Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Palagan Padang Tandus.


__ADS_3

Dengan gerakan yang sangat cepat sekali , hingga tidak bisa di ikuti oleh mata , Putri Xuan Yi mengamuk kesana kemari .


Tidak lagi kelihatan tubuh nya , yang terlihat cuma tubuh tubuh para Prajurit yang bergelimpangan tidak karuan.


Sementara itu di waktu yang sama pula , agak jauh di Utara dari pasukan Negari Lo Fu Nyin berada , pasukan negri Ko Li Nyin menghadapi serangan dari Negeri Long Nyin.


Pagi ini setelah berunding tadi malam , pasukan Long Nyin menyerang seperti biasa nya juga , tetapi ada yang tidak di ketahui oleh pasukan Ko Li Nyin adalah dua ratus pemanah berada di Utara pasukan , serta dua ratus lagi berada di selatan pasukan itu.


Ketika kedua belah pihak sudah berhadap hadapan , hujan panah pun menyambut pasukan Long Nyin.


Namun pagi ini pasukan Long Nyin sudah jauh lebih siap dari pada kemarin.


Ketika ratusan anak panah mulai menghujani mereka , pasukan tameng pun bergerak melindungi semua Prajurit dengan tameng yang di susun sedemikian rupa , sehingga menyerupai punggung kura kura.


Dan pada saat yang sama pula , pasukan panah di kiri dan kanan segera bergerak menghujani pasukan Ko Li Nyin dari arah sisi kiri dan kanan .


Mendapat serangan anak panah yang tidak terduga duga itu , pasukan Ko Li Nyin pun menjadi kalang kabut , banyak prajurit panah mereka yang tewas terkena anak panah musuh.


Pasukan tameng pun akhirnya bergerak membentuk pertahanan punggung kura kura juga.


Tetapi saat mereka bertahan dengan tehnik punggung kura kura nya , dari depan mereka , pasukan Long Nyin juga bergerak maju dengan posisi masih bertahan dengan tehnik punggung kura kura.


Akhirnya perang berhadap hadapan satu lawan satu pun tidak bisa terhindarkan lagi.


Dengan perang terbuka satu lawan satu , sedang pasti pasukan Long Nyin menang jumlah.


Sedikit demi sedikit pasukan Ko Li Nyin mulai terdesak mundur ke dalam kota.


Jauh di selatan Padang tandus , Putri Xuan Yi dan Dewi Ying Fa terus saja mengamuk menebar maut.


Tetapi karena jumlah mereka yang sangat banyak , sehingga seperti tidak pernah habis nya.


Lama kelamaan Shin Liong yang menyaksikan pun mulai bosan juga.


Di keluarkan nya panah sumbu langit nya dari penyimpanan nya , dan ketika panah itu di lepaskan , ratusan anak panah terbuat dari cahaya putih pun meluncur mengejar target nya masing masing.


Cuma dalam waktu yang sangat singkat saja , hampir separuh pasukan Lo Fu Nyin yang tewas.


Melihat hal itu , sang jendral Cu Boan Bin menjadi sangat marah sekali , maka dengan sekali genjot , tubuh nya telah berada di depan Shin Liong .


Tanpa basa basi lagi , sang jendral itu segera menyerang Shin Liong dengan jurus tangan kosong nya.


Shin Liong pun segera menyimpan senjata nya , untuk selanjut nya melayani serangan sang jendral dengan tangan kosong nya.


Dengan sepersepuluh dari tenaga dalam nya , Shin Liong berusaha mengimbangi gerakan sang jendral itu.


Beberapa kali benturan kedua energi mereka terjadi , dan beberapa kali pula terjadi ledakan ledakan hebat.


Sang jendral yang merasa energi dari lawan nya tidak ada peningkatan nya sama sekali , akhirnya menjadi sombong.


"He he he he, manusia hina , ayo keluarkan semua kesaktian mu , dan tumbangkan aku , sudah ku bilang bahwa kau cuma besar omong saja dengan tingkat kultivasi yang masih di alam Taruna saja kau berlagak seperti Dewa , kau to*ol apa memang be*o heh ?" tanya sang jendral dengan pongah nya.

__ADS_1


"Aku sudah memperingatkan kalian semua , tetapi jangan kan kau mau mematuhi aku , malahan kalian mengejek ku , baiklah , aku tidak ingin bermain main lagi , aku akan segera menyudahi ini semua !" kata Shin Liong sambil mengerahkan seperempat dari energi nya.


