Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Teng Kwan Berulah.


__ADS_3

A Yong tahu jika semua prajurit muda itu banyak yang tidak menyukai nya, lantaran kedekatan nya dengan putri Siaw Eng.


Akhirnya, dengan berat hati, dia terpaksa mengalah pada keputusan sang jendral muda itu.


Yang sangat tidak dia mengerti adalah, cepat nya sikap sang jendral itu berubah.


Malam kedua, mereka menginap di dalam hutan kembali.


Seperti biasa nya, A Yong dan jendral Huang Fu Shen berada satu tenda, sedangkan para prajurit yang lain berada di tenda lain nya, sambil bergantian berjaga jaga.


Setelah bersantap malam, seperti biasa nya, sang jendral muda itu mengajak A Yong untuk minum teh dulu sebelum tidur.


Namun kali ini, setelah minum teh bersama sang jendral, tiba tiba A Yong merasakan tubuh nya menjadi lemah tidak bertenaga sama sekali, bahkan untuk mengangkat tangan nya pun dia tidak mampu lagi.


Sementara itu, kepala nya kian terasa sakit dan mata nya kian mengantuk saja.


Sebelum terjatuh pingsan, A Yong sempat mendengar suara sang jendral yang tertawa aneh.


"Ha ha ha ha, Shin Liong !, kini putra mu ada di genggaman ku, akan ku bawa putra mu ini ke dunia Betara, dunia dimana manusia berkepandaian tinggi terlalu banyak disana, biar mereka yang membunuh mu, aku tidak usah bersusah payah, ha ha ha ha !, tuan Fu Mo Sam Kak memang luar biasa cerdik nya, aku harus segera menuju ke arah portal menuju ke Dunia Betara itu berada, tetapi sebelum itu, aku ingin menguji kehebatan ku dahulu dengan membunuhi semua prajurit tidak berguna ini !" kata Jendral Huang Fu Shen sambil berjalan keluar dari kemah nya dan segera bergerak membantai kedelapan orang prajurit itu.


Setelah selesai membantai kedelapan orang prajurit, jendral Huang Fu Shen pun tiba tiba berubah menjadi tubuh seorang laki laki bernama Teng Kwan.


Laki laki bernama Teng Kwan itu mengedarkan pandangan nya ke sekeliling nya, kemudian tertawa terbahak bahak, lalu dengan lantang dan nyaring, dia berkata, "aku Dewa muda Teng Kwan, tidak akan berhenti sebelum dendam ku terbalas kan, Shin Liong !, dengarlah, aku akan membawa putra mu ke dunia Betara, dunia dimana manusia berilmu tinggi dan berwatak angkuh serta serakah berkumpul, jika kau memang hebat, kau harus menyusul putra mu, karena jika tidak, putra mu akan ku bunuh !, waktu mu cuma dua purnama saja, bila setelah dua purnama kau tidak menemukan putra mu, ku pastikan jika dia tewas di tangan ku, ha ha ha ha !" kata Dewa muda Teng Kwan bergema ke seantero hutan.


"Hm !, kalian pikir aku tidak tahu jika kalian sedang mengintip aku ?, huh, aku sengaja tidak membunuh kalian berdua, agar kalian menceritakan kepada Shin Liong bahwa putra nya telah ku bawa pergi !" gumam Teng Kwan setengah berbisik, sambil memasukan tubuh A Yong yang telah terkena racun pelumpuh urat itu kedalam cincin ruang nya.


Setelah itu, dengan satu genjotan saja, tubuh Teng Kwan hilang di kegelapan malam.


Lama tempat itu hening, tidak terdengar apapun juga, cuma suara jangkrik bersahutan dengan suara burung hantu.


Malam berlalu dengan lambat, dan bulan sabit mengintip dengan sedih nya.


...----------------...


Pada saat yang sama, di kota Raja, di rumah kediaman Shin Liong .


Shin Liong dan Putri Xuan Yi sedang tertidur pulas, karena malam ini kebetulan jadwal Shin Liong tidur dengan istri kedua nya itu.


"Ayah !, tolong aku ayah !"...


Shin Liong tersentak bangun dari tidur nya.

__ADS_1


Nafas nya memburu seperti baru selesai bertarung hebat.


"A'ada apa kakak bangun tiba tiba ?" tanya putri Xuan Yi cemas melihat sang suami yang tidak seperti biasa nya itu.


