
Di Istana Kaisar.
Malam itu sang Kaisar mengundang Shin Liong beserta seluruh keluarga nya untuk makan malam bersama di Istana, sambil merundingkan beberapa hal yang sangat perlu untuk di runding kan.
Malam itu layak nya sebuah undangan makan, resmi dari sang Kaisar, semua keluarga Kaisar, beserta para Mentri dan para jendral juga berhadir.
Shin Liong beserta keluarga nya yang memang sudah dianggap putra oleh sang Kaisar, malam itu duduk di barisan keluarga Kaisar.
Yang terlihat mencolok adalah A Yong yang duduk diapit oleh pangeran Fu Quon dan Putri Siaw Eng.
Tidak ada yang membahas masalah itu, karena mereka semua sudah tahu siapa A Yong sebenar nya.
Setelah selesai makan malam bersama, sambil duduk santai di ruang tengah Istana, sang Kaisar memulai pembicaraan nya.
"Sebelum acara pertemuan kekeluargaan ini kita mulai, saya ingin mendengar sedikit cerita dari ananda Shin Liong yang bertugas misi paling berat, memindahkan batu matahari dari dasar telaga api, silahkan ananda untuk bercerita !" kata sang Kaisar kepada Shin Liong .
"Sebelum saya bercerita tentang perjalanan saya, terlebih dahulu saya perkenalkan seseorang pada semua nya, kenalkan, ini Dewi Ying Fa, putri dari Dewi Salju dan Dewa musim semi, Dewi ini juga dikenal sebagai Mustika Dewi Salju, karena di dalam tubuh nya, terdapat mustika Dewi Salju, untuk bisa memasuki dasar telaga api, saya harus memiliki mustika Dewi Salju, yang ternyata bentuk mustika Dewi Salju itu adalah seorang gadis cantik, putri dari Dewi Salju sendiri !" kata Shin Liong memperkenalkan istri ketiga nya ini.
Setelah itu, barulah Shin Liong mencerita kan semua kisah perjalanan nya hingga berhasil memindahkan batu matahari yang menyumbat sumber air yang mengandung hawa Qi murni di dasar telaga api, dan kini telaga api itu telah kembali menjadi telaga Kayangan seperti semula.
Setelah Shin Liong selesai bercerita, Kaisar menatap kearah semua yang hadir di tempat itu.
"Ananda Shin Liong , untuk beberapa waktu ini mungkin persediaan pangan kita masih mencukupi, tetapi saya khawatir dengan bertambah banyak nya warga masyarakat, kebutuhan pangan kita juga akan meningkat, nah, apakah dunia luar sudah bisa kita jelajahi untuk mencari tempat yang bisa untuk berkebun dan bertani ?" tanya sang Kaisar kepada Shin Liong .
Sebelum menjawab, Shin Liong terlebih dahulu berpikir sesaat.
"Yang mulia , menurut hemat saya, seharus nya kita sudah bisa memeriksa daerah daerah yang berada disekitar sini terlebih dahulu, barulah sedikit dengan sedikit kita melebarkan pencarian kita yang mulia, biarlah pasukan khusus yang di pimpin oleh putra hamba yang terlebih dahulu bergerak memeriksa keadaan di sekitar rawa ini yang mulia !" kata Shin Liong mengusulkan.
" Baiklah kalau begitu, besok pagi, pasukan itu boleh melakukan perjalanan, tetapi tetap harus berhati hati "! kata sang Kaisar memperingatkan.
Selesai acara malam itu, masing masing mereka kembali ketempat masing masing.
Besok pagi nya, sebelum berangkat, A Yong kali ini bersama seratus orang prajurit khusus, terlebih dahulu di berikan setiap orang sebutir pil anti racun, sebagai jaga jaga.
Pagi ini Shin Liong melepaskan tirai gaib punggung kura kura yang dia pasang menutupi kedua wilayah pengungsian itu.
Ketika kubah gaib itu di lepaskan, angin pegunungan langsung berhembus memasuki lembah nan subur itu, meniup batang padi yang terlihat telah mulai mengeluarkan bulir calon padi nya.
Sementara itu, perjalanan A Yong dan pasukan nya, setelah keluar dari lorong goa, dan menyeberangi rawa, mereka tiba di tepi hutan yang ber batasan langsung dengan rawa.
