
Setelah menolong wanita muda miskin yang sakit di ujung sebuah gang sempit , kini Shin Liong dan Putri Mei Yin meneruskan kembali perjalanan mereka , sambil membagi bagikan Tail emas kepada orang orang miskin yang mereka temukan di jalan .
Setelah merasa cukup berkeliling di kota Han , sekedar membagikan Tail emas kepada orang orang miskin , akhirnya pada satu pagi , dengan menunggangi dua ekor kuda , Shin Liong dan Putri Mei Yin kembali ke kota Li Cuan .
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dengan menunggang kuda , akhirnya mereka tiba kembali ke kota Li Cuan , setelah melewati kota Tiang Lun.
Seperti biasa nya , mereka mampir sebentar di toko Xiu Ji nya .
Ketika dia mampir di toko Xiu Ji nya , di dalam toko nampak seorang wanita tua bertubuh gemuk bersama dengan seorang laki laki paro baya , nampak sedang berbicara serius dengan Xiu Fan yang nampak tertunduk .
"Aku tahu niat mu Xiu Fan , kau ingin mengambil toko milik Bao Yu ini untuk mu sendiri , serahkan toko ini kepada kakak mu Bian Ho sekarang juga !" bentak wanita tua itu marah .
"Bu , tidak ada sedikit pun di dalam pikiran ku , untuk menguasai toko Cici Bao ini , aku cuma tidak ingin melihat perjuangan Cici Bao berakhir sia sia , dia masih memiliki putra yang seharus nya menjadi pemilik toko ini Bu !" kata Xiu Fan .
"Tidak !, sekali tidak , tetap tidak !, aku tidak memiliki cucu dari Bao Yu , kau jangan memaksa ku untuk menerima nya , aku tidak Sudi memiliki cucu semacam itu !" kata wanita tua itu .
"Aku juga tidak ingin memiliki pho pho seperti mu , Xiu Ji , serahkan saja toko ibu ku ini kepada wanita ini , dan aku jamin , dalam waktu beberapa purnama saja toko ini akan tutup Xiu Ji , percaya lah pada ku !" kata Shin Liong sangat tersinggung mendengar perkataan dari pho pho nya .
Wanita tua itu menoleh kearah pintu , dan terperanjat melihat seorang pemuda tampan dan seorang wanita muda yang sangat cantik , berdiri menatap kearah nya .
"Ooh rupanya kau putra nya Bao Yu itu ya ?, rupanya kau yang menghasut Xiu Fan supaya toko ini jatuh ketangan mu , heh anak terbuang , dengar lah , silsilah mu tidak jelas , kau tahu , kau hasil dari perselingkuhan Bao Yu dengan siluman , kau mengerti ?" suara Bian Ho meninggi .
"Buk !" ...
Tubuh Bian Ho terbanting ke tembok ruangan itu , ketika sebuah bogem mentah mampir di perut nya .
Mulut nya memuntahkan darah segar beberapa gumpal .
"Itu hadiah dari ku untuk manusia yang selama ini membuat fitnah , jika ibu ku berselingkuh dengan siluman , hari ini juga , seluruh barang milik ku yang ku titip disini , semua nya kutarik kembali , kalian boleh memiliki toko ini , kelola lah semau kalian , mulai hari ini , bila masih kudengar kau menyebarkan fitnahan terhadap ibu ku , maka kepala mu akan ku pajang di tengah alun alun kota Li Cuan , aku tidak perduli siapa kau !" kata Shin Liong sambil menunjuk kearah Bian Ho .
Shin Liong menyuruh semua karyawan toko itu agar mengumpulkan semua pil dan obat herbal milik nya , tidak perduli orang sedang mengantri begitu panjang nya .
"Ibu , kita kembali ke kota Tiang Lun saja Bu , disana kan ada toko pakaian milik ayah !" kata Hong Ye pada ibu nya .
"Meme Hong Ye benar Xiu Ji , aku akan mencarikan kalian sebuah toko di sana Xiu Ji !, biarlah toko ini menjadi milik mereka , kita bisa buka toko obat di kota Tiang Lun Xiu Ji !" kata Shin Liong .
Dengan wajah sedih , Xiu Fan akhirnya cuma bisa menganggukkan kepala nya saja .
