Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Pertaruhan yang Gagal


__ADS_3

Kota Fansau yang biasanya sangat ramai, beberapa hari belakangan ini, sedang sepi, semenjak ada festival budaya di kota raja.


Jalan jalan,toko toko,dan tempat hiburan juga sepi sehingga beberapa pemilik toko terpaksa menutup toko mereka untuk sementara,karena tidak ada pembeli.


Untuk keamanan,tentu saja kota ini relatif aman, karena disini basis ribuan pasukan kerajaan, selain kota raja dan kota Famoa.


Laki laki bermuka garang itu berlari keseberang jalan tempat teman nya tadi terlempar akibat tendangan dari Dewi Teratai putih.


Ternyata teman nya itu telah pingsan dengan burung perkutut nya sudah hancur dan tidak bisa manggung lagi.


Laki laki bermuka garang tedi, segera menggotong temannya yang pingsan itu,dan meletakkan nya di punggung kuda, sementara dia sendiri menunggangi kuda lain berjalan sambil menarik tali kekang kuda teman nya itu, dan pergi dari rumah makan itu tanpa sempat membayar lagi.


Akhirnya makanan pesanan Dewi Teratai putih pun datang kemeja mereka.


Sebuah kereta yang ditarik empat ekor kuda, singgah di depan rumah makan itu.


Dari dalam kereta, keluar seorang laki laki paro baya berwajah tampan, bersama empat orang wanita cantik cantik.


Laki laki paro baya itu adalah bangsawan kota An Hiong di Utara, tidak jauh dari kota Fan Sau ini.


Bangsawan kaya raya bernama Guan Beng Ong, itu,terkenal seorang yang sangat suka mengoleksi para wanita wanita cantik.


Di istana nya sendiri sudah ada dua puluh orang selir nya,ditambah satu istri sah nya.


Sedangkan yang dibawa nya sekarang adalah ke empat selir kesayangan nya,yang ke mana mana selalu dibawa nya.


Jadi jumlah istri dan selir Bangsawan Guan ini adalah dua puluh lima orang.


Ketika mereka masuk kedalam rumah makan itu, bangsawan Guan segera mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru ruangan rumah makan itu.


Ketika mata nya menatap ke arah meja Shin Liong dan Dewi Teratai putih, dia terpana sejenak menatap kecantikan Dewi Teratai putih yang memang cantik jelita tidak ada dua nya itu.


" Kakak Beng Ong, lihatlah itu,seorang bidadari cantik jelita, masa harus bersama se ekor pangeran kodok!" kata Sian Na Li,selir Bangsawan Guan yang paling muda.


"Iya,kakak payah, copot saja gelar bangsawan raja kawin bila tidak bisa merebut gadis cantik itu!" kata Liu Peng Ong,salah satu selir yang lain nya.


"Adik Peng Ong benar kak, malu sama gelar!" kata Be Guan, salah satu selir Bangsawan Guan yang lain nya lagi.


Salah satu wanita cantik yang dari tadi diam saja, kini ikut berbicara, "Hati hati, ini dunia luas, bukan kota An Hiong lagi, di dunia kependekaran ini, segala sesuatu yang tidak mungkin, bisa saja mungkin!"...


"Aaah, kakak terlalu berpikiran negatif, aku mau tahu,dalam hitungan ke berapa gadis itu menyerah kepada raja kawin!" kata Sian Na Li menghasut bangsawan Guan.

__ADS_1


"Baiklah, kalian lihat saja, belumpernah lagi bangsawan Guan di tolak wanita, bagiku,istri orang pun, bila aku tertarik, maka itu istri ku!" kata Bangsawan Guan dengan geram, berjalan menghampiri meja Shin Liong dan Dewi Teratai putih.


"Hei nona cantik jelita, aku terpana melihat nona duduk disini, kukira Bidadari Swargaloka yang nyasar, eh ternyata ratu nya Bidadari!" kata Bangsawan Guan mulai dengan jurus rayuan nya.


Dewi Teratai putih tertawa menatap kearah Shin Liong, lalu mengambil makanan dengan sumpit nya, dan memasukan nya ke mulut Shin Liong, seolah olah tidak mendengar dan melihat kehadiran orang lain disitu.


"Sayang, aku ingin satu saat, kita menemukan tempat yang nyaman untuk membuat sebuah istana untuk kita membesarkan anak anak kita yang banyak nanti nya!" ucap Dewi Teratai putih dengan sengaja agar laki laki pengganggu itu kian salah tingkah.


