Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Tersesat.


__ADS_3

Pagi ini, setelah sarapan, Hao Shen atau Shin Liong, bermaksud berjalan jalan disekitar pusat kota bersama kakak nya Hao Cun, tetapi tentu saja, seperti biasa, ketiga dara cantik itu tidak ingin ditinggal, maka jadilah kini mereka berlima yang berjalan jalan.


Sepanjang jalan, Shao Yi selalu saja berjalan di samping Hao Shen, sedangkan Sian Eng dan Cui Ming, berjalan mengapit tubuh Hao Cun.


Pemuda Hao Shen berhenti di depan sebuah toko obat terbesar di kota itu.


"Kalian tunggu lah sebentar, ada yang perlu aku cari!" kata Hao Shen sambil melangkah kedalam toko obat terbesar itu.


Seorang gadis pelayan toko menghampiri, "ada yang bisa saya bantu tuan muda?" tanya gadis itu.


"Apakah toko ini membeli binatang buas buruan?" tanya Hao Shen kepada gadis pelayan toko itu.


"Iya tuan, tetapi tuan harus berurusan langsung dengan pemilik toko ini, tunggulah di sini sebentar, saya akan memanggil beliau!" kata gadis pelayan toko itu sambil berlalu masuk kedalam sebuah ruangan.


Tidak berapa lama, dari dalam ruangan itu, muncul seorang laki laki paro baya, berkulit putih dan berperut sedikit agak buncit.


"Selamat pagi tuan muda, ada perlu apa?" tanya laki laki itu dengan ramah nya.


"Saya mau menjual daging, kulit, dan batu energi siluman harimau, berapa harga paman beli?" tanya Hao Shen.


"Kalau harimau siluman, kami beli mahal, daging nya enam keping emas untuk tiap ekor, sedangkan bulu nya sama, enam keping emas untuk tiap ekor nya, sedangkan untuk batu energi nya, tiga kali lipat dari tingkatan nya, ada berapa ekor tuan muda?" tanya pemilik toko itu lagi.


"Siluman harimau tingkat tujuh sepuluh ekor, dan tingkat delapan ada enam ekor" jawab Hao Shen.


"Marilah tuan masuk ke ruang belakang!" ajak pemilik toko itu.


Dengan termangu Mangu, Hao Cun, Shao Yi, Sian Eng dan Cui Ming melangkah mengikuti Hao Shen kebelakang.


Disebuah ruangan, seperti kebiasaan, Hao Shen segera mengeluarkan daging dan kulit yang dia tawarkan.


Setelah menghitung semua nya, sang pemilik toko meng iyakan jumlah yang Hao Shen katakan tadi, selanjut nya mereka duduk menghadap sebuah meja, dan Hao Shen pun mengeluarkan batu energi yang dia dapatkan.


"Benar tuan muda, jumlah nya pas,sepuluh batu tingkat tujuh dan enam batu tingkat delapan, jadi jumlah semua nya limaratus tiga puluh enam keping emas," kata pemilik toko itu setelah mengutak Atik Sipoa nya.


Laki laki pemilik toko itu meletakan lima kantong kulit berisi masing masing seratus keping emas,dan satu kantong lagi berisi tiga puluh enam keping emas.


Setelah menghitung semua nya, Hao Shen memasukan semua keping emas itu kedalam cincin ruang nya.


"Senang berbisnis dengan anda, ini penjualan terbanyak dari seorang pemburu, sepanjang sejarah, jangan sungkan, bila anda mendapatkan hasil lagi, silahkan hubungi toko kami saja" kata laki laki pemilik toko itu sambil menyalami Hao Shen.


Mereka berlenggang keluar dari toko obat itu.


"Bagai mana kau mengumpulkan nya?" tanya Shao Yi, setelah mereka tiba di luar.


"Setiap berburu untuk makan, aku juga mengumpulkan binatang buas untuk di jual, makanya para pengembara jarang ada yang kelaparan nona" kata Hao Shen menjelaskan.


"Dahulu, setiap kali berburu, aku selalu ber dua.......!".

__ADS_1


"Sudahlah adik, jangan di ingat ingat terus!" kata Hao Cun memotong kata kata adik nya, dia sudah tahu semua kisah masa lalu adik nya itu.


