Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Si Giam Lo'ong .


__ADS_3

Kini hati Yi Hua terasa sangat lega , karena seluruh perasaan nya yang dia pendam sekian lama , sudah dia katakan .


Dia tidak menginginkan balasan dari Shin Liong , yang dia ingin kan cuma satu , Shin Liong tahu perasaan hati nya .


Shin Liong menerima nya sebagai teman , tanpa rasa benci dan dendam saja sudah merupakan kebahagiaan luar biasa bagi nya .


"Terimakasih Shin Liong atas penerimaan mu pada ku , kini mati pun aku tidak lagi penasaran , kau sudah memaafkan semua dosa ku , sekali lagi terimakasih !" ucap Yi Hua sambil menjura kepada Shin Liong .


"Dewi Nuwa !, Dewi Xuan Yi , Dewi Ying Fa , jaga Shin Liong baik baik , dia pemuda yang sangat baik , cukup derita di masa lalu nya saja , jangan sakiti hati nya , aku akan terus berdoa untuk kebahagiaan kalian !" kata Yi Hua tulus .


selagi mereka bercerita sambil bersenda gurau , tiba tiba datang pelayan rumah penginapan itu yang berlari terbirit birit masuk ke dalam kamar itu .


"Ma maaf tuan muda , di luar ada empat orang laki laki sedang mengamuk , mereka mencari tuan !" kata pelayan itu sambil tersengal sengal .


"Siapa mereka ?" tanya Dewi Xuan Yi heran .


"Mereka mengaku sebagai Si Giam Lo'ong nyonya !" jawab pelayan rumah makan itu .


Mendengar nama Si Giam Lo'ong(empat malaikat maut) yang disebutkan oleh pelayan rumah penginapan itu , tiba tiba wajah Yi Hua menjadi pucat pasi .


Si Giam Lo'ong adalah tokoh tua sakti yang kerja nya membunuh demi bayaran tinggi .


Sedikit sekali orang yang punya hubungan dengan empat malaikat maut ini , karena tinggi nya bayaran mereka .


Tetapi semua itu sesuai dengan hasil nya , karena selama ini , mereka tidak pernah gagal dalam melaksanakan pekerjaan mereka .


Yi Hua mengetahui orang yang selalu menggunakan jasa Si Giam Lo'ong ini dalam berbagai keperluan , oleh karena itu wajah nya pucat pasi setelah mengetahui bahwa yang mencari Shin Liong adalah Si Giam Lo'ong .


"Shin Liong segera bawa semua keluarga mu pergi dari tempat ini , kalian dalam bahaya , Si Giam Lo'ong adalah Dewa nya pembunuh bayaran yang sangat berbahaya sekali , cepat lah sebelum terlambat !" kata Yi Hua memohon kepada Shin Liong agar bersedia pergi dari tempat itu .


"Yi Hua !, aku tidak memiliki musuh di tempat ini , tiba disini pun baru tadi siang , aku perlu tahu siapa yang sudah membayar mereka !" kata Shin Liong sambil melangkah keluar kamar di ikuti oleh ketiga istri nya .


Yi Hua gelisah khawatir dengan keselamatan Shin Liong , seandainya Shin Liong menang , bagai mana tanggapan Shin Liong bila mengetahui siapa yang telah membayar Si Giam Lo'ong ini .


Di halaman penginapan , terlihat empat orang laki laki dengan perawakan sedang , namun terlihat kekar , ber usia kira kira lima puluh tahunan , dengan tingkat kultivasi rata rata berada di ranah Dewa Laut akhir dan bertampang simpatik .


Ketika melihat Shin Liong keluar dari penginapan itu bersama ketiga istri nya serta dua orang gadis , ke empat pembunuh bayaran itu terpana sejenak .


"Apakah kau yang bernama Shin Liong ?" tanya salah seorang dari mereka yang ber perut agak buncit .


"Kalau iya kenapa !" tanya Dewi Teratai putih terlebih dahulu bicara .


"He he he he !, jangan judes begitu manis , kalau iya , kau boleh memilih , antara bunuh diri atau kami bunuh , kalau kau pilih bunuh diri , maka kau bisa memilih mati yang tidak terlalu menyakitkan , tetapi bila kami yang membunuh mu , kesenangan kami adalah menyiksa musuh sebelum membunuh nya , bagai mana ?" tanya laki laki itu dengan nada pongah nya .