"Aku mendengar suara A Yong meminta tolong, jangan jangan putra ku dalam bahaya meme !" kata Shin Liong berkeringat dingin.


Putri Xuan Yi memeluk sang suami, berusaha menenangkan nya.


"Kakak jangan terlalu cemas seperti itu, ayo kita temui ibu, siapa tahu ibu tahu jawaban nya !" kata putri Xuan Yi sambil membimbing tangan sang suami, untuk keluar dari kamar itu, menuju ke kamar sang ibu mertua nya.


"Tunggu nak !, tunggu ibu nak!, jangan pergi sayang, jangan tinggalkan ibu!" ...


Tiba tiba dari kamar Dewi Nuwa, terdengar teriakan wanita cantik itu sedemikian nyaring nya.


Dengan rasa cemas, Shin Liong segera masuk kedalam kamar Dewi Nuwa.


Dilihat nya sang istri kini telah duduk di tepi tempat tidur dengan mata yang basah oleh air mata nya.


"Ada apa Dewi, apa yang terjadi ?" tanya Shin Liong sambil memeluk tubuh Dewi Nuwa.


Begitu juga Putri Xuan Yi, dengan erat, dia peluk kakak madu nya itu.


"Tenanglah kakak, minum lah dulu kak, setelah itu baru ceritakan apa yang terjadi ?" kata Putri Xuan Yi.


"Nak!, tenangkan hati mu, hingga saat ini, cucu ku masih selamat, meskipun dia dalam bahaya !" terdengar suara Dewi Chang 'e menenangkan sang menantu nya itu.


Dewi Nuwa memeluk tubuh Dewi Chang 'e sambil terisak menangis.


"Ibu !, tadi A Yong datang berpamitan kepada ku, kata nya dia akan pergi jauh kedunia yang terkurung, saya berusaha menahan nya, tetapi dia tetap pergi Bu, tolong A Yong Bu, tolong putra ku Bu !" ratap Dewi Nuwa didalam pelukan Dewi Chang 'e


"Tenanglah nak, jiwa A Yong juga mendatangi ibu tadi nak, kau harus bersabar nak, percayalah, bahwa tidak semudah itu orang mempecundangi cucu ku itu, dan eyang nya pasti menjaga nya dari bahaya, namun jalan takdir kita tetap harus kita jalani sendiri!" kata Dewi Chang 'e menenangkan hati menantu nya itu.


Meskipun sang Dewi ini bisa menenangkan hati menantu nya, tetapi dari sudut mata sang Dewi itu terlihat ada dua bulir air mata yang jatuh menetes bergulir di pipi nya.


"Sebaik nya kita tunggu saja beberapa hari lagi, hingga kita menemukan kepastian, apa yang telah menimpa kepada cucu ku itu !" kata Ar Wan Wen memberikan usul nya.


Sedangkan Li Lian sambil terisak, memeluk sang putri yang terlihat sangat terpukul itu.


"Sabarlah nak, sabarlah, ibu tahu kau kuat nak, kau putri ibu yang sangat ibu banggakan nak !" kata Li Lian berusaha menguatkan hati sang putri, namun tak urung, air mata nya berderai jua membasahi pipi.


Sementara itu, Shin Liong sudah duduk bersila di atas lantai, melepaskan semua panca indera nya, menyatu kan dengan sang kakek.

__ADS_1


"Kakek !, apa yang terjadi dengan putra ku kek, katakan pada ku apa yang sebenar nya terjadi pada nya !" tanya Shin Liong kepada sang kakek lewat suara hati nya.


"Cucu ku !, bersabarlah nak !, ini memang sudah di gariskan oleh sang maha kuasa nak !, tidak akan ada akibat tanpa ada sebab , apa bila sang maha kuasa ingin menaikan tingkat kemuliaan seseorang , maka dia akan membuat sesuatu sebab hingga orang tersebut terpuruk di dalam keadaan sedih dan bahaya yang besar, tetapi percayalah nak , tidak ada yang sia sia dengan apa yang Thian lakukan ini , tidak ada cara lain bagi kalian, selain menghadapi nya dengan kesabaran penuh !" kata kakek Qin.


"Lalu apa yang terjadi dengan putra ku, dan bagai mana ke adaan nya kek ?" tanya Shin Liong lagi.


"Putra mu telah di culik dan ditawan oleh Teng Kwan yang dantian nya telah kau musnahkan !" jawab kakek Qin.


