Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Tian Tung Mo Ji .


__ADS_3

Kedua orang cebol yang bergelar Tian Tung Mo Ji itu segera berbalik menghadap ke arah A Yong yang melangkah masuk melewati pintu gerbang yang sudah hancur itu .


Kedua orang manusia cebol yang sangat gemuk ini , meskipun sama sama cebol dan gemuk , tetapi ada sedikit perbedaan nya , yaitu yang seorang berkepala licin tanpa sehelai rambut pun , sedangkan yang seorang lagi , rambut nya cuma di samping kiri dan kanan kepala nya saja , sementara di tengah tengah licin tanpa rambut .


Yang berkepala gundul bernama Keng Tee Hun , dan yang berambut dikiri kanan kepala nya bernama Bian San Kun .


Mereka berdua ini termasuk para pendekar hebat yang di bayar tuan Jung Cu untuk memperkuat kedudukan nya .


Sedangkan tuan Jung Cu sendiri , mengumpulkan kekayaan berupa emas di desa itu , sambil mengumpulkan kekuatan sedikit demi sedikit , bukan tanpa maksud dan tujuan .


Ada tujuan yang lebih besar yang dia rencanakan , yaitu mendirikan sebuah kerajaan yang dia pimpin sendiri sendiri .


Kini tanpa di sadari oleh siapa pun juga , sudah sangat banyak emas dan perak yang di kumpulkan oleh tuan Jung Cu ini.


Kedua orang laki laki cebol ini menatap A Yong dengan tatapan geram .


Mereka berdua mencoba melihat tingkat kultivasi pemuda itu .


Tetapi beberapa kali memindai tubuh A Yong dari jauh , yang mereka lihat cuma anak muda yang baru berada di tingkat Alam Taruna menengah saja .


Bagai mana mungkin menurut ke empat pengawal bahwa pemuda itu sudah membunuh beberapa pengawal tingkat dua .


Mungkin para pengawal itu yang ilmu nya sudah mulai melemah karena banyak nya bersenang senang dengan wanita , pikir kedua laki laki itu .


"Hei kadal gila !, kamu nyasar dari mana heh ?, datang datang mengamuk tidak karuan , cepat berlutut dan menerima hukuman mu !" kata salah seorang dari kedua manusia cebol itu yang berkepala licin plontos .


"Aku heran dengan kalian semua !, tadi aku mampir di desa ini cuma ingin makan saja , setelah itu meneruskan perjalanan lagi , tetapi setelah selesai makan , kalian melarang ku untuk keluar dari desa ini , dan sekarang setelah aku meladeni maksud kalian , kalian juga marah , kalian benar benar manusia aneh !" kata A Yong sambil tersenyum mengejek .


"Sekarang kau sudah boleh keluar dari desa ini tetapi setelah meninggalkan kepala mu disini !" kata teman nya yang berkepala botak di tengah itu .


"Sangat di sayang kan , kepala saya cuma satu , saya tidak bisa memberikan pada kalian , kecuali kalian bisa mengambil nya sendiri !" kata A Yong sambil tersenyum menatap kedua laki laki cebol itu .


"He he he he, kau pikir kau siapa ?, kau terlalu percaya diri nak , kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa ?" tanya laki laki cebol berkepala gundul yang bernama Keng Tee Hun itu .


"Tentu saja saya tidak tahu paman , dan saya juga tidak ingin tahu , paman berdua bukan gadis cantik , jadi apa urusan saya harus kenalan dengan segala macam siluman buntal segala !" jawab A Yong sambil mengejek .


Bila Shin Liong sang ayah , bersifat agak penyabar , karena di tempa oleh keadaan nya sewaktu kecil yang selalu harus terima nasib ketika mendapat caci maki dan siksaan dari orang orang terdekat nya dulu , sedangkan A Yong ini bersifat lebih kepada sifat sang ibu nya yang kurang bisa menyimpan perasaan nya , dan agak cepat marah .


Mendengar ejekan dari pemuda dihadapan nya itu , merah padam muka kedua orang tua cebol itu .


"Kurang ajar !, kambing kurap , kau harus di kasih pelajaran agar tahu bahwa kami bukan orang orang yang mudah kau rendah kan !" kata Keng Tee Hun sambil menyerang A Yong dengan serangan serangan nya yang berbahaya .


Meskipun bertubuh cebol dan gemuk serta nyaris mirip bola raksasa , tetapi ternyata gerakan nya luar biasa cepat nya di sertai dengan energi yang besar .


