Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Bersekutu dengan Iblis.


__ADS_3

Kita tinggalkan Shin Liong sejenak, untuk melihat disuatu tempat nun cukup jauh di selatan.


Entah sudah berapa lama laki laki itu berjalan sendirian di tengah hutan.


Letih dan lelah tidak lagi dia hiraukan, meskipun baju dan celananya banyak yang koyak koyak.


Yang dia makan cuma sejenis cendawan dan pucuk pucuk kayu, serta buah buahan hutan yang dia temukan saja.


"Tunggulah kau Shin Liong !!, sampai kapan pun aku akan tetap membayar utang yang kau berikan pada ku ini, dan kelak aku akan membayar berkali kali lipat dari yang aku rasakan ini !" gumam laki laki itu sambil terus berjalan menerobos rimbun nya hutan.


Hingga tibalah dia diatas tonjolan sebuah batu besar di bibir jurang.


"Wahai para iblis !, dengarlah permohonan ku ini !, akan ku gadaikan jiwa raga ku pada kalian, bila saja kalian dapat membatu membayar kan semua dendam ku kepada Shin Liong jaha*am itu !" teriak laki laki itu sekuat tenaga nya.


Dia terus mengulang ulang perkataan nya beberapa kali dengan suara yang sangat keras.


Energi kegelapan yang sangat pekat keluar dari dalam tubuh laki laki itu.


Energi ini sangat disenangi oleh para iblis, karena di hidung mereka, aroma energi ini laksana aroma masakan yang paling lezat sekali.


Tanpa disadari oleh laki laki itu, sedari beberapa hari ini, dia sedang di awasi oleh seorang laki laki tua bertubuh kurus dan bongkok.


Meskipun kurus, tetapi mata laki laki sangat tua itu tidak mencekung kedalam, tetapi justru seperti terjuntai keluar kedua dua nya.


Laki laki tua ini bertubuh sangat unik, kaki nya sangat pendek, tetapi kedua tangan nya panjang dan kurus, sehingga antara ujung tangan nya dan ujung kaki nya, letak nya jadi sejajar.


Rambut laki laki sangat tua ini yang keseluruhan nya sudah putih semua itu di Gelung diatas kepala nya, seperti khas nya rambut para pertapa.


Tetapi beda nya dari pertapa adalah tubuh laki laki itu tidak di tutupi oleh sehelai benang pun, hanya bagian pinggang nya saja yang di tutupi oleh sejenis selendang yang dililit dan di bentuk seperti celana, sehingga kedua belah paha kurus laki laki sangat tua itu terlihat.


Namun meskipun begitu, gerakan laki laki tua ini sangat cepat, sangking cepat nya, gerakan nya tidak bisa di ikuti oleh mata manusia.


Laki laki tua itu bergerak seperti menembus ruang waktu saja layak nya.


Beberapa hari ini dia tertarik mengikuti laki laki muda itu secara diam diam, karena aroma energi Qi hitam yang keluar dari dendam laki laki Muda itu begitu pekat, dan sangat menarik perhatian nya.


Beberapa kali kakek tua itu berada di belakang laki laki muda itu, tanpa bisa disadari oleh laki laki muda itu sendiri.


Mendengar ucapan nyaring dari laki laki muda itu, wajah kakek tua itu tersenyum menyeringai, sehingga tampaklah gigi gigi nya yang besar dan runcing runcing itu.


"Wahai para Setan dan Iblis, dengarlah, aku menawarkan tubuh dan jiwa ku pada kalian, ambilah tubuh dan jiwa ku, asal kalian bisa membalas kan dendam dan sakit hati ku ini kepada Shin Liong jaha*am itu !" teriak laki laki muda itu kembali.


"Hi hi hi hi ho ho ho ho ha ha ha ha !!" ...


Tiba tiba di seantero hutan itu terdengar suara tawa nyaring beserta energi luar biasa besar nya, sehingga pohon pohon di seluruh hutan itu bergetar, berderak seperti di tiup angin ribut saja layak nya.

__ADS_1


"Wahai Setan !, wahai Iblis, keluarlah, dan temui aku, aku ada penawaran kepada mu !" teriak laki laki muda itu.


