
Bi Kwa Ceng segera membuka totokan dari Shin Liong itu , dengan menotok di beberapa bagian tubuh An Lian .
Namun meskipun dia berulang ulang melakukan nya , tubuh sang istri nya itu , tidak juga bisa bergerak lagi .
"Arwanwen !, tolong suruh menantu mu itu untuk membebaskan totokan nya pada istri ku !" kata Bi Kwa Ceng tanpa malu lagi , memohon kepada Arwanwen .
Betapa pun permusuhan diantara kedua istri mereka , dahulu mereka adalah dua sahabat yang sangat akrab sekali .
"Kwa Ceng !, sebenar nya aku tidak ingin ikut campur urusan mereka berdua , aku ingin mereka menyelesaikan nya secara dewasa , tetapi melihat keadaan istri mu itu , aku terpaksa melanggar janji ku sendiri , Shin Liong !, bebaskan totokan mu pada nya !" kata Arwanwen sambil melihat kearah sang menantu nya itu .
Shin Liong tidak langsung menjawab nya , tetapi dia menoleh dulu kearah sang ibu .
Dewi Chang 'e yang cantik rupawan itu menganggukkan kepala nya tanda memberi ijin kepada sang putra , barulah Shin Liong bergerak melepaskan totokan nya , pada An Lian .
Arwanwen dan BI Kwa Ceng segera memeriksa luka dalam yang di derita An Lian ini .
Nampak wajah Bi Kwa Ceng sangar sedih dan murung sekali , dia tahu , bahwa luka dalam An Lian sangat parah sekali .
"Arwanwen !, aku tahu kau adalah murid Sian Wu(tabib Dewa) , tolonglah istri ku , pandang lah persahabatan kita di masa lalu !" kata Bi Kwa Ceng memohon kepada bekas sahabat nya itu .
"Kwa Ceng !, aku memang murid dari Sian Wu , tetapi aku bukan pewaris ilmu beliau , konon sebagian besar ilmu beliau , beliau simpan di dunia Dimensi milik beliau , dan di jaga oleh putri tunggal nya , yang menjadi masalah adalah , tidak ada yang tahu , kini cincin yang menyimpan portal kedalam itu , tidak lagi di ketahui dimana rimba nya , maafkan aku Kwa Ceng !" ungkap Arwanwen sedih .
Kini Bi Kwa Ceng benar benar terpuruk melihat keadaan sang istri nya itu .
"Kalau begitu !, biarlah aku menemani mu An Lian , kita akan terus bersama sama selama nya , maafkan aku yang tidak bisa membela mu , sudah kukatakan agar menyudahi dendam ini , tetapi kalian tidak mau mendengarkan aku , aku akan mendahului mu An Lian !" kata Bi Kwa Ceng dengan terisak halus , berusaha menyembunyikan perasaan nya .
"Tidak ayah !, Yu Hua yang salah ayah , jangan korbankan nyawa ayah demi kesalahan ku , akan terlampau berat beban hidup ku kelak ayah , biarlah ku tebus kesalahan dan kecerobohan ku dengan nyawa ku ayah !" kata Bi Yu Hua sambil menyusut air mata nya , berdiri sambil bersiap dengan pedang di tangan yang diarahkan ke dada nya sendiri .
"Maafkan Hua Bu , Hua anak yang tidak berbakti , ampuni dosa dan kesalahan Hua Bu !" ...
Saat Bi Yu Hua hendak menekan pedang itu ke dada nya , tiba tiba tubuh nya kaku tidak bisa di gerakan lagi .
Begitu juga dengan Bi Kwa Ceng , tubuh nya kaku tanpa bisa bergerak sedikit pun juga .
Itulah totokan jarak jauh dari Dewi Chang 'e yang sedari tadi memperhatikan tiga anak beranak itu .
Shin Liong Maju beberapa langkah , kearah tubuh An Lian yang tergolek lemah itu .
Beberapa teguk darah segar , masih saja menetes di bibir dan kuping serta hidung nya .
Dengan tangan kiri nya , Shin Liong memencet kedua pipi wanita paro baya yang masih cantik itu , sedangkan tangan kanan nya memegang sebutir pil Dewa kualitas bintang sembilan yang sangat manjur untuk pengobatan luka dalam , dan memasukan nya , kedalam mulut wanita itu .
