Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Siasat.


__ADS_3

Di depan pintu gerbang, para penjaga pintu gerbang melarang Shin Liong untuk masuk, tetapi dengan berbagai macam alasan, akhirnya dia di ijin kan oleh para penjaga untuk menemui sang jendral.


Sang jendral sendiri terlihat seperti baru tiba di tempat kediaman nya itu.


Awalnya nampak wajah sang jendral tua itu keberatan menerima Shin Liong di tempat itu, tetapi setelah berbincang beberapa waktu, nampak sang jendral suka dengan kepribadian dari Shin Liong yang ramah dan jujur serta agak lugu itu.


Hingga akhir nya Shin Liong di terima di ruang pribadi sang jendral, dimana tidak semua orang boleh masuk ketempat itu.


Setelah berhadapan berduaan di dalam ruangan itu, akhirnya sang jendral bertanya kepada Shin Liong .


"Siapakah nama mu nak?" tanya Sang jendral.


"Nama hamba Shin Liong tuan jendral!" jawab Shin Liong singkat.


"Ada apakah nak?, apa yang ingin kau sampaikan kepada ku, sekarang ini keadaan negara dalam masa kritis, putra mahkota tidak di ketahui rimba nya, sedangkan sang kaisar telah mangkat sore tadi!" kata sang jendral tua itu.


"Maap tuan jendral, saya tahu tuan jendral adalah pendukung setia sang Kaisar, makanya saya menemui jendral di sini, saya butuh dukungan dan bantuan dari jendral demi kelangsungan dan kebaikan negeri ini tuan!" kata Shin Liong bersungguh sungguh.


Jendral Bo Antiong menatap wajah Shin Liong dalam dalam, meneliti apakah ada gurat kebohongan di sana.


Setelah tidak menemukan gurat kebohongan di wajah Shin Liong , akhirnya sang jendral berkata, "kesetiaan ku tidak perlu diragukan lagi nak, jiwa raga ku kuserahkan untuk negeri ini, sekarang pun aku siap mati bila itu bisa memulihkan keamanan negeri ini!" jawab sang kaisar dengan wajah sendu.


"Tuan jendral, bila ku katakan sang Kaisar sebenar nya belum meninggal, apakah tuan percaya?" tanya Shin Liong.


Mendengar kata kata yang keluar dari mulut Shin Liong itu, tiba tiba sang jendral tua itu tertawa terbahak bahak hingga air mata nya keluar.


"Nak, aku sama seperti dirimu, ingin rasa nya untuk tidak mempercayai berita ini, tetapi tadi sore, aku sudah memeriksa jasad sang Kaisar, dan hasil nya, Kaisar memang suda benar benar meninggal nak, jadi kita hanya bisa menerima nya, dan berusaha untuk menemukan putra mahkota, jangan sampai putra mahkota terlebih dahulu di temukan oleh orang orang nya sang pangeran Chi You, itu bisa berbahaya untuk keselamatan sang putra mahkota sendiri!" kata sang jendral.


"Tuan jendral!, untuk itulah hamba meminta tolong kepada tuan ku, karena malam ini sang putra mahkota sedang menuju istana, untuk melihat keadaan sang kaisar, hamba khawatir dengan keselamatan nya tuan ku!" kata Shin Liong.


Sang jendral tua itu tersentak kaget mendengar perkataan dari Shin Liong itu.


"Bagai mana kamu bisa mengenal putra mahkota?" tanya sang jendral Bo Antiong heran dan agak ragu ragu untuk percaya.


"Tuan jendral, baiklah akan hamba ceritakan secara singkat saja, pada suatu hari, saat saya sedang beristirahat di tengah sebuah hutan di pinggir sungai kecil, tiba tiba saya bertemu dengan seorang anak muda yang sedikit lebih tua dari hamba yang bisa merubah diri nya menjadi siapa saja tanpa perlu topeng atau apapun juga, anak muda itu sedang sakit terkena racun kerak neraka dan hampir tewas, hamba berusaha menolong nya, dan hamba berhasil, ternyata dia mencari keberadaan Tabib Dewa, tetapi sayang, tabib Dewa sudah tidak ada lagi, lalu kami berdua pergi kekota raja Sun Cao ini tuan" kata Shin Liong .