Laki laki bernama Keng Tee Hun itu merentangkan kedua tangan nya ke samping kiri dan kanan , lalu kedua tangan nya di gerakan menyilang seperti hirup x , setelah kedua tangan nya itu di kibaskan kembali kesamping kiri dan kanan , sekumpulan hawa ber energi sangat besar meluncur kearah tubuh A Yong .

__ADS_1


"Bruak !"...


Energi yang sangat besar itu menerjang tubuh A Yong , tetapi sebelum mencapai tujuan nya , tiba tiba tubuh A Yong menghilang dari tempat asal , serta muncul di tempat lain nya , dan pukulan dari Keng Tee Hun lewat begitu saja , serta menghantam pohon Liu di pinggir tembok hingga roboh berantakan menimpa tembok .


Tembok yang tertimpa roboh an pohon Liu itu pun turut roboh pula .


"Hei !, kau ingin membunuh pengacau itu , atau ingin meroboh kan tempat kediaman ku ini heh ?" teriak Tuan Jung Cu sangat marah melihat tembok kediaman nya roboh tertimpa pohon Liu besar yang roboh terkena pukulan tangan kosong dari Keng Tee Hun itu .


Tanpa banyak bicara lagi , kedua manusia cebol itu segera menyerang A Yong dengan jurus jurus nya .


Dengan mempergunakan tubuh gembul mereka , kedua orang ini bergerak seperti bola karet yang ber pantulan di tanah.


Serangan mereka berdua seperti sudah terkoordinasi dengan baik , bila yang gundul menyerang bagian atas , yang botak menyerang bagian bawah , begitupun sebalik nya , bila yang botak menyerang bagian atas , yang gundul gantian menyerang bagian bawah .


Dengan mempergunakan jurus sakti sembilan Dewa yang diajarkan oleh sang ayah , yang juga di kombinasikan dengan langkah Dewa Dewi , A Yong melawan kedua laki laki cebol itu tanpa kerepotan sama sekali .


Meskipun yang di pergunakan nya adalah jurus sakti sembilan Dewa tingkat empat , namun A Yong bisa meng ungguli serangan kedua laki laki cebol itu , ditambah lagi jurus itu di kombinasikan dengan jurus langkah Dewa Dewi nya , membuat tubuh A Yong laksana harimau mendapatkan sayap saja layak nya .


Meskipun kedua tokoh cebol ini termasuk tokoh yang cukup hebat , tetapi karena tingkat kultivasi nya yang terpaut cukup jauh itu , membuat kedua tokoh gaek ini lama kelamaan semaki terdesak .


Karena antara tingkatan jurus dan tingkat kultivasi itu , ibarat mesin dengan minyak nya , meskipun mesin nya hebat dan kuat , tetapi bila tangki minyak nya kecil , maka lambat laun minyak itu akan habis juga , dan disaat itulah mesin yang hebat itu tidak akan berdaya lagi menghadapi mesin yang tangki minyak nya lebih besar lagi .


Begitu pula dengan kedua laki laki cebol itu , meskipun mereka cukup hebat , tetapi karena kalah tingkat kultivasi nya , maka ketika energi mereka berdua sudah terkuras habis , sedangkan energi dari A Yong sendiri masih tinggi .


"Hei kucing kurap !, dari tadi kau cuma bisa nya menghindar saja , apa cuma itu yang kau bisa heh ?" bentak laki laki berkepala gundul .


"Itukah yang kalian ingin kan ?, baiklah ,sekarang bersiap siap lah !" kata A Yong sambil mulai mengerahkan jurus nya untuk menyerang kearah lawan nya .


Kedua manusia cebol ini tersenyum karena mengira lawan mereka ini sudah termakan pancingan mereka berdua .


Saat kedua laki laki cebol ini menyerang nya dari depan dan belakang nya , A Yong sengaja pura pura tidak tahu jika di belakang nya , ada Keng Tee Hun , ia cuma menangkis serangan dari Bian San Kun yang berada di depan nya .


Dengan tersenyum karena mengira usaha nya berhasil dengan baik , Keng Tee Hun mengerahkan seluruh energi nya untuk memukul jatuh lawan nya ini .


Namun betapa terkejut nya laki laki itu , ketika serangan nya sudah hampir mencapai tubuh lawan nya , tiba tiba dia seperti menghantam angin saja , lawan nya sudah lenyap dari hadapan nya .


"Bum !"...


