
Pertarungan antara dua ekor naga itu masih terus saja berlangsung dengan sangat seru nya .
sama sama kuat , sama sama hebat , belum ada yang terlihat akan kalah .
Kini pertarungan menjelang hari yang kesepuluh .
Kedua ekor Naga besar itu saling lilit jauh diatas ketinggian , tidak lagi saling gigit , karena kulit mereka tidak mempan di gigit .
Hek Liong Ong dan Kim Liong Sian saling Belit dengan sangat kuat nya , mereka mengerahkan sepenuh tenaga mereka untuk meremukkan tubuh lawan nya .
Tiba tiba telinga Kim Liong Sian yang jiwa nya adalah Shin Liong itu mendengar suara sang Kakek mengingatkan dia .
"Dengarlah cucu ku , sampai Dunia ini berakhir , kau tidak bakalan bisa mengalahkan Hek Liong Ong itu , dan begitu juga dengan dia , kecuali kau bisa membangkitkan kekuatan sejati pedang Kristal Katai putih inti bintang yang menyatu dengan diri mu itu , saat ini waktu nya , pusatkan segenap perasaan mu pada kekuatan inti pedang itu , lalu bangkitkan , tetapi cengkraman mu pada lawan mu jangan sampai kendor , terus pegang kuat kuat sambil membangkitkan energi sejati dari pedang itu !" kata kakek Qin langsung kedalam telinga Shin Liong .
Kim Liong Sian segera menambah kekuatan belitan nya pada tubuh Hek Liong Ong sambil berkonsentrasi kepada pedang Kristal Katai putih inti bintang yang berada di dalam tubuh nya .
Tiba tiba secara perlahan lahan , warna pelangi yang keluar dari tubuh Kim Liong Sian berubah menjadi warna putih terang yang panas .
Cahaya itu semakin lama , semakin putih dan semakin terang saja , serta semakin panas , hingga seperti cahaya mata hari dengan panas yang sama seperti panas nya matahari .
Tubuh Hek Liong Ong menggeliat geliat berusaha melepaskan diri dari belitan Kim Liong Sian sambil bersuara meraung marah .
Tetapi bagai manapun dia berusaha melepaskan diri dari belitan Kim Liong Sian , semua usaha nya sia sia belaka .
Kini raungan kemarahan yang keluar dari mulut Hek Liong Ong , berganti dengan raungan kesakitan yang teramat sangat luar biasa .
Sedangkan tubuh Kim Liong Sian , kini sudah tidak terlihat bentuk nyata nya lagi , yang terlihat cuma gumpalan cahaya putih yang sangat terang sekali , serta sangat panas , sepanas matahari .
Setelah beberapa saat , suara raungan kesakitan dari Hek Liong Ong tidak lagi terdengar , bahkan tubuh nya sendiri tidak terlihat lagi , hangus menjadi abu , lalu sirna tertiup angin .
Yang sangat mengerikan nya adalah , bukan cuma tubuh Hek Liong Ong yang jelmaan dari tubuh Kai Ong itu yang hangus jadi abu , tetapi jiwa Kai Ong dan pangeran Iblis Kalasura juga terbakar , sehingga tidak memungkinkan untuk ber reinkarnasi kembali untuk selama lama nya .
Setelah Hek Liong Ong sirna , cahaya putih yang tadi memancar dari tubuh Kim Liong Sian , kini mulai memudar dan mengecil kembali .
Setelah cahaya itu benar benar menghilang , di langit terlihat tubuh Shin Liong yang terbang .
Shin Liong turun di depan kedua orang istri nya yang sudah menyambut nya dengan berdiri itu .
Kedua wanita cantik jelita itu segera memeluk tubuh sang suami dengan perasaan yang sangat bahagia sekali .
Kedua nya menangis terisak di dada sang suami nya itu .
__ADS_1
"Sudahlah meme , bahaya sudah lewat , kemelut sudah selesai , dan kini Dunia Betara ini akan kembali menjadi Dunia yang damai dan tentram , tugas kita sudah hampir selesai sudah !" ucap Shin Liong sambil membelai rambut kedua istri tersayang nya itu .
"Ayah !, syukurlah ayah selamat , A Yong sudah khawatir melihat ayah bertarung sepuluh hari , tetapi belum bisa mengalahkan Hek Liong Ong itu ayah !" kata A Yong sambil memeluk sang ayah .
