Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Memulai Penyusupan.


__ADS_3

Hari masih sore, matahari masih sepenggalah di ufuk barat, ketika Shin Liong berjalan mendekati pintu goa yang sangat besar itu.


Mungkin itu bukan lah sebuah goa, tetapi sebuah tebing batu cadas yang di buat sebuah istana sangat besar dan sangat mewah itu.


Di depan gerbang istana itu ber jejer di kiri dan kanan sejauh kira kira tiga puluh depa dari jalan, berjejer ratusan barak para prajurit, dengan dua pasukan berjejer di kiri kanan jalan.


Dari tempat persembunyian nya, Shin Liong melihat situasi di depan gerbang istana itu sesaat.


Akhirnya Shin Liong mendapatkan ide yang baik untuk masuk ke dalam kediaman sang Kaisar.


Sebelum beraksi, Shin Liong terlebih dahulu meminum sebutir pil sebagai jaga jaga, kalau kalau tubuh nya tidak mampu menahan serangan racun hidup nanti nya.


Meskipun tubuh nya kebal racun, tetapi sejati nya dia sendiri belum tahu.


Setelah itu, dia mengeluarkan pil Dewa bintang sembilan satu botol kecil, dan menaburkan bubuk racun hidup ke dalam nya serta di goncang goncang beberapa saat hingga tercampur merata ke semua pil.


Setelah selesai, barulah dia merubah tubuh nya menjadi Ar Wan Wen.


Dengan langkah mantap, Shin Liong yang telah berubah menjadi Ar Wan Wen, segera berjalan ke arah gerbang istana sang Kaisar.


Semua prajurit itu rupanya sudah mengenal Ar Wan Wen, ini Terbukti dari sikap mereka membiarkan saja laki laki itu berjalan memasuki gerbang istana.


Seorang prajurit yang berpangkat punggawa dalam, datang menghampiri Shin Liong yang sudah merupa seperti Ar Wan Wen itu.


"Hei!, Tabib Wen!, kau sudah sedari tadi di tunggu tunggu yang mulia Kaisar Dewa!, bukankah hari ini kau berjanji membuatkan sang kaisar ramuan hebat yang bisa mempercepat kultivasi serta membuat tubuh menjadi awet muda, cepatlah laporkan hasil nya kepada sang Kaisar, karena sang kaisar sudah tidak sabar lagi menanti hasil kerja mu Tabib Wen!" kata prajurit itu.


Shin Liong Sengaja memegang tangan prajurit itu dengan tangan nya yang sudah di lumuri racun hidup itu, "tuan punggawa, tolong antar saya kepada sang kaisar, saya tidak berani, tubuh saya gemetaran !"..


"Kau memang sudah kebiasaan Tabib Wen, Beratus ratus kali sudah bertemu dengan sang Kaisar, tetap saja takut, ayo aku antarkan kedepan ruangan Kaisar!" kata punggawa istana itu sambil berjalan menuju ke sebuah ruangan di dalam istana di perut pegunungan Lin Mao itu.


Setelah berada di dalam istana itu, tidak lagi terasa jika mereka sebenar nya berada di perut sebuah pegunungan.


Setelah melewati beberapa ruangan besar, mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan lain nya yang pintu nya menghadap kesebuah ruang tengah istana yang sangat besar.


Sang punggawa istana mengajak Shin Liong atau Ar Wan Wen kawe untuk memasuki ruangan itu.


Ruangan itu cukup luas, yang merupakan ruangan pribadi sang Kaisar.


Di dalam ruangan itu telah menunggu mahluk Orgo berbentuk aneh dengan tiga tanduk, dua di samping kiri dan kanan, sedangkan satu di dahi nya, muka nya percampuran antara serigala dan beruk raksasa, sedangkan tubuh nya adalah tubuh manusia.


"Cucu ku!, berhati hati lah, dialah pangeran Kalasura putra Lho Shi fer sang raja Iblis, ilmu nya sangat tinggi, hampir setara ilmu para Dewa dan dialah yang di namakan Dewa kegelapan, yang merasuk kedalam tubuh kedua orang mertua mu adalah putra dan putri nya yang melakukan hubungan sedarah, jangan gegabah, pikiran cerdik sangat utama untuk di gunakan!" tiba tiba di dalam telinga Shin Liong terdengar bisikan dari kakek nya, dimana cuma dia sendiri yang mendengarkan, karena bisikan itu langsung di bisikan kedalam otak nya oleh sang Dewata San Qin sendiri.