"Bagai mana jika kami pilih yang ketiga saja ?" tanya Dewi Teratai putih geram .


"Tidak ada pilihan ketiga , apa itu ?" laki laki itu balas bertanya .


"Pilihan pertama bunuh diri , pilihan kedua kalian bunuh , lalu pilihan ketiga kami yang akan membunuh kalian setelah terlebih dahulu kami siksa !" jawab Dewi Teratai putih menahan murka nya .

__ADS_1


"He he he he , aku senang dengan wanita cantik yang galak , tetapi aku tidak suka dengan wanita yang terlalu banyak mimpi , aku bertanya kepada pemuda itu , bukan kepada mu !" kata laki laki itu murka .


"Kau tidak usah bertanya kepada ku , sudah jelas jawabannya bahwa kami memilih yang ketiga , menyiksa kalian sampai mati !" jawab Shin Liong masih dengan nada datar , seolah hati nya tidak terpengaruh dengan kata kata laki laki itu tadi .


"Cuih !, rupanya kalian sempat tertidur tadi dan belum sepenuh nya bangun , tetapi kami memberikan kalian waktu , kasih tahu kami , bagai mana cara nya kau menyiksa kami sebelum membunuh kami ?" tanya laki laki itu dengan nada sombong nya .


Tetapi belum lagi gaung kata nya hilang , tiba tiba ucapan nya berubah menjadi jerit dan raungan dahsyat .


Ternyata tangan kanan laki laki itu sudah putus sebatas bahu nya , dan di tangan Shin Liong terlihat tangan kanan nya yang putus tadi , padahal mereka tidak melihat pemuda ini bergerak .


"Bagai mana ?, percaya apa tidak ?, sangat mudah bagi kami membunuh ulat sagu semacam kalian ini !" kata Shin Liong .


Tiba tiba Dewi Ying Fa berkelebat sangat cepat , tidak ingin kalah dari sang suami nya .


Kali ini laki laki tadi dia tepuk pundak nya dengan jurus inti es .


Seketika darah laki laki itu berhenti keluar , dan jeritan dari mulut laki laki itupun berubah menjadi erangan kedinginan .


Cuma beberapa saat saja , tiba tiba tubuh laki laki itu pecah berantakan seperti kaca tertimpa batu .


Tiga orang laki laki yang tersisa sangat terpukul sekali , kini rekan mereka tewas justru sebelum bertarung .


Yang dua orang saling pandang , sedangkan yang seorang lagi , yang nampak nya paling tinggi tataran nya , maju beberapa langkah ,"kalian sudah membunuh saudara kami , untuk itu nyawa kalian harus kami cabut sebagai balasan nya !" kata nya sambil menyerang kearah Dewi Teratai putih .


Dewi Teratai putih segera memiringkan tubuh nya agar pukulan laki laki itu lepas , sambil mengirimkan getokan dengan buku jari tengah kanan nya , kearah siku laki laki itu .


Seketika laki laki itu merasa tangan kanan nya kehilangan kekuatan nya , dan hanya terayun ayun di samping tubuh nya saja .


"Tras !" ...


Tangan itu pun jatuh ketanah putus dari tempat nya bergantung .


Laki laki kedua dari Si Giam Lo'ong itu berteriak setinggi langit , sambil tangan kiri nya memungut tangan kanan nya yang jatuh ke tanah tadi .


"Tadi kalian bertanya bagai mana cara nya kan ?, nah sekarang kalian sudah tahu bagai mana cara nya kan , itu terlalu mudah bagi keluarga Shin Liong !, seperti kata suami ku tadi , kalian itu cuma ulat sagu bagi kami !" kata Dewi Teratai putih sambil kembali bergerak dengan sangat cepat sekali .


"Tras !" ...


Tanpa perlawanan sama sekali , kepala laki laki itupun jatuh menggelinding di tanah .


Beberapa saat lama nya , tubuh nya masih tetap berdiri tegak , dengan darah menyembur dari ujung leher nya yang buntung itu .


Kedua orang sisa Si Giam Lo'ong yang masih hidup itu saling pandang satu sama lain nya , lalu melesat kearah jasad kedua teman nya .


