Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Dua Utusan Gubernur


__ADS_3

Dua Minggu sudah berlalu tanpa terasa , Shin Liong berada di lembah teratai .


Pada satu pagi , saat minum teh di teras rumah kediaman Dewi Teratai putih , Shin Liong berbincang bincang dengan Dewi Teratai putih .


"Sudah dua Minggu aku di sini Dewi , aku ingin menjenguk ibu ku !" kata Shin Liong minta ijin .


" Kalau Kaka rindu sama ibu , kakak bisa menjenguk mereka !" jawab Dewi Teratai putih mengijinkan Shin Liong pergi .


"Mungkin besok aku akan ke pegunungan Kwan Lun Dewi , apakah kau tidak apa apa ?" tanya Shin Liong lagi .


"Tentu saja Dewi tidak apa apa kakak , tetapi mengapa harus ke pegunungan Kwan lun kakak , apakah pintu goa itu tidak bisa di pindahkan ke lembah ini saja kak , kan jadi lebih aman !" usul Dewi Teratai putih kepada Shin Liong .


"Kakak Nuwa benar kak , bila goa itu bisa kita pindahkan ke lembah teratai ini , akan jadi lebih aman kak , bila terjadi sesuatu dengan teratai putih ini , kita bisa cepat membantu !" putri Mei Yin membenarkan usul Dewi Teratai putih tadi .


"Baiklah akan ku coba , berhasil atau tidak , itu urusan nanti !" kata Shin Liong sambil membuka portal di dinding ruangan itu .


Setelah pintu portal terbuka , Shin Liong segera memasuki nya , dan keluar , tepat di depan mulut goa di kaki pegunungan Kwan Lun .


Berkali kali dia mencoba memindahkan pintu goa itu kedalam lembah , namun hasil nya nihil , pintu goa itu tidak bisa di pindah kan .


Shin Liong duduk bersandar ke dinding goa sambil berpikir cara memindahkan pintu goa itu .


Tiba tiba terlintas di pikiran nya , "kalau goa ini tidak bisa ku pindahkan , kenapa portal nya tidak ku tutup saja dari dalam , dan ku pindahkan ke dalam lembah ?" pikir Shin Liong .


Akhirnya Shin Liong mencoba ide baru , menutup pintu portal dari dalam serta memindahkan nya ke dalam lembah teratai .


Shin Liong segera melesat kearah ujung lorong goa .


Setelah keluar dari lorong goa , dan kini berada di Dunia dimensi milik nya , Shin Liong segera menutup pintu portal itu .


Ide nya untuk menutup pintu portal dari dalam ternyata berhasil , kini dia membuat portal permanen menuju ke dalam lembah teratai .


Sebuah lorong goa yang besar tercipta di dinding tebing batu .


Shin Liong segera berjalan menyusuri lorong goa itu dan keluar di lembah teratai sebelah utara dari telaga .


Untuk keperluan di istana Dewa Naga , Dewi Teratai putih mengirimkan seratus orang murid utama Teratai putih ke istana Dewa Naga , untuk membantu Dewi Chang 'e di sana .


Kini , bukan lagi Shin Liong yang sering ke lembah teratai , tetapi juga Dewi Teratai putih pun sering ke istana Dewa Naga .


Sementara itu , di istana Kristal , Dewi Xuan Yi masih terus bersemedi di sebuah ruangan , tanpa makan dan minum , bahkan tanpa bergerak , seperti arca batu yang cantik jelita .


Beberapa orang Murid utama perguruan Teratai putih , secara bergantian , menjaga di depan pintu ruang semedi itu .


Sedangkan Shin Liong dan Putri Mei Yin , kadang kadang ke istana kecil untuk membuat pil dan obat obat herbal , yang akan di bagikan pada dua buah toko obat di kota Tao dan kota Li Cuan .


Satu pagi , Shin Liong dan putri Mei Yin pergi ke kota Li Cuan untuk mengantarkan pil dan obat obatan herbal .


Lewat tengah hari , mereka tiba di kota Li Cuan dan langsung menuju ke toko keluarga Xue .

__ADS_1


Ternyata toko obat itu dipadati oleh para pembeli yang antri ingin membeli obat .


Diantara mereka , bahkan ada yang langsung datang dari kota Han di Barat yang khusus datang ke kota Li Cuan ini demi mendapatkan obat .


