Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Perjalanan ke Barat .


__ADS_3

Mendengar perkataan dari Kai Ong itu , murka dan amarah di dalam hati Chu Gong Ouw meledak begitu saja .


Serentak dia berdiri sambil menatap kearah pemuda Kai Ong dengan tatapan murka nya .


Tetapi tiba tiba saja dengkul nya bergetar hebat , tidak mampu menopang berat tubuh nya .


Padahal tubuh nya kurus ceking , tetapi terasa berat nya seperti memikul sebuah gunung saja .


Chu Gong Ouw berpikir dan tersadar dengan kekeliruan nya selama ini , yang sibuk bermain main perempuan , menuruti kesenangan hati nya semata .


Akibat nya sekarang , tubuh nya ringkih dan tidak berdaya lagi , bahkan untuk menopang tubuh nya sendiri pun , energi nya sudah habis .


Tubuh Chu Gong Ouw terduduk kembali diatas tempat tidur nya , kedua dengkul nya terasa sangat ngilu luar biasa .


"Kai Ong putra ku , ingatlah dulu , aku selalu menggendong mu , menyayangi mu , janganlah berbuat kejam kepada ku nak , bagai manapun , aku tetap ayah mu , yang pernah membesarkan mu dengan kasih sayang !" ratap Chu Gong Ouw kepada Kai Ong .


Seandainya dahulu dia berkata seperti itu , tentu akal Budi Kai Ong akan menerima nya , tetapi kini , di dalam diri Kai Ong , bersemayam pangeran Iblis Kalasura yang amat kejam , yang tidak mengenal belas kasih serta rasa kemanusiaan .


"Kau terlambat menyadari nya Chu Gong Ouw , kini aku bukan putra mu lagi , aku juga bukan manusia sejati , aku tidak berdaya melawan hawa nafsu amarah ku , maafkan aku ayah !" ...


Dengan sekali tebas , tumbang lah tubuh sang Kaisar Chu Gong Ouw .


Meskipun hati kecil nya menyesal dan menangis , tetapi wajah Kai Ong terlihat tertawa senang dengan mimik mengerikan .


Di belakang Istana itu , pertarungan antara Cia Goanswe dengan Bu Thai Kam semakin seru saja .


Tetapi tingkat kultivasi dan pengalaman lebih banyak di miliki oleh Cia Goanswe , sehingga lambat laun Bu Thai Kam semakin terdesak hebat .


Akhirnya sambil menangkis sabetan pedang dari Bu Thai Kam , pedang di tangan Cia Goanswe menyeruak kearah dada Bu Thai Kam .


"Crok !" ...


Sebuah tebasan membuat luka sangat besar menganga di rusuk sebelah kiri Bu Thai Kam , hingga jantung nya terlihat dari luar .


Tanpa suara lagi , Bu Thai Kam pun tumbang ke tanah dengan nyawa yang sudah melayang ke neraka .


Dengan tewas nya Bu Thai Kam , selesai pula pertempuran di hari itu dengan kemenangan berada di tangan pasukan negeri Kai .


Para Prajurit yang bersedia bergabung serta bersumpah setia akan diampuni , tetapi bagi yang tidak bersedia , langsung di gantung di alun alun kota Luxiang .


Setelah perang usai , para Prajurit dan masyarakat bersama sama bergotong royong menguburkan jenazah para Prajurit yang mati serta membersihkan seluruh Kota Luxiang .


Hari itu pula sang Kaisar Kai Ong Than Hong Siang mengumumkan perubahan nama negeri yang awal nya bernama negeri Kai , kini di rubah menjadi Negeri Sian Than atau Negeri Dewa .


Sedangkan Cia Goanswe diangkat menjadi tuan ketua Kota , sebagai penguasa kota Luxiang dibawah sang Kaisar bersama enam ratus Prajurit Kota , sedangkan pusat pemerintahan , tetap di kota Liok Ho .

__ADS_1


Kita tinggalkan Negeri Sian Than yang baru berdiri menggantikan negeri Chu yang sempat ada beberapa waktu , untuk menengok perjalanan A Yong dan Dewi Pek Lan Hua menuju ke belahan barat , menyusul kedua orang guru nya .


...----------------...


Pada suatu pagi yang cerah , di timur bukit Guzian , terlihat berkelebat dua orang anak muda yang seorang berwajah tampan sedangkan yang seorang lagi , berwajah jelita .


