dewi Teratai putih yang melihat itu,berbisik di telinga Shin Liong, "Sayang, kau lihat pemuda itu, seperti nya itu pemuda yang bersama kita menyeberang tempo hari ya, dia bermain curang menggunakan racun pelemah urat yang di gosokan di tangan nya, semakin sering orang menyentuh tangan nya, semakin banyak racun memasuki tubuh orang itu,dan pada akhirnya tenaga nya kian terkuras habis"...
Perkataan Dewi Teratai putih kian terbukti, semakin lama,pemuda itu seperti semakin kehabisan tenaga nya.
Hingga akhir nya,sebuah pukulan telak menghantam rusuk pemuda Jiang Hou , menyebabkan pemuda itu tersungkur.
Ketika tubuh Jiang Hou hampir menyentuh tanah, sebuah tendangan kembali menghantam pemuda itu, membuat tubuh pemuda itu terlempar ke udara.
Saat tubuh pemuda itu berada di udara,sebuah jurus pamungkas di lepaskan Mao Gi kearah nya.
Namun tiba tiba seorang kakek tua melompat masuk ke dalam sambil mengibaskan tangan nya.
"Bum!".
Sekumpulan angin yang kuat membentur pukulan dari Mao Gi itu, membuat pemuda itu terhuyung huyung kebelakang beberapa tindak.
"Sebenar nya kau bertanding atau berkelahi hah?" tanya kakek tua itu, menatap kearah Mao Gi dengan mata melotot,lalu melangkah sambil membawa tubuh Jiang Hou yang pingsan, di pundak nya dan berkelebat pergi.
Akhirnya kemenangan diberikan kepada Chong Mao Gi.
Di gelanggang kedua, pertandingan antara pemuda Bi Tong Gwan melawan Weng Wu Shu.
Baru saja wasit mempersilahkan para peserta untuk memulai, pemuda Bi Tong Gwan sudah merangsak maju menyerang pemuda Weng Wu Shu itu tanpa ampun.
Tetapi pemuda Weng Wu Shu meladeni nya dengan tenang tanpa terpengaruh sedikitpun juga dengan gaya bertanding Tong Gwan.
Hingga pada satu kesempatan,ketika pemuda Bi Tong Gwan sedang gencar menyerang Weng Wu Shu dengan nafsu ingin cepat menjatuhkan lawan nya, rupanya pertahanan nya sendiri tidak lagi dia jaga dengan rapi.
Kesempatan itu tidak di sia siakan oleh Weng Wu Shu,satu hantaman tinju berkekuatan besar menghantam perut nya,membuat Bi Tong Gwan tersungkur ke lantai muntah muntah.
Kemenangan pun di berikan kepada Weng Wu Shu.
Di gelanggang ketiga, pertandingan antara Shin Liong melawan Thio Seng Kwi juga di langsungkan.
"Ayo sayang!, kasih aku kemenangan mu!" teriak Dewi Teratai putih nyaring memberikan semangat kepada Shin Liong.
__ADS_1
"He he he he, bocah!, kenapa kau yang maju, dalam dua jurus, kau sudah menggelepar gelepar di tanah seperti ikan!" teriak pemuda Thio Seng Kwi kepada Shin Liong.
Thio Seng Kwi ini sebenar nya tidak asal omong seandainya apa yang ia lihat pada diri Shin Liong itu adalah kenyataan sebenar nya,tetapi sayang,yang dia lihat itu cuma tipuan saja,meskipun tingkat Thio Seng Kwi ini berada di tingkat Ksatria akhir, tentu saja tidak ada apa apa nya bagi Shin Liong yang sudah mencapai tingkat Brahmana sempurna itu.
Shin Liong hanya diam,enggan meladeni mulut pemuda itu.
Ketika wasit memberi aba aba dimulai, Thio Seng Kwi segera menyerang Shin Liong dengan serangan serangan pembuka yang merupakan serangan pancingan itu.
Shin Liong berkelit ke kiri dan ke kanan menghindari serangan pemuda itu.
Tetapi pemuda Thio Seng Kwi itu seakan tidak memberi ruang kepada lawan nya,terus saja mengejar Shin Liong dengan pukulan pukulan berbahaya nya.
