
Dari kejauhan nampak seorang laki laki paro baya bersama seorang Dara cantik berjalan kearah depan gerbang pedusunan Ang Lian ini .
Mereka adalah Bi Kwa Ceng dan BI Yu Hua suami dan putri oleh An Lian sebagai pang Cu (ketua perkumpulan) dari Ang Lian Pang (perkumpulan Teratai merah) .
"Ho ho , wanita busuk , kau kira aku tidak mengerti dengan akal busuk leluhur kalian dalam menyingkirkan leluhur ku , dengan sengaja menciptakan cerita bohong itu heh ?, kalian memang manusia manusia culas Li Lian , dan kau juga bangga mempunyai menantu seorang pendusta , lihat lah kami , jangan kan dua purnama , dua musim pun kini berlalu , kami tidak mati mati , menyesal aku mempercayai cerita dusta mu dahulu Cuih !" kata An Lian , Pang Cu dari Ang Lian Pang ini .
"He he he he , ternyata jiwa Aji demikian rendah nya , pil yang kuberikan dahulu itu penawar racun nya , seandainya aku tidak memberikan kepada aji sekeluarga ?, apakah aji pikir masih bisa bernama manusia hingga kini ?" tanya Shin Liong Dari belakang .
Melihat Shin Liong yang berdiri dibelakang Li Lian , seketika mata Bi Yu Hua melotot kearah nya .
Dia memang mengenal pemuda itu beberapa musim silam , tetapi belum setampan sekarang .
Menatap kearah Shin Liong , tiba tiba hati nya terasa berdetak kencang sekali , ada rasa kebencian dan perasaan tidak suka , setelah melihat seorang wanita muda dengan kecantikan yang begitu sempurna sekali , berdiri di samping kanan Shin Liong , sambil tangan nya , memegang tangan Shin Liong .
Sedangkan di samping kiri pemuda itu , berdiri pula seorang wanita muda yang sangat cantik , juga memegang tangan pemuda itu .
"Cuih !, manusia pendusta , kau pandai membual kata hanya agar kau tampak hebat , Dimata ku , kau tidak ada arti nya sama sekali , kau cuma sampah tidak berguna !" teriak An Lian dengan marah , karena merasa dulu dia pernah di permainkan oleh pemuda itu .
"Benar kah itu ? , Aji boleh melawan nya , bila dalam lima jurus dia tidak berhasil menumbangkan Aji , maka Pek Lian Po Kiam ini dengan ikhlas kuberikan kepada Aji bersama lembah Pek Lian (teratai putih)nya sekalian !" kata Dewi Teratai putih dengan gusar nya , mendengar suami nya di hina dan di rendahkan di depan orang banyak .
"Apa ?, apa ?, lima jurus ?, kau terlalu tidak menganggap ku sama sekali nak , tetapi tidak mengapa , kata kata seorang pendekar tidak dapat di tarik kembali !" kata An Lian sambil tersenyum simpul , karena merasa kemenangan sudah pasti berada di tangan nya , apa susah nya menghindar sebanyak lima jurus saja ? , pikir An Lian .
Namun Dewi Teratai putih dengan keyakinan penuh , berkata lagi , "ya aji , lima jurus , bila dalam lima jurus suami ku tidak mampu menumbangkan aji , sudah ku anggap dia kalah dan aji berhak dengan apa yang sudah ku janjikan tadi !" ...
"Baiklah , baiklah , ku hargai rasa percaya diri mu itu , yang penting jangan katakan aku curang dengan melawan pemuda dungu seperti suami mu itu !" kata An Lian sambil tersenyum mengejek .
Begitu pula dengan Bi Yu Hua, , dia merasa Dewi Teratai putih terlampau bodoh dengan bertaruh seperti itu , tetapi ini adalah kesempatan nya untuk memiliki pemuda itu , " tunggu , bisakah taruhan nya kita tambah lagi ?" ...
"Terserah kau saja , apapun itu , katakan saja !" jawab Dewi Teratai putih sangat yakin sekali .
"Baiklah , begini , bila dalam tiga jurus suami mu tidak bisa mengalahkan ibu ku , maka selain taruhan tadi , kalian harus pergi sejauh jauh nya , kecuali dia , dia harus mengabdi pada ku , menjadi budak ku seumur hidup nya , bagai mana ?" usul Bi Yu Hua dengan licik nya .
