
Setelah terkena totokan dari pemuda Kai Ong itu, Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung benar benar tidak memiliki pilihan lain lagi , selain menuruti semua kata kata dari pemuda itu .
"Baiklah Kong Cu ( tuan muda) , kami bersumpah akan selalu setia dan mentaati segala perintah Kong Cu , bila kami melanggar atau berkhianat , kami bersedia di hukum sesuai dengan yang Kong Cu katakan tadi !" kata Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung di ikuti oleh para bawahan nya .
"Baiklah , mulai sekarang kalian harus memanggil ku dengan sebutan Kai Ong Than Hong Siang !" kata Kai Ong dengan menyebutkan gelar diri nya sebagai Hong Siang atau Kaisar .
Sebelum melepaskan totokan nya kepada Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung , terlebih dahulu Kai Ong memasukan sebutir pil kecil kedalam mulut laki laki mantan pemimpin rampok Sin Hek kui itu , lalu menyuruh nya menelan pil itu .
Setelah itu , barulah dia melepaskan totokan nya kepada laki laki itu .
"Sekarang kau bukan Tai Ong lagi tetapi Sin Mo Ko Moan Te Kung , dan ketahuilah yang kau minum tadi adalah pil Thian tok Beng Cui (Racun Langit pencabut nyawa) yang tidak ada penawar nya kecuali pada ku , bila dalam setahun kau tidak meminum penawar nya , maka umur mu hanya bertahan tiga hari saja setelah nya , dan kau akan mati , jadi hidup mu tergantung pada kemurahan ku , bila kau berkhianat , kau pasti akan mati !" kata Kai Ong Than Hong Siang atau Kaisar Kai si Raja Negeri .
Begitulah , dengan otak dan kelicikan nya , dalam waktu yang relatif singkat , pemuda Kai Ong sudah berhasil mengumpulkan lebih dari seribu prajurit berkemampuan tinggi yang di himpun nya dari mengalahkan beberapa pimpinan rampok maupun perompak .
Kini di wilayah Tiok San , Kai Ong sudah menjadi kaisar Kecil dengan ribuan Prajurit nya , dan bergelar Kai Ong Than Hong Siang atau Kaisar Kai si Raja Negeri .
Sebagai langkah awal adalah penyerbuan pasukan Kai Ong ke kota Liok Ho dan menduduki nya tanpa perlawanan yang berarti .
Setelah membunuh sang penguasa Kota , serta mengambil semua harta benda serta menduduki rumah penguasa Kota itu untuk di jadikan istana sementara nya , Kaisar Kui segera melebarkan kekuasaan nya ke beberapa kota terdekat .
Sebuah istana besar dan megah di bangun di kota Liok Ho menghadap ke arah alun alun Kota .
Kini Kota Liok Ho sudah menjadi Kota Raja yang megah dengan ribuan Prajurit menjaga nya .
Benteng kota berdiri mengelilingi kota itu , dengan dua gerbang akses keluar masuk kota .
Beberapa kota di wilayah negeri Chu yang tidak puas dengan kelakuan Kaisar nya , segera menyatakan diri berada di bawah naungan negeri Kai yang baru berdiri itu .
Bu Tek Tong Thai Kam menjadi sangat murka sekali , setelah mendengar lebih dari separuh wilayah negeri Chu , kini menyatakan bergabung ke wilayah Negeri Kai yang baru berdiri itu .
Pagi itu sang Bu Tek Tong Thai Kam sedang menerima laporan dari panglima negeri Chu , jendral besar Cia Keng Hong .
"Bagai mana Cia Goanswe (Jendral Cia) ?, bagai mana perkembangan terakhir dengan negeri Kai yang baru berdiri itu ?" tanya Bu Tek Tong Thai Kam .
"Maaf Bu Thai Kam , lebih dari separuh wilayah kita sudah mereka rebut !" jawab Cia Goanswe .
__ADS_1
Mendengar itu , Bu Thai Kam tersentak hingga berdiri dari tempat duduk nya , "apa ?, apa kau bilang , lebih dari separuh wilayah kita yang telah mereka rebut ?, lalu apa saja kerjaan kalian selama ini heh ?, hingga lebih dari separuh wilayah kita di rebut musuh , kalian cuma diam saja !" teriak Bu Thai Kam dengan alunan suara nya yang gemulai .