Thio Seng Kwi bergerak dari segala arah mengurung Shin Liong dari segala sudut.
Akhir nya sebuah pukulan tidak bisa lagi di hindari Shin Liong mengarah ke dada nya.
"Tamat riwayat mu bocah" kata Thio Seng Kwi yakin jika Shin Liong akan tewas dengan dada remuk.
Ketika pukulan Thio Seng Kwi hampir mencapai tubuh Shin Liong ,tiba tiba secepat kilat, Shin Liong melancarkan pukulan tangannya, menapaki serangan dari Thio Seng Kwi.
"Bum!".
Suara dentuman terdengar ketika tinju Thio Seng Kwi bertemu dengan tinju Shin Liong.
Tetapi ternyata bukan tubuh Shin Liong yang tumbang,malahan pemuda Thio Seng Kwi itulah yang terpelanting kebelakang dengan tulang lengan yang retak parah.
Thio Seng Kwi berjingkrak jingkrak di tanah menahan rasa sakit luar biasa dari tulang lengan kanan nya yang retak parah.
Kini di grup satu,pemenang nya adalah Chong Mao Gi, Weng Wu Shu,dan Shin Liong.
Sementara itu di grup dua pemenang nya adalah Xiong Tao Lie,Lau Xian Ho,dan Tian Tao Sheng.
Berikut nya adalah pertandingan putaran ke tiga, antara Chong Mao Gi melawan Xiong Tao Lie, Weng Wu Shu melawan Lau Xian Ho dan Shin Liong melawan Tian Tao Sheng yang akan di adakan sebentar lagi.
Setelah beristirahat beberapa saat, pertandingan babak ketiga pun dilangsungkan, antara Chong Mao Gi melawan Xiong Tao Lie, Weng Wu Shu melawan Lau Xian Ho dan Shin Liong melawan Tian Tao Sheng.
Sama seperti ketika pertandingan yang sebelumnya, Chong Mao Gi dan Xiong Tao Lie, meskipun Xiong Tao Lie kelihatan unggul serangan,tetapi lama ke lama an energi Xiong Tao Lie kian habis terkuras, hingga akhir nya,Xiong Tao Lie menjadi bulan bulanan oleh Chong Mao Gi.
Meskipun Xiong Tao Lie sudah terjatuh,tetapi Chong Mao Gi tetap saja menyarangkan pukulan nya ketubuh Xiong Tao Lie secara brutal dan bertubi tubi,hingga wasit menghentikan aksi dari Chong Mao Gi tersebut, dan kemenangan berada di pihak Mao Gi.
Adapun pertandingan antara Weng Wu Shu dan Lau Xian Ho tidak berlangsung lama,karena Weng Wu Shu menyerah kepada Lau Xian Ho pada jurus yang ke lima puluh,setelah pukulan dari Lau Xian Ho, menyentuh dada nya.
Adapun pertandingan antara Shin Liong dan Tian Tao Sheng berlangsung cukup seru.
Beberapa kali tinju Shin Liong berhasil menyentuh dada Tian Tao Sheng, tetapi wasit tidak menghentikan pertandingan, pura pura tidak melihat.
Hal itu membuat Tian Tao Sheng semakin bersemangat menjatuhkan Shin Liong dengan berbagai cara.
"Sayang!,jatuhkan dia untuk ku,lempar keluar gelanggang adu!" teriak Dewi Teratai putih dari sisi gelanggang adu.
__ADS_1
Mendengar teriakan dari Dewi Teratai putih itu, Shin Liong segera mengerahkan seperempat tenaga dalam nya ketangan kanan nya,dan tepat ketika Tian Tao Sheng maju menyerang, tinju Shin Liong terlebih dahulu menghantam perut nya.
Tubuh pemuda itu pun terbang keluar gelanggang adu,dan jatuh di tengah tanah lapang dengan tertelungkup tanpa bisa bergerak lagi.
Kini pemenang tiga besar sudah di ketahui,yaitu Chong Mao Gi, Lau Xian Ho, dan Shin Liong.
mereka di beri waktu istirahat beberapa waktu, untuk menghadapi pertandingan final yang akan di langsungkan hari itu juga.