Kalasura sang Dewa kegelapan atau sekarang mengaku kaisar Dewa itu duduk di sebuah singgasana terbuat dari pada emas berlian, sedang kan di kiri nya duduk dua orang laki laki mahluk orgo dari ras kera manusia.


Dan di sebelah kanan nya juga duduk dua orang mahluk Orgo laki laki dari ras kera manusia.


Ke empat laki laki mahluk orgo itu adalah jendral jendral tingkat pertama di bawah sang Kaisar Dewa.


Melihat kedatangan Ar Wan Wen kehadapan nya, nampak wajah sang kaisar yang sudah sangat jelek itu, kini bertambah semakin jelek saja.


"Hm hrrrrrr!, Tabib Wen!, aku sudah sering mendengar kegagalan mu dalam membuatkan aku ramuan. ampuh!, apakah kali ini kau masih juga gagal hei tabib Wen!" teriak sang Kaisar yang mirip raungan itu.

__ADS_1


Shin Liong yang sudah merupa sebagai Ar Wan Wen itu berputar putar gemetaran dihadapan sang Kaisar Dewa.


"A' ampun yang mulia, kali ini hamba berhasil membuat ramuan yang tuan ku minta!" kata Ar Wan Wen dengan gemetar menyerahkan sebotol kecil pil Dewa bintang sembilan yang sudah di lumuri racun hidup itu.


Memang racun hidup itu tidak berasa dan berbau, sehingga tidak mungkin terdeteksi, tetapi tetap saja perasaan Shin Liong dag dig dug juga.


"Setelah menerima botol kecil dari Ar Wan Wen itu, dan memperhatikan isi nya, tiba tiba mata sang kaisar sangat terbelalak melihat isi nya.


"Haah?, pil Dewa kualitas binatang sembilan?, luar biasa, luar biasa!" kata sang Kaisar sambil mengeluarkan satu butir dan meletakan di telapak tangan nya.


Ar Wan Wen kawe atau Shin Liong tersenyum menyaksikan itu, dia tahu, sekarang ada jutaan mahluk sangat kecil sehingga tidak bisa di lihat mata, sedang merayap memasuki pori pori kulit sang kaisar itu.


"Coba kalian lihat jendral, bukankah ini pil Dewa kualitas bintang sembilan yang legendaris itu kan?" kata sang kaisar sambil menyerah kan sebutir pil itu kepada para jendral nya.


Para jendral itu secara bergantian memegang dan meneliti pil itu, hingga mencium nya secara bergantian.


"Benar tuan ku, tetapi sebaik nya tuan ku jangan meminum pil ini terlebih dahulu, siapa tahu ada racun didalam nya, sebaik nya suruh Tabib Wen yang meminum nya terlebih dahulu!" kata sang jendral utama nya.


"Maaf tuan ku!, bagai mana bila pil itu asli tanpa racun, dan setelah meminum pil itu sang Tabib Wen menjadi sangat kuat, kita bisa berada dalam kesulitan tuan ku!" sela punggawa yang tadi membawa Shin Liong masuk.


Dengan tersenyum, sang Kaisar menengok kearah punggawa istana nya itu.


"Jendral, kau dengar apa yang dikatakan oleh punggawa itu?, itulah kelalaian mu jendral, dia benar, bila ini benar benar pil Dewa yang asli, maka Tabib Wen akan menjadi sepuluh kali lebih kuat dari sekarang, dan aku tidak yakin bila putra ku masih bisa menguasai tubuh nya, dan bila itu terjadi, alamat huru hara besar terjadi di dalam istana ku ini jendral!" kata sang kaisar seperti meraung nyaring.


"Lalu kita harus bagai mana tuan ku?" tanya salah satu jendral itu.


Kaisar Dewa tersenyum menatap kearah para jendral nya, "kalian kan ada ber empat, dan berlima dengan punggawa itu, sedangkan kalau aku tidak salah hitung, pil ini ada dua puluh butir, nah kalian akan ku beri sebutir seorang, dan harus menelan nya, di mulai dari punggawa, bila punggawa selamat, selanjutnya kalian secara bergantian menelan nya, tetapi bila sang punggawa itu mati, maka kurung Tabib Wen ini, dan jadikan makan malam ku besok!" kata sang Kaisar Dewa sambil membagi kepada para jendral dan punggawa nya sebutir pil Dewa setiap orang.


