
Dara cantik jelita yang keluar dari kereta itu berjalan kearah Shin Liong dan Dewi Teratai putih yang sedang bersimpuh di bawah pohon Tao itu.
Saat itu alam tiba tiba sunyi sepi,jangan kan berkata kata,bernafas saja mereka takut.
Mereka semua nya menantikan hukuman apa gerangan yang akan di dapatkan kedua insan sedang kasmaran itu.
"Hei!, kalian berdua bermesraan di tempat umum,tahukah kalian bahwa kalian melanggar aturan kota raja?" tanya putri cantik jelita itu dengan nada dingin.
"Maap tuan putri,kami tidak tahu jika kami melanggar hukum kota raja ini, kami sepasang suami istri yang belum lama menikah" kata Shin Liong dengan apa ada nya.
Wajah Putri itu nampak sangat tidak senang sekali mendengar keterangan dari Shin Liong itu.
"Benarkah nona, bagai mana mungkin nona secantik jelita seperti ini bisa mau menikah dengan anak remaja tanggung yang buluk lagi, kalian jangan membohongi aku, atau kalian akan ku jatuhkan hukuman berat!" terdengar suara sang putri tinggi menggema.
"Kalau kami dianggap salah,itu salah saya putri, tolong jangan libatkan istri saya, saya akan menjalani hukuman seberat apapun,tetapi jangan libatkan istri saya" kata Shin Liong memohon.
"Kalian pikir bermesraan itu bisa terjadi karena kemauan salah satu saja?, itu nama nya pemerkosaan, hukuman nya lebih berat lagi!" kata putri itu kembali.
"Saya yang salah putri, tolong jangan hukum suami saya,atau hukum saja kami bersama sama putri, kami akan menjalani hukuman itu berapa tahun pun,asal jangan pisah kan kami!" kata Dewi Teratai putih.
"Bukan aku yang menentukan hukuman kalian,tetapi pengadilan, pengawal!, bawa kedua orang ini ke istana, dan masukan kedua nya ke ruang teratai!" perintah putri itu.
Sang pengawal khusus itu terheran heran, "ruang teratai putri ?" ulang nya.
"Ya,Ruang teratai, masukan kedua nya di ruang teratai,apa perkataan ku belum jelas?" tanya putri cantik itu.
"Je, je, jelas putri,saya mohon diri?" sahut pengawal khusus itu gugup.
Shin Liong dan Dewi Teratai putih pun di bawa ke istana Alexia.
Istana Alexia berada di sebuah pulau besar di tengah sebuah Danau besar.
Dari daratan menuju ke pulau,ada sebuah jembatan terbuat dari batu berhiaskan emas,dan gerbang luar istana berada di sebelah daratan,sedangkan gerbang dalam, berada di ujung jembatan di pulau.
Ketika kereta yang membawa Shin Liong dan Dewi Teratai putih sampai di gerbang pertama,tidak ada pemeriksaan apa apa,bahkan pintu gerbang segera di buka.
Kereta yang membawa Shin Liong dan Dewi Teratai putih pun berlalu menyeberangi jabatan menuju ke pulau di tengah danau itu.
Setelah melewati gerbang dalam,kereta berhenti di halaman sebuah istana yang sangat indah berukiran emas bertabur permata mutu Manikam.
Halaman istana itu sendiri sangat luas di kelilingi oleh pohon Tao tinggi dan rimbun.
Mereka berdua di Giring kesebuah kamar di dalam istana,dan di suruh menunggu di dalam kamar itu.
Saat Shin Liong dan Dewi Teratai putih memasuki istana itu,seorang pemuda sangat tampan menatap mereka tanpa berkedip sedikit pun.
"Pengawal!, pengawal!, siapa mereka?, kenapa di masukan ke ruangan teratai?" tanya pemuda itu kepada pengawal yang tadi membawa Shin Liong dan Dewi Teratai putih.
"Hamba tidak tahu pangeran putra mahkota, mereka ditangkap tuan putri di alun alun sedang bermesraan,menurut pengakuan mereka, mereka suami istri pangeran" jawab pengawal itu.
Pangeran putra mahkota itu bernama pangeran Fang Shi Quon putra dari Kaisar Fang Shao Sheng, wajah nya sangat tampan karena menurun dari sang ibu yang juga sangat cantik jelita itu, dan putri yang menangkap Shin Liong dan Dewi Teratai putih tadi adalah adik kandung nya.
