Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Perasaan Yi Hua .


__ADS_3

Disebuah jalan raya kota Tao , ada sebuah rumah cukup besar dan termasuk sepuluh orang terkaya di kota Tao , meskipun menduduki rangking delapan atau sembilan saja .


Ini adalah rumah keluarga Mou , orang terkaya nomor delapan di kota Tao .


Sekarang kepala keluarga Mou adalah Mou Qin Ruan , menggantikan ayah nya MOU Tze Lo yang wafat beberapa tahun yang lalu .


Sore itu , terlihat Wang Shi Er berjalan agak cepat memasuki rumah itu .


Setelah mengetuk beberapa kali , pintu pun akhirnya di buka , dan seorang dara cantik tinggi semampai muncul dari dalam rumah .


"Hai Shi Er !, tumben sore sore datang kemari , ada apa ?" tanya dara cantik itu .


"Hei Yi Hua , kau ingat dengan pemuda Shin Liong putra paman Yong Kai yang telah di buang serta di keluarkan dari keluarga Zhang dahulu itu kan ?" tanya Shi Er kepada saudara sepupu luar nya itu .


Wang Shi Er dan Mou Yi Hua memang bersaudara sepupu luar , karena ibu dari Yi Hua adalah kakak kandung dari ibu Shi Er , serta bersaudara kandung pula dengan ayah Shin Liong Zhang Yong Kai .


Mendengar nama Shin Liong disebut oleh Shi Er dengan berapi api , kenangan Yi Hua melayang ke masa belasan tahun yang lalu , dimana dia dengan kejam nya , telah memfitnah Shin Liong , hanya untuk memuaskan hati nya semata .


"Shin Liong !, Shin Liong !, ooh Dewa , orang seperti apa aku ini !, selama aku mengenal nya , dia orang yang sangat baik sekali , tetapi aku dengan sangat bangga nya , memfitnah diri nya macam macam , hingga dia babak belur di pukuli kedua orang kakak ku , aku sangat ingin bertemu dengan nya , tetapi aku malu Shi Er !" kata Yi Hua menunduk sedih .


"Tadi aku baru saja bertemu dengan nya Hua , awal nya aku sama sekali tidak mengenal nya , untung ada Dewi Nuwa yang aku kenal , meskipun sekarang dia semakin cantik , tetapi aku masih bisa mengenal nya Hua !" kata Shi Er bercerita .


Sambil berjalan kekamar Yi Hua , Shi Er menceritakan awal pertemuan nya dengan Shin Liong .


Dengan sangat antusias sekali , Yi Hua mendengarkan cerita Shi Er dengan seksama .


"Lalu ?, lalu bagai mana keadaan nya sekarang ?" tanya Yi Hua antusias .


"Ooh kau pasti tidak mengenal nya sekarang Yi Hua !, Shin Liong sekarang sudah menjadi pemuda yang sangat tampan sekali , kulit nya putih bersih agak kemerahan , hidung nya mancung dan tinggi badan nya , seperti badan mu Yi Hua !" kata Shi Er bersemangat sekali .


Mendengar cerita Shi Er , jantung Yi Hua berdetak sangat kencang sekali , seakan ingin meledakan dada nya saja rasa nya .


Sudah berulang kali dia mencoba membuang ingatan nya tentang Shin Liong , tetapi kenangan nya dengan Shin Liong terus saja menghantui hidup nya .


Tidak jarang dia bermimpi jika Shin Liong terbakar api yang sangat besar , sementara ibu nya Zhang Liu Jian berdiri di dekat tempat itu sambil memegang sebuah obor .


Dia berteriak sekencang kencang nya , meminta tolong , tetapi ibu nya malah tertawa gembira .


Karena mimpi itu selalu datang begitu saja , terulang dan terulang terus , akhir nya dia mencari tahu tentang mimpi nya itu .


Orang yang pertama dia kasih tahu adalah sang ayah nya Mou Qin Ruan .


Dan dari Sang ayah lah dia tahu kisah yang sebenar nya , bagai mana ibu nya bersama sang pho pho bekerja sama meracuni Xue Bao Yu atas hasutan Mou Cai Lang yang ingin mengawinkan putri nya dengan tuan muda Zhang Yong Kai , tetapi Zhang Yong Kai justru menjatuhkan pilihan nya pada Xue Bao Yu yang sangat cantik itu .