Setelah menepuk tengkuk nya , pil kecil itupun meluncur masuk kedalam perut An Lian .
__ADS_1
Beberapa saat berlalu , nafas An Lian yang tadi nya tersengal-sengal dan pendek , berangsur angsur mulai membaik .
Darah yang terus mengalir keluar dari mulut hidung dan kuping nya pun berhenti , serta wajah nya mulai sedikit bercahaya kembali .
Kini An Lian sudah dapat duduk untuk menghimpun Qi murni kedalam dantian nya .
Dewi Chang 'e kembali mengibaskan tangan nya , dan Bi Kwa Ceng serta Bi Yu Hua segera pulih seperti semula lagi .
Bi Yu Hua segera memburu kearah An Lian , sambil memeluk wanita paro baya itu , dia menangis menyesali kecerobohan nya tadi , yang nyaris menewaskan ibu nya sendiri .
"Ibu !, ampuni Hua Bu , tidak ada maksud sama sekali Hua untuk menyakiti ibu , semua ini gara gara pemuda sialan itu , coba dia tidak menghindar , ibu tidak bakalan celaka seperti sekarang ini !" kata Bi Yu Hua .
"Kau aneh aji , masa ayah ku kau suruh diam pasrah menerima pukulan mu tadi , yang benar saja aji !" kata A Yong mulai marah .
Dara cantik itu menatap kearah A Yong beberapa saat lama nya .
"Apa kata mu , aji ?, aku tidak setua itu , aku belum memiliki keponakan seperti kau !" kata Bi Yu Hua ketus , grogi dipanggil bibi oleh seorang remaja .
"Ah masa bi , kulihat usia bibi tidak jauh berbeda dengan ibu ku , jadi , sangat pantas untuk ku panggil aji !" kata A Yong .
"dasar gila , tadi ayah , sekarang ibu , memang nya kau anak siapa ?" tanya Bi Yu Hua .
"Dia putra Nuwa dan Shin Liong , nama nya Shin Yong , dia cucu ku !" kata Arwanwen menjelas kan .
Bi Yu Hua menatap kearah Shin Liong dan A Yong bergantian , memang wajah dan bentuk tubuh kedua nya , sangat mirip sekali .
"Diseluruh semesta ini , ada Dunia Dunia dan Alam Alam yang di luar nalar kita Kwa Ceng , ada yang dua kali lebih cepat dari perputaran dunia kita ini , ada pula yang empat kali lipat , bahkan ada yang sepuluh kali lipat lebih cepat dari Dunia kita ini , nah dia dilahirkan Nuwa di salah satu Dunia itu yang memiliki kecepatan waktu , empat kali lipat Dunia kita ini , saat itu Nuwa dan Shin Liong terpisah selama empat tahun ukuran dunia kita , yang berarti Enambelas tahun untuk ukuran dunia itu !" jawab Arwanwen .
Bi Kwa Ceng menganggukkan kepala nya , tanda mengerti dengan penjelasan dari Arwanwen tadi .
"Maafkan aku kawan , terimakasih banyak pada menantu mu itu yang sudah menolong istri ku , kami mengaku kalah !" kata Bi Kwa Ceng sendu .
"Aku tidak Sudi mengaku kalah kepada kalian , kalian menang karena sudah berlaku curang , seandainya tidak curang , tidak mungkin kalian bisa menang melawan aku !" kata An Lian sambil membuka mata nya .
"Aku sudah tahu jika jawaban itu yang keluar dari mulut kalian , cuma manusia rendah saja yang tidak mau mengakui kekalahan dan mencoba ingkar dengan perjanjian yang sudah dia sepakati !" kali ini Dewi Chang 'e ikut bicara dengan suara yang lembut , tetapi terasa menusuk kedalam hati .
An Lian melotot kearah Dewi Chang 'e yang ikut bicara tadi .
"Kau siapa ?, mengapa ikut campur urusan orang !" kata Bi Yu Hua ketus .
"Aku adalah ibu dari Shin Liong , dan A Yong adalah cucu ku juga , kalian sudah berani berjanji , tetapi berusaha mengingkari nya !" kata Dewi Chang 'e masih dengan suara lembut nya itu .