"Kami tidak diam Bu Thai Kam , kami tahu siapa penguasa negeri Chu ini yang sebenar nya , Kaisar tua itu cuma boneka anda , beliau sudah terlalu nyenyak tertidur karena anda Nina bobo kan , lupa dengan Dunia nyata , serta lupa dengan janji nya dulu kepada Kong Sian Shin Yong , dan anda sendiri , juga sudah lupa diri dengan jabatan serta kedudukan , sehingga lalai dan lengah , kami cuma ingin mendengar dari mulut anda yang ambisius itu , apa langkah kita kedepan nya , saya malas berpikir , saya akan melaksanakan semua perintah anda Bu Thai Kam !" kata Cia Goanswe dengan nada sengit , karena dia sudah sejak lama , kecewa dengan sang Kaisar serta Bu Thai Kam ini , karena mereka sudah lalai dan melupakan kewajiban mereka kepada rakyat dan negeri nya sendiri , sibuk dengan kesenangan dunia dan jabatan tinggi .
Sebenar nya Bu Thai Kam sangat marah mendengar kata kata yang di lontarkan oleh sang jendral ini , tetapi dia tahu bahwa seluruh kendali pasukan , ada pada sang jendral itu , melawan sang jendral dengan terang terangan , sama hal nya dengan menyiapkan tiang gantungan untuk diri sendiri , jadi dia harus punya siasat licik untuk menyingkirkan sang jendral itu .
"Begini saja jendral , bawa empat ratus Prajurit kita , dan tumpas semua pemberontak itu !" kata Bu Thai Kam sambil tersenyum licik .
Cia Goanswe tersentak kaget mendengar perkataan dari sang Thai Kam licik itu , dia berpikir sejenak , kemudian tersenyum , "apa ?, empat ratus orang Prajurit ?, melawan ribuan Prajurit musuh ?, kau menyuruh ku bunuh diri ya ?" ...
Bu Thai Kam mengeluarkan batu giok berbentuk Naga kecil dan mengacungkan nya ke pada sang jendral .
"Ini adalah Giok Naga mustika , kata kata ku adalah titah sang Kaisar , kau berani melawan nya ?" tanya sang Thai Kam sambil tersenyum licik .
Dengan tertunduk , Cia Goanswe menganggukkan kepala nya , " Baiklah Bu Thai Kam , semua akan saya lakukan !" ...
Sambil berlalu dari hadapan Bu Thai Kam , Cia Goanswe tersenyum menyadari kelicikan dari kepala pelayan istana Bu Thai Kam .
"Bu Thai Kam , kau pikir aku tidak sadar dengan kelicikan mu itu , aku sudah muak dengan kelakuan sang Kaisar selama ini , kau akan terkejut melihat permainan apa yang akan ku main kan nanti !" pikir Cia Goanswe sambil terus melangkah keluar dari istana .
Menjelang siang , mereka berangkat menuju ke kota Liok Ho .
Sore menjelang malam nya , serombongan kecil kereta keluar dari kota Luxiang , juga menuju kota Liok Ho .
Kereta itu membawa keluarga sang Jendral Cia Goanswe , menuju ke kota Liok Ho .
Sementara itu di istana Chu , sepeninggal sang jendral Cia Keng Hong , Bu Thai Kam segera memanggil jendral Bu Tai Wong ke istana .
Bu Thai Kam dan Bu Tai Wong adalah saudara sepupu dekat , alias ayah mereka bersaudara kandung , dan sudah semenjak lama Bu Thai Kam berambisi untuk mendudukkan adik sepupu nya itu menjadi Thai Goanswe atau Jendral besar , tetapi terhalang oleh keberadaan sang jendral Cia Keng Hong .
Kini dengan keyakinan bahwa sang jendral Cia itu pasti akan tewas di tangan para Prajurit musuh , dia memanggil adik sepupu nya itu ke istana .
"Ada apakah kakak memanggil ku ke istana ?" tanya Bu Ciangkun (perwira Bu) kepada kakak sepupu nya itu .
"Adik Wong !, kini saat nya telah tiba , kita akan menguasai negeri Chu ini , ini terimalah Kim Tung (Tongkat Emas) ini , kini kau seorang Wong Goanswe (Jendral Wong) , pemegang kekuasaan tertinggi seluruh Prajurit negeri Chu ini adik !" kata Bu Thai Kam sambil menyerah kan sebuah tongkat terbuat dari emas berkepala elang , kepada adik sepupu nya itu .
__ADS_1
Jendral Bu Tai Wong menerima tongkat lambang pemimpin tertinggi pasukan negeri Chu itu dari tangan sang kakak lalu membungkukan badan nya di hadapan sang kakak sepupu nya itu .