__ADS_1
"Berikan kunci kamar itu pada ku,aku ingin menanyai mereka berdua" kata putra mahkota itu.
Dengan takut takut, pengawal itu terpaksa menyerahkan kunci kamar tempat Shin Liong dan Dewi Teratai putih di tahan.
Pangeran Shi Quon segera membuka kamar tahanan itu.
Di dalam kamar itu nampak Shin Liong dan Dewi Teratai putih sedang duduk berhimpitan di atas tempat tidur.
Hal itu entah mengapa,membuat hati putra mahkota terasa seperti terbakar.
"Ada yang perlu ku tanyakan kepada mu nona,ikutlah dengan ku sebentar!" perintah putra mahkota kepada Dewi Teratai putih.
Dewi Teratai putih sebenarnya enggan memenuhi perkataan putra mahkota itu,tetapi Shin Liong menganggukkan kepala nya,pertanda setuju.
Dewi Teratai putih segera berdiri dan berjalan mengikuti langkah pangeran Shi Quon itu.
Dibelakang istana itu ada sebuah taman bunga, dan di sebelah taman bunga itu ada sebuah paviliun tempat pangeran beristirahat.
Ke dalam bangunan itulah Dewi Teratai putih di bawa pergi oleh putra mahkota.
Setelah menyuruh Dewi Teratai putih duduk di atas sebuah kursi indah berukir,putra mahkota mulai bertanya, "katakan kepada ku dengan jujur,siapa laki-laki kecil buluk itu?" tanya putra mahkota.
"Maapkan hamba pangeran, dia suami hamba" kata Dewi Teratai putih jujur.
"Aku tidak percaya!, kau kira aku bisa kau bodohi,katakan sejujur nya,siapa remaja buluk itu?" kata pura mahkota mulai meninggi.
"Hamba tidak butuh pangeran percaya atau tidak,yang pasti dia memang suami hamba" jawab Dewi Teratai putih perlahan.
"Baiklah aku tidak memaksa mu mengaku, begini saja, kalau kau ingin pemuda buluk itu selamat,tinggalkan dia, dan menikahlah dengan ku, aku adalah putra mahkota yang akan mewarisi seluruh negeri ini, bagai mana?" tanya putra mahkota melemah.
"Hi hi hi hi, tidak kusangka tuan,putra mahkota dari negeri sebesar Fangkea ini, cuma seorang pecundang yang ingin merebut istri orang lain, jangan kan pangeran yang cuma putra mahkota, seandainya pangeran adalah seorang kaisar sekalipun,tidak akan bis merubah pendirian saya, bagi saya,suami saya adalah hidup saya" kata Dewi Teratai putih mulai meninggi.
"Kalau begitu kau memilih laki laki itu celaka!" bentak putra mahkota kesal.
" Pangeran adalah penguasa,apa yang akan pangeran lakukan lakukan lah bila itu pangeran anggap benar,tetapi ingat,itu tidak akan bisa merubah keputusan saya, bila suami saya celaka, maka itu pintu ke alam kubur saja juga sudah terbuka pangeran,dan kelak di kehidupan yang lain kami pasti akan bersatu kembali,lakukan lah pangeran" tantang Dewi Teratai putih.
"Sebenarnya apa yang kau harapkan dari laki laki seperti kadal buntung itu heh,aku jauh lebih tampan dan kaya raya dari pada dia!" teriak putra mahkota sangat marah.
"Pangeran,masalah wajah dia memang kalah dari tuan,tetapi ingatlah,wajah tampan tuan bertahan berapa lama?, sepuluh tahun lagi juga sudah tidak tampan lagi,tetapi kepribadian dan kejujuran nya tidak bisa tuan tandingi,hati nya akan terus menerus tampan di mata saya tuan pangeran"kata Dewi Teratai putih sinis.
"Bruaak!" pintu pun di banting oleh sang putra mahkota sambil melangkah keluar.
Di ruangan tempat Shin Liong di tahan,saat Shin Liong sedang merenungi nasip nya dan Dewi Teratai putih, tiba tiba pintu kamar terbuka.
Sang pangeran putra mahkota masuk kedalam kamar itu.