Dengan perasaan was was, sang punggawa menelan pil Dewa itu juga pada akhirnya.


Mula mula dia tidak merasakan apa apa beberapa saat lama nya.


Barulah kemudian dia merasa ada arus hangat berputar di perut nya, lalu menyusup masuk kedalam dantian nya secara terus menerus seperti arus air.


Tubuh punggawa itu merasa hangat, dan bercahaya berwarna biru tipis.


Setelah cahaya itu hilang, tiba tiba tubuh nya kini lebih muda sepuluh tahun dari semula, sedang kan arus energi terus masuk mengalir kedalam dantian nya.


"Bum!"...


"Bum!"...


Dua kali ledakan teredam, terjadi didalam tubuh punggawa itu, dan kini kultivasi nya naik dua tingkat sekaligus.


Bukan main gembira nya sang punggawa itu menerima anugrah luar biasa itu dari sang Kaisar.


Dia langsung berlutut dihadapan Kaisar mengucapkan rasa terimakasih nya, karena dianugerahi pil maha hebat itu.


Melihat hal itu, jendral pertama, tanpa diperintah, segera menelan pil yang berada di tangan nya itu.


Kejadian seperti punggawa tadi pun terjadi pula kepada sang jendral pertama, tingkat kultivasi nya naik dua tingkat dari semula, dan tubuh nya sepuluh tahun lebih muda dari usia semula.

__ADS_1


Melihat kesuksesan jendral pertama, dengan hati yang mantap, jendral kedua pun menelan pil kecil yang berada di tangan nya itu kedalam mulut nya.


Kembali kejadian yang menimpa jendral pertama terjadi kepada jendral kedua.


Tingkat kultivasi nya naik dua tingkat serta tubuh nya menjadi lebih muda sepuluh tahun.


Tetapi Disamping manfaat positif yang spontan mereka rasakan, tanpa mereka sadari, mereka sudah menelan biang racun hidup yang sedang membentuk koloni di dalam tubuh mereka.


Jendral ketiga setelah melihat keberhasilan dua jendral sebelum nya, buru buru menelan pil milik nya juga, dan langsung berkultivasi mengumpulkan energi nya.


Cuma dalam beberapa saat saja, terdengar ledakan teredam didalam tubuh nya dua kali, yang menandakan dia naik dua tingkat sekaligus, serta tubuh nya menjadi lebih muda sepuluh tahun dari sebelum nya.


Jendral ke empat segera menelan pil milik nya dan langsung duduk mengatur pernafasan nya.


Setelah beberapa saat berlalu.


"Bum!"...


"Bum!"...


Terdengar dua kali ledakan teredam di dalam tubuh sang jendral ke empat ini, dan tingkat kultivasi nya pun naik dua tingkat pula, serta tubuh nya pun menjadi lebih muda sepuluh tahun.


Sang Kaisar tertawa terbahak bahak melihat keberhasilan punggawa dan ke empat jendral nya itu.


"Ho ha ha ha ho!, bukan kah sudah kubilang ini pil asli, dan kalian tidak percaya, dari bentuk tampilan nya saja, aku tahu jika ini pil Dewa kualitas terbaik yang asli, sekarang aku akan meminum dia butir sekaligus!" kata sang Kaisar Dewa palsu itu dengan bangga nya, karena cita cita nya menjadi Kaisar nya para dewa di seluruh semesta ini, akan segera terwujud.


Sang Kaisar Dewa segera menelan dua butir pil Dewa kualitas terbaik itu secara bersama an.


Beberapa saat tubuh nya menggigil seperti kedinginan, lalu seberkas cahaya biru redup menyelimuti tubuh nya.


Bersamaan dengan itu,


"Bum!"...


"Bum!"...


"Bum!"...


"Bum!"...


Empat kali suara ledakan teredam terjadi didalam tubuh sang Kaisar, pertanda tingkat kultivasi nya sudah naik empat tingkat sekaligus.


Sedangkan tubuh nya menjadi semakin muda dari semula.


Alangkah gembira nya sang kaisar mendapati kejadian itu.


"Tabib Wen!, akhirnya kau berhasil, nah ini imbalan untuk mu!" kata sang Kaisar sambil melemparkan sebuah cincin ruang kepada Ar Wan Wen kawe itu.


Shin Liong menerima dan mengintip isi nya, ternyata setumpuk kepingan emas dan permata yang sangat banyak jumlahnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2