__ADS_1


Bagai mana Xue Bao Yu mengorbankan diri nya demi janin yang dia kandung .


Dan akhirnya bayi itu lahir dengan pisik yang aneh serta menakutkan , sehingga semua keluarga dan kerabat yang seharus nya melindungi nya itu , justru menjadi predator yang setiap saat siap memangsa nya .


Semenjak tahu rahasia dibalik semua nya itu , Yi Hua tidak lagi ingin bertegur sapa dengan ibu nya , yang di anggap nya sebagai biang dari segala derita dan musibah hingga nama besar keluarga Zhang hilang lenyap tanpa penerus .


Beberapa tetes air mata mengalir di pipi Yi Hua , kerinduan nya ingin sekali bertemu dengan Shin Liong , meskipun sekedar untuk melihat keadaan nya saat ini saja , sudah cukup bagi nya .


Tetapi perasaan bersalah dan berdosa , karena dahulu telah banyak membuat pemuda itu menderita , membuat keberanian nya sirna .


Yi Hua duduk dilantai kamar nya , di benam kan nya wajah nya di sela kedua dengkul nya , bahu nya berguncang keras namun tidak terdengar suara apa pun .


Shi Er memeluk saudara sepupu luar nya itu , dia tahu jika Yi Hua sedang menangis .


"Shi Er !, kau tahu , kadang aku iri kepada mu , cuma kau satu satu nya dari keluarga kita yang tidak membenci nya dan membuat nya menderita , apakah jiwa iblis dari ibu ku lebih banyak bersarang di hati ku , sehingga waktu itu , aku belum puas bila belum melihat dia menderita , dan kadang aku berpikir , aku ini manusia apa iblis Shi Er ?" ratap Yi Hua .


Tanpa mereka sadari , sepasang telinga mendengarkan pembicaraan mereka berdua dari balik pintu .


"Hmm rupanya anak setan itu masih hidup dan sekarang berada di kota ini , keluarga Zhang hancur karena dia , ayah dan saudara ku mati karena dia , aku terbuang dari putri ku karena dia , adik dan ibu ku miskin juga karena dia , dan kedua putra ku menjadi manusia tidak berguna justru karena dia , aku tidak akan berdiam diri begitu saja , akan ku tuntaskan dendam ku pada nya , aku tahu apa yang harus kulakukan !" kata orang itu , lalu berlalu pergi entah kemana .


Sementara itu , didalam kamar , Yi Hua dan Shi Er masih saja berbincang tentang Shin Liong .


"Ceritakan lagi Shi Er , apa saja yang kau ketahui tentang dia !" kata Yi Hua antusias sekali .


"Haah ?, memiliki pura yang hampir setara usia nya dengan ayah nya , bagai mana bisa Shi Er , seumur hidup ku , baru sekarang aku mendengar itu !" kata Yi Hua tidak percaya .


"Awal nya aku juga tidak percaya Yi Hua , tetapi setelah mendengar cerita mereka , serta melihat kenyataan nya , aku jadi percaya !" jawab Shi Er bersemangat .


"Bagai mana ?, bagai mana cerita nya Shi Er ?" ...


Shi Er tersenyum simpul melihat antusias saudara sepupu luar nya ini , dia tahu apa yang ada dihati nya , karena dia pun merasakan hal yang sama pula .


"Begini Yi Hua , menurut Shin Liong dan Dewi Nuwa , saat Dewi Nuwa mengandung putra nya , mereka terpisah , Dewi Nuwa terdampar di satu Dunia dimensi yang kecepatan waktu nya empat kali lebih cepat dari Dunia lain , dan waktu mereka berpisah , kurang lebih empat tahun menurut Dunia luar , sehingga saat mereka bertemu , usia A Yong sudah enam belas tahun sedangkan usia ayah nya baru delapan belas tahun !" ujar Shi Er mengakhiri cerita nya .


"A Yong ?, siapa lagi itu Shi Er ?" tanya Yi Hua .