"Hei kau laki laki buluk, kau bisa keluar dengan selamat serta tidak kerang satu apa jua pun, asalkan kau serahkan wanita cantik yang bersama mu itu untuk ku, aku juga akan memberikan hadiah sepuluh juta keping emas, bagai mana?" tanya putra mahkota.
"Pangeran, itu urusan mudah,asal saja Dewi sendiri yang berkata di depan saya, bahwa dia ingin bersama pangeran, maka tidak usah dikasih keping emas pun akan saya serahkan kepada pangeran" kata Shin Liong tenang,karena dia percaya dengan cinta Dewi Teratai putih kepada nya.
Memang modal utama rumah tangga adalah saling percaya dan saling menjaga kepercayaan itu.
__ADS_1
Tanpa saling percaya, maka bahtera rumah tangga sudah miring dan mulai oleng,sedikit saja ada badai,bahtera akan hancur dan karam.
"Aku sudah bicara dengan wanita itu, dan dia setuju,dia ingin bersama ku,bukan dengan laki laki buluk dan miskin seperti diri mu ini" kata putra mahkota.
"Pangeran!, mungkin pangeran tidak mengerti maksud saya, bukan berkata di depan pangeran, tetapi berkata kepada saya, di depan saya bahwa dia ingin bersama tuan,maka dengan senang hati akan saya serahkan dia kepada tuan,karena itu memang pilihan nya"kata Shin Liong masih tenang.
"Baiklah kalau itu mau mu,pengawal bawa dia ke paviliun api" kata putra mahkota kepada pengawal khusus.
Dua orang prajurit khusus segera menarik tangan Shin Liong di kiri dan kanan menuju ke belakang istana.
Seorang dayang istana yang kebetulan ingin memberi makanan kepada Shin Liong, melihat semua kejadian itu.
Buru buru dayang istana itu berlari ke gerbang depan,menunggu sang putri kembali dengan gelisah.
Setelah beberapa saat lama nya,sang putri pun tiba di istana.
"Ada apa dayang kau seperti gelisah menunggu ku? " tanya sang putri kepada dayang istana itu.
"Maap tuan putri,orang yang tadi datang bersama pengawal sepasang muda mudi itu,yang gadis dibawa pangeran ke paviliun nya sedangkan yang laki laki dibawa ke paviliun api oleh sang pangeran" kata dayang itu terbata bata.
"Apa!!, dibawa ke paviliun putra mahkota,dan Shin Liong dibawa ke paviliun api?, kurang ajar Kaka pangeran, ini sudah keterlaluan!" kata sang putri sambil buru buru berlari ke belakang.
Di paviliun putra mahkota ternyata benar ada wanita cantik jelita yang tadi bersama Shin Liong.
"Tuan putri, dimana suami saya?" tanya Dewi Teratai putih.
"Sudah,jangan banyak tanya,ikuti aku, ayo cepat,semoga belum terlambat!" kata putri itu sambil menarik tangan Dewi Teratai putih menuju ke tempat paviliun api.
Paviliun api berada jauh di belakang istana,dan khusus untuk tahanan kelas berat.
"Bruaak!!" pintu paviliun api itu hancur di tendang kaki putri mahkota Alexia.
Di dalam paviliun yang tidak memiliki ruangan itu terdapat dua tiang besar dan tinggi.
Terlihat seorang remaja di ikat kaki dan tangan nya di tiang itu,sambil di pukuli oleh algojo dan putra mahkota.
"Shin Liong!!, sayang!" secepat kilat Dewi Teratai putih melompat kearah sang algojo dan membabat kepala algojo
terkenal paling sangar dan paling kuat itu.
"Tras!!".
"Plok!".
Kepala sang algojo itupun jatuh ke lantai,sedangkan putra mahkota terjajar ke tembok.
Dengan sekali babat,semua rantai yang mengikat Shin Liong pun putus.
Dewi Teratai putih melompat menangkap tubuh Shin Liong yang sudah penuh dengan luka luka itu.
"Shin Liong !!!, sayang, bangun, jangan tinggalkan aku,akan ku hancurkan istana Alexia berserta seluruh penghuni nya,bila sesuatu terjadi kepada mu, bangun sayang, ini Dewi mu sayang!" teriak Dewi Teratai putih sambil memeluk tubuh Shin Liong yang sudah tidak ber gerak lagi itu.
__ADS_1
...****************...