"Dulu sewaktu toko ini hampir tutup , kalian tidak perduli , cuma aku yang siang malam bekerja keras , berusaha agar toko ini tidak tutup , sekarang setelah toko ini maju , kalian ramai ramai ingin mengelola nya , sekarang , kelola lah sendiri , saya kembali ke tiang lun hari ini juga , ibu sedari dahulu , selalu mementingkan kakak Bian saja , meskipun untuk itu ibu harus menindas anak ibu yang lain nya ibu tidak perduli , ibu bersikap tidak adil pada anak anak ibu sendiri , padahal ini toko kakak Bao , hasil jerih payah kakak Bao , tidak ada hubungan nya dengan keluarga Xiu , apalagi dengan Xiu Bian Ho si pecundang ini , peternakan keluarga Xiu hancur di tangan nya , perkebunan keluarga Xiu juga hancur di tangan nya , sekarang toko Cici Bao juga akan bernasib sama seperti yang lain nya , bila satu saat seluruh harta keluarga Xue sudah habis , ibu jangan mencari kami untuk minta pertolongan !" kata Xiu Fan sambil berurai air mata .
Hari itu pula , Xiu Fan kembali ke Kota Tiang Lun bersama putri nya Hong Ye dengan menaiki sebuah kereta kuda , sementara Shin Liong dan Putri Mei Yin , mengiringi mereka dari belakang dengan menunggang dua ekor kuda .
__ADS_1
Orang orang yang tadi nya mengantri di depan toko keluarga Xue itu , karena obat yang mereka cari tidak ada , akhirnya satu persatu membubarkan diri .
Di Kota Tiang Lun , Shin Liong membeli sebuah toko obat yang besar di tengah tengah Kota Tiang Lun .
Toko ini sudah satu tahun tutup karena tidak ada pembeli nya lagi .
Memang jaman sekarang , mencari Alchemist tingkat enam dan tujuh sangat susah sekali , apalagi dengan tingkat delapan dan sembilan sudah sangat mustahil ada nya .
Alchemist yang paling banyak adalah Alchemist tingkat empat , sedangkan untuk Alchemist tingkat lima , sudah agak jarang di temukan , paling kalau pun ada , sudah di ambil oleh toko toko obat besar yang di miliki oleh klan klan besar yang kaya raya , atau di pekerjakan oleh para pejabat kota .
Toko obat besar bertingkat dua yang berada di tengah pusat keramaian kota Tiang Lun itu , Shin Liong beli dengan harga lima ratus ribu Tail emas .
Setelah melakukan beberapa perbaikan dan perubahan di sana sini , toko obat yang cukup besar itu terlihat sangat cantik sekali , lengkap dengan sebuah plang tergantung di atas nya , bertuliskan "Toko Obat Bao Yu !" .
Shin Liong menghadiahkan toko obat itu kepada Xiu Ji nya , yang selama dia kecil , merawat serta mengasihi nya itu .
Tentu saja pemasok obat herbal dan pil yang utama untuk toko nya itu adalah diri nya sendiri .
Tidak melulu menjual pil berkualitas bintang sembilan yang sangat sulit di buat , toko ini juga menjual pil kualitas bintang delapan , tujuh , dan enam yang lebih mudah di buat serta harga nya lebih murah .
Kota Tiang Lun dan sekitar nya , gempar dengan berdiri nya sebuah toko obat baru yang menjual pil dengan kualitas bintang enam , tujuh , dan delapan , bahkan kualitas bintang sembilan yang mustahil itu pun ada .
Tentu saja , dalam waktu yang singkat , toko itu sudah menjadi tujuan utama orang orang dalam mencari obat herbal dan pil .
Keluarga Fang , meskipun cukup kaya , tetapi bukan sebuah Klan (keluarga besar) yang sangat di segani di kota Tiang Lun ini .
Di kota Tiang Lun ini ada dua Klan besar dengan kekayaan yang luar biasa , yaitu Klan Jao di timur kota Tiang Lun , dan Klan Buo di barat kata Tiang Lun .
Kedua Klan ini selalu bersaing dalam segala hal , baik usaha , maupun pengaruh .
Tidak jarang juga terjadi bentrokan yang berujung saling serang antar dua Klan ini .
