Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Pertarungan Hidup dan Mati .


__ADS_3

Gadis cantik bernama Pek Lan Hua itu menatap kearah wajah A Yong dengan seksama , dia mencoba memindai dan meneliti kembali seluruh tubuh anak muda yang berada di depan nya itu .


Betapapun dia melakukan nya , dia tidak melihat apa apa , cuma seorang anak muda berkepandaian rendah saja yang dia lihat .


"Kakek !, kau bilang dia Kong Sian Shin Yong ?, apakah kakek tidak salah orang , dia cuma pemuda biasa saja kek !" ucap Lan Hua penasaran mendengar perkataan kakek tua itu tadi .


"Salah orang bagai mana nona ?, saya sendiri yang mengantarkan yang mulia kemarin ke penginapan terbaik di kota Luxiang ini !" kata kakek tua itu lagi .


"Tuan !, sekali lagi saya katakan kepada tuan , agar mengembalikan kereta itu kepada kakek ini , karena beliau lah pemilik sah dari kereta ini !" kata A Yong lagi .


"Hah milik orang tua itu kau bilang ?, heh budak hina , kau tahu , barang apapun yang sudah menjadi milik Bi Kwan Ek , tidak boleh di miliki oleh siapapun juga , kau mau apa hei bocah hina !" kata laki laki paro baya yang bernama Bi Kwan Ek itu dengan congkak nya .


"Baiklah tuan , kalian yang menghendaki nya , bukan aku yang memulai , setiap anjing peliharaan , harus di musnahkan !" kata A Yong yang segera menghilang dari pandangan mata , dan bersama an dengan itu , enam orang pengawal laki laki bernama Bi Kwan Ek itu pun bertumbangan dengan kepala yang sudah pecah semua nya .


Melihat itu , bukan main terkejut nya Bi Kwan Ek , yang segera menyadari anak muda di depan nya itu adalah seorang yang berilmu tinggi .


Tetapi kesadaran dari BI Kwan Ek itu sudah sangat terlambat sekali karena terdengar suara seperti pecahan sesuatu .


"Prak !"...


Laki laki paro baya yang bernama Bi Kwan Ek itupun ambruk keatas tanah , tanpa bersuara lagi .


"Pergilah kek , bawa kereta mu pergi dari sini !" kata A Yong kepada sang kakek tua itu .


"Terimakasih Kong Sian Shin Yong , sekali lagi terimakasih banyak !" ucap kakek tua itu sambil kembali bersimpuh dihadapan A Yong , lalu naik keatas kereta nya , serta segera melaju menyusuri jalanan kota Luxiang .


"Sungguh cerdik sekali kau anak muda , sangat pandai menyembunyikan kesaktian mu , tetapi sayang hari ini kau berhadapan dengan ku , ajal mu akan segera tiba sebagai tebusan nyawa murid ku yang telah kau bunuh itu !" tiba tiba di hadapan A Yong muncul laki laki tua bongkok bersama dengan laki laki paro baya yang tadi makan satu meja bersama sama dengan A Yong .


"Ha ha ha ha !, seorang Tosu memiliki murid murid seorang iblis , lucu lucu Dunia ini memang lucu sekali !" kata A Yong melihat Tosu Ceng dan murid nya yang bernama Ang Coa Kui itu muncul di hadapan nya .


Dia tahu bahwa kepandaian orang tua yang bernama Ang Coa Kui ini masih berada di bawah nya , tetapi kakek tua bongkok yang bernama Tosu Ceng ini berada satu tingkat diatas diri nya .


Sementara itu Lan Hua memandang kearah A Yong dengan bingung , karena anak muda yang dia kira lemah itu ternyata Kong Sian Shin Yong yang menjadi buah bibir orang orang selama ini .


"Nasip mu malang nak , kenapa harus bertemu dengan aku , sekarang sudah terlambat untuk menyesal !" kata Tosu Ceng sambil bergerak menyerang kearah A Yong .


Kali ini sang Tosu tidak lagi tanggung tanggung , mempergunakan seluruh kekuatan nya untuk menyerang kearah A Yong .


A Yong Bergerak sangat cepat dengan jurus langkah Dewa Dewi nya , sehingga dia seperti menembus dimensi ruang waktu , dapat berpindah pindah sesuka hati nya .