"Hei nona, kalian berani mengabaikan aku ya, jangan katakan aku raja kawin bila aku tidak berhasil merebut mu!" bentak bangsawan Guan dengan nyaring.


"Sayang ku!, ada orang yang bermaksud menghancurkan hubungan kita,biar aku yang memberikan pelajaran, aku takut bila kau yang maju, kau akan memaafkan dia begitu saja, kau diam diam saja, biar aku yang akan menjadikan nya daging perkedel!" kata Dewi Teratai putih sambil mencium pipi Shin Liong, di depan laki laki itu.


Ini sebuah provokasi yang sangat manjur sekali, karena akhir nya mata bangsawan Guan menjadi merah menahan hawa amarah nya.


"Nona!, aku masih berniat baik kepada mu,dan mau menjadikan kamu istri ku, bukan lagi gundik ku, asal saja kau bersedia menikah dengan ku,maka istri dan semua selir ku, akan ku buang jauh jauh untuk mu,dan semua kekayaan yang ku miliki,akan kuserahkan semua nya kepada mu nona" ucap Bangsawan Guan.


"Kau salah orang tuan doyan kawin, aku tidak pernah memperkenalkan diri ku kepada siapa pun, kau tahu kenapa?, karena setiap orang yang tahu siapa aku sesungguh nya,maka nyawa nya harus melayang ke neraka, karena tidak boleh ada satupun orang yang tahu siapa aku sebenar nya selain suami ku" kata Dewi Teratai putih .


Tetapi Bangsawan Guan rupanya benar benar sudah gelap mata karena kecantikan paras wanita jelita ini.


Laki laki pengagum kecantikan ini benar benar sudah mabuk kepayang rupanya.


"Ayolah nona, kumohon, jadilah istri ku, dan kita akan mencari tempat seperti yang kau katakan tadi!" kata Bangsawan Guan memohon mohon.


"Sungguh luar biasa pesona wanita itu" pikir mereka ber empat.


"Kau belum tahu siapa aku tuan, kau kira aku sama seperti wanita murahan para selir tuan itu, baiklah,akan kukatakan siapa aku sebenar nya,walaupun konsekuensinya seperti yang tadi sudah ku katakan kepada tuan!" ujar Dewi Teratai putih semakin geram saja.


"Ha ha ha ha, kau pikir Bangsawan Guan takut dengan segala ancaman mu itu nona, baiklah begini saja, bila dalam sepuluh jurus aku berhasil mengalahkan nona,maka nona harus menjadi istri ku,tetapi bila dalam sepuluh jurus aku tidak mampu mengalahkan nona,maka aku berjanji akan melepaskan nona dan tidak pernah lagi mengganggu nona!" kata Bangsawan Guan dengan hati yakin.


"Woow, woow, rupanya percaya diri mu sangat tinggi tuan, baiklah baiklah, itupun bila usia mu dapat melebihi sepuluh jurus,tetapi aku tidak yakin tuan!" kata Dewi Teratai putih tersenyum sinis.


Sebenar nya Bangsawan Guan berkata seperti itu tidak lah berlebihan, karena bangsawan Guan ini, termasuk seorang jenius juga,pada usia yang belum genap empat puluh tahun,dia sudah mampu mencapai tingkat Alam Brahmana menengah, yang bagi manusia bawah, ini termasuk paling tinggi, yang hanya bisa di capai dengan berkultivasi berpuluh puluh tahun, bahkan hingga lima puluh tahun lama nya, itupun bila di dukung oleh sumber daya yang cukup memadai pula.


Tetapi karena keyakinan yang terlalu berlebihan terhadap kemampuan diri sendiri,sehingga ia menjadi sombong dan ber anggapan bahwa tidak ada lagi orang lain yang dapat menandingi diri nya.


Tetapi kali ini keyakinan nya itu tertuju pada orang yang salah.


Karena satu satu nya manusia bawah yang bisa menembus tingkat alam menengah adalah Dewi Teratai putih ini saja, yang sekarang sudah pada tingkat Dewa Bumi menengah, sehingga di dunia bawah sudah tidak lagi memiliki saingan yang sepadan bagi nya.


Dengan rasa keyakinan yang kuat, Bangsawan Guan melangkah keluar dari rumah makan itu,di ikuti oleh ke empat selir nya.