Perkelahian hingga korban nyawa sudah biasa bagi kedua Klan utama kota Tiang Lun ini , saling serang dan saling dendam .
Apalagi sekarang , setelah runtuh nya keKaisaran negeri Fangkea , persaingan antar kedua Klan ini menjadi semakin meruncing saja , masing masing ingin menjadi penguasa kota Tiang Lun .
Klan Klan menengah dan kecil di barat kota , dipaksa untuk tunduk dan mendukung Klan Buo , sedangkan yang di timur dipaksa mendukung Klan Jao , meskipun hati kecil mereka menolak nya .
Dengan berdiri nya toko obat Bao Yu di pusat kota , menjadikan kedua Klan besar ini ramai ramai ingin menguasai nya , dengan membuat berbagai masalah .
Klan menengah dan kecil , cuma bisa pasrah pada arogansi kedua Klan ini , bila ingin usaha mereka terus berjalan .
__ADS_1
Karena Kedua Klan ini , memiliki pengawal berkepandaian tinggi hingga dua ratus orang banyak nya , untuk tiap tiap Klan .
Melawan mereka , sama hal nya melawan Prajurit satu kota Propinsi .
Itulah pula yang menyebabkan pemilik toko obat terdahulu memilih menutup toko nya , dan pindah ke kota lain , karena tidak kuat dengan intimidasi dari kedua Klan ini .
Meskipun tidak bergabung dengan mereka , tetapi kedua Klan ini , masing masing akan meminta pajak keamanan yang sangat mahal kepada sang pemilik toko .
Ibarat nya , pagi Klan Jao menagih pajak , sore nya Klan Buo yang datang menagih pajak , dengan tukang pukul yang banyak dan sangar sangar .
Padahal dahulu tidak ada satu Klan pun yang berani macam macam , semasa keKaisaran masih ada , baru setelah keKaisaran tumbang , hal aneh ini timbul .
Pagi itu , beberapa hari setelah toko obat Bao Yu berdiri , datang empat orang pemuda bertubuh tinggi besar ke toko Bao Yu itu .
Mereka utusan dari Klan Jao yang meminta pajak keamanan kepada Xiu Fan sebanyak seratus Tail emas setiap Minggu nya , dan bakal diambil setiap akhir Minggu .
Tidak lama , setelah ke empat pemuda itu pergi , kembali datang empat orang pemuda lain nya utusan dari Klan Buo yang meminta hal yang sama pula .
Awal nya Xiu Fan tidak terlalu menanggapi hal itu , mengira masalah itu akan reda begitu saja setelah waktu berlalu .
Tetapi , setelah hampir satu Minggu , utusan itu kembali datang menagih uang pajak keamanan , dan Xiu Fan bersikeras tidak mau memberikan sepeser pun .
Sore hari nya ,saat toko sudah tutup , utusan dari masing masing Klan datang dengan para tukang pukul mereka , dan menghancurkan bangunan toko Bao Yu .
Para penjaga toko dengan gemetar melaporkan hal itu kepada Xiu Fan dan Hong Ye .
Kedua wanita anak beranak ini menangis menyaksikan toko mereka yang hancur lebur tak bersisa lagi .
Pagi berikut nya Shin Liong datang untuk mengantarkan pasokan obat herbal dan pil .
Saat itu , Xiu Fan dan Hong Ye sedang bersimpuh menangis , melihat toko mereka tinggal puing puing saja lagi .
Fang Shi Quon mencoba membujuk kedua nya , dengan menjanjikan pindah kekota Han yang relatif lebih aman .
"Apa yang terjadi dengan toko nya Xiu Ji?" tanya Shin Liong sangat heran sekali .
Dengan terbata bata , di sela sela tangis nya , Xiu Ji menceritakan semua nya , dari awal hingga akhir .
Merah padam wajah Shin Liong menahan murka nya mendengar penjelasan Xiu Ji nya itu .
"Kurang ajar Klan Jao dan Klan Buo !, kalian sudah berani mengusik ku , kupastikan hari ini , kedua Klan itu akan musnah dari kota Tiang Lun ini !" teriak Shin Liong menggelegar hingga terdengar jarak beberapa puluh lie jauh nya .
__ADS_1
Dengan sekali genjot , tubuh Shin Liong segera melesat kearah timur , menuju kediaman Klan Jao .
...****************...