
Siang itu di penginapan tempat perguruan Belibis putih menginap,pemuda Mao Gi atau Chang Mao Gi sedang berbincang dengan empat orang rekan satu tim nya.
"A Yong!, A Hui!, Bin Cuan!, dan kau Kian Ong!, bagai mana hasil dari penyelidikan kalian heh?" tanya pemuda Mao Gi pada ke empat teman sekaligus anak buah nya itu.
"Dia tadi siang terlihat di alun alun kota raja Mao Gi,tetapi di mana mereka menginap,kami tidak mengetahui nya!" kata ke empat pemuda itu.
"Ah dasar kalian tidak becus menyelidiki nya!" bentak pemuda Mao Gi.
"Kalau kau tahu tempat mereka menginap, memang nya kau mau apa?, sekarang kan di mana mana terdapat banyak prajurit kota, memang nya kau mau jadi buronan?" tanya pemuda Kian Ong.
"Lalu apa cara yang baik membuat kadal buntung itu bertekuk lutut kepada ku, sedangkan pertandingan perorangan dia juga tidak mungkin ikut, tingkat nya kan masih alam taruna menengah?" tanya pemuda Mao Gi.
Pemuda bernama A Hui tiba tiba menepuk bahu Mao Gi, "ah itu gampang saja bos, bisa kita upayakan supaya dia mau tidak mau harus ikut pertandingan perorangan itu"...
Mata Mao Gi terbelalak mendengar ucapan dari pemuda A Hui itu, " cara nya bagai mana?"...
"Nanti saat mendaftar kompetisi perorangan, aku akan mendaftar atas nama nya,kan aku juga tingkat Ksatria walau tidak setinggi tingkat mu, tetapi kan persyaratan untuk mengikuti kompetisi itu mencukupi" kata pemuda A Hui.
"Memang nya kau sudah tahu nama nya?" tanya Mao Gi.
"Ha ha ha ha, tentu dong, percuma aku jadi teliksandi mu,bila tidak berhasil mengetahui nama nya!" kata A Hui sambil tertawa sombong.
"Baiklah,besok pertandingan perorangan di mulai,kalian atur saja semua nya, aku juga akan mendaftar sebagai diri ku sendiri nanti, akan ku buat dia tidak bisa bernafas lagi untuk selama nya,dan selanjut nya, gadis cantik jelita itu akan menjadi bidadari ku seorang diri, wih, wih, wih, aku akan bahagia sekali,hidup bersama bidadari ku dan juga anak anak ku kelak"kata Mao Gi berkhayal indah.
Sementara itu,disudut lain dari kota Raja Alexia, di sebuah jalan yang cukup sepi karena sesudah dekat dengan pinggiran kota Raja, disebuah penginapan, berjalan keluar dari penginapan itu Dewi Teratai putih yang menggandeng tangan Shin Liong.
Sepasang suami istri ini hampir setiap waktu selalu bersama sama, meskipun cuma untuk membeli sesuatu barang yang remeh temeh saja.
Sebuah becak berhenti di dekat mereka,seorang pemuda penarik becak itu menawarkan jasa nya mengantarkan Shin Liong dan Dewi Teratai putih ke tujuan mereka.
"Alun alun kota, berdua berapa bang?" tanya Shin Liong.
"Setengah keping emas saja tuan muda,nona muda" jawab penarik becak itu ramah.
Tanpa menawar lagi, mereka segera naik becak itu menuju ke alun alun kota Raja,tempat keramaian berlangsung.
Sesampai nya di alun alun kota Raja,Dewi Teratai putih segera membayar ongkos kepada penarik becak itu.
"Sayang, hari ini pertandingan adu ketangkasan ilmu bela diri perorangan di mulai, mati kita lihat siapa saja yang sudah mendaftarkan nama mereka" kata Dewi Teratai putih memegang tangan Shin Liong dengan erat serta mengajak nya menuju sebuah papan tulis.
Setelah membaca nama nama peserta perorangan itu,Dewi Teratai putih terperanjat melihat ada nama Shin Liong di urutan ke sembilan.
"Sayang lihat lah, ada nama mu disitu,kapan kau mendaftar ikut pertandingan?" tanya Dewi Teratai putih kepada Shin Liong.