Tawa dari sang Jendral yang tadi berderai , kini tiba tiba tidak terdengar lagi.


Sang jendral sangat terkejut sekali , karena tiba tiba energi serangan dari lawan nya ini naik drastis seratus kali lipat dari semula , dan gerakan nya pun menjadi sangat cepat , bisa berpindah pindah sesuka hati nya.


Dalam dua tiga jurus saja , kini sang jendral Cu Boan Bin terdesak sangat hebat.


Melihat Jendral nya terdesak hebat , sang Raja segera turun tangan membantu sang jendral nya , menyerang Shin Liong .


Pertarungan dua lawan satu pun terjadi antara Shin Liong melawan Jendral Cu Boan Bin yang dibantu oleh sang Raja Bo Ban Beng.


Meskipun telah di bantu oleh sang Raja nya , tetapi tidak juga mereka bisa mendesak Shin Liong , malahan kini merekalah yang terdesak oleh Shin Liong .


Hingga pada satu kesempatan , dengan gerakan sangat cepat sekali , tangan Shin Liong berhasil menangkap pergelangan tangan kanan dari Jendral Cu Boan Bin , dan dengan sekali sentak saja tangan sang jendral itupun terlepas sebatas bahu nya.


Darah pun muncrat di ujung pundak sang Jendral yang kini sudah tidak memiliki tangan kanan lagi.


Jeritan dan teriakan kesakitan dari sang jendral pun terdengar hingga keseluruh Prajurit nya.


Sang Raja Bo Boan Bin yang menyaksikan betapa mudah nya sang jendral yang terkenal sakti, dikalahkan oleh pemuda yang baru saja dia hina.


Di pindai nya tubuh pemuda lawan nya ini sekali lagi , memang masih sangat muda sekali , baru delapan belasan tahun saja , bukan orang tua yang bertubuh muda.


"Aku sudah tiga kali memberikan kesempatan kepada kalian semua agar pulang ke Negeri kalian sendiri dan belajar hidup damai bertetangga dengan bangsa lain , tetapi kalian tidak mengacuhkan kata kata ku , atas nama para Dewata !, aku akan membasmi semua kejahatan diatas muka bumi ini !" kata Shin Liong sambil menatap kearah sang Raja.


"Cuih !, kau pikir aku anak kecil yang bisa kau gertak !, kau belum tahu sedang berhadapan dengan siapa , jangan menyesal , karena aku akan menumbangkan diri mu dalam tiga jurus !" kata sang Raja sambil mengerahkan ilmu nya.


Kali ini sang Raja seperti mendapatkan kekuatan sepuluh kali lipat dari sebelum nya.


Beberapa kali pukulan tangan kosong dari Shin Liong berhasil mengenai tubuh dari sang Raja , tetapi sang Raja cuma terguling guling saja , tanpa terluka sedikitpun juga.


Hal itu rupanya menjadikan sang Raja semakin pongah saja.


Bahkan pada satu kesempatan , tendangan sang Raja berhasil mendarat di dada Shin Liong .


Meskipun tidak terluka , tetapi tendangan itu berhasil membuat Shin Liong terjengkang kebelakang.


Dan pada saat Shin Liong terjengkang ke belakang , kesempatan itu tidak di sia siakan oleh sang raja yang segera memburu kearah Shin Liong dengan cakaran kaki dan tangan nya , serta dengan kecepatan yang sangat cepat.


"Tras !"...


"Tras !"...


Dua kali terdengar suara desiran senjata.


Namun bukan nya tubuh Shin Liong yang terkoyak koyak , melain kan kedua tangan sang Raja yang sudah putus sebatas atas siku nya , terkena tebasan pedang kristal Katai putih inti bintang yang tiba tiba berada di tangan kanan Shin Liong itu.


Sang Raja termangu antara percaya dan tidak percaya , bahwa kedua tangan nya kini telah buntung.


Namun kebingungan nya tidak berlangsung lama , karena tiba tiba Shin Liong kembali bergerak.

__ADS_1


"Tras !"...


"Tras. !"...


Dua kali terdengar suara tebasan , dan tubuh sang Raja dan jendral nya itupun telah terbelah menjadi dua bagian.


Para Prajurit Negeri Lo Fu Nyin yang tersisa menjadi geger gempar mengetahui Raja mereka telah tewas di tangan seorang pemuda setelah tewas dua lawan satu dengan seorang pemuda .


