Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Evakuasi Besar Besaran.


__ADS_3

Sang Kaisar tertawa terbahak bahak karena senang nya.


"Tabib Wen!, akhirnya kau berhasil menciptakan ramuan untuk ku, tidak percuma aku menahan sabar kepada mu, nih ambilah sebagai hadiah untukmu!" kata sang Kaisar sambil melemparkan sebuah cincin ruang kepada Ar Wan Wen kawe itu.


Shin Liong atau pun Ar Wan Wen kawe, menyambut cincin ruang pemberian sang Kaisar itu, dan mengintip isi di dalam nya.


Ternyata isi nya setumpuk kepingan emas dan perhiasan yang sangat banyak jumlahnya.


"Terimakasih atas kemurahan hati yang mulia, hamba mohon diri yang mulia!" kata Shin Liong sambil beringsut mundur.


"Ya!, ya!, beristirahat lah Tabib, nanti kau harus membuatkan aku kembali pil seperti ini lebih banyak lagi!" perintah sang Kaisar.


Dengan diantar oleh punggawa istana, Shin Liong atau Ar Wan Wen kawe berjalan menuju sebuah ruangan yang agak jauh dari istana Kaisar.


"Silahkan tuan Tabib Wen!, selamat beristirahat!" kata sang punggawa setelah mereka tiba di sebuah ruangan yang agak terpencil di sebuah tebing batu cadas.


Selesai mengantarkan Shin Liong ketempat ruangan Tabib Wen, punggawa istana itu segera kembali ke istana Kaisar.


Ternyata di ruangan Tabib Wen ini, tidak ada apa apa, cuma sebuah tempat tidur agak besar, dengan dua buah bantal, dan beberapa ramuan yang tidak terlalu berguna.


Namun di sebuah kulit kijang yang sudah usang di bawah tempat tidur , terdapat beberapa guratan mirip sebuah peta.


Kulit kijang persegi panjang itu di bagian bawah nya terdapat garis berbelok belok, dengan tulisan "tebing batu".


Di tengah tengah garis, terdapat gambar persegi panjang paling besar memanjang keatas.


Lalu di kiri dan kanan nya terdapat pula gambar persegi panjang yang banyak.


Namun ada yang menarik hati Shin Liong pada gambar itu, agak jauh ke sebelah timur tebing, ada sebelas gambar persegi panjang yang berdekatan satu sama lain nya, seperti sebuah komplek permukiman.


Supaya tidak menimbulkan kecurigaan para prajurit mahluk Orgo itu, Shin Liong segera merubah penampilan nya, menjadi prajurit Orgo yang tadi dia tiru rupa nya.


Setelah merasa penampilan nya sudah sangat sempurna, Shin Liong segera melangkah ke Utara.


Pertama tama Shin Liong yang kini sudah berubah menyerupai prajurit mahluk Orgo itu melangkah dengan mengendap endap di keremangan cahaya malam.


Setelah berjalan cukup sangat jauh, Shin Liong melihat dari kejauhan ratusan para prajurit sedang berjaga jaga di mulut sebuah goa yang sangat besar.


Sepuluh depa dari para prajurit itu, Shin Liong mengintai bersembunyi di kegelapan malam di balik sebatang pohon rindang.


Setelah beberapa saat bersembunyi, salah satu dari prajurit itu berjalan kearah nya, seperti nya sedang mau buang air kecil.


"Hei!, prajurit Siu Gong!, kau mau kemana, sebentar lagi tugas mu berjaga di dalam!" teriak sang komandan membentak prajurit itu.


"Maaf komandan Tuo!, saya mau buang air kecil sebentar di balik pohon itu, mohon ijin tuan!" kata prajurit Orgo itu sambil menekan bagian bawah tubuh nya.


"Ya sudah!, sudah!, sana pergi, jangan kencing di dekat sini, bau, tau?" bentak sang komandan itu lagi.


Secepat nya prajurit itu segera berlari kebalik pohon besar dimana Shin Liong tadi bersembunyi.


"Prok!"...

__ADS_1


Terdengar suara sesuatu yang patah, tetapi tidak ada yang mencurigakan.


Prajurit Siu Gong melangkah keluar dari balik pohon, menuju ke arah sang komandan pasukan.