"Mendaftar apa Dewi, kau kan tahu kita selalu bersama sama selama ini, jadi kapan aku mendaftar, mungkin kebetulan nama nya saja yang sama" kilah Shin Liong tidak mengerti.
"Dewi merasa ada yang tidak beres dengan semua ini sayang, mungkin ada yang berniat mencelakai diri mu, karena melihat tingkat kultivasi mu rendah,mungkin pemuda kemarin sengaja ingin balas dendam"kata Dewi Teratai putih .
"Mungkin juga Dewi, kalau pun harus bertanding,aku tidak masalah Dewi,aku akan berusaha sebaik mungkin"...
__ADS_1
"Dewi percaya pada mu sayang, tetapi bila harus bertanding, Dewi minta kau persembahkan sebuah kemenangan untuk Dewi ya sayang" bisik Dewi Teratai putih di telinga Shin Liong, karena dia tahu dan yakin dengan kemampuan suami kecil nya itu.
"Iya Dewi, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk mu Dewi" sahut Shin Liong berbisik di telinga Dewi Teratai putih.
Pertandingan adu ketangkasan bela diri perorangan kali ini ternyata cukup banyak peminat nya.
Ada dua puluh empat orang yang lulus uji kelayakan oleh panitia penyelenggara.
Kesemua nya dibagi menjadi dua kelompok, dengan satu kelompok ber isi enam pertandingan.
Ada empat gelanggang adu tempat bertanding.
untuk pertandingan pertama, nomor peserta satu melawan nomor peserta dua, nomor peserta tiga melawan nomor peserta empat begitu lah seterusnya.
Sedang kan pertandingan dibagi menjadi dua grup.
Grup pertama,nomor peserta satu sampai dua belas, sedangkan grup kedua nomor peserta tiga belas sampai dengan dua puluh empat.
Di grup satu,Chong Mao Gi nomor dua melawan Ao Tan Zhiao nomor satu.
Bi Tong Gwan nomor lima,melawan Bai Guo Liao nomor enam.
Sedangkan Shin Liong nomor sembilan, melawan Che Li Mao nomor sepuluh.
Semua peserta tidak di sebutkan dari perguruan mana,karena mereka semuanya atas nama pribadi, di luar tanggung jawab perguruan masing masing.
Panitia pun memanggil nama peserta yang akan bertanding satu persatu.
Bi Tong Gwan menang melawan Bai Guo Liao.
Ketika nama Shin Liong di panggil,tidak seorang pun yang masuk ke dalam gelanggang adu.
Seorang pemuda yang berdiri di dekat Shin Liong berkata dengan suara nyaring, "hei kau Shin Liong kenapa tidak maju,kalau takut,jangan mendaftar!" sambil menunjuk kearah Shin Liong.
Seorang prajurit kota datang menghampiri nya, dan bertanya, " kau yang nama nya Shin Liong kah, ayo maju,atau kau menyerah kalah terlebih dahulu"...
Dewi Teratai putih berbisik di telinga Shin Liong , " majulah sayang, tunjukan pada Dewi, kau juga seorang petarung, jangan mau terus menerus di hina, memanglah demi istri mu ini sayang"...
Akhir nya Shin Liong pun maju ke tengah arena melawan peserta nomor sepuluh Che Li Mao.
Namun kecepatan gerakan Shin Liong tidak bisa di antisipasi dengan baik oleh Che Li Mao, hingga akhir nya,di jurus yang ke sepuluh, Che Li Mao menyerah,dan kemenangan jatuh kepada Shin Liong.
Hingga sore hari,pertandingan babak pertama baru selesai, dan besok akan di pertandingan babak kedua, yaitu pertandingan antar pemenang pertandingan pertama.
Dewi Teratai putih menyambut Shin Liong dengan pelukan hangat nya.
Dia bangga dengan sang suami yang berhasil menang tanpa menyakiti dan mempermalukan musuh itu.
Dewi Teratai putih membimbing tangan Shin Liong untuk pergi mencari warung minuman di yang banyak terdapat di sekitar tempat pertandingan itu.
__ADS_1
Baru saja mereka bermaksud masuk kesebuah warung minuman,terdengar suara seorang wanita memanggil nama Shin Liong.
Shin Liong dan Dewi Teratai putih berhenti sesaat.