Mereka melihat keanehan luar biasa, karena baru saja mereka menginjakan kaki di tepian rawa itu, di kejauhan terlihat beberapa macam binatang berlarian.
Beberapa ekor kelinci nampak sedang berlompatan masuk ke semak semak, sementara itu, di dahan dahan pohon, beberapa ekor burung asik ber nyanyi, menyambut matahari pagi yang sangat cerah.
Memang pagi ini adalah pagi yang paling cerah, setelah bertahun tahun, matahari memerah sendu.
Di pinggiran rawa yang berair dangkal, terlihat beberapa ekor angsa liar sedang berenang.
__ADS_1
"Ini lokasi pertama yang kita temukan, yang bisa di jadikan tempat perkebunan, selanjutnya kita terus bergerak, waktu dia Minggu yang di berikan Kaisar, harus kita pergunakan semaksimal mungkin, ayo kita bergerak lagi !" ajak A Yong pada para prajurit nya itu.
Mereka kembali bergerak kearah barat dari rawa hidup itu.
Sepanjang perjalanan, mereka melihat aneka macam hewan liar berkeliaran bebas.
Kini hutan yang dulu nya sunyi senyap tanpa ada suara apa pun, kini menjadi ramai kembali.
Bahkan malam hari nya, tidak lagi seperti di kuburan, tetapi sudah ramai dengan suara binatang malam.
Setelah menempuh perjalanan selama satu Minggu, kini mereka tiba di sebuah kota besar bernama kota Liok Ong.
Kota ini, meskipun besar, tetapi tidak berpenghuni seorang pun juga.
A Yong dan para prajurit yang memeriksa setiap rumah di kota itu, cuma mengambil pakaian dan beberapa barang berharga lain nya, untuk di bawa ke kota Raja.
Sesuai jadwal, mereka segera kembali ke kota Raja di dalam lembah.
Setelah seminggu berjalan melewati jalan yang mereka lewati kemarin sewaktu pergi, kini mereka pun tiba kembali di dalam lembah dan di sambut dengan meriah.
Sambil menyerahkan bawaan mereka kepada sang Kaisar, A Yong menceritakan apa yang mereka lihat selama dalam perjalanan mereka itu.
"Kalian beristirahatlah selama Seminggu, setelah itu, kalian pergi bersama jendral Fu Shen dan seratus prajurit serta para pekerja, untuk membuat tempat tinggal bagi penduduk yang akan bekerja membuka lahan baru nanti nya !" titah sang Kaisar kepada A Yong dan pasukan nya.
Setelah misi pertama, beberapa misi berikut nya, juga sukses A Yong jalan kan, sehingga dia menjadi salah satu ke sayangan sang Kaisar.
Waktu berlalu, dan beberapa purnama pun telah berganti tanpa terasa,
Dan kebun kebun pun sebagian mulai menghasilkan, seperti singkong , pisang pepaya dan lain sebagai nya.
Namun pagi ini terjadi sebuah kehebohan, dan kabar yang sangat tidak mengenakan sekali.
Satu keluarga petani luar, para penduduk yang mulai berani bertani di luar lembah, kedapatan mati terbunuh semua nya.
Kabar itu tersiar setelah serombongan prajurit datang tergesa gesa dari luar lembah, menghadap kepada jendral senior Pau Lok Kwan.
Hari itu juga Kaisar memanggil Shin Liong , A Yong, para jendral dan punggawa istana.
Kaisar menceritakan semua laporan yang dia terima, bahwa ada satu keluarga petani di luar lembah, yang tewas di bantai.
Tidak bisa di pastikan, apakah tewas di bunuh manusia, atau hewan buas, karena tubuh petani sekeluarga itu hancur terkoyak koyak tidak karuan, tetapi di sekitar rumah petani itu, tidak di dapati satu jejak binatang buas pun.
"Apa yang harus kita lakukan yang mulia ?, apakah saya harus kesana untuk menyelidiki kematian petani luar itu ?" tanya Shin Liong kepada sang Kaisar.
'Maaf tuan muda, saya pikir jangan dulu tuan ku yang pergi kesana, urusan menyelidiki peristiwa ini, biarlah hamba bersama sepuluh Prajurit yang akan pergi menyelidiki nya !" kata jendral Huang Fu Shen mengajukan diri.
"Paman Fu Shen benar ayah, biarlah paman Fu Shen yang pergi, dan bila ayah berkenan, saya ingin menyertai perjalanan paman Fu Shen, ayah !" kata A Yong membenarkan usulan dari jendral muda Huang Fu Shen itu.