__ADS_1


"Seorang anak muda yang bisa berubah menjadi siapa saja?, berarti kau benar dan tidak berdusta, karena hampir tidak ada yang mengetahui jika Ban Mian Fu itu adalah sang putra mahkota sendiri, aku akan mempercayai kata kata mu nak, lalu apa lagi yang kau ketahui nak?" tanya jendral tua itu.


"Sebenar nya, sang kaisar belumlah tewas tuan jendral, hamba telah bertemu dengan sang Kaisar tadi siang, dan telah berhasil mengobati beliau, dan keadaan sang Kaisar saat ini adalah hamba yang mengatur nya, dengan menyuruh sang Kaisar meminum satu butir pil buatan hamba, sehingga tubuh Kaisar benar benar beristirahat total, cuma telinga dan pikiran beliau saja yang tidak beristirahat tuan, dan saat ini Kaisar sama saja dengan mati suri, ini kami lakukan untuk menjebak sang pangeran dan antek antek nya tuan!" jawab Shin Liong .


Sang jendral tua itu termenung sejenak sambil menatap kearah wajah Shin Liong.


"Lalu apa yang harus aku lakukan nak?" tanya jendral tua itu lagi.


"Tuan bisa menghubungi para jendral yang masih setia kepada sang kaisar, dan bawa untuk bersiaga di istana, dan kendalikan situasi di istana, tetapi jangan sampai ada yang tahu bahwa sang kaisar masih hidup, katakan saja untuk melindungi putra mahkota tuan!" saran dari Shin Liong untuk sang jendral.


"kalau untuk mengendalikan situasi di istana, saya bisa nak, cukup banyak jendral yang masih setia kepada sang kaisar, tetapi yang menjadi masalah adalah jendral besar Guan Saoji nak, laki laki itu terlalu sakti, entah dia berasal dari mana, sebelum nya kami tidak pernah melihat nya!" kata sang jendral tua itu.


"malam ini juga saya akan melobi sang jendral besar itu tuan, doa kan saja jendral besar itu mau berpihak kepada kita, tuan dan para jendral yang lain serta prajurit yang masih setia kepada sang kaisar, cukup kendalikan situasi di dalam istana dan jaga keselamatan para kerabat Kaisar yang masih setia, selebihnya, biarkan besok pagi berjalan sebagai mana mestinya!" kata Shin Liong dengan percaya diri yang kuat.


"Kalau begitu, baiklah nak, selamat berjuang, semoga kau bisa meyakini sang jendral besar untuk memihak kepada kita, bila itu berhasil, maka hampir bisa dipastikan keamanan negara, bisa kita kendalikan nak!" kata sang jendral dengan rasa haru.


Setelah berpisah, malam itu juga sang jendral tua itu bergerilya dari satu rumah kerumah para jendral yang lain nya, untuk menyusun kekuatan dan bergerak mengamankan istana.


Malam masik belum beranjak larut, di kediaman jendral besar Guan Saoji, nampak beberapa punggawa baru saja keluar dari rumah kediaman sang jendral besar itu, setelah melakukan rapat darurat di ruang utama rumah kediaman sang jendral besar itu.


Ketika sang jendral besar itu masuk kedalam kamar tidur nya, seorang pemuda sudah berdiri di samping pintu kamar, tanpa ada satu penjaga pun yang mengetahui nya.


"Pantesan sedari awal aku merasa ada hawa iblis, ternyata kau mahluk terkutuk itu ya, rupanya ini semua adalah aturan mu!" kata Shin Liong berang.


"Si,,,siapa kau, bagai mana kau tahu aku bangsa mahluk iblis?, kau tahu kami tidak bisa mati?" tanya jendral besar itu.


"Kau terlalu yakin mahluk hina, kau lupa atau tidak mengerti, bahwa Yang tidak bisa mati itu raja kalian, sang raja iblis Lou Shi Fer saja, tetapi dia tidak memiliki kekuatan apapun selain fitnah dan siasat licik, makanya dia menyuruh para anak buah nya untuk berinteraksi dengan bangsa manusia, karena kalian memiliki kekuatan, tetapi tidak bisa hidup kekal, alias bisa mati juga" kata Shin Liong dengan tenang.