"Maaf Yi Hua , aku lupa memberitahukan kamu , jika putra mereka bernama Shin Yong atau mereka panggil dengan A Yong !" jawab Shi Er .


Mendengar penuturan dari Shi Er itu , tiba tiba hasrat dihati Yi Hua ingin melihat keadaan Shin Liong dan keluarga nya semakin menggebu gebu .


"Kalau aku bertemu dengan nya , apakah dia menerima ku ?" tanya Yi Hua ragu ragu .


"Tentu saja dia akan menerima mu , dia seorang pemuda yang baik !" jawab Shi Er .

__ADS_1


Akhirnya , sore itu juga , Shi Er dan Yi Hua bergegas mendatangi penginapan tempat Shin Liong dan keluarga nya menginap .


Tidaklah terlalu sulit untuk mencari keberadaan Shin Liong di kota Tao ini , karena semua pemilik penginapan di kota Tao , mengenal keluarga Mou .


Seorang pelayan penginapan mengantarkan mereka kesebuah kamar yang cukup besar , lalu mengetuk pintu kamar itu .


Seorang wanita cantik , berdiri di balik pintu kamar , "ada apa ya ?" ...


"Maaf nyo nya muda , ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan muda Liong !" kata pelayan itu


Dewi Ying Fa Menjulurkan lehernya ke luar kamar , "eh saudari Shi Er kan ?, ayo ayo masuk aja , kakak Liong ada di dalam !" ...


Shi Er dan Yi Hua masuk kedalam kamar itu dengan tangan di tarik oleh Dewi Ying Fa .


Di tengah kamar itu terlihat seorang pemuda yang sangat tampan sedang duduk menikmati secangkir teh harum khas dari dataran tinggi Kwan lun yang sangat mahal itu .


Shin Liong tertegun menatap kearah tamu yang baru masuk itu .


"Yi Hua ?, bukankah kau Yi Hua , apa kabar mu sekarang ?" sapa Shin Liong sambil menjura di hadapan gadis cantik itu .


"Shin Liong ?, benarkah kau Shin Liong yang dulu ?" tanya Yi Hua .


"Benar , aku Shin Liong yang dulu , akulah yang diwaktu kecil sering di panggil Si Chun itu !" jawab Shin Liong sambil tersenyum ramah .


Sebalik nya dengan Yi Hua , mendengar nama Si Chun , hati nya perih seperti di iris iris pisau .


Sambil berderai air mata nya , gadis itu bersimpuh seraya memeluk kaki Shin Liong , Isak tangis nya pecah , " Shin Liong !, aku tahu sangat sulit menghilangkan luka masa lalu , tetapi setidak nya , ijin kan aku memohon maaf dan ampunan mu Shin Liong , aku terlalu jahat kepada mu , kau berhak untuk membenci ku serta tidak memaafkan diri ku !" ratap Yi Hua sambil terus memeluk kaki Shin Liong .


Shin Liong memegang kedua pundak Yi Hua seraya mengangkat nya berdiri .


"Yi Hua !, aku tidak membenci mu , karena aku sudah lama me maafkan kalian semua , bila aku membenci mu , berarti aku membenci sang pemberi takdir itu sendiri , semua nya adalah catatan perjalanan hidup ku , seandainya tidak ada peristiwa itu , belum tentu aku bertemu dengan Dewi Nuwa dan semua istri ku , meskipun kita bukan kerabat ataupun keluarga , tetapi di dalam tubuh kita mengalir darah dari sumber yang sama , biarlah masa lalu berlalu menjadi kisah , masa sekarang berjalan menjadi perjuangan , serta masa depan menanti sebagai harapan !" ucap Shin Liong sambil tersenyum .


Yi Hua dengan air mata berderai , menatap wajah Shin Liong beberapa saat , lalu mereka berpelukan dalam kebahagiaan .


"Cup !" ...


"Cup !" ...


Dua kecupan dari Yi Hua mendarat di pipi kanan dan kiri Shin Liong .


"Sejak lama aku sudah menyadari , jika aku menyayangi mu , entah sebagai apa , tetapi aku lega karena kau tidak membenci ku !" ucap Yi Hua sambil tersenyum di sela air mata nya .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2