Pertandingan final kali ini ada lah pertandingan tiga sisi,yang pertama kalah adalah juara tiga, yang kalah berikut nya adalah juara dua sedangkan pemenang nya adalah juara pertama yang berhak men dapatkan satu juta keping emas.
ketika Shin Liong dan Dewi Teratai putih sedang minum di warung teh,Dewi Teratai putih menyerahkan sebutir pil berwarna hitam berbentuk bulat sebesar biji lada kepada Shin Liong , " telan lah itu sayang, agar kau tidak terpengaruh epek dari racun yang ada di tangan pemuda Chong Mao Gi itu"...
Shin Liong segera menyambut pil kecil itu dan menelan nya.
Baru saja mereka menyelesaikan minum nya,terdengar panitia mengumumkan bahwa pertandingan final perorangan akan segera di mulai.
Kali ini pertandingan akan diadakan didalam sebuah gelanggang berukuran empat depa kali empat depa, dengan sekeliling nya dipagari dengan besi.
Ketika Shin Liong dan Dewi Teratai putih tiba di tempat itu,di dalam gelanggang sudah ada Mao Gi dan Lau Xian Ho serta seorang wasit pertandingan.
Shin Liong masuk kedalam gelanggang adu itu,lalu pintu pun di kunci dari luar.
"He he he he,sekarang kau akan terbaring untuk selama lama nya disini,dan gadis cantik yang bersama mu itu akan menjadi milik ku he he he he!" kata Mao Gi terkekeh menyambut kedatangan Shin Liong dengan sinis dan merendahkan.
"Kalian bertiga akan bertanding segi tiga, hingga satu orang yang tinggal menjadi pemenang nya, selanjut nya bila aba aba terdengar,baru kalian boleh memulai nya"kata sang wasit sambil berjalan keluar dari kerangkeng besi itu.
Selanjut nya pintu kerangkeng pun di tutup dan di kunci dari luar.
"Mulai!" terdengar seruan dari sang wasit.
Baru saja aba aba dari wasit terdengar,pemuda Mao Gi dan Xian Ho segera menyerang kearah Shin Liong secara bersama sama.
Shin Liong sebenar nya sudah menduga bahwa ada persekongkolan antara kedua lawan nya ini.
Tetapi Shin Liong tidak mau ambil pusing,segera menerapkan jurus langkah bayangan tingkat ke lima yang di ajarkan oleh Dewi Teratai putih, sehingga tubuh nya bisa bergerak kesana kemari secepat Sambaran kilat.
"Kau memang pecundang,bisa nya menghindar saja,tidak sekali pun kau berani menyambut pukulan ku, dasar kadal buntung tidak berguna,aku yakin ibu mu berselingkuh dengan siluman kadal hingga lahir diri mu!" teriak pemuda Mao Gi dengan maksud memprovokasi Shin Liong.
Tetapi rupanya dia salah alamat, Shin Liong ini seharusnya jangan di provokasi agar pertandingan tetap berlangsung baik.
Mendengar nama ibu nya terbawa bawa dihina dan jadi cemoohan oleh pemuda Mao Gi,amarah di hati Shin Liong tidak lagi bisa dia bendung.
Sebuah hantaman lembut mengenai bawah rusuk dari pemuda Mao Gi itu.
"Ha ha ha ha, anak kadal!, kau mengajak aku bercanda ya?, tinju mu seperti menggelitik aku saja!" kata Mao Gi jumawa sambil terus tertawa tawa angkuh di ikuti oleh tawa Xian Ho.
Dengan wajah datar tanpa senyum,Shin Liong menatap kearah Mao Gi dan Xian Ho, "kau yang pecundang, sekarang usaha kultivasi mu selama bertahun tahun sudah hancur, waktu mu terbuang sia sia, kau sekarang tidak beda nya dengan sampah tanpa guna,tenaga dalam mu telah ku musnahkan semua nya!" kata Shin Liong.
"Ha ha ha ha, kau pikir aku percaya usapan seperti itu bisa menghilangkan semua tenaga dalam ku?" kata pemuda Mao Gi sambil tertawa tawa di ikuti oleh suara tawa dari Xian Ho.
__ADS_1
...****************...