"Shin Liong!".
Tiba terdengar kembali panggilan dari seorang wanita.
Shin Liong dan Dewi Teratai putih bersama sama menoleh ke arah suara panggilan itu.
Nampak Mou Yi Hua berdiri menatap kearah mereka.
"Oh kau nona Yi Hua,ada perlu apakah nona?" tanya Shin Liong heran.
"A' aku cuma mau minta maap, atas kesalahan ku selama ini, aku tahu kesalahan ku sulit untuk di maafkan,tetapi setidak tidak nya,aku sudah menyampaikan penyesalan ku kepada mu Shin Liong,, aku,,,, aku,,,,aku menyukai mu" kata Mou Yi Hua sambil berlalu dengan cepat dan menghilang di balik para pengunjung.
"Haah?"...
Shin Liong dan Dewi Teratai putih melongo mendengar pernyataan dari Mou Yi Hua itu.
Dewi Teratai putih sampai berbalik menatap sang suami kecil nya itu.
Kini ada tiga gadis cantik menyatakan cinta nya kepada Shin Liong, meskipun yang seorang hanya terlihat dari gerak gerik nya saja,tetapi batin Dewi Teratai putih menyatakan bahwa Wang Shi Er juga mencintai suami kecil nya itu.
"Dia sudah menyatakan dengan terang terangan bahwa dia mencintai mu sayang, lalu apa tanggapan mu sekarang?" tanya Dewi Teratai putih kepada Shin Liong.
Shin Liong menatap wajah Dewi Teratai putih, terlihat ada sedikit mendung disana.
Di genggam nya jemari tangan wanita cantik jelita itu dengan erat.
"Bukankah kita sudah berjanji,untuk saling memiliki Dewi!, Shin Liong milik Dewi Teratai putih seorang,dan Dewi Teratai putih milik Shin Liong seorang, bagai mana bisa ada pemilik lain nya Dewi, hati dan pikiran ku, semuanya sudah kau tempati,tidak akan ada yang mampu mengusir nya dari sana, meskipun kau pergi meninggalkan aku, kau tetap pemilik hati dan pikiran ku" jawab Shin Liong yang membuat kedua mata Dewi Teratai putih basah oleh air mata keharuan.
Dipeluk nya laki laki muda yang masih tinggi sebahu nya itu dengan erat.
Dia merasa Shin Liong justru lebih tua bertahun tahun dari nya.
Pemikirannya yang melebihi orang dewasa itulah salah satu daya pikat tersendiri dihati Dewi Teratai putih.
Sangat pantas bila dia menyerahkan segenap hidup nya kepada laki laki itu.
Hidup bersama Shin Liong, dari satu desa ke desa lain nya,dari satu kota ke kota lain nya, adalah satu kebahagiaan tersendiri yang ia rasakan saat ini.
Mereka memasuki warung minuman itu, dan Dewi Teratai putih pun langsung memesan minuman untuk mereka berdua.
"Mereka tidak benar benar menyukai ku Dewi, mereka cuma kasihan kepada nasip ku saja,aku tidak ingin di kasihani siapa pun juga,aku bisa berjalan di atas dunia ini dengan kaki ku sendiri, sedari kecil aku sudah terbiasa hidup dengan rasa kebencian orang, telinga ku sudah tuli dengan segala macam hinaan dan caci maki orang, biarlah semua mengalir sebagai mana ada nya, semua arus akan berakhir di muara juga pada akhir nya"kata Shin Liong sambil menyeruput minuman nya.
"Ya, kau benar sayang, orang yang mencoba menentang arus,pada akhirnya akan karam juga,coba ikuti arus,dan jaga perahu jangan sampai menabrak, pasti kebahagiaan yang di dapat" jawab Dewi Teratai putih menanggapi perkataan suami nya itu.
"Ya Dewi, seperti diri ku sekarang, siapa sangka arus itu justru membawa ku pada mu,seandainya aku bersikeras menentang arus itu, belum tentu aku berjumpa dengan mu, salah salah, kekecewaan dan kehancuran yang aku temui" kata Shin Liong.
__ADS_1
Dewi Teratai putih tersenyum mendengar perkataan suami nya itu, ia mengerti kemana arah omongan dari Shin Liong itu.
...****************...