"Kau Wanita yang tidak tahu malu , mengatakan ibu ku kalah oleh putra mu yang lemah itu , sedangkan kau melihat sendiri , ibu ku terkena pukulan ku , bukan dikalahkan oleh putra mu yang lemah itu , dasar wanita tidak tahu malu !" kata Bi Yu Hua .
__ADS_1
"Plak !" ...
"Plak !" ...
Dua kali terdengar suara tepukan , dan tiba tiba kedua pipi dara bernama Bi Yu Hua itu sudah memerah terkena telapak tangan Shin Liong .
"Kau boleh saja mencaci maki orang lain , tetapi jangan ibu ku , bila itu kau lakukan , jangan kan kau , leluhur mu sekalipun , aku tidak bakalan mundur !" terdengar suara Shin Liong mulai marah , mendengar ibu nya di caci maki gadis itu .
Baru saja Shin Liong selesai bicara , tiba tiba terdengar suara bergemuruh , dan bersamaan dengan itu , di hadapan nya , muncul dua orang wanita cantik , meskipun mereka sudah ber umur tua .
"Benar kah itu anak muda ?, aku Ang Lian Sian dan putri ku Ang Kwa Lian minta petunjuk mu kalau begitu !" kata wanita cantik yang tertua .
"Pho pho Hoa Lian !, selamat bertemu pho pho , syukurlah pho pho masih sehat saja !" kata Li Lian setelah melihat wanita itu .
Wanita yang dipanggil pho pho (nenek) oleh Li Lian itu menatap kearah Li Lian dengan mata yang melotot marah .
"Kau adalah keturunan dari orang yang sudah merebut hak ku dahulu , dan kini kalian berkumpul di sini , aku tidak susah susah lagi untuk mencari kalian , akan ku bunuh kalian semua dan semua hak ku dahulu itu , akan ku rebut kembali !" kata wanita yang mengaku bernama Ang Lian Sian (Dewi Teratai merah) itu .
"Sebegitu tinggi kah kultivasi eyang , dan sebegitu hebat kah sudah eyang ini , sehingga dengan yakin sekali , bisa membunuh kami semua , ketahuilah eyang , bila aku masih hidup , tidak secuil pun kubiarkan keluarga ku di ganggu orang lain !" kata Shin Liong sambil melangkah kedepan kedua orang wanita itu .
"Eyang , bunuh mereka semua , mereka sudah melukai ibu !" kata Bi Yu Hua mulai memutar balik kan pakta .
"Pho pho !, kita sudahi pertikaian ini sampai disini saja , tidak ada untung nya memperpanjang persoalan dengan mereka !" kata Bi Kwa Ceng kepada nenek mertua nya itu .
Mendengar itu , wajah Ang Lian Sian menjadi merah padam .
"Cucu menantu sial tidak berguna , kau sangat memalukan sebagai salah satu dari majikan lembah Ang Lian ini , sejak kapan orang orang Ang Lian Pang takut dengan orang orang Pek Lian , kalau kau takut , silahkan kau keluar dari Ang Lian Pang !" kata wanita itu dengan sangat ketus .
Seperti se ekor siput yang terkena abu , Bi Kwa Ceng akhirnya cuma bisa diam tanpa bicara lagi .
Kedua orang wanita ini adalah leluhur dari Ang Lian Pang , yang merupakan cikal bakal pendiri Ang Lian Pang ini .
"Ibu !, pho pho !, habisi mereka semua nya , mereka sudah melakukan kecurangan hingga saya terluka !" kata An Lian pula .
"Hm , jangan khawatir An Lian , hari ini dendam turun temurun kita , aku tuntas kan semua nya , seluruh keturunan Pek Lian Sian dan semua keluarga nya , akan aku musnah kan !" kata Ang Lian Sian .
"Kau terlalu percaya diri yang besar eyang , sudah ku katakan , selagi aku masih hidup , hal itu tidak akan aku biar kan terjadi !" kata Shin Liong .
"Cuih !, kalau begitu , kau lah yang pertama kali ku bunuh !" kata Ang Lian Sian Sambil melayangkan serangan kepada Shin Liong .
Sebagai seorang leluhur Ang Lian Pang , tentu saja memiliki tingkat kepandaian diatas rata rata yang lain nya .
Tetapi kali ini , mereka mendapatkan lawan yang salah .
__ADS_1
Shin Liong bukan lah orang biasa yang dapat dianggap enteng oleh mereka .
...****************...