Suara tawa itu masih saja menggema di seantero hutan itu.


Namun belum hilang suara tawa itu, tiba tiba di hadapan laki laki muda itu muncul seorang kakek sangat tua yang bertubuh aneh.


Laki laki muda itu mundur beberapa langkah kebelakang, melihat kehadiran kakek tua yang begitu tiba tiba itu.


"Hei,,, kenapa kau mundur heh ?" tanya kakek tua itu dengan suara berat.


"Ti' tidak apa apa kek, aku cuma terkejut dengan kemunculan kakek yang begitu tiba tiba !" kata laki laki itu agak gugup.


"Ho ho ho ho ha ha ha ha, aku mencium aroma dendam dan kebencian yang begitu kuat dari mu heh, aku sangat menyukai itu, perut ku kenyang menyantap aroma itu anak muda, aku sangat menyukai manusia seperti mu ini, yang hidup nya di penuhi oleh kedengkian, amarah, ambisi, dan dendam, aku akan membantu mu anak muda, katakan apa kesulitan mu kepada ku sekarang !" kata kakek itu dengan suara yang sangat berat.


"Benarkah kakek bisa membantu ku kek ?" tanya laki laki muda itu kurang yakin.


"Ho ho ho ha ha ha ha, kau tidak mempercayai aku kah ?, lihatlah batu besar di kejauhan itu hei manusia bo*oh !" kata kakek tua itu sambil menunjuk sebuah batu sebesar rumah di kejauhan, sekitar berjarak dua ratus langkah dari mereka berdua.


"Bum !" ...


Tiba tiba batu sebesar rumah itu hancur menjadi serpihan kecil kecil, tanpa di sentuh sama sekali.


Laki laki muda itu langsung berlutut dihadapan kakek tua renta sakti itu.


"Saya percaya kek !, saya percaya pada kakek, nama saya Teng Kwan, saya bekas Dewa muda di Istana langit, tetapi karena perbuatan dari seorang pemuda bernama Shin Liong , yang membokong saya dari belakang dengan pukulan Sejati inti semesta nya, sehingga seluruh kultivasi saya musnah begitu saja, dan saya di keluarkan dari deretan para Dewa muda, seandainya ada yang bisa mengembalikan kekuatan saya seperti semula, agar saya bisa membalaskan dendam saya, saya bersumpah akan menyerahkan jiwa dan raga saya untuk menghamba kepada nya selama lama nya !" kata laki laki bernama Teng Kwan itu.


Sebenar nya nama yang dia sebutkan tadi adalah gelar kakek tua ini sewaktu masih muda dahulu, sekarang usia kakek tua itu sudah lebih dari sepuluh ribu tahun, dialah sang Raja Iblis.


Dia keluar karena menaruh dendam yang sama pada manusia yang telah mencelakai anak cucu nya itu.


Selaku Raja Iblis, untuk mengetahui siapa yang telah mencelakai keturunan nya itu, bukan lah hal yang sulit bagi nya.


Tetapi satu hal yang harus dia hindari adalah berhadapan langsung dengan manusia sebagai lawan nya.


Karena meskipun dia sangat sakti, tetap saja dia tidak kuat menghadapi cahaya Illahi yang ada pada manusia itu, meskipun cahaya itu kecil saja.


Tetapi satu hal yang bisa dia pergunakan adalah mengadu domba sesama manusia itu sendiri.


Maka nya setelah bertemu dengan Teng Kwan, kakek tua renta ini sangatlah senang nya, karena ada beberapa rencana yang akan dia laksanakan lewat manusia bernama Teng Kwan ini.


Laki laki bernama Teng Kwan itu tersenyum mendengar pernyataan dari kakek tua yang bernama Fu Mo Sam Kak itu.


"Benarkah itu kek ?, kalau benar, saya mau menanggung apa saja resiko nya, asalkan dendam saya bisa terbalaskan kek !" tegas Teng Kwan bersemangat.


"Baiklah !, bila itu keputusan mu, maka syarat nya, kau cuma mengikuti ucapan ku saja, dengar kan lah wahai manusi sesat, dan ikuti ucapan ku ini !" kata kakek tua, jelmaan dari Raja Iblis itu.