Tetapi yang dia hadapi sekarang adalah seorang tokoh tua , Disamping tataran ilmu nya yang tinggi , pengalaman nya juga banyak .

__ADS_1


Meskipun gerakan nya cukup lambat , tetapi tenaga yang di keluarkan sangat lah besar sekali , sehingga dari jarak sepuluh langkah , daun daun Tao berguguran terkena angin pukulan Tosu Ceng ini .


Karena tahu jika dia kalah tingkat dengan Tosu Ceng , A Yong tidak ingin beradu kekuatan dengan Tosu itu , dia hanya mempergunakan kelincahan tubuh nya dengan jurus langkah Dewa Dewi nya , serta di kombinasikan dengan jurus Sakti Sembilan Dewa tingkat ke tujuh nya , serta sesekali menyerang tempat yang patal di tubuh Tosu Ceng .


Seratus jurus berlalu cepat , belum ada seorang pun yang berhasil mendaratkan pukulan ke tubuh lawan nya .


Laki laki paro baya yang bernama Ang Coa Kui ini ingin membantu sang guru , dia tahu guru nya akan marah besar dan menganggap itu suatu penghinaan kepada nya .


Pada satu kesempatan , Tosu Ceng melancarkan serangan tangan kiri nya kearah tubuh A Yong , sambil berkelit kesamping kiri nya A Yong menghindari serangan itu .


Tetapi kira nya itu cuma serangan pancingan saja , yang di susul dengan serangan inti , pukulan tangan kanan nya yang bertenaga maksimal itu , mengarah ke dada A Yong .


Tidak ada pilihan lain lagi bagi A Yong , dari pada menyerahkan dadanya percuma , dia harus beradu pukulan dengan Tosu Ceng itu .


"Bum !!"...


Sebuah dentuman dahsyat terdengar menggema , akibat dua energi besar bertemu .


Daun daun berguguran , dan pasir serta debu berterbangan ke udara .


Tubuh Tosu Ceng terlempar kebelakang beberapa puluh tindak , mendarat dengan pantat nya terlebih dahulu , serta beberapa gumpal darah segar muncrat dari mulut nya , yang menandakan dia sedang terluka dalam cukup serius .


Melihat itu , dengan susah payah , serta di bantu oleh murid nya , Tosu Ceng berdiri , menatap kearah A Yong , lalu tertawa terbahak bahak , hingga beberapa gumpal darah segar kembali muncrat dari mulut nya .


"Hua ha ha ha ha, sekarang kau baru tahu siapa Tosu Ceng ini sebenar nya ya , sayang aku tidak tahu siapa ayah mu , andai kan aku tahu , ayah mu pun akan ku habisi semua !" kata Tosu Ceng dengan rasa congkak nya .


Lan Hua berlari mendekati A Yong yang terkapar tidak bergerak lagi itu .


Siapapun yang terkena pukulan dengan energi sebesar itu , pasti akan tewas , begitu pula dengan A Yong , meskipun dia cukup hebat , dia tetap terluka dalam sangat parah sekali , bahkan bila pendekar biasa terkena pukulan itu , alamat tewas seketika .


Langkan Lan Hua terhenti beberapa langkah dari tubuh A Yong .


Dia melihat tiba tiba dari dalam tubuh A Yong , memancar cahaya putih kuat .


Cahaya itu adalah cahaya energi dari pil surgawi yang pernah di telan oleh A Yong .


Dia sebenarnya terluka dalam sangat parah , ketika terjadi tumbukan dua energi besar tadi .


Tetapi beberapa saat kemudian , energi luar biasa dari pil ajaib itu keluar dan segera memperbaiki semua kerusakan pada organ dalam nya , sehingga sembuh seketika bahkan dengan kekuatan yang baru pula .


Pelan pelan A Yong membuka mata nya , lantas segera berdiri kembali setelah beberapa saat kesadaran nya telah pulih kembali .

__ADS_1


Mata Tosu Ceng terbelalak menatap kearah A Yong yang sudah berdiri seperti semula , seolah tidak terluka apa apa .


Pukulan dengan sepenuh energi nya itu , gunung pun akan meledak bila terkena , tetapi kini anak muda belasan tahun itu bangkit sambil tersenyum senyum kearah nya , seolah olah pukulan itu cuma membuat nya geli saja .


