
Mendengar keterangan dari sang jendral tua itu, tiba tiba Dewi Nuwa atau Dewi Teratai putih menangis terisak Isak.
"Bu!, ada apa Bu, mengapa ibu menangis?" tanya A Yong.
"A Yong, bila mendengar ciri ciri yang di sebutkan oleh jendral tadi, mereka pasti kakek dan nenek mu nak!" jawab Dewi Nuwa sesegukan.
"Sabarlah nak, pelan pelan kita cari mereka, dan kita kembalikan kesadaran mereka seperti semula, pemberian kakek Qin masih kau simpan kan nak?" tanya Dewi Chang 'e sambil membelai rambut anak menantu nya itu.
"Masih Bu!" sahut Dewi Nuwa singkat.
"Dimanakah terakhir melihat mereka?" tanya Shin Liong kepada sang jendral itu.
"Di pegunungan Lin Mao jauh di Utara, tetapi di sana sangat berbahaya nak, ada ratusan ribu prajurit disana, dan markas pusat mahluk itu ada di perut sebuah pegunungan, andai jendral Fu Shen masih ada, dia bisa menunjukan jalan nya kepada kalian, karena dia pernah ke pegunungan itu dahulu selagi dunia ini masih aman!" kata sang jendral tua itu.
A Yong tercekat mendengar perkataan dari jendral tua itu, "Fu Shen?, apa bukan paman Fu Shen di dalam lembah?" ...
"Tuan jendral mengenal jendral Fu Shen?" tanya Shin Liong .
"Saya sangat mengenal jendral setia itu, dia anak buah saya, dia kepala pengawal kaisar muda, bersama dengan pendeta Wang Tuoli sang penasihat keagamaan Kaisar muda!" kata sang jendral tua itu.
"Kami pernah bertemu dengan nya beberapa waktu yang lalu!" kata Shin Liong .
Sang jendral tua itu tersentak kaget sekali mendengar perkataan dari Shin Liong itu, hingga terbatuk batuk.
"Haah?, benar kah sang jendral masih hidup di mana dia sekarang?" tanya jendral tua itu.
"Bukan cuma jendral Fu Shen, malah ada pendeta Wang Tuoli, Kaisar Chong Kong Yu, pangeran Chong Fu Quon,seluruh kerabat istana, istri dan semua keluarga para jendral ada di sana!" jawab Shin Liong .
Tiba tiba air mata sang jendral tua itu mengalir di pipi nya, begitu juga dengan jendral Bow Ce Liang, dia menangis hingga terisak Isak.
Bertahun tahun mereka melacak sang Kaisar, tetapi tidak juga mereka temukan, hingga putus sudah harapan mereka, dengan rasa duka yang dalam, mereka menganggap sang kaisar beserta seluruh kerabat istana tidak ada yang berhasil selamat satu pun saat mala petaka itu terjadi.
"Di mana mereka sekarang nak?, dimana?, saya sangat ingin bertemu dengan sang kaisar nak!" kata jendral tua itu.
"Bila ingin bertemu dengan sang Kaisar, maka seluruh pasukan tuan harus bersiap siap sekarang juga, kami akan mengantar tuan ke tempat sang kaisar!" kata Shin Liong .
Mendengar itu, sang jendral tua segera memerintahkan jendral Bow Ce Liang untuk menyuruh seluruh prajurit agar bersiap siap berangkat sekarang juga.
Karena tidak terlalu banyak yang dipersiapkan, sebentar saja pasukan sudah berkumpul di ruang tengah goa itu.
__ADS_1
Setelah semua nya siap, Shin Liong segera membuka portal dimensi ruang waktu menuju ke dalam lembah.
Shin Liong menyuruh semua prajurit untuk memasuki portal itu semua nya, dan terakhir adalah Shin Liong dan jendral tua itu.
Di dalam lembah tiba tiba sebuah portal dimensi ruang waktu terbuka, dan dari dalam nya bermunculan para prajurit negeri Xue yang di pimpin oleh jendral Ce Liang.
Beberapa saat mereka terpana menyaksikan pemandangan di depan mereka itu, sebuah lembah sangat luas dan sangat subur dengan sawah sawah menguning siap panen terbentang di depan mata mereka. beberapa petani menatap kedatangan mereka dengan tatapan biasa saja, tidak ada ekspresi wajah keheranan, karena setiap waktu, selalu saja ada yang datang diantar oleh Shin Liong kedalam lembah itu.