Dua orang laki laki muda seusia dua puluh lima tahun , berseragam prajurit kota Han sedang menunggu antrian yang cukup panjang , dengan nomor antrian yang masih sangat jauh di tangan mereka .


Kedua pemuda ini duduk di bawah pohon Siong besar dan rindang sambil bergantian memejamkan mata nya .


Dari wajah mereka , nampak raut kelelahan yang sangat besar .


Shin Liong dan Putri Mei Yin segera berjalan mendekati mereka .


"Maaf !, apakah Ji wi berdua juga mengantri mau beli obat ?" tanya Shin Liong .


Kedua pemuda itu memperhatikan Shin Liong dan Putri Mei Yin beberapa saat , "tidak !, tidak sama sekali !" ...


"Haah ?, kok bisa ?" tanya Shin Liong merasa heran sekali .


"Iya , kami memang tidak mengantri mau membeli obat , kami mau menanyakan sinse atau Alchemist atau pun Tabib pemasok obat di toko ini !" kata salah seorang dari mereka .


"untuk apa kalian ingin menemui mereka ?, apakah kalian disuruh oleh Taoke Toko obat lain ?" kembali Shin Liong bertanya .


"Tidak !, tidak juga , kami disuruh oleh Gubernur Lao untuk mencari mereka , barangkali mereka yang bisa mengobati Istri beliau !" jawab pemuda tadi .


"Sakit apakah istri beliau ?" ...


"Kami tidak tahu , tetapi hampir setahun ini , perut nya terus membesar , banyak dukun yang bilang itu kena Sihir kiriman orang dari jauh , tetapi sudah berbagai dukun sakti di datang kan , hasil nya tidak ada , malahan perut beliau semakin membuncit saja !" kata pemuda itu lagi .


kedua orang pemuda itu menatap kearah Shin Liong dengan tatapan kurang yakin .


Namun sebelum kedua orang itu ber reaksi apa apa , tiba tiba terdengar suara seorang wanita dari dalam toko obat Xue itu , " mohon maaf , pil dan obat sudah habis , kami masih menunggu kiriman datang dari Alchemist yang memasok obat dan pil ini !" ...


Serentak terdengar gaung kecewa dari orang orang yang sedang antri .


"maaf Ji Wi berdua , kami tinggal sebentar , kami harus mengantarkan pil dan obat ke toko itu , kasihan para pembeli yang sudah mengantri lama , bila Ji Wi berdua percaya dan mau kami bantu , tunggulah di sini barang sejenak !" kata Shin Liong sambil menarik tangan Putri Mei Yin , memasuki Toko obat itu dari pintu samping .


Beberapa saat kemudian , terdengar lagi suara seorang wanita berteriak , "obat obatan dan pil sudah datang , harap yang tadi mengantri , dilanjutkan lagi !" ...


Terdengar sorak gembira dari para pengantri yang tadi sudah kecewa , kini mulai mengantri kembali .


Kedua orang pemuda tadi tertegun sesaat , lalu saling pandang , dan salah seorang menganggukkan kepala nya .


Kedua nya segera bangkit berdiri , lalu melangkah kearah pintu tempat Shin Liong masuk tadi .


Setelah pintu di ketuk beberapa kali , akhirnya pintu itu pun dibuka juga , seorang dara cantik menyambut mereka , "bukankah sudah ada antrian , mengantri lah dengan tertib !" ...


"Maaf Siocia , kami tidak ingin membeli obat , tetapi ingin bertemu dengan Alchemist yang memasok obat obatan dan pil ke toko ini !" kata pemuda pertama .


Dara cantik itu semakin curiga , menatap kearah kedua orang pemuda itu dengan sikap tidak suka .

__ADS_1


"Tidak sembarang orang boleh bertemu dengan Alchemist kami , katakan apa perlu kalian ?" tanya nya .


"Kami tidak perlu apa apa , kami cuma ingin memastikan saja , apakah sepasang muda mudi tadi Alchemist , karena menurut pengakuan mereka , mereka adalah Alchemist yang memasok obat dan pil ke toko ini ?" tanya pemuda tadi lagi .


Dara cantik itu menatap kearah kedua orang pemuda itu kembali beberapa saat , " kalian tunggu di sini sejenak !" ucap nya lalu masuk kembali .


