Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Rencana perlawanan .


__ADS_3

Sekali lagi laki laki tua itu melepaskan pukulan jarak jauh dengan tenaga hampir maksimal nya .


"BUM !!" ...


Terdengar sebuah dentuman maha dahsyat sehingga membuat pohon pohon besar di sekitar situ tercabut dan terbang berhamburan saat Shin Liong dengan tiga perempat tenaga nya , memapaki pukulan jarak jauh dari laki laki tua itu .


Laki laki tua itu terpelanting kebelakang sejauh seratus depa menabrak beberapa pohon besar hingga tumbang .


Sedangkan Shin Liong terjajar kebelakang sejauh sepuluh tindak


Laki laki tua itu bangkit berdiri , dan terbang kearah Shin Liong yang sudah menunggu nya dengan gagah .


Mulut nya menyumpah serapah tidak karuan , sambil menelan sebutir pil luka dalam , karena dada nya terasa sangat sakit sekali saat kedua energi pukulan tadi bertemu , semua tenaga nya berbalik menghantam diri nya sendiri .


Mata nya berkunang kunang menatap kearah Shin Liong dengan tatapan heran , juga murka .


Betapa tidak , selama lebih dari seribu tahun dia hidup malang melintang di dunia yang penuh kejahatan ini , tidak sekalipun ada orang yang bisa membuat tangan nya bergetar , apa lagi membuat nya terpelanting seperti tadi .


"Twang Pang Lauw !, kini masa nya sudah tiba , seluruh kejahatan mu akan di balas , utang akan di bayar lunas !" terdengar suara sangat nyaring menggema di langit .


"Kakek !" Shin Liong bergumam sendiri mendengar suara itu .


"Ho ho ho ho, Dewa tua tidak berguna , kau mengutus anak kecil untuk melenyapkan aku , sungguh kau Dewa paling pengecut sekali yang pernah ku kenal !" kata laki laki tua itu memaki marah .


"Hei orang bo*oh !, ketahuilah dengan cuma mengutus cucu ku , itu sama hal nya dengan aku menghina mu , karena kau tidak bakalan sepantar menghadapi aku !" terdengar suara menggema dari langit lagi .


"Baiklah Dewa tua , akan kubuat cucu mu menjadi tumbal kebo*ohan mu sendiri !" kata laki laki tua itu sambil menyerang kearah Shin Liong dengan serangan yang sangat cepat serta mematikan .


Tetapi dengan langkah Dewa Dewi , Shin Liong bergerak sangat cepat hilang dan muncul disembarang tempat tanpa bisa di prediksi .


Pohon pohon besar pun kini mulai bertumbangan terkena imbas pukulan dari laki laki tua itu yang tidak mengenai sasaran .


Sebentar saja , Beratus ratus depa hutan lebat , berubah menjadi Padang terbuka , akibat pertarungan itu .


Meskipun beberapa kali pukulan Shin Liong mengenai tubuh laki laki tua itu yang mengakibatkan tubuh nya terlempar beberapa ratus depa jauh nya , tetapi karena tingkat kultivasi nya sudah sangat tinggi , tubuh nya pun sudah kebal dari berbagai macam pukulan .


Kini kakek tua itu mempercepat gerakan nya serta menambah tenaga nya hingga ke taraf maksimal untuk menyerang Shin Liong .


"Cucu ku !, sampai kapan pun kau tidak bisa menumbangkan laki laki ini bila cuma mengandalkan jurus mu semata , cuma ada dua macam yang bisa mengalahkan nya , kau bunuh dia dengan pedang Kristal Katai putih inti bintang , atau kau lumpuh kan dengan pukulan sejati inti semesta !" terdengar suara kakek Qin nyaring di telinga nya , meskipun orang lain tidak mendengarkan apa apa .


"Belum saat nya aku mengeluarkan pedang ku kek !, baiklah , meskipun dengan terpaksa , akan ku gunakan pukulan Sejati inti semesta untuk mengalahkan manusia jahat ini kek , maafkan aku , semua demi ketenangan dunia ini !" kata Shin Liong menyahuti sang kakek dengan berbicara lewat pikiran nya saja .

__ADS_1


"Kakek tua !, Thian telah memberi mu usia yang sangat panjang , namun kau gunakan untuk memuaskan nafsu mu semata , bertobatlah segera sebelum semua nya terlambat !" kata Shin Liong berusaha menasehati kakek tua itu .