Setelah menyambar kedua tubuh rekan mereka itu , kedua orang anggota Si Giam Lo'ong yang kini sudah menjadi Ji Giam Lo'ong (dua Malaikat maut) itu melesat pergi di keremangan senja hari .


Yi Hua dan Shi Er terpana menyaksikan kehebatan Shin Liong dan semua istri nya .


Karena senja sudah berganti malam , kedua orang ini pun pamit pulang ke rumah mereka masing masing .

__ADS_1


Senja pun bergerak perlahan mengantar malam menuju pagi .


Sekelebatan bayangan dua orang manusia berlarian diatas gen'teng menuju ke rumah keluarga Mou yang cukup mewah .


Tanpa mendapatkan kesulitan sama sekali , kedua bayangan manusia itu masuk ketempat kediaman keluarga Mou setelah melompati tembok yang cukup tinggi .


Di ruangan tengah , mereka bertemu dengan dua orang pemuda , Mou Feng Liao dan Mou Feng Liu .


"Hei siapa kau , maling !, maliiiing !, maliiiing!" teriak kedua orang pemuda itu .


Yi Hua yang belum tidur , mendengar suara teriakan dari kedua orang kakak nya itu , segera melesat kearah asal suara tadi .


Saat dia tiba di tempat itu , dia melihat dua orang lelaki sisa dari Si Giam Lo'ong sedang menusukan pedang mereka pada kedua orang kakak nya itu .


Kedua orang laki laki yang sudah tidak memiliki kultivasi itu terkulai tidak berdaya ditembus pedang kedua orang laki laki itu .


"Penjahat hina sialan , kalian cuma berani melawan pemuda yang tidak mempunyai kepandaian apa apa , kubunuh kalian !" teriak Yi Hua yang segera menyerang kedua orang laki laki itu dengan pedang nya .


Mendengar keributan itu , Tuan besar Mou Qin Ruan dan istri nya Jang Liu jiau segera berlari ketempat itu .


Betapa terperanjat nya hati mereka , ketika melihat kedua orang putra mereka Mou Feng Liao dan Mou Feng Liu telah tewas tertembus pedang musuh .


Dan yang lebih membuat Zhang Liu jiau kaget setengah mati adalah dua orang pembunuh nya itu orang yang sering dia suruh membunuh orang lain .


"Hei hentikan !, apa kalian sudah gila ? , kalian ku suruh membunuh pemuda itu , kenapa malahan membunuh putra ku !" teriak Zhang Liu Jian marah .


"Kau tahu , karena tugas dari mu untuk membunuh pemuda itu , dua saudara kami terbunuh , kau sengaja menjebak kami , maka dua keluarga mu juga harus mati sebagai bayaran nya !" teriak salah satu dari kedua orang laki laki itu sambil menangkis pedang dari Yi Hua .


Mendengar itu , mata tuan besar Mou Qin Ruan membesar menatap kearah sang istri nya itu .


Sudah sangat sering dia mengingatkan kepada istri nya itu , agar melupakan segala kebencian nya kepada Bao Yu dan putra nya , serta jangan bergaul dengan para penjahat serta pembunuh bayaran .


Tetapi rupanya , diam diam , di belakang nya , wanita itu masih saja melanggar segala petuah dari nya .


Sementara itu , dengan rasa sedih serta sakit hati melihat kedua orang kakak nya tewas , Yi Hua menjadi gelap mata , bertarung melawan dua orang pembunuh bayaran itu .


Tetapi karena memang tingkat kultivasi mereka yang berbeda jauh , dia yang sendirian tidak kuasa menahan gempuran kedua orang laki laki itu .


Akhirnya , satu tusukan pedang salah seorang laki laki itu menembus perut Yi Hua , dan mengakhiri perlawanan wanita perkasa itu .


Yi Hua tumbang dengan perut tertembus pedang .


Setelah merasa puas , kedua orang laki laki itupun pergi dengan melompat keatas atap rumah , lalu menghilang di kegelapan malam .


"Yi Hua !, Feng Liao !, Feng Liu !" .....


Jerit dan tangisan dari Zhang Liu jiau yang kehilangan dua putra nya serta putri nya juga terluka parah itu menggema di malam buta .


Mou Qin Ruan meletakan kepala putri kesayangan nya itu di atas pangkuan nya , air mata nya tidak lagi dapat terbendung .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2