Sebuah dentuman hebat terdengar ketika tiba tiba pemuda itu muncul di belakang Keng Tee Hun dan melepaskan pukulan dari jarak dekat ke tengkuk laki laki cebol berkepala plontos itu .


Tubuh laki laki itu melayang sejauh dua puluh depa kedepan lalu jatuh tertelungkup dengan leher dan batok kepala bagian belakang nya remuk .


Kaki dan tangan laki laki cebol berkepala plontos itu berkelojotan beberapa kali , sebelum akhirnya diam untuk selama nya .


"Keng Tee Hun !, bangkitlah , ayo kita selesaikan pertarungan ini kawan !" teriak Bian San Kun sambil menggoyang tubuh sahabat nya itu .

__ADS_1


Tubuh laki laki berkepala plontos itu diam tidak bergerak lagi .


Dengan mata merah menahan amarah dan kesedihan nya , laki laki cebol berkepala botak itu bangkit berdiri , sambil menuding kearah A Yong , dia berucap lantang , " kau sudah membunuh sahabat dan saudara ku , lebih baik aku terlahir sebagai babi , bila aku tidak bisa mencabut nyawa mu , serta mengunyah jantung mu itu !"...


Seperti seseorang yang sedang kalap , laki laki cebol berkepala botak itu segera menyerang A Yong dengan senjata kipas perak nya , sesuai dengan nama nya Bian San Kun , atau kipas memecah gunung .


Dengan gerakan yang sangat cepat sekali , Bian San Kun menyerang A Yong dengan kipas perak nya itu .


"Sring !"...


"Sring !"...


Terdengar suara desingan kipas perak itu laksana ribuan tawon mengejar mangsa nya .


A Yong masih menggunakan jurus sakti sembilan Dewa tingkat yang ke empat , yang di kombinasikan dengan jurus langkah Dewa Dewi nya , sehingga kini tubuh A Yong terlihat ada di mana mana se olah olah Beratus ratus banyak nya .


Sementara itu , Bian San Kun masih mengamuk seperti orang gila , mengejar kearah mana saja yang dia lihat ada bayangan lawan nya , bahkan ada beberapa pengawal rendahan yang tewas di ujung kipas nya karena secara tiba tiba A Yong berada di depan pengawal rendahan itu .


Semakin lama , gerakan dari Bian San Kun ini menjadi semakin kacau karena terbawa hati emosi dan kesedihan yang luar biasa .


Sambil melancarkan serangan kearah A Yong , mulut laki laki berkepala botak ini terus saja mengumpat dengan sumpah serapah nya .


"Tikus jaha*am !, ku bunuh kau !, ku bunuh kau!, bang*at !, kep*rat jangan menghindar kau pengecut !" ...


Begitulah , sambil menyerang dengan kipas perak nya , laki laki berkepala botak itu terus menyumpah serapah lawan nya .


Pada satu ketika , saat Bian San Kun memutar kipas perak nya di atas kepala A Yong , bermaksud menyerang kepala nya , A Yong segera menghindar ke samping kiri , tetapi ternyata kipas lawan nya tetap memburu leher nya ke sisi kiri .


A Yong kembali menghindar ke sisi kanan , namun kipas Bian San Kun tetap mengejar ke sebelah kanan pula .


Tidak tanggung tanggung , Bian San Kun mengincar leher nya , maka A Yong membiarkan senjata kipas itu mendekat ke arah leher nya , dan setelah tinggal beberapa jari lagi dari leher nya , maka dengan kecepatan yang luar biasa cepat nya , A Yong bergerak menghindar ke belakang laki laki cebol itu dan ;


"Bum !"...


Sebuah dentuman nyaring terdengar , saat tinju A Yong yang berkekuatan separuh energi tubuh nya itu menghantam tengkuk laki laki cebol berkepala botak itu .


Sangking kuat nya pukulan itu , tubuh laki laki cebol itu tidak terjatuh , apa lagi sampai terlempar jauh , tetapi kepala nya lah yang tiba tiba meletup serta terhambur ke depan .


...****************...


Ada yang bertanya apa itu depa .


Depa adalah satuan ukuran jaman dahulu sebelum ada nya meteran , depa yaitu panjang dari ujung telunjuk tengah yang kiri hingga sampai telunjuk tengah yang kanan ketika tangan di rentangkan lurus ke kiri dan ke kanan.


Sekarang satu depa itu sudah di bulatkan men jadi satu meter tujuh puluh centi (1,7m) , atau satu depa orang dewasa .

__ADS_1


__ADS_2