"Sekarang kumpulkan semua pasukan kedalam Kota , dan perketat penjagaan di sekitar Kota Raja ini adik , bersiaga lah menghadapi segala kemungkinan !" perintah Bu Thai Kam kepada sang adik .
"Baiklah kakak , akan segera saya lakukan !" kata Wong Goanswe sambil berlalu keluar dari istana .
Sementara itu , Cia Goanswe beserta empat ratus orang Prajurit nya sudah hampir mencapai batas kota Liok Ho .
Sang Jendral segera mengutus seorang Prajurit nya , untuk pergi ke Kota Raja itu untuk menyampaikan surat nya untuk sang Kaisar Kai Ong Than Hong Siang .
Setelah menunggu beberapa lama , akhirnya datang sepasukan Prajurit Kota Raja Liok Ho menjemput mereka atas suruhan sang Kaisar sendiri .
Sang jendral di terima di aula utama istana Kai yang megah itu .
"Cia Goanswe !, katakan kepada ku secara langsung apa niat mu dan apa alasan nya !" tanya sang Kaisar Kai Ong Than Hong Siang .
"Ampun maaf yang mulia , hamba ingin bergabung dengan pasukan yang mulia , karena hamba kecewa dengan Kaisar Chu yang tidak lagi memperhatikan rakyat nya dan negeri nya , tetapi siang malam sibuk dengan para selir nya saja , semua ini ulah sang kepala pelayan istana yang bernama Bu Tek Tong Thai Kam yang mulia !" kata Cia Goanswe berterus terang tentang maksud nya datang ke Kota Raja Liok Ho ini .
Kaisar muda ini menatap kearah Cia Goanswe dengan tatapan yang cukup lama .
"Bersumpah lah bahwa kau akan setia kepada ku dan negeri Kai ini !" kata sang Kaisar kembali .
"Hamba bersumpah demi para Dewa di langit , bahwa saya akan setia kepada Kaisar Kai Ong Than Hong Siang yang perkasa , dan bila ternyata saya mengingkari sumpah saya , maka tubuh saya layak menjadi santapan pedang yang mulia !" kata Cia Goanswe dengan suara lantang nya .
"Baiklah , bawa Prajurit mu beristirahat , sedangkan kau , ada perumahan khusus para Goanswe tidak jauh dari komplek istana ini , para Prajurit akan menunjukan nya kepada mu !" kata Kaisar Kai .
Cia Goanswe segera melangkah menuju ke rumah yang disediakan khusus untuk para jendral negeri Kai ini .
Sambil menunggu keluarga nya tiba , Cia Goanswe mengisi nya dengan mengenal beberapa jendral yang lain nya , termasuk Sin Mo Ko Moan Te Kung dan pasukan Sin Hek kui nya yang legendaris itu .
Menjelang malam hari nya , rombongan kereta kuda yang membawa keluarga Cia Goanswe tiba di gerbang Kota Raja Liok Ho , dan langsung diarahkan oleh para Prajurit kota ke tempat kediaman Cia Goanswe di samping komplek istana Kaisar .
Setelah beberapa hari ber istirahat , pagi hari berikut nya , seluruh jendral dan para perwira di kumpulkan di aula utama istana Kaisar Kai Ong Than Hong Siang .
"Dengarlah kalian semua nya , aku mengumpulkan kalian semua karena ada yang akan aku lakukan , sekarang pasukan kita sudah berjumlah lebih dari tiga ribu Prajurit , tepat nya tiga ribu enam ratus prajurit , seribu orang Prajurit Sin Hek kui yang di pimpin oleh Sin Mo Ko Moan Te Kung Goanswe , seribu Prajurit lagi di pimpin oleh Mau Khe Ping Goanswe , dan seribu orang Prajurit lagi di pimpin oleh Cia Goanswe , serta enam ratus orang Prajurit khusus dibawah kendali ku , Mau Khe Ping Goanswe ku tugaskan mengamankan Kota Raja dan seluruh penduduk nya , sedangkan Sin Mo Ko Moan Te Kung Goanswe dan Cia Goanswe serta aku sendiri akan bergerak ke kota Luxiang , menuntaskan perjuangan kita Menundukkan serta menumbangkan dan melenyapkan negeri Chu dari atas Bumi ini , kita bergerak besok hari ?" kata sang Kaisar yang disambut sorak Sorai oleh para jendral dan para perwira nya .
__ADS_1
...****************...