
Dari penuturan sang ibu , Shin Liong tahu jika dia masih memiliki banyak kerabat di kota Tao dan kota Li Cuan , dan dari penuturan ibu nya pulalah , dia tahu jika dia anak yang tidak di kehendaki oleh semua keluarga nya , lantaran kecacatan nya dulu .
Sebenar nya dia dan Wang Shi Er adalah sepupu luar , karena Zhang Ju Jian ibu dari Wang Shi Er adalah adik kandung dari Zhang Yong Kai ayah kandung Shin Liong .
Sedangkan Zhang Yong Kai adalah putra dari Zhang Go Guan .
Seandainya waktu bayi dulu Shin Liong tidak di keluarkan oleh ayah nya dari marga keluarga Zhang , maka kini Shin Liong lah satu satu nya penerus keluarga Zhang .
Itulah pula satu satu nya penyebab sakit jantung nya tuan besar Zhang kumat , karena merasa keturunan nya dan marga Zhang nya sudah terputus .
"Meskipun aku bukan keluarga Zhang ataupun Xue , tetapi aku tahu , didalam diri ku mengalir darah yang sama , dengan mu , aku tidak apa apa adik ku , ijinkan aku memanggil mu adik !" kata Shin Liong .
Dengan isakan tangis nya , Wang Shi Er berlari memeluk Shin Liong .
"Terimakasih bila Koko bersedia memiliki adik seperti aku , aku sangat bahagia sekali Koko !" Isak Wang Shi Er di dada Shin Liong .
"Ayah !, siapakah wanita ini ayah ?" tanya A Yong keheranan .
" Ah A Yong !, ini aji mu , saudara angkat ayah mu , kau bisa memanggil nya aji Er !" kata Dewi Teratai putih memperkenalkan Wang Shi Er .
Dia tidak ingin mengatakan siapa Wang Shi Er sesungguh nya , karena takut kalau kalau putra nya itu tidak terima mendengar kisah sang ayah yang terbuang dari keluarga nya di masa lalu .
Bagi nya , biarlah ibu mertua nya yang bijaksana itu yang menceritakan kisah masa lalu Shin Liong yang sangat memilukan itu .
"Dia dia putra mu Shin Liong ?" tanya Wang Shi Er tidak percaya .
"Ya Shi Er , dia memang putra ku , darah daging ku , saat dalam pengembaraan kami dulu , waktu Nuwa hamil A Yong , kami terpisah dan Nuwa terjebak di Dunia dimensi dengan kecepatan waktu empat kali lebih cepat dari Dunia biasa , sehingga waktu empat tahun terpisah , sama dengan enam belas tahun di Dunia dimensi itu , dan saat kami bertemu empat tahun kemudian , A Yong sudah beranjak remaja !" kata Shin Liong menjelaskan kisah masa lalu nya .
"Begitu hebat kah kisah hidup mu Koko ?" tanya Shi Er sambil menghapus air mata nya .
Dua orang gadis cantik datang menghampiri mereka .
Yang satu gadis bertubuh tinggi semampai , dengan pakaian terbuat dari sutra nomor satu serta perhiasan dari mutiara dan berlian .
Sedangkan yang seorang lagi , seperti Shi Er juga , tidak terlalu mencolok dalam penampilan nya .
"Ming Ming !, lihatlah dia , coba kau tebak , dia siapa ayo !" kata Shi Er menyuruh teman nya yang baru datang yang berpakaian sederhana untuk menebak .
Awal nya Ming Ming terdiam saja karena merasa tidak mengenal pemuda itu .
Tetapi ketika menoleh kearah Dewi Teratai putih atau yang mereka kenal Dewi Nuwa itu , wajah Ming Ming terperanjat kaget .
"Bu bukankah kau Nu Nuwa ?" tanya nya sambil menunjuk kearah Dewi Dewi Teratai putih .
Dewi Teratai putih tertawa berderai sambil memeluk gadis cantik itu .
"Ternyata kau masih mengingat ku Ming Ming , ooh syukurlah !" kata Dewi Teratai putih .
" Kalau begitu dia adalah .....?" tanya Ming Ming sambil menunjuk kearah Shin Liong .