Namun tidak berapa lama , Dara cantik itu muncul lagi sambil berkata , "kalian berdua masuklah " ...


Kedua orang pemuda itu kembali bertemu dengan Shin Liong dan Putri Mei Yin yang sedang berbincang bincang dengan Xiu Ji nya .


"Kalau kalian mencari Alchemist yang memasok obat-obatan dan pil ke toko ini , inilah mereka , keponakan ku sendiri , nama nya Shin Liong dan istri nya itu bergelar Yok Sian !" kata Xiu Fan dengan nada bangga sekali .


Kini toko obat nya ini telah menjadi toko obat terkenal di seantero kota Li Cuan dan sekitar nya .


Sebenar nya sang bibi menyerahkan Tail emas sebanyak satu juta keping kepada Shin Liong sebagai bagian untuk Shin Liong , tetapi Shin Liong tidak ingin menerima nya , dia berpesan kepada bibi nya , agar Tail Tail emas itu dipergunakan untuk mengembangkan toko mereka itu saja .


"Maafkan saya Kong Cu , sekarang saya percaya dengan Kong Cu , bisakah Kong Cu menolong istri Gubernur Lao ?" tanya kedua pemuda itu .


"Aku tidak berani berjanji apapun kepada Ji Wi , karena semua tergantung dari pertolongan dari Thian yang maha kuasa , tetapi kami berdua akan berusaha sebaik mungkin , bila Thian menghendaki kesembuhan beliau lewat tangan kami , maka beliau pasti sembuh !" jawab Shin Liong .


"Baiklah !, bila Kong Cu tidak keberatan , besok pagi kita berangkat ke kota Han , bagai mana Kong Cu ?" tanya pemuda itu .


"Baiklah !, aku setuju dengan itu , besok kita berangkat !" jawab Shin Liong .


Malam itu , Shin Liong dan Putri Mei Yin tidur di rumah penginapan .


Meskipun Xiu Fan memaksa nya untuk tidur di rumah pho pho nya , tetapi Shin Liong bersikeras tidak mau , dia tidak ingin kembali membangkitkan kenangan buruk nya di masa kecil dahulu .


Sebenar nya , dia ingin mengubur masa lalu dalam dalam , agar tidak jadi dendam di hati .


Bila dia bertemu pho pho maupun Asuk nya , ingatan tentang rencana pembunuhan oleh mereka dahulu akan bangkit kembali di dalam ingatan nya .


Apalagi bila dia bertemu dengan Ju Bi Guan dan Ma Lai yang ditugaskan mengasuh nya dahulu , ingin rasa nya dia membunuh kedua manusia itu , bila dia ingat sadis nya siksaan mereka pada nya .


Air mata Shin Liong akan menetes bila dia ingat dahulu dia tidur di kandang kambing , dengan martabat yang setingkat lebih rendah dari hewan .


Tidak !, dia tidak ingin memupuk dendam di hati nya , biarlah dia tidak bertemu dengan mereka , asalkan dendam terhapus dari hati nya , dari pada dia berjumpa dengan mereka hanya untuk memupuk dendam agar tumbuh subur di dalam hati .


Ke esokan hari nya , pagi pagi setelah sarapan , dengan mempergunakan kereta resmi Gubernur propinsi Han , mereka segera berangkat menuju kota propinsi Han .


Untuk menuju ke kota propinsi Han , mereka harus melewati kota Tiang Lun terlebih dahulu .


Dari kota Tiang Lun , masih harus berjalan kearah hilir sungai selama lima hari perjalanan berkuda , barulah tiba di kota Han .


Kota Han adalah sebuah kota yang sangat besar , sebanding dengan kota Yuking di belahan timur sana .


Dari kejauhan , gerbang kota Han yang berdiri menjulang tinggi dengan begitu megah nya itu , terlihat sangat indah sekali .


Putri Mei Yin yang baru melihat kota yang sangat besar sekali seperti kota Han ini , tidak kenti henti nya mengagumi keindahan kota besar ini .

__ADS_1


Di seberang alun alun kota Han yang sangat luas itu , ada sebuah bangunan besar mirip istana Kaisar dengan bangunan tembok yang tinggi mengelilingi nya .


...****************...


__ADS_2