Di depan mereka terlihat sebuah kota yang di kelilingi oleh tembok batu yang sangat tinggi.
Di depan gerbang kota itu tertera tulisan kota Shin Liong dengan huruf besar besar.
Melihat Shin Liong bersama mereka, para prajurit itu segera membuka kan pintu,serta sebagian berlari ke tempat kediaman Kaisar, untuk mengabarkan kedatangan Shin Liong bersama beberapa pasukan negeri Xue.
Kaisar Chong Kong Yu beserta jendral Huang Fu Shen dan pendeta Wang Tuoli menyambut kedatangan pasukan itu secara khusus.
Jendral besar Pau Lok Kuan, setelah melihat jendral Huang Fu Shen dan sang Kaisar masih hidup dan berada dalam keadaan segar bugar, segera berlari kedepan sang Kaisar sambil berlutut di hadapan Kaisar itu.
"Ampunkan hamba yang mulia, ampunkan hamba yang lalai ini, hamba yang salah, hamba siap menerima hukuman dari yang mulia!" kata jendral tua itu sambil menangis.
"Tidak paman jendral!, tidak ada yang salah, ini sudah takdir negeri kita, kini disini lah kita berkumpul sambil mengatur rencana selanjutnya!" kata sang Kaisar dengan bijak sana nya.
Sang jendral tua menatap kearah jendral Huang Fu Shen, di peluk nya anak buah paling setia nya itu, sambil menjura hormat di depan sang jendral itu,ia berkata, "jendral, dengan segala hormat dan rasa kagum saya kepada mu, terimakasih sudah menyelamatkan sang Kaisar, saya menghaturkan penghormatan khusus untuk mu jendral!" ...
Dari luar rumah kediaman sang Kaisar, masuk para kerabat sang jendral itu sambil berteriak histeris, berlari memeluk nya.
Begitu juga dengan para prajurit, mana mana para keluarga nya masih hidup, segera mencari, dan bertemu dalam suasana haru biru.
Para prajurit yang masih bujangan segera mengisi barak khusus, sedangkan yang sudah berkeluarga, mencari rumah di sekitar istana itu.
Malam hari nya, di kediaman nya, sang Kaisar menjamu para petinggi negeri termasuk Shin Liong dan semua keluarga nya, untuk membahas masalah kenegaraan.
"Sebelum musyawarah ini resmi di mulai, saya ingin berterimakasih kepada pendeta Wang Tuoli, dengan tempat yang sangat tepat untuk bersembunyi ini, bagai mana cerita nya, sehingga tuan pendeta bisa mengetahui tempat ini?" tanya jendral senior kepada pendeta Wang Tuoli.
"Bukan saya yang mendapatkan tempat ini, tetapi leluhur saya, saya adalah pendeta penjaga lembah yang ke seratus, tugas kami menjaga lembah dan memastikan umat manusia bisa berlindung di dalam lembah ini, hingga muncul nya Dewata muda yang membebaskan umat manusia dari bencana kemusnahan nya, makanya di lembah ini ada sebuah hutan besar, yang didalam nya berkumpul segala macam jenis hewan yang ada dan pernah ada di dunia ini!" kata pendeta Wang Tuoli menjelaskan sambil mengeluarkan sebuah kitab terbuat dari kulit kijang.
"Didalam kitab ini diterangkan bahwa, bila bintang iblis dan bintang setan muncul di siang hari saat gerhana matahari, itu tanda nya mahluk iblis sudah muncul, dan era kepunahan umat manusia sudah di mulai, dan lebih dari tiga perempat manusia akan mati, yang selamat cuma yang berlindung di lembah Dewata ini saja, hingga sang Dewata muda muncul dari langit, membawa racun hidup untuk memusnahkan seluruh mahluk terkutuk itu, baru lah era kehidupan baru dimulai lagi!" kata pendeta Wang Tuoli membacakan sebagian dari isi kitab kuno itu.
"Tunggu dulu pendeta, Dewata muda?,dan racun hidup?" tanya Dewi Chang'e tiba tiba menyela pembicaraan.