" Aaah kau benar kak!, Masalalu ada pelajaran, masa sekarang adalah perjuangan, dan masa mendatang adalah harapan, maapkan aku kak, aku kerap terlarut dalam perasaan" kata Hao Shen.


"Ada apakah sebenar nya tuan, ah bingung, siapakah nama kalian terserah, aku tidak bisa membedakan kalian, apa yang terjadi dengan nya" tanya Shao Yi.


"Tidak!, tidak ada apa-apa, hanya ada sedikit kenangan pahit kami!" jawab Hao Cun buru buru.


Dengan rasa kecewa, Shao Yi akhirnya cuma melengos saja.


Kekaguman kepada pemuda Hao Shen itu semakin meningkat.


Pemuda sederhana, agak pendiam, dan sedikit jahil, tetapi berhati seperti malaikat.


Sementara anak muda yang dia kejar, tidak tau batang hidung nya lagi, seperti nya, anak muda itu, raib di telan bumi.


Beberapa hari di kota Su Cuan, mereka habiskan untuk berjalan jalan, dan sedikit bertanya tanya kepada masyarakat tentang tabib sakti sekelas tabib Dewa, tetapi semua orang bilang, sesudah tabib Dewa wafat, tidak ada lagi pengganti yang sekelas beliau, ataupun sedikit di bawah tabib Dewa.


"Nona nona bertiga, mungkin kebersamaan kita cuma hingga pagi besok, karena kami akan melanjutkan perjalanan kami lagi, mungkin kami ke timur, ke kota Kwan Ton nona" kata Hao Cun pada sore ketiga waktu kebersamaan mereka.


Nampak sekali kekecewaan di wajah ketiga dara cantik itu.


"Kalau sekira nya ada rombongan yang kebetulan mau ke kota Si Ma, atau melewati nya, kalian boleh ikut bersama mereka, saya dan adik saya, kapan kapan akan mampir di kota itu, dan akan mencari kalian!" kata Hao Cun.


Hao Shen atau Shin Liong , menyerahkan kepada ketiga dara cantik itu, masing masing satu kantong emas berisi seratus keping.


"Tidak!, tidak!, kami tidak berhak menerima ini, ini jerih payah mu Hao Shen, simpan untuk bekal perjalanan kalian!" kata Sian Eng.


"Ambilah nona nona, adik ku memberikan nya kepada kalian dengan ikhlas, dia mengkhawatirkan kalian, kalian jaga diri baik baik, kalau bisa jangan berpisah sebelum tiba di rumah kembali, karena bertiga, bisa saling menjaga" nasihat Hao Cun.


Malam itu mereka menghabiskan malam bersama dengan berjalan jalan hingga larut malam, menikmati keindahan kota Su Cuan.


Beberapa kali para gadis cantik itu meminta kepada Hao Cun untuk menunda perjalanan nya, tetapi dengan berat hati, Hao Cun tetap ingin berangkat besok hari.


Pagi pagi sekali, mereka sarapan bersama untuk terakhir kalinya, sebelum Hao bersaudara ini berangkat meneruskan perjalanan nya.


Saat melepaskan kedua pemuda itu pergi di gerbang timur, Shao Yi menggenggam tangan Hao Shen sangat erat sekali.


"Bisakah kita bertemu lagi Hao Shen?" tanya Shao Yi dengan mata berkaca kaca.


"Bila takdir menghendaki, kita pasti bertemu lagi!" jawab Hao Shen dengan bijak.


Hilang lah sudah keangkuhan seorang putri Raja.


Dirangkul nya tubuh Hao Shen dengan linangan air mata, hancur sudah harga diri yang dia bangga banggakan selama ini.


Dia kini tidak perduli lagi dengan semua nya.

__ADS_1


Sambil merangkul tubuh Hao Shen, dia berbisik di telinga nya, "aku mencintai mu, pergilah sekarang, hatiku sudah lega, perasaan ku, telah ku katakan, bila kelak kita berjodoh, Tian pasti mempertemukan kita lagi, pergilah, dengan membawa cinta ku, cinta putri Shao Yi yang abadi!" ...


Hao Shen atau Shin Liong , tidak bisa berkata apapun juga, dia tidak tahu apakah dia mencintai gadis itu, ataukah tidak, yang pasti, dia merasa bertanggung jawab dengan keselamatan para gadis itu.