Mereka berlari menggunakan ilmu lari cepat , memutari sebelah selatan bukit Guzian , menuju kota Guzian di sebelah barat bukit Guzian itu .


Sepasang muda mudi ini berlari dengan sangat ringan diantara pohon pohon Liu yang menjulang ke angkasa sambil bercanda riang .


Ya , mereka adalah A Yong dan Dewi Pek Lan Hua yang bermaksud mencari dimana letak Ang Coa Shan atau Gunung ular merah .


Karena mengikuti jalanan umum , mereka akhir nya tiba di kaki bukit Guzian .


Apa bila mereka terus mengikuti jalan raya memutari selatan punggung bukit Guzian , maka tidak akan lama , mereka akan tiba di kota Guzian , wilayah Negeri Liu .


Sepasang muda mudi ini dengan ceria nya berjalan sambil berkejar kejaran , bersenda gurau .


Dewi Pek Lan Hua yang jelita , berlarian di atas rerumputan di sela sela pohon Liu yang banyak tumbuh liar di sekitar punggung bukit Guzian itu , seperti burung Pipit yang berterbangan di tangkai padi .


Kadang kadang Dewi Pek Lan Hua berpegangan pada tangan A Yong tanpa ada rasa sungkan lagi , lalu mereka berdua berlarian diantara batang batang pohon Liu yang menjulang tinggi ke angkasa .


Suara desauan daun daun pohon Liu yang tertiup angin pegunungan , seakan lagu lagu indah yang menghanyutkan hati , dan membuai jiwa .


Kedamaian yang hakiki adalah , dimana manusia bisa hidup berdampingan dengan alam , saling menjaga dan memberi , memelihara dan melindungi .


Semenjak memasuki wilayah Negeri Liu ini , sangat terasa kedamaian dan tatanan bermasyarakat yang baik .


Segala macam usaha , tidak lagi di monopoli oleh segelintir manusia saja , atau hanya boleh di miliki oleh klan tertentu saja , tetapi semua bisa terlibat di dalam nya .


Ada petani yang berjualan hasil pertanian nya , ada masyarakat kecil yang berjualan makanan makanan kecil , kue dan aneka jajanan lain nya .


Mengarah ke pusat kota , ada berpuluh puluh toko berdiri berjejer di pinggir jalan , menjual berbagai keperluan , mulai dari pakaian , hingga obat obatan , keramik , guci dan berbagai bahan keperluan .


Di pusat kota , ada sebuah alun alun kota yang sangat besar dengan di kelilingi oleh pohon pohon Tao dan Siong yang sangat rindang .


Orang orang banyak yang bersantai di bawah pepohonan rindang itu , bersama keluarga maupun bersama teman kerja .


Bahkan tidak sedikit muda mudi yang bersantai ria sambil bercengkerama .


Beberapa orang penduduk berjualan minuman serta jajanan ringan di bawah pohon itu .


Pek Lan Hua melihat di bawah sebuah pohon yang besar dan rindang , ada seorang pemuda sedang menjual minuman dari tebu yang di giling manual dengan tangan di atas gerobak dorong nya .


Sambil menarik tangan A Yong , Pek Lan Hua mengajak nya mampir ke tempat pemuda itu .

__ADS_1


"A Yong !, dahulu bila aku diajak kedua orang guru ku ke kota Luxiang , mereka selalu mengajak aku mampir ketempat orang berjualan air tebu seperti itu , ayo kita mampir sebentar !" ajak Dewi Pek Lan Hua .


"Kakak !, buatkan kami dua buah air tebu nya ya !" kata Dewi Pek Lan Hua pada pedagang air tebu itu .


"Baiklah Siocia dan Kong Cu silahkan tunggu sebentar saja !" kata pemuda penjual air tebu itu .


Belum lagi selesai pemuda penjual air tebu itu menggiling tebu nya , datang lagi sepasang suami istri berusia sekitar tiga puluh tahunan , mampir ke tempat itu juga .


"Buatkan kami dua buah air tebu juga ya !" kata wanita yang baru tiba di tempat itu .


"Iya silahkan tunggu sebentar ya , saya masih membuatkan untuk Kong Cu dan Siocia itu dulu , silahkan duduk dulu Ci !" sahut pemuda penjual air tebu itu .


