Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Lembah teratai .


__ADS_3

Bisikan dari orang orang yang dia cintai , memang obat yang sangat manjur dalam menurunkan kemarahan Shin Liong .


Perlahan lahan , mata nya yang tadi berwarna putih perak dengan pupil berwarna kuning emas bercahaya terang itu mulai memudar .


Xiu Fan dan Hong Ye terpana melihat kejadian itu , wajah mereka masih pucat pasi , dengan badan yang gemetaran .


Sedangkan pemuda Bai Lang , sedari tadi , meringkuk di bawah meja tanpa menyadari jika seluruh celana nya sudah basah semua , dan badan nya bergetar seperti seorang penderita demam malaria .


Setelah keadaan normal kembali , Shin Liong pun bersimpuh sambil memeluk kaki aji nya .


"Xiu Ji , maafkan Bao Xiu Ji , Bao tidak bermaksud menakuti Xiu Ji , tetapi Bao tidak pernah rela , bila ada orang yang menghina serta merendahkan ibu Xiu Ji !" kata Shin Liong .


"Bao kecil ku , bagai mana pun , kau tetap Bao kecil ku dulu , maafkan ketidak berdaya an aji dahulu , aji juga tidak pernah rela bila ada orang yang menghina serta merendahkan ibu mu nak , dia wanita mulia dan terhormat , rela menukar nyawa nya demi kehidupan putra nya , aji tahu kisah semua nya , ibu mu hanya bercerita kepada aji saja tentang derita nya , betapa dengan licik nya , dia diracun oleh kakak ipar nya sendiri yang tidak menyukai nya , cuma karena kalah dalam hal kecantikan , aji pulalah yang menemani ibu mu mencari obat agar kau bisa selamat nak , meskipun epek nya ibu mu yang akan tewas saat melahirkan kamu nak , tetapi dengan tegas dia menyatakan sanggup menerima resiko apapun , asalkan kau selamat , aji tahu semua nya nak !" Isak tangis Xiu Ji, saat memeluk tubuh Shin Liong .


"Kakak Bao !, bolehkah aku memanggil mu kakak ?" tanya Hong Ye .


"Kau panggil saja aku Shin Liong , karena itulah nama ku , Bao kecil itu khusus panggilan Xiu Ji ku saja !" kata Shin Liong .


"Baiklah kakak Liong , aku senang , ternyata masih mempunyai seorang kakak yang tampan , ini wajah asli kakak kan ?, bukan seperti yang dikatakan kakak Lang itu ?" tanya Hong Ye ragu ragu .


"Adik Ye , aku bersama kakak Shin Liong sudah sejak lama , selagi masih sakit dahulu , hingga sekarang , dan memang inilah wajah asli nya , dulu itu wajah dan tubuh nya aneh karena penyakit sedari lahir nya , tetapi setelah racun itu bersih dari tubuh nya , wajah nya kembali seperti wajah orang ke banyakan , akulah yang mendampingi nya , sedari masih sakit hingga sehat nya , jadi aku tahu semua nya , pemuda bodoh itu asal bicara saja , tanpa tahu apa apa , dahulu kami merantau justru karena mencari orang tua nya adik Mei Yin ini , cuma dia yang mampu membuat obat penawar racun yang mengendap di dalam tubuh kakak Shin Liong !" ucap Dewi Teratai putih menjelaskan semua nya .


Akhirnya , setelah takut takut , Hong Ye pun memeluk tubuh Shin Liong erat .


Dengan tertatih tatih , serta di sertai perasaan takut dan malu karena celana nya basah semua , pemuda Bai Lang pun pergi dari tempat itu secara diam diam .


"Xiu Ji , bukankah dahulu Xiu Ji tinggal di kota Tiang lun , kenapa sekarang berada di kota Li Cuan kembali ?" tanya Shin Liong heran .