"Kalau sudah selesai, cepat kau dan prajurit Juo kui masuk kedalam, menggantikan mereka yang bertugas di dalam!" perintah sang komandan Tuo.


Bersama dengan seorang prajurit yang bernama Juo kui ini, prajurit Siu Gong masuk kedalam lorong goa.


Setelah berjalan masuk kearah Utara beberapa lama, mereka bertemu persimpangan lorong goa menuju ke timur dan Utara.


Di persimpangan itu ada satu meja dan dua kursi yang di duduki oleh dua orang prajurit jaga.


Setelah melihat kehadiran dua prajurit pengganti mereka, kedua orang prajurit itu nampak sangat senang sekali, karena tugas mereka di lorong goa yang pengab ini telah selesai.


Kedua prajurit itu segera berlalu ke luar dari lorong goa, sementara tugas mereka di gantikan oleh Juo Kui dan Siu Gong.


"Juo Kui!, sebenar nya, apa sih yang kita jaga ini, aku jadi bingung!" kata Siu Gong bertanya kepada teman nya.


Prajurit Juo Kui menatap kearah wajah Siu Gong dengan heran sekali.


"Aneh, selama ini kau bertugas, rupanya kau belum tahu kita ini menjaga apa?" tanya Juo Kui heran.


"Iya saudara Kui!, kau tahu aku agak bodoh, aku tahu nya kita harus jaga saja, selebih nya aku tidak mengerti!" kata Siu Gong nampak bodoh.


"Yang kita jaga ini adalah barak ternak milik Kaisar, semua nya ada sebelas lokasi, dan satu lokasi memuat sekitar sejuta hewan manusia, bahkan sudah ada yang berjumlah hampir dua juta, karena hewan ini berkembang biak sangat cepat!" jawab Juo Kui sedikit bangga, karena dia merasa lebih pintar dari pada prajurit Siu Gong.


Namun kebanggaan Juo Kui tidak berlangsung lama, karena tiba tiba sekelebat cahaya putih menghantam tubuh nya, hingga hancur menjadi abu terkena hantaman pedang kristal Katai putih inti bintang di tangan Siu Gong yang ternyata perupa an dari Shin Liong itu.


Tentu saja ini cuma ilusi yang di buat Shin Liong saja, tetapi terlihat cukup meyakinkan sekali.


Ilusi ini akan bergerak sesuai dengan alam pikiran orang yang melihat nya, karena sebenarnya yang dia lihat adalah alam pikiran nya sendiri.


Setelah selesai, Siu Gong segera bergegas memasuki lorong yang lurus ke Utara.


Agak lama berjalan setelah melewati beberapa tikungan dan belokan, Siu Gong tiba di sebuah tempat terbuka yang di penuhi oleh barak barak panjang, mirip tempat peternakan sapi.


Sangking banyaknya jumlah barak yang ada di tempat itu, sehingga tempat itu mirip sebuah kota saja layak nya.


Setelah berkeliling tempat itu beberapa saat lama nya, Shin Liong berpikir tidak mungkin memiliki waktu yang cukup satu malam untuk mengungsikan manusia sebanyak itu, satu satu nya jalan adalah tempat itu harus dipindahkan ke dunia dimensi saja untuk sementara, hingga dia mendapat waktu yang baik untuk mengungsikan manusia sebanyak itu.


Setelah mengibaskan tangan nya, tempat itupun kini menjadi sebuah tempat kosong melompong.


Sekali lagi Shin Liong mengibaskan tangan nya, dan tebing batu cadas yang berdiri di sekeliling tempat itu merapat, meninggalkan sebuah lobang kecil menuju atas saja kini.


Setelah selesai, Shin Liong yang kini menjadi Siu Gong berjalan kembali kearah tadi dia masuk,yaitu persimpangan lorong goa, tempat dia berjaga jaga tadi.


Kini dia berjalan menuju kearah timur lorong goa itu.


Tidak lupa sebelum meninggalkan persimpangan lorong goa itu, Shin Liong segera mengibaskan tangan nya, dan lorong goa yang mengarah ke timur pun menyempit lalu hilang sama sekali.


Setiap lorong goa yang di lalui Shin Liong, akan menyempit, lalu hilang sama sekali, seolah olah di tempat itu tidak pernah ada lorong goa sebelum nya.

__ADS_1


Setelah berjalan cukup jauh, kini Shin Liong tiba kembali disebuah persimpangan lorong goa.