Belum sempat Dewi Teratai putih menjawab nya , Shin Liong terlebih dahulu berbicara , " baiklah aku setuju itu , tetapi bagai mana jika dalam lima jurus , atau sebelum lima jurus aku bisa menumbangkan nya , maka untuk selama nya , Ang Lian Pang ini , dibawah Pek Lian , dan kalian semua adalah abdi setia dari Pek Lian Sian (Dewi Teratai putih) untuk selama nya ?" kata Shin Liong lantang .
Sejenak An Lian dan Bi Kwa Ceng termenung sejenak , melihat sikap percaya diri yang begitu besar dari pemuda itu .
Tetapi belum sempat mereka berbicara , Bi Yu Hua yang merasa ini adalah kesempatan emas untuk memiliki pemuda itu se utuh nya meskipun sebagai budak , dan tidak mungkin ibu nya yang berilmu sangat tinggi serta tingkat kultivasi juga sudah sangat tinggi untuk tataran manusia di Dunia itu , yaitu tingkat Dewa langit menengah , dimana tingkat ini sangat jarang sekali bisa di capai seseorang pada waktu itu , apalagi dengan usia semuda An Lian , bisa dikalahkan oleh seorang pemuda bodoh cuma dalam lima jurus saja .
"Baiklah kami setuju , tapi ingat , cuma lima jurus saja , bila dalam lima jurus kau tidak bisa mengalahkan ibu ku , maka kau kalah !" ujar Bi Yu Hua sambil tersenyum kemenangan .
Shin Liong Segera melangkah kearah hadapan An Lian yang berdiri angkuh .
An Lian sekarang bukan lah An Lian lima atau enam musim yang dulu , kini dia sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat sekali .
__ADS_1
Sedangkan pemuda itu , dalam penglihatan An Lian ,asih tetap seperti terakhir mereka bertemu dahulu saja , tanpa ada kemajuan apa apa .
Itulah yang membuat An Lian jadi berani menantang nya bertarung .
Sebelum memulai pertarungan mereka , Shin Liong terlebih dahulu ber soja di hadapan An Lian .
*Soja adalah menghormat dengan menangkup kan kepalan tangan kanan di telapak tangan kiri , di depan dada , sambil membungkukan badan* .
"Maafkan saya aji !" ...
"Sudahlah , ayo di mulai , tidak usah sungkan lagi , lima jurus tidak lah lama !" kata An Lian dengan keyakinan menang seratus persen .
Shin Liong segera melepaskan serangan tinju nya kearah An Lian sambil melompat .
Melihat serangan yang sangat amatiran itu , An Lian tersenyum puas , lalu menangkis dengan tangan kanan nya .
"Plak !" ...
"Duk !" ...
Pergelangan tangan kanan An Lian , berhasil menangkis tinju tangan kanan Shin Liong , tetapi betapa An Lian sangat terkejut sekali , karena tangan kanan nya , yang menangkis serangan tangan kanan Shin Liong itu , terasa luar biasa sakit , seolah dipukul dengan batangan besi baja , dan tangan Shin Liong tidak bergetar sedikit pun juga , dan sebagai akibat nya , tinju itu dengan mulus nya , mampir di dada wanita cantik itu .
Tubuh An Lian terpelanting kebelakang , dan terbanting keatas tanah .
"Aji , kenapa aji tidak menghindar dari pukulan ku , dan malahan membiarkan dada aji terkena pukulan ku ?, apakah aji juga jatuh cinta pada ku ?" tanya Shin Liong menggoda An Lian .
Sebagai pemuda yang baru berusia dua puluhan tahun , tentu saja sifat usil nya kadang kadang kumat .
Dan selama ini , tidak jarang para istri dan putra nya yang menjadi korban kejahilan nya , walau kadang kadang dia juga sering termakan kejahilan sang putra nya yang juga amat usil dan jahil itu .
"Ayah !, kau boleh mencari ibu muda lagi untuk ku , tetapi jangan yang sudah seumuran nenek itu ayah !" teriak A Yong menimpali kejahilan sang ayah nya itu .
"Huss kau ini , lihatlah bokong nya , meskipun tua , tetapi bokong nya , waaaooo , seperti bokong gajah !" sahut Shin Liong .
An Lian bangkit berdiri dengan wajah yang merah padam menahan kemurkaan nya .