"Cuih !, anak kecil berani menasehati aku , aku akan diam setelah meremukkan kepala mu , meminum darah mu dan mengunyah daging mu , supaya kultivasi ku meningkat !" kata kakek tua itu sambil terus menyerang Shin Liong .


"Kakek tua , ingatlah dosa mu sudah terlalu banyak , seribu tahun saja di neraka masih tidak bisa menghapus noda nya , bertobatlah kek selagi sempat , berbuat baik lah !" terdengar suara Shin Liong kembali menasehati kakek tua itu .


Tetapi kakek tua itu bukan nya menurut , malahan semakin menjadi marah saja mendengar ocehan dari Shin Liong itu .


"Puih !, sudah kukatakan aku baru puas setelah menghancurkan kepala mu , meminum darah mu ,serta mengunyah daging mu !" jawab laki laki tua itu semakin murka .


"Baiklah kek , jangan menyesal , karena aku sudah menasehati mu !" kata Shin Liong sambil mempercepat gerakan nya sehingga gerakan nya lebih cepat dari waktu yang berjalan


"Plak !"...


Sebuah pukulan lembut menghantam pinggang belakang dari kakek tua itu .


Walaupun pukulan itu sangat pelan dan cenderung lembut , tetapi epek nya sungguh di luar dugaan , disaat laki laki tua itu mengeluarkan semua energi nya , tiba tiba energi itu lenyap begitu saja , sama seperti kuda yang sedang berlari kencang , tiba tiba di hentikan .


Tubuh laki laki tua itu tersungkur bergulingan tanpa mampu menguasai diri nya lagi .


Saat dia bangkit , darah segar mengucur dari hidung nya akibat terbentur tanah tadi .


Sambil menyapu darah di hidung nya , laki laki tua itu mencoba mengerahkan energi nya kepuncak batas maksimal nya .


Meskipun berulang ulang kali dia mencoba nya , tetapi sedikitpun tidak ada energi yang dapat dia tampung .


"Kakek tua , bukankah aku sudah memperingatkan mu , tetapi kau masih saja bersikeras , kini kau tidak ubah nya dengan manusia biasa , kini kau laki laki cacat dan tidak berguna , perjuangan mu selama lebih dari seribu tahun berkultivasi hilang sirna sia sia karena kesombongan mu , kini kau hidup tanpa dantian , meskipun obat dari Dewa sekalipun , tidak akan bisa mengembalikan kekuatan mu lagi , menyesal pun sudah terlambat kek , jalani saja hidup mu sebagai manusia biasa !" kata Shin Liong menatap laki laki tua itu dengan iba .


"Tidak !, tidak !, kau berdusta , kau pasti berdusta , pukulan sejati inti semesta itu cuma khayalan saja , tidak pernah ada kenyataan nya , aku sudah berusia lebih dari seribu tahun , tetapi belum sekalipun melihat pukulan itu , apalagi kau cuma seorang anak muda biasa saja , mana mungkin menguasai pukulan yang hanya ada di dalam legenda itu !" kata laki laki tua itu bersikeras sambil mencoba mengumpulkan hawa Qi murni di dalam dantian nya .


Tetapi meskipun dia berusaha sekuat tenaga nya , namun hasil nya nihil semua .


"Twang Pang Lauw !, sudah kukatakan kepada mu , masa nya sudah tiba , kini kau tidak ubah nya seperti manusia biasa yang tidak memiliki kultivasi lagi , kemanapun kau pergi , orang orang akan berebut untuk membunuh mu , tetapi kematian itu justru menjauh dari mu , di saat kau ingin mengakhiri hidup mu , semua dosa dosa dan kesalahan mu dahulu mengejar dan menghantui mu , sehingga untuk mati saja kau tidak lagi memiliki keberanian lagi , mengembara lah diatas Dunia ini hingga tiba masa kehancuran semesta ini !" terdengar suara Dewata San Qin menggema di langit .


Untuk pertama kali nya Malaikat dari Utara itu merasakan ketakutan luar biasa di dalam hati nya , hingga kaki nya jadi menggigil .


Di kumpulkan nya segenap energi nya lalu di pukulkan nya kepada sebatang pohon .


Jangan kan pohon itu roboh , bergoyang saja tidak , malahan kepalan tangan nya yang berdarah dan terasa sangat sakit .


Kini sadarlah dia bahwa diatas segala gala nya , ada kekuatan yang tidak bisa di lawan oleh siapapun dan kultivator setinggi apapun , yaitu kekuatan Thian yang maha esa .