Sepasang suami istri itu duduk di atas rerumputan , di bawah pohon dekat A Yong dan Dewi Pek Lan Hua .


"Ternyata kota ini sangat ramai ya ci !" kata Dewi Pek Lan Hua menyapa wanita yang baru datang itu .


Wanita cantik berkulit agak gelap itu menoleh kearah Dewi Pek Lan Hua dan A Yong yang duduk bersandar pada batang pohon besar , "Apakah kalian tidak berasal dari kota Guzian ini ?" tanga nya .


"Tidak ci , kami dari kota Luxiang di Timur , ingin ke gunung Ang Coa Shan !" jawab Dewi Pek Lan Hua .


"Ooh gunung Ang Coa Shan masih cukup jauh lagi dari sini , jalan ke arah ke selatan dari gunung Pek Sai !" kata wanita itu lagi .


"Kota Guzian ini sangat ramai ya ci !" kata Dewi Pek Lan Hua lagi mengulangi kata kata nya .


Wanita itu tersenyum menatap kearah Dewi Pek Lan Hua , "ya me , tetapi dahulu kota Guzian ini terkenal dengan para penjahat nya , baru setelah negeri Liu berdiri dan kota Guzian ini termasuk di dalam wilayah Negeri Liu lah , kota ini aman dan teratur rapi seperti ini !" ...


"Negeri Liu ?, berarti di belahan barat ini ada sebuah negeri juga ya ci ?" tanya Dewi Pek Lan Hua lagi .


"Iya ada lah me , berdiri nya baru baru ini juga , tidak terlampau lama , tetapi Kaisar yang memimpin memang adalah keturunan langsung dari leluhur Kaisar dahulu kala , dengan bantuan dari Kong Thai Sian yang khusus turun ke dunia ini bersama kedua istri nya , Negeri ini berhasil di dirikan !" jawab wanita itu menjelaskan .


Rupanya wanita itu banyak tahu tentang negeri Liu yang baru berdiri ini .


"Haah ?, apa ci ?, Kong Thai Sian dan kedua istri nya , membantu mendirikan negeri ini ?, benarkah itu ?" tanya A Yong tertarik mendengar pembicaraan kedua wanita itu .


"Iya , semua penduduk Negeri Liu ini juga sudah tahu tentang beliau , andai kan bukan beliau yang membantu , maka mustahil negeri ini bisa berdiri , beliau lah yang berhasil menghancurkan pasukan empat pilar langit milik empat orang yang sangat sakti bergelar empat pilar Dewa itu , bahkan Kong Thai Sian itu pula lah yang berhasil membunuh Ang Mo Bin salah seorang Datuk maha sakti , guru dari empat pilar Dewa dan menyatukan wilayah wilayah yang semula berpisah dan berdiri masing masing itu menjadi sebuah Negeri yang besar seperti sekarang ini !" jawab wanita itu dengan rasa bangga nya , karena lebih banyak tahu tentang Negeri nya ini ketimbang sepasang remaja di depan nya ini .


"Siapakah nama Kong Thai Sian itu ci ?" tanya A Yong lagi .


"Dia bernama Shin Liong , tetapi awas , jangan menemui beliau , karena kedua orang istri nya itu adalah wanita wanita jelita luar biasa , apa lagi yang bernama Dewi Xuan Yi itu ,tidak ada wanita di Dunia ini yang bisa menandingi kejelitaan nya , tidak usah mencari Kong Thai Sian itu , karena bila kau jatuh cinta kepada salah satu istri nya , itu alamat nyawa mu bakal melayang !" kata wanita itu dengan rasa bangga nya , menjelaskan kepada remaja didepan nya itu .


"Ah , tentu saja saya tidak berani jatuh cinta kepada salah seorang istri nya itu ci , saya cuma mau minta petunjuk dari beliau saja , siapa tahu beliau bersedia bermurah hati memberikan petunjuk sedikit kepada saya , kan ilmu saya bisa bertambah ci !" jawab A Yong beralasan .


Tetapi sebenar nya , hati nya merasa sangat gembira , karena mengetahui jika ayah dan kedua ibu muda nya itu juga berada di Dunia yang kacau ini .


"Kalau kau ingin menemui Kong Thai Sian itu , kau harus ke kota Raja Qiantung , perjalanan empat hari dari kota Guzian ini , dan melewati gunung Pek Sai !" kata laki laki suami dari wanita itu .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2