Dibelakang nya , seorang dara cantik berdiri menatap mereka , dengan mata yang basah karena rasa haru nya .
"Apakah kau murid bibi Xio Er dan Xio Hua ?" tanya Shin Liong .
Dara jelita itu ber soja dihadapan Shin Liong sambil berkata , "benar tuan , saya adalah Pek Lan Hua , murid dari Subo Xio Er dan Xio Hua !"...
"Kau Siu Li yang hebat , kelak kau akan menjadi salah seorang wanita terhebat !" kata Shin Liong dengan panggilan Siu Li (gadis cantik) kepada Pek Lan Hua .
Dara cantik itu menundukkan kepala nya karena malu mendapat pujian dari Shin Liong yang ternyata ayah dari laki laki yang dia sukai .
"Syukurlah Kong Thai Sian selamat dan berhasil mengalahkan Hek Liong Ong itu , jika tidak , niscaya Dunia ini akan kiamat !" ujar sang Kaisar dengan perasaan yang sangat lega .
Dengan tewas nya Hek Liong Ong jelmaan dari kaisar Kai Ong , berarti tewas pula kaisar Kai Ong , dan perang pun dimenangkan oleh Negeri Hong Than dan berarti negeri Sian Than menjadi bagian dari negeri Hong Than .
Seluruh Prajurit negeri Sian Than yang tersisa lebih dari delapan ribu orang itu , semua nya menyerah takluk kepada Kaisar Liu Xiong Bu dan bersumpah setia kepada sang Kaisar .
Kaisar memerintahkan Jendral Qiu Pang Kian bersama dua ribu Prajurit nya , untuk pergi ke kota Raja Liok Ho , sebagai wakil Kaisar , memerintah wilayah itu .
"Dengarlah oleh kalian semua nya , ini pesan ku untuk kalian semua , hiduplah dengan damai dan aman , kini Dunia ini bukan lagi Dunia Betara , tetapi Dunia Permata Biru seperti nama nya semula , hiduplah dengan menjalankan aturan Thian yang maha kuasa , jangan saling jahat menjahati , tetapi hiduplah dengan menebarkan kasih sayang dan kebaikan , ingat , dunia ini hanya sekedar lahan ujian , baik senang maupun susah , dan kelak , di alam Imkang (akhirat) nanti , semua ujian ini akan mendapatkan hasil nya , baik itu lulus ataupun tidak lulus , tidak ada jalan lain bagi kita semua , kecuali bersabar menghadapi ujian ini , baik ujian kenikmatan maupun ujian kesakitan , kami akan segera meninggalkan kalian semua , karena tugas kami telah usai di tempat ini , dan tempat lain nya sudah menantikan kami , sekali lagi , ingat baik baik pesan ku ini !" kata Shin Liong dengan suara yang lantang , meskipun tidak nyaring , tetapi suara nya bisa didengar oleh siapapun di tempat itu hingga jarak Beratus ratus gunung jauh nya .
Di udara tiba tiba tercipta satu pusaran cahaya kecil , yang lama lama membesar , membentuk tubuh manusia seorang laki laki tua yang turun di hadapan Shin Liong .
Melihat siapa yang datang itu , Biksu leluhur , Bu Beng Koan Jin , dan Tosu Twa Kung segera berlutut .
Sedangkan A Yong , setelah melihat siapa yang datang , segera memburu laki laki tua itu , dan memeluk tubuh nya , "eyang !, eyang !"...
Laki laki tua itu cuma tersenyum ramah melihat cicitnya yang semenjak kecil manja kepada nya itu , masih saja seperti itu .
"Shin Liong Cucu ku , karena kau sudah bisa membangkitkan kekuatan Kim Liong Cu yang ada didalam tubuh mu , serta kekuatan sejati Pedang Mustika Kristal Katai putih inti bintang , maka kau sudah menerobos dua tingkat sekaligus , sehingga kini kau berada di ranah Dewa Agung , tinggal dua tingkat lagi , kau akan menggapai takdir mu , menjadi pemimpin para Dewata dan berada di ranah Dewata Agung , sedangkan kalian bertiga Dewa Guang in , Dewa Bu Beng Koan Jin dan Dewa Twa Kung , hari ini juga aku akan membawa kalian ke alam kedewataan untuk menempa jiwa kalian disana , bersemedi lah di batu penyucian selama seratus tahun !" kata Dewata San Qin sambil mengibaskan tangan nya , dan ketiga laki laki tua bertubuh pemuda itupun lenyap dari pandangan mata .