__ADS_1


Kakek tua itu lalu mengucapkan janji dan sumpah setia serta menyerahkan jiwa raga nya kepada Raja Iblis yang di ikuti oleh laki laki bernama Teng Kwan itu.


Tanpa di sadari oleh Teng Kwan sendiri, bahwa ucapan yang dipandu oleh kakek tua renta itu, adalah sebuah mantra sihir dari Raja Iblis yang sangat kuat.


Mantra ini berguna untuk mengikat jiwa seseorang, agar mau menjadi budak iblis selama lama nya.


Setelah mengucapkan mantra perjanjian itu, selanjut nya laki laki bernama Teng Kwan, segera duduk bersila di atas batu besar tempat nya berdiri tadi, dengan memejamkan mata nya serta mengosongkan segenap rasa dan pikiran nya.


"Kalasura putra ku, kini waktu nya telah tiba, kekuatan hitam telah bertemu dengan manusia berhati hitam dan bersifat seperti sifat kita, maka masuk lah kedalam tubuh baru mu ini, kau akan sepuluh kali lebih kuat dari para Dewa, buat perhitungan pada manusia yang sudah banyak mempersulit kita itu !" teriak sang kakek tua renta sambil mengacungkan sebuah guci kecil ke arah kening Teng Kwan itu.


Kemudian guci kecil berwarna hitam legam itu di putar putar di sekeliling wajah Teng Kwan, lalu di putar lagi mengelilingi seluruh tubuh Teng Kwan.


Setelah acara memutar guci kecil tadi di lakukan sebanyak tiga kali, lalu kembali di letakan di dahi laki laki bernama Teng Kwan itu.


Selanjut nya tutup guci kecil itu di buka oleh sang kakek tua renta itu.


Ketika tutup guci itu di buka, terlihat asap hitam bergumpal gumpal keluar dari dalam guci kecil itu, lalu masuk kedalam tubuh laki laki bernama Teng Kwan itu, lewat antara kedua kening nya.


Beberapa saat setelah asap hitam itu lenyap seluruh nya, masuk kedalam tubuh Teng Kwan , laki laki itu pun membuka mata nya.


Saat membuka mata nya, tiba tiba dia merasa ada energi sangat besar bergolak di dalam tubuh nya.


Meskipun tidak memiliki dantian lagi, ternyata kini dia masih bisa memiliki energi luar biasa di dalam tubuh nya.


Bahkan kini energi yang dia miliki seperti berlipat ganda besar nya.


Laki laki itu gembira bukan main,


Dia segera mengeluarkan berbagai jurus yang dulu memang telah di kuasai nya.


Dan benar saja, semua jurus jurus nya telah memiliki energi yang berlipat ganda besar nya.


Sebenar nya, tanpa dia sadari, di dalam tubuh nya, kini bercokol iblis Kalasura yang tewas karena racun hidup, dan jiwa nya di tampung oleh sang Raja Iblis di dalam guci kecil itu, untuk di Carikan tubuh yang baru.


"Wahai manusia hina, pergilah ke timur, cari hutan di tepi sebuah rawa besar, jangan masuki rawa itu, tetapi tunggu lah saja hingga orang yang kau tunggu itu keluar ke arah hutan itu, mengerti kah kau bo*oh ?" tanya kakek tua itu.


Dengan menganggukkan kepala nya, laki laki bernama Teng Kwan itu berkata, "saya mengerti kek, saya mengerti !"...


"Plak !"...


"Plak !"...


Dua kali telapak tangan kakek tua itu mampir di pipi sang laki laki bernama Teng Kwan itu, hingga meninggalkan bekas biru lebam.


"Hei manusia hina yang bo*oh !, mulai sekang !, kau harus memanggil aku tuan, karena mulai sekarang, kau adalah budak ku, kau mengerti kah ?" teriak kakek tua itu dengan suara berat dan nyaring.

__ADS_1


Laki laki bernama Teng Kwan itu cuma bisa mengangguk saja kini.


...****************...


__ADS_2