"Shin Liong Ketahuilah , toko obat ini milik mendiang ibu mu , waktu itu , toko ini begitu maju dan terkenal sekali , setelah ibu mu menikah , dia menyuruh aji mengelola nya , tetapi setelah aji menikah dan pindah ke kota Tiang Lun , toko ini di kelola oleh pho pho mu , tetapi karena pho pho mu tidak bisa mengelola nya , toko ini bangkrut dan hampir saja di jual , aji ingat , ini milik ibu mu , peninggalan ibu mu , jadi aji dan adik mu Hong Ye terpaksa pindah ke kota Li Cuan ini untuk mengelola toko ini kembali nak , aji tidak rela bila peninggalan ibu ini lenyap dari keluarga kita begitu saja , tetapi , memang kita kalah dalam bersaing nak , toko ini pun sangat sulit untuk kembali seperti waktu dulu !" kata Xiu Ji sedih .


"Kami sudah berusaha kak , namun memang kualitas obat obatan dan pil kita jauh dari milik orang , semua Alchemist terkenal , sudah di miliki toko lain !" kata Hong Ye menjelaskan .


"Saya mengucapkan terimakasih pada Xiu Ji dan Ye meme atas keperdulian kalian pada peninggalan ibu , teruskan mengelola toko ini Xiu Ji , saya akan batu sebisa saya !" kata Shin Liong sambil mengeluarkan beberapa ratus botol pil dari dalam cincin ruang nya , serta beraneka macam obat herbal yang kesemua nya berkualitas bintang sembilan .


Mata Xiu Fan dan Hong Ye terbelalak melihat apa yang terbentang didepan mata mereka .


Semua pil berkualitas bintang sembilan hingga pil Dewa bintang sembilan pun ada di situ , padahal semua itu sudah ratusan tahun tidak pernah ada lagi , bahkan sudah menjadi legenda dari mulut ke mulut saja .


Juga ada berbagai macam obat herbal yang sangat langka terpampang didepan mata mereka .


Putri Mei Yin juga memberikan beberapa ratus botol pil langka kualitas bintang sembilan , serta beraneka macam obat herbal .

__ADS_1


"Semua ini gratis untuk Xiu Ji , semoga dengan ini , toko ini bisa berkembang seperti dahulu lagi , Xiu Ji , menjadi rujukan utama orang orang , dan saya akan rutin setiap bulan nya , menyediakan pil semacam ini !" kata Shin Liong sambil menyerahkan pil serta obat obatan herbal itu .


"Sebenar nya , kalian dapat ini dari mana nak ?" tanya Xiu Ji heran .


"Ini semua kami buat sendiri Xiu Ji , dia Putri Mei Yin adalah Yok Sian putri dari Sian Wu , dan saya murid tidak langsung dari Sian Wu , karena istri saya Dewi Teratai putih Menghadiahkan kitab ilmu ketabipan yang di tulis Suhu Sian Wu kepada saya !" Shin Liong menjelaskan kepada Xiu Ji nya .


"Lalu kalian mau kemana sekarang ?" tanya Xiu Fan .


"Kami akan kembali ke lembah teratai , karena sementara , kami akan tinggal di sana Xiu Ji !" jawab Shin Liong .


Setelah puas berbincang bincang melas kerinduan nya sambil minum teh harum khas dataran tinggi Kwan Lun yang sangat terkenal itu , Shin Liong dan kedua orang istri nya pun pamit pergi .


Di tepi jalan dekat alun alun kota Li Cuan , A Yong dan Ngkong serta pho pho nya , menunggu sambil duduk di bawah sebatang pohon Tao besar yang tumbuh di pinggir alun alun .


Baru saja Dewi Teratai putih bermaksud memanggil putra nya , tiba tiba sudut mata nya menatap hal yang menarik hati nya , sepuluh gadis cantik sedang berjalan ber iringan .


"Eng San !, Ling Sia !" panggil Dewi Teratai putih kepada dua orang pemimpin sepuluh pengawal Dewi Teratai itu .


Kedua wanita cantik itu celingukan beberapa saat , lalu setelah melihat keberadaan dari Dewi Teratai putih , mereka berlari menghampiri nya .


Setelah sampai di dekat Dewi Teratai putih , ke sepuluh orang pengawal Dewi Teratai itu memperhatikan Dewi Teratai putih beberapa saat , setelah yakin itu memang junjungan mereka , kesepuluh orang wanita cantik itupun bersimpuh sambil menangis haru .


"Hormat kami Dewi Teratai putih , selamat datang kembali , kami sangat bahagia berjumpa dengan Dewi kembali !" ucap Yu Eng San sebagai saudara tertua mereka .