__ADS_1
"Iya Dewi, kedatangan Dewata muda itu membawa racun hidup yang bisa menghabiskan seluruh mahluk terkutuk itu hingga ke akar akar nya, bila cuma kita perangi, kita tidak akan mampu melawan mereka, karena mereka berasal dari dimensi waktu yang lebih cepat dari dunia kita, sehingga mereka bisa menciptakan berjuta juta mahluk itu cuma dalam hitungan hari saja!" kata pendeta Wang Tuoli.
Dewi Chang 'e menatap kearah putra nya, "kau tahu tentang racun hidup itu nak?"...
"Saya sedikit mengetahui nya Bu, tetapi saya harus memperdalam nya lagi, saya perlu menyendiri hingga beberapa hari, tanpa ada siapapun yang mengganggu ku!" kata Shin Liong lagi.
"Apa maksud Dewi sebenar nya?" tanya pendeta Wang Tuoli.
"Maap pendeta, kaisar, dan kalian semua, bila benar yang dimaksudkan ramalan kitab kuno itu Dewata muda, maka dialah orang nya pendeta, dia adalah putra ku, putra Dewi Chang 'e, dan cucu dari Dewata San Qin, dia yang sudah menjadi Dewata di usia muda!" jawab Dewi Chang 'e.
Serentak semua orang tersentak kaget bukan main,tidak terkecuali Dewi Nuwa, putri Xuan Yi, A Yong dan semua yang hadir saat itu.
A Yong sangat shock sekali, tidak dia sangka jika sang ayah adalah Dewata muda yang sudah di ramalkan ribuan tahun yang lalu melalui goresan di dinding dinding kuil dan di serat serat kuno.
"Pantesan yang mulia, dia punya banyak ilmu yang aneh aneh, bahkan bisa menjadi apa saja yang dia ingin kan!" kata jendral Huang Fu Shen yang menyaksikan sendiri, bagai mana Shin Liong merubah diri nya menjadi seekor burung gereja kecil, untuk masuk kedalam benteng musuh dan mengintai.
"Kalau begitu, kau bisa memakai salah satu dari kamar di rumah ini nak, para jendral muda akan bertugas menjaga mu!, kami percayakan nasip dunia ini berada di tangan mu nak" kata sang Kaisar.
"Saya akan ikut menjaga ayah saya di sini!" kata A Yong.
"Baiklah, saya akan masuk kamar untuk bersemedi hingga batas waktu yang tidak bisa saya janjikan, bola sudah selesai, saya akan keluar sendiri, yang penting, jangan ada siapapun yang berusaha masuk!" kata Shin Liong sambil memasuki sebuah kamar yang tidak terpakai.
Setelah mengunci pintu dari dalam, Shin Liong segera mempersiapkan diri nya.
Bukan untuk bersemedi, tetapi untuk masuk ke dunia dimensi taman Lokapala, dimana Fu Mei Yin, putri dari mendiang Fu Chen Chao sang tabib Dewa berada.
Fu Mei Yin nampak berdiri di depan pintu menanti Shin Liong datang.
Wajah cantik jelita gadis itu tidak berubah sedikit pun juga, seolah olah waktu tidak berpengaruh bagi nya.
"Ada apakah sehingga tuan datang malam malam lagi, saat tuan mengabarkan akan datang, saya baru saja selesai mandi, tumben tuan ingat pada saya, pasti ada yang sangat penting sehingga tuan kesini, biasanya juga tuan lupa sama saya!" jawab gadis cantik jelita putri dari mendiang tabib Dewa itu.
Mata gadis itu nampak berkaca kaca menatap kearah Shin Liong .
Shin Liong menggandeng bahu gadis itu, mengajak nya masuk kedalam rumah.
Gadis cantik jelita itu gemetar saat tangan Shin Liong berada di bahu nya, sekujur tubuh nya seperti dirayapi berjuta juta ekor semut, namun ada kesenangan dan ke bahagian tersendiri yang dia rasakan.
Tidak ada yang lain yang dia kerjakan di dunia taman Lokapala ini, selain berkultivasi, meramu berbagai macam jenis obat, hingga berbagai mac jenis racun.
__ADS_1
...****************...
Yang dimaksudkan racun hidup adalah sejenis virus paling berbahaya jaman ini, yang bisa hidup dan menjangkiti siapa saja.