__ADS_1
"Ya Ming Ming , perkiraan mu tidak salah , dia Shin Liong suami ku , Shin Liong yang kau kenal dahulu , kami sudah berhasil mendapatkan obat untuk penyakit nya , dan ini adalah Shin Yong atau panggilan nya A Yong , dia putra kami Ming Ming , ini Dewi Xuan Yi adik madu pertama ku , dan itu Dewi Ying Fa adik madu kedua ku , ini Dewi Chang 'e ibu nya Shin Liong , dan itu ayah serta ibu ku !" kata Dewi Teratai putih memperkenalkan kerabat nya semua .
Ming Ming dan Shi Er terpana mendengar pernyataan dari Dewi Teratai putih tadi .
"Tetapi bukan kah ibu nya Shin Liong telah meninggal saat melahirkan Shin Liong ?" tanya Shi Er tidak mengerti .
"Ya wujud manusia nya adalah Xue Bao Yu , saat wujud manusia nya mati , jiwa nya kembali menjadi wujud sejati nya , yaitu Dewi Chang 'e , dengan energi kasih sayang yang membimbing nya , akhirnya Shin Liong berhasil menemukan tempat ibu nya di kurung" kata Dewi Teratai putih menjelaskan kepada kedua orang gadis itu .
"oh iya Nuwa , kenalkan ini putri Mianty , atau lengkap nya Gao Mianty , putri dari Gao Wangwe , orang terkaya di Utara ini !" kata Shi Er memperkenalkan teman nya yang bertubuh tinggi semampai cantik berkulit putih itu .
Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa saling berpandangan mendengar nama Gao Wangwe disebutkan Shi Er tadi .
"Maksud mu Gao Wangwe yang ingin menjadi kaisar itu kah ?" tanya Dewi Ying Fa tiba tiba .
"Apa. Apa kau bilang tadi heh ?, ayah ku ingin menjadi Kaisar ?, hei dengar bo*oh , ayahku tidak ingin menjadi Kaisar , karena di tanah Utara ini , ayahku sudah menjadi Kaisar , kau jangan asal bicara bila tidak ingin mulut mu ku robek !"kata putri Mianty sangat murka .
"Plak !" ...
Telapak tangan kanan Dewi Ying Fa tiba tiba mendarat di pipi Putri Mianty , membuat gadis itu terduduk .
"Mulut mu seperti mulut perampok di hutan , sangat bertentangan dengan kedudukan mu sebagai orang terhormat , sekali lagi kau mencaci maki aku , maka akan ku buat wajah mu cacat seumur hidup mu , kau bukan putri seorang Kaisar , tetapi hanya lah putri seorang hartawan yang berambisi menjadi Kaisar , kami tahu semua rahasia yang ayah mu simpan !" ucap Dewi Ying Fa marah karena diri nya di caci maki gadis itu .
Sebagai putri Dewi Salju , seumur hidup nya tidak pernah mendengar kata kata kasar , sehingga saat diri nya di caci maki , jiwa nya langsung sangat terluka sekali .
Melihat putri Mianty di pukul orang , sepuluh orang pengawal nya segera berlari menghampiri tempat itu .
Sepuluh orang ini bukanlah Prajurit sebenar nya , tetapi para orang orang hebat yang bisa di beli dengan Tail emas atau dengan kata lain , para pendekar kultivator yang menghamba pada Tail emas .
A Yong maju kedepan ibu muda nya itu , " ibu biar A Yong yang memberi pelajaran para begundal ini Bu !" kata A Yong .
Dewi Ying Fa menangkap tangan nya , " tidak A Yong , biar ibu yang memberi mereka pelajaran agar jangan mudah mencaci maki orang lain !" kata Dewi Ying Fa sambil melangkah maju mendekati ke sepuluh orang pengawal itu .
Sepuluh orang pengawal itu segera bergerak mengurung Dewi Ying Fa dari segala arah .
Tetapi Dewi Ying Fa dengan tenang , bergerak sangat cepat ke arah pemimpin pengawal itu dan tanpa memberi kesempatan lagi , tangan nya bergerak meninju perut laki laki itu .
Tinju nya memang tidak terlalu keras , bahkan terlalu lemah , hingga laki laki itu tertawa melihat pukulan konyol dari Dewi Ying Fa itu .
Tetapi suara tawa nya mendadak sirna , setelah merasa ada hawa sangat dingin berputar putar di seputaran pusat nya .
Dalam sekejap saja , hawa dingin itu mulai menyebar ke seluruh tubuh nya , sementara tubuh nya pun mulai kaku tidak bisa di gerakan lagi .