Mereka segera berjalan kearah A Yong berdiri bersama Arwanwen .


Kesepuluh pengawal Dewi Teratai yang juga disebut Cap Lian Tin (barisan sepuluh teratai) itu bersimpuh di depan A Yong dan Arwanwen .


"Selamat datang Wen Thai Cu , Yong Siauw Cu , dan Li Tanio , selamat kembali ke teratai Putih !" kata Yu Eng San sebagai kakak tertua dan juga pemimpin dari Cap Lian Tin ini .


"Sangat lama berpisah , sekarang kau terlihat sudah sangat matang sekali Yu Eng San !" kata Dewi Li lian gembira melihat kesepuluh orang murid putri nya itu .


Malam itu mereka mereka menginap di penginapan yang sering mereka sewa , sehingga begitu melihat kesepuluh wanita cantik ini , para pelayan rumah penginapan pun sudah langsung mengerti .


Malam itu , Dewi Teratai putih sengaja memanggil Yu Eng San dan Yu Eng Sia kedalam kamar nya , banyak hal yang ditanyakan nya selama dia pergi .


Ternyata sudah beberapa tahun ini Cap Lian Tin ini sering berpergian kemana mana , sekedar mencari kabar keberadaan sang majikan mereka ini .


Namun usaha mereka selalu sia sia , tak satu pun Khabar yang mereka temukan .


Ke esokan hari nya , setelah sarapan dan mempersiapkan bekal di jalan , mereka pun berangkat ke Utara menuju ke lembah teratai yang memerlukan perjalanan kurang lebih setengah hari itu .

__ADS_1


Empat ekor kuda yang di tunggangi oleh empat orang dara cantik berjalan di depan .


Lalu di susul oleh kereta yang di kusiri oleh Shin Liong , lalu kereta A Yong , dan di belakang enam orang penunggang kuda dara dara cantik dari cap Lian Tin .


Lewat tengah hari , mereka tiba di sebuah jalan di sisi tebing batu .


Disebuah tikungan , mereka berhenti , Dewi Teratai putih mengajak semua keluarga nya untuk turun dari kereta .


"Yi Eng San , Yu Eng Sia , kalian bawa kereta ini masuk terlebih dahulu lewat gerbang utama , katakan pada Ni Mang dan Dong Yi bahwa kami telah kembali , kami akan masuk lewat belakang !" kata Dewi Teratai putih kepada pemimpin Cap Lian Tin .


Dengan patuh nya , kesepuluh dara cantik ini menuruti perintah Dewi mereka .


Setelah para Cap Lian Tin pergi , mereka meneruskan perjalanan kearah selatan tebing batu .


Di situ tempat , Dewi Teratai putih menginjak sebuah batu yang agak tersembunyi , dan sebuah dinding batu pun bergeser menciptakan sebuah pintu goa yang cukup besar .


Mereka segera memasuki lorong goa itu dengan bantuan penerangan seadanya .


Saat mereka sudah didalam , pintu itupun tertutup kembali seperti semula , seolah olah tidak ada pintu apapun disitu .


Setelah berjalan beberapa lama melewati lorong berliku liku , akhirnya mereka tiba di timur sebuah lembah yang sangat luas .


Di sisi lembah itu ada sebuah telaga berair bening sekali .


Di sisi lain nya , ada sebuah bangunan mirip istana yang separuh nya menempel di dinding batu .


Lalu di sebelah nya lagi ada bangunan mirip istana yang cukup besar .


Air mata Dewi Li lian mengalir setelah memasuki bangunan yang sudah cukup lama dia tinggalkan itu .


Dewi Teratai putih segera memukul sebuah keuntungan mirip gong tetapi juga mirip piring besar .


Setelah suara gong mereda , terdengar langkah kaki dua orang mendekat dari lorong yang menempel di tebing batu itu .


Tidak berapa lama , muncul dua orang wanita paro baya yang terlihat masih cantik .


Kedua orang wanita ini segera memeluk Dewi Teratai putih setelah melihat keberadaan sang Dewi di depan mata mereka .


Tangis mereka pun pecah karena rasa haru yang teramat sangat .


...****************...

__ADS_1


"Kebaikan terkecil adalah , menghindarkan orang lain dari kejahatan mu !" ...


__ADS_2