Shin Liong segera mengambil arah ke Utara seperti yang pertama, hingga tiba di sebuah ruangan terbuka yang sangat besar sekali, dan banyak terdapat barak barak yang berjumlah ratusan ribu buah dengan perkiraan ada jutaan manusia yang di kurung di tempat itu.


Tempat itu mungkin tempat terbesar dari keseluruhan tempat di situ, dan di huni oleh semua wanita cantik dan gadis gadis ayu yang sengaja di tempatkan di tempat itu.


Ketimbang tempat pertama, tempat itu jauh lebih bersih dan lebih layak huni.


Seperti yang pertama tadi, cuma dengan sekali kibasan, semua bangunan di tempat itu hilang, berpindah kedalam cincin dimensi milik Shin Liong pemberian kakek nya.


Sekali lagi Shin Liong mengibaskan tangan nya, dan tempat itu pun menghilang menjadi sebuah lobang kecil menuju keatas.


Shin Liong Kembali berjalan menuju kearah timur sambil menutup lorong goa di belakang nya.


Di tempat yang ke tiga, Shin Liong mendapati tempat yang luas nya persis sama dengan tempat kedua, tetapi di sini di penuhi oleh para pemuda dan remaja laki laki muda yang gagah dan tampan.


Dengan sekali mengibaskan tangan nya, tempat itupun menghilang, menyisakan sebuah ruang kosong belaka.


Setelah sekali lagi Shin Liong Mengibaskan tangan nya, ruang kosong itu pun menghilang menjadi sebuah ujung goa tanpa ada lorong lagi.


Ketika hari benar benar terang, barulah Shin Liong selesai mengungsikan sebelas ruangan sangat besar tempat para manusia di kumpulkan.


Setelah semua nya selesai, Shin Liong segera mengibaskan kembali tangan nya, dan sebuah portal terbentuk di ujung lorong yang tersisa sangat pendek itu.


Portal itu ternyata berada di sebuah Padang luas, bekas sebuah kota yang sudah di pindahkan oleh Shin Liong dan menyisakan sebuah ruang terbuka yang sangat luas.


Shin Liong yang sudah kembali ke rupa asli nya itu, segera mengeluarkan isi cincin dimensi nya ke tempat itu.


Tempat yang semula sunyi sepi itu kini tiba tiba menjadi hiruk pikuk suara manusia dan tangisan para anak anak.


Tidak memerlukan waktu lama, Shin Liong segera membuat beberapa portal menuju ke kota dalam lembah serta ke kota di dalam celah ceruk batu di tengah lautan gurun pasir berbahaya.


"Kalian semua nya!, dengarkan lah, cepatlah masuk kedalam pintu itu secara tertib, kita tidak memiliki waktu banyak, dan hidup lah sebagai mana sebelum nya, serta jangan tinggalkan tempat itu, atau seluruh umat manusia akan musnah semua nya, camkan itu!" teriak Shin Liong membahana di tempat itu.


Kini para pengungsi, satu persatu mulai memasuki portal yang sudah di siapkan oleh Shin Liong.


Setelah lima hari lima malam, berulah seluruh pengungsi bisa di ungsikan seluruh nya.


Dari hasil bertanya kepada para pengungsi, Shin Liong berhasil mengetahui letak kota raja yang telah lama kosong itu.


Setelah para pengungsi tidak ada satu pun yang tersisa, Shin Liong segera menutup portal dan menghancurkan sisa sisa barak pengungsi yang mirip kandang peternakan hingga tidak bersisa sedikitpun juga.


Setelah semua nya selesai, Shin Liong segera berlari kearah barat dengan kecepatan yang super cepat.


setelah dua hari perjalanan, Shin Liong akhirnya tiba di sebuah benteng tempat markas pasukan Orgo berada.


Setelah meneliti di seluruh benteng ini tidak ada manusia, atau mungkin manusia nya sudah habis di makan makhluk Orgo itu.


Shin Liong segera menaburkan bubuk racun hidup itu ke udara, lalu meniup nya perlahan kearah pasukan Orgo itu berada dengan tenaga dalam nya.


Tanpa sadar, pasukan Orgo itu terinfeksi oleh racun hidup yang di tiupkan oleh Shin Liong kearah mereka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2