Shin Liong sangat terkejut bukan main mendengar jawaban dari sang kakek.


"Teng Kwan ?, bagai mana bisa ?, bukankah pukulan Sejati inti semesta ini bersifat permanen kakek ?" tanya Shin Liong tidak mengerti.


"Ya , jurus itu tidak ada obat dan anti nya nak , tetapi apa yang tidak bisa bagi Raja iblis , meskipun sebenar nya tubuh Teng Kwan sudah tidak bisa berkultivasi lagi, tetapi Raja iblis memasukan jiwa Kalasura putra nya yang tewas terkena racun hidup yang kau lepaskan kedalam tubuh Teng Kwan , sehingga Teng Kwan memiliki kemampuan setara dengan Dewa , tetapi Teng Kwan bodoh itu tidak mengerti jika itu cuma tipu daya Raja Iblis untuk menghidupkan putra nya kembali dengan memakai tubuh Teng Kwan, dan pada waktu nya nanti, sesuai dengan perjanjian yang mereka buat, tubuh Teng Kwan akan sepenuh nya di kuasai oleh Kalasura sang pangeran iblis itu !" jawab kakek Qin lagi.


"Lalu sekarang dimana putra ku kek ?" tanya Shin Liong lagi.


"Putra mu telah diracun oleh Kalasura yang mempergunakan tubuh Teng Kwan dengan racun lumpuh urat, sehingga A Yong tidak berdaya, dan disekap di dalam sebuah cincin ruang, serta di bawa kabur ke Dunia Betara, dunia tempat manusia manusia berkepandaian tinggi serta angkuh berada, Dunia ini telah ku tutup dengan tirai gaib bola baja serta ku kunci dengan formasi segel Dewa, agar seluruh penghuni nya tidak bisa keluar lagi, seribu tahun yang lalu, karena banyak nya para Dewa yang mereka bantai , aku cuma menyisakan satu lobang kecil saja tempat keluar masuk, dan entah bagai mana, sang Raja Iblis bisa tahu lobang rahasia itu ?, bila nanti kau kesana, berhati hatilah nak, mungkin ini ujian terberat mu, karena disana manusia yang setara dengan ilmu mu banyak, bahkan tidak mustahil, ada yang mampu melebihi mu !" kata kakek Qin mengakhiri penjelasan nya.


Setelah hubungan batin dengan sang Kakek selesai, Shin Liong segera membuka mata nya, dan bangkit berdiri, berjalan ke arah jendela, menatap hamparan bunga bunga di taman.


Tiba tiba kerinduan pada sang putra membuncah di dada nya.


Dia rindu dengan canda tawa putra nya itu, rindu bagai mana sang putra suka menjahili nya, bagai mana mereka ber gurau seperti dia sahabat saja, Kini sang putra berada entah dimana, menentang bahaya sendirian.


Shin Liong menatap bunga bunga, tidak ingin orang orang melihat air mata nya menetes.


Dia adalah laki laki utama, benteng pertama di keluarga ini, bila dia tidak tegar, maka seluruh keluarga ini akan hancur.


Dia harus kuat menerima ujian berat ini, dia akan berjuang hingga nafas terakhir nya, untuk membebaskan sang putra.


Ditarik nya dalam dalam nafas nya yang terasa begitu berat.


Tiba tiba dia merasa tubuh nya di peluk dari kanan dan kiri.


Putri Xuan Yi dan Dewi Pelangi telah memeluk tubuh nya, menguatkan hati nya.


"Sabarlah kak, kita akan berjuang bersama, kami tahu meskipun kakak tidak mengatakan nya, masalah yang kakak hadapi sangat berat, kita adalah satu kesatuan kak, ayo kita berjuang bersama , kakak adalah pemimpin kami !" kata Putri Xuan Yi menguatkan hati sang suami.


"Ya , kakak adalah satu satu nya laki laki yang kami kagumi karena kuat nya menghadapi segala masalah, bila perlu bercerita, maka bercerita lah kepada kami kak, meskipun tubuh kita terpisah, tetapi pada hakikat nya, kita adalah satu kesatuan !" Dewi Ying Fa atau Dewi Pelangi menyapu dua butir air bening yang mengalir di pipi suami nya itu.


Dia juga tidak ingin melihat sang suami nampak lemah dalam menghadapi masalah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2