Padahal tadi jelas jelas Tosu Ceng ini melihat pemuda itu terlempar jauh dan mendarat dengan belakang terlebih dahulu serta banyak memuntahkan darah segar yang menandakan bahwa dia terluka dalam sangat parah .


"Tosu tua !, aku tidak apa apa , masih kuat meladeni mu hingga seratus jurus lagi , ayolah kita bertarung lagi !" A Yong mengajak Tosu Ceng kembali bertarung lagi .


Tetapi nafas Tosu Ceng yang tinggal satu satu , karena juga terluka dalam hebat serta kembali memuntahkan beberapa gumpal darah segar , merasa dada nya seperti di tusuk orang dengan lembing , sudah tidak mampu melanjutkan pertarungan itu .


"Anak muda !, kau benar benar Kong Sian Shin Yong , dan aku tidak menyesal dikalahkan oleh seorang Dewa muda , aku mengaku kalah , semoga lain waktu , kita bisa bertemu lagi , agar aku bisa menebus kekalahan ini !" kata Tosu Ceng sambil mengajak murid nya untuk pergi dari situ .


Lan Hua menatap takjub ke arah A Yong yang terlihat segar bugar kembali , seolah olah tidak terpengaruh apa apa , padahal tadi dia melihat tubuh anak muda itu antara hidup dan mati dengan luka dalam yang luar biasa parah nya , seandainya di sendiri yang terluka seperti itu , bahkan mungkin kedua orang guru nya sekali pun , dia tidak yakin jika bisa bertahan beberapa saat saja , karena sangat jelas terlihat jika organ dalam anak muda ini terluka sangat parah sekali .


"Apakah kau tidak apa apa A Yong ?" tanya gadis cantik jelita itu kepada A Yong .


Dengan tersenyum , A Yong menjawab , "aku sehat saja Lan Hua , kau lihat sendiri kan ?" ...


"Tetapi tadi aku melihat kau terluka dalam sangat parah sekali , tetapi sekarang kau nampak sangat sehat sekali !" kata Lan Hua kebingungan .


Tentu saja A Yong tidak merasakan apa apa , karena saat itu dia sudah tidak sadarkan diri lagi , dan setelah dia siuman , seluruh tubuh nya sudah kembali seperti semula lagi .


"Aku tidak tahu Lan Hua , yang aku ingat , terakhir waktu aku beradu pukulan dengan Tosu Ceng , lalu aku tidak ingat apa apa lagi !" jawab A Yong .


"katakan pada ku , apa benar kau Kong Sian Shin Yong yang sekarang ramai di bicarakan orang itu ?" tanya Lan Hua .


"Itu sebutan orang saja Hua , nama ku Shin Yong ,dan biasa di panggil A Yong , orang terlalu membesar besarkan saja !" kata A Yong merendahkan diri nya .


"Dari mana asal sebenar nya diri mu A Yong ?" tanya Lan Hua .


"Aku berasal dari Dunia di atas sana Hua , aku , ayah dan ibu ku adalah pengembara antar Dimensi , dan entah seperti apa cerita nya sehingga aku bisa terdampar di dunia ini , aku tidak mengerti !" jawab A Yong apa ada nya .


"Sebenar nya aku ingin mengembara seperti diri mu A Yong , bebas lepas seperti burung terbang !" kata Lan Hua murung .


A Yong dan Lan Hua berjalan jalan di kota Luxiang itu .


Cuma dalam waktu sekejap saja , peristiwa di tempat keramaian , pertarungan antara Tosu Ceng dan A Yong tersebar ke seantero kota Luxiang , bahwa seorang pemuda telah berhasil mengalahkan seorang Tosu tua yang sudah sangat terkenal karena tinggi nya kesaktian nya .


Tosu Ceng ini biasa di panggil orang dengan panggilan Tosu gila , karena Disamping ilmu kesaktian nya tinggi , tingkah Tosu ini juga se enak nya sendiri , tidak perduli benar atau salah , bila dia suka , akan dia lakukan , dan begitu juga sebalik nya , bila dia tidak suka , meskipun orang bilang apapun dia tidak perduli .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2