Prajurit yang sempat lari , segera berlari , dan yang tidak sempat untuk lari , terpaksa menyerah pasrah .


"Dengarlah oleh kalian semua nya !, bukankah sudah ku anjurkan untuk membatalkan niat kalian semua untuk menyerang negri ko Li Nyin , tetapi Raja kalian bersikeras , dan bahkan mengejek serta menghina ku , ketahuilah bahwa negeri Tiau Nyin dan negeri Ko Li Nyin dibawah perlindungan ku , dan siapa saja yang memusuhi kedua negeri ini , maka akan ku hancurkan , pulanglah kalian semua , dan katakan apa yang aku katakan tadi , setelah urusan ku selesai , maka aku akan mampir ke Negeri kalian !" kata Shin Liong menyuruh semua Prajurit untuk kembali ke Negeri mereka .


Jauh di Utara dari tempat Shin Liong mencegat pasukan Negeri Lo Fu Nyin , kini pasukan Ko Li Nyin mulai terdesak hebat.


Ternyata tehnik yang di gunakan oleh pasukan Long Nyin memang terbukti sangat efektif sekali.


Hal ini terbukti dengan pasukan Ko Li Nyin yang sedikit demi sedikit mulai terdesak ke dalam kota Raja.


Korban mulai banyak berjatuhan di pihak pasukan Ko Li Nyin , sehingga mental para Prajurit nya menjadi kian hancur saja.


Di saat saat keadaan krisis seperti itu , tiba tiba , di udara terlihat pasukan negeri Tiau Nyin yang sangat banyak , turun di Utara Padang tandus itu.


Pasukan yang berjumlah dua ribuan Prajurit itu segera bergerak menyerang kearah pasukan panah negeri Long Nyin yang berada di sisi Utara pasukan Ko Li Nyin itu.


Melihat bala bantuan dari negeri Tiau yang datang tiba tiba itu , pasukan negeri Long Nyin tentu saja tidak ada persiapan apa apa menghadapi mereka.


Sebentar saja , dua ratus orang Prajurit panah itu pun habis oleh pasukan Negeri Tiau Nyin.


Bukan cuma itu , pasukan Tiau Nyin ini , setelah membantai ke dua ratus orang Prajurit panah , segera bergerak menyerang pasukan inti negeri Long Nyin.


Sementara itu , mengetahui bahwa mereka mendapat bala bantuan dari Negeri Tiau Nyin , semangat tempur para Prajurit Negeri Ko Li Nyin yang tadi sudah hancur lebur , kini bangkit kembali , seperti mendapatkan energi baru.


Dengan melindungi diri dengan tameng , pasukan Ko Li Nyin bergerak mendekat kearah Prajurit panah yang berada di sisi selatan Padang tandus itu.


Prajurit Negeri Ko Li Nyin yang seperti mendapatkan asupan energi baru itu bergerak dengan ganas , membantai semua Prajurit panah , Negeri Long Nyin yang mereka jumpai.


Akhirnya pasukan panah Negeri Long Nyin yang berada di sisi selatan Padang tandus itupun tewas semua nya di bantai oleh pasukan Negeri Ko Li Nyin yang seperti orang kesurupan itu.


Setelah selesai menghabisi pasukan panah di sisi selatan Padang tandus itu , pasukan itupun bergabung menyerang pasukan inti Negeri Long Nyin.


Menghadapi perlawanan dari dua Negeri yang sama kuat itu , tentu saja negeri Long Nyin mulai terdesak hebat.


"Kep*rat !, jaha*am !, sial !, sial !, apa yang terjadi ?, kenapa para Burung sialan itu malah membela negeri yang telah menyerang mereka ?" tanya Shio Lang Fung , Raja Bangsa Long Nyin pada panglima nya.


"Ampun yang mulia , hamba juga tidak mengerti , inilah yang diluar perhitungan kita , kita mengira jika Bangsa Burung itu akan membiarkan Bangsa Rubah hancur !, eh ternyata mereka malah datang membela nya !" jawab sang jendral tidak mengerti.


"Lalu kenapa hingga saat ini pasukan Negeri Lo Fu Nyin tidak juga tiba di sini ?, bukan kah menurut perkiraan sekarang waktu nya mereka tiba di sini ?" tanya sang Raja lagi.


Sang Raja bingung , mengapa hingga saat itu , pasukan Bangsa Harimau itu tidak juga muncul .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2