__ADS_1
"Tentu saja aku mengijinkan mu putra ku, temani tuan Fu Shen menyelidiki masalah ini, tetapi kau harus tetap waspada dan berhati hati !" kata Shin Liong memberikan ijin kepada putra nya untuk pergi menyertai perjalanan sang jendral.
Dengan wajah gembira, Huang Fu Shen menyambut gembira keinginan A Yong itu.
Siapa yang tidak mengenal sepak terjang pemuda A Yong, putra Shin Liong yang telah mereka anggap Dewa yang turun ke bumi untuk menyelamatkan mereka.
Sebelum berangkat, Shin Liong menyerahkan satu botol kecil kepada A Yong, yang berisi lima butir pil surgawi.
"Putra ku, ini simpanlah oleh mu baik baik nak, ini pil surgawi, pil yang tidak ada dua nya di semesta raya ini, telanlah sebutir bila memang kau sudah sangat memerlukan nya, tetapi bila keadaan mu sangat parah, telanlah dua butir, ingat itu nak, simpan baik baik !" kata Shin Liong sambil menyerahkan satu botol kecil kepada A Yong.
Setelah mendapat ijin dan restu dari sang Kaisar, maka pergilah Jendral Huang Fu Shen dan A Yong beserta sepuluh orang prajurit, untuk menyelidiki masalah pembunuhan sang petani luar itu.
Dua belas orang itu segera berlari menyeberangi rawa maut dengan lumpur penghisap nya itu.
Perjalanan mereka menuju ke tempat pak tani itu tinggal, memerlukan waktu tiga hari perjalanan, lama nya.
Hari pertama, mereka bermalam di sebuah hutan.
Ketika esok hari nya saat akan berangkat, dua orang prajurit mereka tiba tiba menghilang tanpa jejak sama sekali.
Sudah dicari kesana kemari, namun tidak mendapatkan hasil, akhirnya, sang jendral bersikukuh untuk meneruskan perjalanan mereka saat itu juga.
Meskipun sempat berbantahan dengan A Yong yang mengusulkan mereka mencari kedua orang prajurit itu sekali lagi, tetapi sang jendral tetap saja bersikeras untuk meneruskan perjalanan mereka.
"Hei !, tuan muda !, kau atau aku yang menjadi jendral di negeri ini, kenapa kau sok mengatur aku, kau yang harus mendengarkan aku !" teriak jendral Fu Shen dengan lantang.
"Iya !, iya !, jendral benar tuan A Yong, jangan mentang mentang kau putra tuan Shin Liong , lantas kau berhak mengatur kami, kau tidak berhak mengatur kami, Karana saat ini ada jendral yang lebih berhak !" sahut para prajurit yang lain nya, membela dan mencari muka di depan sang jendral Fu Shen.
A Yong terdiam sesaat, setelah jauh dari istana, rupanya belang sang jendral yang asli terlihat, pikir nya.
Sedangkan para prajurit yang lain nya, rasa ketidak senangan mereka kepada A Yong timbul, semenjak pemuda itu semakin akrab dengan putri Siaw Eng.
Sangat jelas di mata orang orang, jika putri Kaisar, yang cantik jelita itu sangat menyukai A Yong.
Bukan rahasia lagi, jika hampir semua pemuda sangat menyukai putri Siaw Eng.
Tetapi mereka semua nya cuma bisa berdampingan dengan sang putri di alam khayalan saja.
Karena tidak ada satu pun diantara mereka yang dapat menggetarkan hati sang putri cantik itu.
Setelah kehadiran Shin Liong , nampak sekali jika sang putri sangat menyukai Shin Liong .
Tetapi entah karena apa, setiap melihat putri Xuan Yi, istri kedua Shin Liong yang cantik jelita nya sangat luar biasa itu, rasa minder dan rendah diri sang putri timbul.
Akhirnya, sang putri lebih memilih mengalihkan rasa cinta nya, dari sang ayah, kepada putra nya itu.
Tidak sukar bagi putri Siaw Eng untuk mengalihkan rasa suka nya dari Shin Liong ke A Yong, karena kedua nya, dalam segala hal, sangatlah mirip sekali.
__ADS_1
Bahkan ketika Shin Liong dan A Yong berjalan bersama, mereka persis seperti saudara kembar identik.
...****************...