Pandangan mata kakek Qin mengarah kepada Xio Er dan Xio Hua serta Pek Lan Hua .
"Dan kau Xio Er dan Xio Hua , didik putri kalian itu baik baik , dua tahun dari sekarang , aku akan datang menjemput nya , untuk mendampingi cicit ku Shin Yong , jaga dia baik baik !" kata kakek Qin atau Dewata San Qin menunjuk kepada dua orang wanita paro baya yang berwajah cantik itu .
Xio Er dan Xio Hua tidak mampu berkata kata lagi , mereka berdua cuma bisa berlutut di hadapan Kakek Qin .
"Kaisar Liu Xiong Bu , kau harus ingat pesan dari cucu ku tadi , bila kalian selalu berbuat kebaikan , aku akan selalu menolong kalian semua , mulai sekarang , hiduplah sebagai mana layak nya , manusia yang berakal budi dan berhati manusia !" pesan kakek Qin kepada sang Kaisar Liu Xiong Bu .
__ADS_1
"Waktu nya sudah tiba , ayolah kalian ber empat , kita pergi sekarang !" kata kakek Qin.
"Selamat tinggal Pek Lan Hua ,sampai berjumpa lagi !" kata A Yong sambil memegang tangan dara jelita itu .
Tubuh kelima orang itu berubah menjadi cahaya , lalu melesat terbang dan hilang di kebiruan langit .
"A Yong !, A Yong !, aku ikut A Yong !" jerit Pek Lan Hua memecah kebisuan suasana .
Dara itu berlutut dan tangan kanan nya yang tadi dipegang oleh A Yong , masih terangkat keatas , namun Raung tangisan nya lah yang terdengar nyaring .
Xio Er dan Xio Hua kini mengerti apa yang dirasakan oleh putri angkat mereka itu , rasa yang tak pernah terucapkan , namun indah dirasakan .
"Ayolah kita kembali ke Lembah seribu Bunga nak , ingat , waktu dua tahun tidaklah terlalu lama , mulai sekarang , kau harus rajin berlatih , agar kelak saat kakek Qin menjemput mu , kita tidak malu !" kata Xio Hua sambil membelai rambut Pek Lan Hua yang masih terisak Isak menangis .
Mulai saat itu , tatanan kehidupan di Dunia Betara yang kini kembali menjadi Dunia Permata Biru itu , kembali sebagai mana mesti nya .
...----------------...
Siang itu di Kota Raja Xue , tepat nya disebuah rumah besar , Dewi Chang 'e baru saja keluar dari ruangan nya , menuju ke ruang tengah .
Di ruang tengah , terlihat Lilian dan Arwanwen sedang berbincang bincang dengan Dewi Nuwa atau Pek Lian Sian (Dewi Teratai putih) .
"Ayah , sudah dua musim kepergian kakak Shin Liong untuk menyusul A Yong , dan tidak ada kabar berita nya sama sekali , Nuwa khawatir dengan kakak Shin Liong ayah !" kata Dewi Nuwa mulai berlinangan air mata nya .
"Sabarlah nak , doakan saja mereka selamat semua nya , dan suami mu , berhasil bertemu dengan putra mu !" kata Arwanwen menghibur sang putri .
"Iya nak , mertua mu itu seorang Dewi , dia akan tahu bila putra nya dalam bahaya , percayalah kepada nya !"kata Lilian menimpali ucapan suami nya .
Langkah kaki terdengar keluar dari kamar Dewi Chang 'e , menuju ke arah mereka .
Dewi Nuwa menoleh , ternyata sang mertua sedang berjalan kearah mereka .
"Nuwa !, hari ini suami mu akan kembali !" kata Dewi Chang 'e sambil duduk Disamping Dewi Nuwa .
Saking terkejutnya , Dewi Nuwa sampai memutar tubuh nya kearah sang mertua nya yang cantik jelita itu .
"Benar kah Bu ?, benarkah mereka akan kembali , bersama A Yong kan Bu ?"tanya Dewi Nuwa lagi .
"Iya , bersama A Yong juga !" jawab Dewi Chang 'e singkat .
Dewi Nuwa segera memeluk ibu mertua nya itu dengan erat , dia benar benar sangat bahagia kini .
__ADS_1
...****************...