__ADS_1


Sedangkan Dewi Teratai putih sambil menggandeng tangan Shin Liong, melangkah perlahan ke luar dari rumah makan itu.


Beberapa orang yang kebetulan ada di dalam rumah makan itu,juga turut berjalan keluar,ingin menyaksikan pertarungan itu.


"Aku tegaskan sekali lagi nona, bila dalam sepuluh jurus, aku berhasil mengalahkan diri mu, maka nona harus menjadi istri ku, tetapi bila aku tidak mampu mengalahkan diri mu, aku tidak lagi mengganggu mu!" kata Bangsawan Guan.


"Baiklah aku bersedia, dan pegang juga kata kata ku, bi dalam sepuluh jurus aku kalah,maka dengan suka rela, aku akan menjadi istri mu, tetapi bila dalam sepuluh jurus kau tidak mampu mengalah kan aku, maka keempat selir mu harus pulang dengan membawa jasad mu, karena selama ini semua musuh ku tidak pernah mengenal kata kalah,bagi mereka menang atau tewas!" kata Dewi Teratai putih lantang.


Sebenar nya ke empat selir dari Bangsawan Guan tiba tiba hatinya berdetak kencang mendengar kata kata Dewi Teratai putih itu, bagi telinga mereka, kata kata itu bukannya ancaman kosong biasa, tetapi sebuah peringatan.


Karena keyakinan di hati bangsawan Guan sangat besar pada kemampuan diri nya sendiri, sehingga dia menganggap remah semua orang.


Dengan gerakan yang sangat cepat,serta di ikuti oleh pengerahan hampir tiga perempat dari tenaga dalam nya, Bangsawan Guan menyerang Dewi Teratai putih, dengan cengkraman tangan nya ke arah pundak wanita cantik jelita itu.


Bangsawan Guan sangat yakin, kali ini cuma dalam satu jurus saja, wanita cantik ini pasti akan dapat dia taklukkan.


Tetapi rupanya keyakinan yang terlalu berlebihan itu, membuat nya memandang rendah orang lain, dan menjadi lengah dengan diri nya sendiri.


Saat cengkraman jari tangan bangsawan Guan hampir menyentuh pundak Dewi Teratai putih, tiba tiba wanita cantik itu bergerak sangar cepat dan,


"Tuk!".


Cuma ketokan kecil dari ruas jari telunjuk Dewi Teratai putih yang di tekuk serta di ketokan ke siku Bangsawan Guan, tepat kearah urat utama nya.


Tangan kanan Bangsawan Guan yang semula penuh tenaga besar itu,tiba tiba terkulai jatuh ke bawah tanpa tenaga lagi.


Sekuat daya Bangsawan Guan berusaha mengangkat tangan kanan nya itu,tetapi tangan kanan nya itu, beratnya terasa seperti sebuah gunung,sehingga tangan itu jangankan bisa diangkat,di gerakan pun tidak bisa.


Kini Bangsawan Guan baru tersadar bahwa dia berada di dalam bahaya.


Bangsawan Guan melompat ke belakang, menotok di beberapa bagian tubuh nya, serta memijat mijat di seputar siku nya yang terkena getok Dewi Teratai putih tadi.


Kini tangan Bangsawan Guan tidak lagi gontai seperti tadi, tetapi sudah bisa di gerakan, walaupun untuk diangkat keatas terasa seperti mengangkat sebongkah batu yang sangat besar.


Mulut bangsawan Guan tiba tiba komat kamit seperti sedang membaca sesuatu, bersamaan dengan itu,asap tipis hampir tidak terlihat melayang dari arah Bangsawan Guan, menuju kearah Dewi Teratai putih.


Shin Liong yang melihat itu, diam diam menggunakan ilmu tabir gaib nya untuk menciptakan tabir gaib jubah suci untuk Dewi Teratai putih, sehingga sekumpulan energi aneh tercipta disekitar tubuh Dewi Teratai putih berbentuk sebuah jubah,yang melindungi nya dari semua serangan jenis sihir apapun juga.


Dewi Teratai putih yang tahu apa yang telah dilakukan suami kecilnya itu untuk nya, menoleh kearah Shin Liong sambil tersenyum manis,


"Terimakasih atas perhatian mu sayang!" ucap nya dengan rasa haru kepada suami kecil nya itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2