Lagi pula dia tidak lagi berpikir untuk mencari pengganti Dewi Nuwa, baginya sakit nya yang lalu, masih terasa membekas, sehingga dia tidak lagi memiliki keberanian untuk memulai nya kembali.


setelah keluar dari gerbang timur kota Su Cuan, Hao Cun dan Hao Shen segera mempergunakan ilmu lari cepat mereka masing masing.


Karena mereka mempergunakan ilmu lari cepat, maka mereka tidak melewati jalanan umum, karena bisa membahayakan para pelintas lain, kuda kuda yang terkejut, bisa mengamuk.


Kedua orang ini melewati hutan hutan agak jauh dari jalanan.


Sebenar nya tadi pagi, saat mandi, Shin Liong baru menyadari, jika titik di tangan nya bertambah menjadi enam buah titik kuning kecil, tetapi dia tidak menceritakan hal itu kepada siapapun juga, karena tidak ingin menjadi pusat perhatian orang lain.


Karena mereka berlari agak jauh dari jalanan umum, maka jalan mereka berdua agak melenceng ke Utara, dan akhirnya mereka tersesat kesebelah Utara.


Sore hari ini, mereka berdua masih belum menemukan jalan umum kembali, sehingga terpaksa bermalam di tengah hutan.


Untung tenda yang dulu di beli Dewi Nuwa, masih berada pada nya, sehingga sore hari ini, dia tidak susah susah membuat pondok.


Selesai makan, Shin Liong atau Hao Shen sengaja tidak membuat api unggun, karena dia merasa ada semacam firasat tidak enak, tadi sore saat dia ber buru, dia tidak men jumpai satu binatang buruan pun juga, namun lebih banyak binatang buas jenis siluman di mana mana.


Akhirnya, setelah mendirikan tenda, Dann selesai makan, Shin Liong, memasang tirai gaib punggung kura kura, menjaga segala macam kemungkinan yang akan terjadi.


Tirai gaib ini juga di tutupi lagi dengan tirai ilusi, sehingga siapapun tidak dapat melihat mereka saat itu, kecuali se bongkah batu yang sangat besar.


Seperti kecurigaan Shin Liong, baru saja hari beranjak malam, dan matahari baru saja meninggalkan peraduan nya, dari kejauhan terdengar suara lolongan serigala, dan raungan suara harimau yang semakin mendekat.


Dari keremangan cahaya rembulan yang mulai naik dan berada pada purnama penuh, terlihat beberapa Siluman serigala Malam dan serigala darah dengan jumlah yang sangat banyak, sedang bergerombol mengelilingi tempat itu.


Binatang siluman tingkat tujuh dan delapan itu, berkelompok menurut tingkatan nya masing masing.


Sedangkan dari balik sebuah pohon Daru yang besar, muncul beberapa ekor binatang siluman jenis Harimau hitam berbelang kuning tingkat delapan.


Diantara para binatang siluman itu, ada empat ekor lagi yang benar benar menarik hati Shin Liong , yaitu binatang siluman Ku ung, sejenis kelelawar sebesar manusia, berjalan dengan dua kaki, tetapi muka nya mirip serigala, dan badan mereka berwarna merah tua.


Ke empat binatang siluman itu sudah berada di tingkat delapan, setingkat lagi, mereka bisa merubah tubuh mereka menjadi manusia.


Rupanya para binatang siluman itu mencium bau Shin Liong atau Hao Shen dan Hao Cun yang berada di tenda mereka, sehingga para binatang siluman itu terus saja mengelilingi tenda Hao Shen dan Hao Cun berada, hingga matahari memancar terang, binatang itu tidak juga beranjak pergi.


Hao Shen segera menyimpan tenda nya, lalu melepaskan tirai gaib ilusi dan tirai gaib punggung kura kura nya.


Para binatang siluman itu nampak beringas setelah melihat ada manusia di tempat itu.


Sepuluh ekor binatang siluman serigala malam tingkat tujuh dan sepuluh ekor binatang siluman serigala darah tingkat tujuh, segera bergerak mengepung Hao Cun dan Hao Shen, seakan berlomba lomba membunuh kedua pemuda itu.


Binatang siluman serigala malam adalah sejenis serigala hitam, tetapi lebih hitam lagi, sehingga seluruh tubuh nya berwarna hitam, termasuk mata, kuku, dan darah nya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2