Kini laki laki itu berdiri tegak menjadi sebuah arca batu es yang beku , lalu ;
"Prang !" ...
Arca batu es itu pecah berantakan tanpa meninggalkan darah setetes pun .
Beberapa orang pengawal yang masih selamat , merasa gentar dan mundur beberapa tindak , mereka baru pertama kali melihat jurus aneh yang dapat membuat orang menjadi arca es seperti itu .
__ADS_1
Shin Liong berdiri dan memegang tangan Dewi Ying Fa yang sedang marah itu .
"Sudahlah meme Fa , hentikan kemarahan mu ini !" kata Shin Liong .
Dewi Ying Fa menatap wajah sang suami yang nampak sangat teduh itu , perlahan kemarahan nya mulai mereda .
"Nona Mianty !, maafkan kami , tidak semua orang bisa kau maki sesuka hati mu , dan tidak semua orang pula takut dengan banyaknya pengawal mu , di Dunia luar , kau bukan apa apa dan bukan pula siapa siapa , istri ku berkata benar , ayah mu berambisi menjadi Kaisar negeri Fangkea menggantikan Kaisar yang mangkat , dan dia berniat menculik adik ku agar dia bisa naik tahta dengan mengatas namakan adik ku !" kata Shin Liong .
Putri Mianty menatap wajah Shin Liong , dan tiba tiba dia merasa semua kemarahan dihati nya sirna begitu saja .
"Ap apa benar yang kau katakan tadi ?" tanya Putri Mianty sambil menundukkan kepala nya , menahan debaran jantung nya yang seperti ingin meledakan dada nya .
Dua orang wanita muda bersama seorang anak laki laki kecil berjalan kearah mereka .
"Ibuuuuu !" ...
Anak laki laki kecil itu berlari kearah Dewi Chang 'e , lalu memeluk nya .
Dewi Chang 'e mengecup kening laki laki kecil itu dengan rasa kasih sayang .
"putra ibu dari mana ?" tanya Dewi Chang 'e lembut .
"Saya dan kakak Hong melihat monyet lucu tadi Bu !" sahut nya lugu .
"Hong !, kau tidak boleh terlalu jauh dari ibu nak , bahaya sangat banyak mengintai kalian !" ujar Dewi Chang 'e pada gadis cantik yang baru datang bersama laki laki kecil itu .
Gadis cantik itu menganggukkan kepala nya , "iya Bu , maafkan Hong ya Bu " ...
Putri Mianty menatap kearah putri Hong Yi beberapa saat lama nya .
"Kau !, kau !, bukankah kau pu putri mahkota Hong Yi ?" seru nya .
"Iya , saya Hong Yi , dan kau siapa ?" tanya putri Hong Yi .
"Mungkin Tuan Putri sudah lupa , saya Mianty putri dari Gao Wangwe yang beberapa tahun lalu pernah berkunjung ke istana !" kata putri Mianty .
Mendengar nama Gao Wangwe , putri Hong Yi langsung teringat cerita ibu angkat nya Dewi Chang 'e beberapa waktu yang lalu .
"Ayah mu beberapa waktu yang lalu pernah mengirim orang untuk menculik adik ku pangeran kecil itu , aku minta jangan ganggu keluarga ku , kalian boleh melakukan apapun dengan negeri ini , tetapi tolong jangan ganggu keluarga ku !" terdengar suara putri Hong Yi tegas .
"Maafkan ayah hamba putri , hamba tidak tahu apa apa tentang hal itu !" kata putri Mianty .
"Dia memang tidak terlibat apa pun dengan permasalahan kita ini Hong Yi , sudahlah , kita sudahi saja masalah ini , lagi pula seandainya ada yang berniat mengganggu sang pangeran , kami tidak akan berdiam diri begitu saja , kami akan membela kalian sekuat daya kami !" kata Shin Liong .
Seolah hilang permasalahan tadi , mereka saling meminta maaf dan saling memaafkan .
Berhadapan dengan Shin Liong dan putri Hong Yi , kesombongan putri Mianty seakan sirna begitu saja .
Aura keagungan putri Hong Yi , meskipun ayah nya sudah mangkat , tetapi pamor nya sebagai Putri Mahkota masih tetap saja di hormati oleh banyak orang .
__ADS_1
...****************...