Mendengar perkataan dari Shin Liong itu, tiba tiba tubuh jendral besar itu bergetar hebat, kemudian mengeluarkan asap hitam, dan pelan pelan, wujud sang jendral besar itu berubah menjadi sesosok mahluk hitam berlengan panjang menjuntai serta kaki yang pendek,sehingga ujung kaki dan tangan nya terlihat hampir sejajar.


Sedangkan di kepala nya, ada dua buah tanduk di kanan dan kiri kepala nya, dengan mulut mencuat empat buah taring dan kuku yang hitam dan runcing dan. tajam seperti pedang.


"Karena kau sudah tahu semua nya, maka, kau harus mati sekarang juga!" ucap mahluk itu dengan suara berat dan serak.


Ternyata mahluk itu benar benar cukup sakti, tingkat kultivasi nya saja berada pada tingkat Dewa laut akhir.

__ADS_1


Mahluk itu segera menyerang kearah Shin Liong dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa.


Beberapa kali pukulan nya yang berhasil di hindari oleh Shin Liong, membentur dinding, namun aneh nya, dinding itu seolah terbuat dari baja super keras, sehingga pukulan itu tidak bisa menjebol dinding, bahkan membangunkan penghuni yang lain pun tidak.


Semua itu terjadi, tentu saja karena ruangan itu telah Shin Liong pasangi tirai gaib punggung kura kura, agar apapun yang terjadi di dalam, orang di luar kamar tidak akan bisa mendengarkan nya.


Beberapa kali pukulan dari mahluk iblis itu, meleset, menghantam dinding hingga berderak nyaring, namun tidak juga bisa menjebol nya.


Bahkan ada beberapa pukulan dari mahluk iblis itu yang berbalik mental menghantam diri nya sendiri hingga terpental dan menabrak di ding ruangan itu.


Tetapi hal itu tidak juga mampu membuat dinding itu jebol, bahkan membuat orang luar mendengar pun tidak bisa.


Sudah beberapa puluh jurus berlalu, jangan kan untuk menjatuhkan lawan nya, menyentuh Shin Liong saja mahluk itu tidak bisa.


Karena kecepatan gerak dari Shin Liong yang luar biasa cepat nya itu, beberapa kali mahluk itu terpental terkena pukulan dari Shin Liong yang di lancarkan dengan seperempat energi nya itu.


Karena merasa sudah tidak ada jalan lain lagi, maka beberapa kali mahluk itu berusaha kabur, namun dia menjadi heran tatkala beberapa kali pintu, jendela, bahkan lobang kecil sekalipun tidak bisa dia buka dan dia tembus.


Karena sudah sangat terpojok sekali, akhirnya mahluk itu menjadi super nekat, ingin mati bersama Shin Liong .


Beberapa kali, dia membenturkan pukulan nya pada Shin Liong, karena mengira pukulan dari Shin Liong itu sudah titik maksimal nya, tetapi hingga beberapa kali terjadi benturan, Shin Liong tetap tidak dapat tergoyah kan.


Hingga pada satu ketika, di tangan Shin Liong tahu tahu tergenggam sebilah pedang kristal putih.


Pedang itu awalnya berhawa biasa saja, tetapi lama kelamaan, pedang kristal Katai putih itu seperti menyala api berwarna putih susu dan semakin lama semakin berkobar serta semakin panas saja.


Api putih dari nyala pedang kristal Katai putih inti bintang itu kian lama kian membesar, dan akhirnya menyelubungi seluruh tubuh Shin Liong.


Dan yang sangat aneh, tubuh Shin Liong jangan kan terbakar, pakaian nya saja tidak terpengaruh apa apa.


Ketika pedang kristal Katai putih inti bintang itu dibabat kan ketubuh mahluk iblis itu, spontan saja tubuh mahluk itu berubah menjadi abu berwarna kehitaman yang teronggok dilantai.


Ketika nyala api putih dari pedang kristal Katai putih inti bintang itu padam dan pedang itu sendiri menghilang dari tangan Shin Liong, tubuh Shin Liong sendiri sudah tidak nampak lagi, yang kini terlihat adalah sang jendral besar yang sedang menyapu abu yang teronggok di atas lantai kamar itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2