__ADS_1


Bergetar lutut sang Malaikat dari Utara itu , Dan air mata nya pun jatuh menetes .


Manusia sombong yang mempergunakan seluruh usia dan kekuatan pemberian Thian yang maha kuasa untuk kejahatan itu menangis seperti anak kecil .


Shin Liong Segera pergi kembali ke kota Qiantung dengan terbang dari pohon ke pohon .


Orang orang yang kebetulan melihat kejadian itu , hanya berbisik bisik tanpa menghiraukan sambil menunjuk ke arah laki laki tua yang kini telah menjadi manusia renta tanpa guna .


Sore hari nya , Shin Liong dan rombongan kecil nya sudah sampai di kota Qiantung .


Satu lagi kisah yang membuat orang orang berpikir seribu kali untuk menyerang negeri Liu , tokoh utama teratas di benua itu telah tumbang menjadi manusia pesakitan akibat berani menentang Dewata muda atau Kong Thai Sian .


Tetapi masyarakat yang terlanjur datang mengungsi ke kota Qiantung , tidak lagi berniat untuk kembali ke tempat asal mereka , mereka lebih memilih memulai hidup baru di kota besar itu .


Masyarakat dari berbagai wilayah kota lain di luar wilayah negeri Liu , akhirnya berbondong bondong pindah dari kota mereka ke wilayah negeri Liu , terutama dari wilayah kota San Qwan , Yuyang dan Pekto yang memiliki penguasa yang sangat kejam .


Tentu saja hal ini mendatang kan ke khawatiran yang besar pada para penguasa kota itu karena rata rata lebih dari seperempat dari jumlah penduduk nya pergi pindah ke wilayah negeri Liu .


Akhirnya penguasa kota San Qwan , Tao San Ma , mengundang penguasa kota Yuyang , Gao Li ze dan penguasa kota Pekto , Man ji Su untuk bermusyawarah bersama .


Akhirnya di putuskan untuk mengirimkan pasukan masing masing kota sebanyak seribu orang untuk menyerang kota Qiantung dari tiga sisi .


Sepasang iblis merah sebagai pengawal utama penguasa kota San Qwan , membawa seribu prajurit menyerang dari Timur.


Si Kembar Im Yang memimpin seribu Prajurit kota Yuyang , menyerang kota Qiantung dari sisi sebelah Barat .


Dan Si Malaikat muka pucat dengan Hantu hitam , memimpin seribu Prajurit menyerang kota Qiantung dari sisi selatan .


Kabar berita tentang penyerangan tiga kota ke kota raja Qiantung pun segera sampai ke telinga Kaisar Xiong Bu dari para teliksandi nya .


Hari itu Kaisar kembali mengadakan rapat darurat di aula utama istana Liu .


Selesai menceritakan duduk permasalahannya , sang Kaisar kembali meminta pendapat dari para pembantu nya , termasuk Shin Liong dan para Dewa nya .


"Prajurit yang menyerang kota Raja sebanyak seribu orang dari sisi timur yang di pimpin oleh sepasang iblis merah , dari sisi barat seribu Prajurit yang di pimpin oleh Si kembar Im dan Yang , serta dari sisi selatan seribu Prajurit yang di pimpin oleh Malaikat muka pucat dan Hantu hitam , sementara Prajurit kita semua nya berjumlah dua ribu tiga ratus orang saja !" kata sang Kaisar menjelas kan .


"Biksu !, diantara mereka semua , siapa pimpinan Prajurit yang paling berbahaya menurut yang kalian ketahui ?" tanya Shin Liong .


"Maaf tuan , menurut pengetahuan saya , yang paling berbahaya justru yang dari timur , karena pemimpin pasukan itu adalah sepasang iblis merah dari timur , murid langsung dari Thein Mo ( Iblis Langit) sedangkan yang lain nya setara dengan kami tuan" Kata Biksu leluhur .


"Baiklah begini saja , di sebelah barat Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin di bantu oleh seribu Prajurit yang di pimpin oleh jendral Zhuo Pang Si , sedangkan di sisi selatan , seribu Prajurit yang di pimpin oleh jendral Qiu Pang Kian bersama Tosu Twa Kung , sementara di sisi timur , percayakan kepada saya dan istri saya yang di bantu oleh tiga ratus Prajurit , bagai mana ?" tanya Shin Liong kepada semua yang hadir .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2