Tidak dia sangka , tenaga pemuda itu begitu besar nya , sehingga tangkisan tangan nya saja , tidak mampu menggoyahkan pukulan nya .
"Itu baru satu jurus , tenang saja , masih ada empat jurus lagi , bersiap lah aji !" kata Shin Liong sambil mempersiapkan serangan nya kembali .
Meskipun sudah terjatuh satu kali , wanita cantik ini bukan nya mundur , tetapi malahan semakin bersemangat untuk mengalahkan Shin Liong dengan bertahan empat jurus lagi .
Sebenar nya , Shin Liong tidak menyerang dengan jurus langkah Dewa Dewi , tetapi mempergunakan jurus biasa saja .
__ADS_1
Kini An Lian tidak lagi berani membenturkan tangan nya dengan tangan Shin Liong lagi , dia lebih memilih menghindar dari pada harus menangkis pukulan dari Shin Liong , karena di dalam pikiran nya , Shin Liong adalah seorang ahli tenaga Gwakang (tenaga pisik) yang cukup mahir .
An Lian salah mengira , padahal yang di keluarkan Shin Liong itu adalah tenaga Sinkang (tenaga sakti) yang sudah mencapai tingkat sempurna .
Saat Shin Liong maju melancarkan serangan nya kembali , An Lian menghindar kesamping kanan sambil melancarkan pukulan kearah pelipis Shin Liong .
Namun dengan kecepatan kilat , Shin Liong mendahului pukulan tangan An Lian dengan menyusupkan tangan nya dibawah ketiak An Lian sambil melancarkan totokan nya .
Gerakan ini sangatlah berbahaya , bila gerakan lebih lambat dari lawan , justru dia sendiri yang terkena pukulan tangan atau kaki lawan .
Seketika tubuh An Lian pun menjadi kaku dengan tangan masih terjulur kedepan .
"Ini jurus kedua aji , kenapa aji selalu mengalah ?" kata Shin Liong menggoda wanita paro baya yang berwajah cantik itu .
Wanita itu tidak bisa bersuara , cuma pancaran sinar mata nya saja yang memancarkan cahaya kebencian yang luar biasa .
Tiba tiba Shin Liong merasa ada angin serangan dari belakang , menuju tengkuk nya .
Saat itu , kebetulan Shin Liong berdiri di depan An Lian yang kaku tertotok itu .
Saat pukulan seseorang yang membokong nya dari belakang itu hampir mencapai tengkuk nya , barulah Shin Liong dengan langkah Dewa Dewi nya , menghindari pukulan itu .
"Bum !" ...
Tubuh An Lian yang berada di hadapan Shin Liong tadi terbang beberapa puluh depa setelah dada nya di hantam pukulan dari BI Yu Hua .
Awal nya dara itu setelah melihat kekalahan sang ibu , bermaksud membokong Shin Liong dengan pukulan nya dari belakang .
Tetapi setelah tubuh pemuda itu tinggal beberapa jari dari tangan nya , tiba tiba tubuh pemuda itu menghilang begitu saja , sedangkan pukulan yang ia lepaskan dengan separuh energinya itu , tidak mungkin lagi untuk ditarik kembali , sehingga , dada sang ibu lah yang menjadi sasaran dari pukulan bodoh nya .
Tubuh An Lian terbanting di tanah dengan darah segar mengucur dari mulut hidung dan telinga nya .
"Ibuuuuu !" jerit Bi Yu Hua histeris , sambil berlari memburu tubuh sang ibu nya itu .
An Lian cuma menatap kearah sang putri sambil terkulai lemas , luka dalam nya sangat parah sekali .
Begitu pula dengan Bi Kwa Ceng , dia melompat kearah sang istri nya itu , dia tidak pernah menyangka sama sekali , jika sang istri yang selama ini sangat tangguh itu , justru harus tumbang oleh putri nya sendiri .
"Ibuuuuu !, maafkan Hua Bu , Hua tidak bermaksud melukai ibu , ampuni Hua Bu !" tangis Bi Yu Hua sambil memeluk sang ibu nya itu .
An Lian cuma bisa menatap kearah putri kesayangan nya itu , Semarah apapun hati nya , bila melihat air mata sang putri , api amarah itu akan padam seketika karena nya .
Kini pendekar kultipator wanita yang tangguh itu menetes kan air mata nya , seperti gadis perawan yang di tinggal pergi kekasih nya .
__ADS_1
...****************...