
Awal nya , A Yong nampak seperti orang yang tidak siap beradu pukulan dengan Jendral Ming Cen Du .
Hal itu membuat hati Jendral Ming Cen Du bersorak gembira , karena kemenangan sudah ada di depan mata nya .
Tetapi saat telapak tangan sang Jendral Ming Cen Du itu tinggal beberapa jengkal dari tubuh lawan nya , tiba tiba energi lawan nya itu secepat kilat naik kejenjang tertinggi nya , hingga tidak ada waktu lagi bagi sang jendral Ming Cen Du itu , untuk menarik atau membatalkan pukulan nya .
"Bum !!"...
Sebuah dentuman hebat terdengar menggema di halaman rumah kediaman jendral Ming Cen Du , hasil dari benturan dua energi besar .
Meskipun A Yong menggunakan tiga perempat energi nya , dan Jendral Ming Cen Du dengan kekuatan maksimal nya , tetapi hasil nya sungguh luar biasa sekali .
Tubuh sang Jendral itu terpelanting jauh hingga keluar dari tembok yang mengelilingi rumah nya , dan jatuh di seberang jalan dengan darah segar mengalir dari hidung , mata , telinga dan mulut nya .
Sedangkan tubuh A Yong sendiri terjajar beberapa tindak ke belakang .
Para Prajurit jaga segera menggotong tubuh sang Jendral yang terluka parah , entah masih hidup atau sudah mati itu kedalam rumah kediaman nya .
Melihat sang jendral Ming Cen Du berhasil dikalahkan , beberapa orang Prajurit yang tidak tertotok oleh A Yong , termasuk Bak Juo dan Louw Dong , diam diam mencoba pergi dari tempat itu , memanfaatkan kelengahan A Yong .
Namun nasip mereka memang lagi sial , saat bermaksud pergi dari tempat itu , tiba tiba dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti oleh mata , A Yong sudah tiba di dekat mereka dan menotok bagian tubuh mereka , sehingga semua orang terdiam kaku , tidak bisa bergerak lagi .
"Hentikan anak muda !"...
Tiba tiba terdengar suara menggema dengan nyaring di tempat itu .
Dan belum lagi gema itu hilang , dihadapan A Yong muncul dua orang laki laki .
Yang seorang laki laki tua berwajah teduh , namun sangat berkharisma sekali .
Sedangkan yang kedua seorang Tosu muda kira kira berumur dua puluh lima tahunan saja .
Kedua orang laki laki beda usia itu nampak terkejut melihat wajah A Yong .
Beberapa saat lama nya mereka berdua saling pandang , dengan pikiran mereka masing masing .
"Siapa kau anak muda , kenapa mengamuk di tempat kediaman Ming Goanswe ini , serta menotok semua Prajurit di sini ?" tanya laki laki tua berwajah teduh itu dengan nada lembut , namun terasa menusuk kedalam hati .
"Maafkan saya tuan , saya Shin Yong yang kebetulan lewat ditempat ini , adapun mengapa saya menotok semua Prajurit Jendral ini , hal itu bisa kalian tanyakan kepada kedua orang itu !" kata A Yong sambil menunjuk kearah dua laki laki paro baya yang bernama Bak Juo dan Louw Dong itu .
Meskipun ditotok tetapi kedua laki laki itu masih bisa berbicara .
__ADS_1
"Louw Dong !, Bak Juo !, aku tahu siapa kalian sebenar nya , katakan dengan jujur , siapa kalian ini , atau aku menarik urat gerak mu , agar kalian berdua lumpuh selama nya !" suara A Yong tidak terlalu nyaring , namun kuping terasa sangat sakit , ketika dia mengucapkan kata kata itu .
"A' ampun tuan , kami cuma kepala Prajurit biasa dari negeri Sian Tan di timur yang di pimpin oleh kaisar Kai Ong Than Hong Siang yang ditugaskan menyusup kedalam kota Raja Qiantung ini dan memperkuat pasukan Ming Goanswe !" jawab kedua laki laki itu terbata bata karena takut nya .
Sementara laki laki tua berwajah teduh itu sibuk bertanya kepada A Yong dan kedua laki laki itu , Tosu muda di samping nya itu sibuk memperhatikan wajah A Yong dengan seksama .
"Tunggu , siapa nama mu tadi anak muda , Shin Yong ?, kau sebenar nya berasal dari mana ?" tanya Tosu muda itu .
"Iya Tosu , nama saya Shin Yong , dan saya bukan berasal dari Dunia ini , saya berasal dari atas sana , yang entah seperti apa cerita nya sehingga bisa tiba di Dunia yang kacau balau ini !" jawab A Yong seadanya .
Sekali lagi sang Tosu memperhatikan wajah A Yong dengan teliti , "apakah kau memiliki saudara laki laki , kakak misal nya ?" ...
A Yong menggelengkan kepala nya , "tidak Tosu , saya tidak memiliki saudara baik kakak maupun adik , saya anak tunggal ayah saya !"...
"Kalau begitu siapa nama ayah mu ?" tanya Tosu itu lagi , seolah sangat penasaran dengan kehidupan anak muda itu .
"Ayah saya mungkin Tosu dan tuan sekalian mengenal nya , atau mungkin juga tidak , nama nya Shin Liong !" jawab A Yong yang berhasil membuat kedua orang itu terpekik karena terkejut nya .
"Apa ?, apa ?, apa ?, kau putra Shin Liong ?, yang kau maksudkan Kong Thai Sian Shin Liong itu kan ?" tanya laki laki tua berwajah teduh itu lagi .
"Kalau yang kau maksudkan seorang pemuda yang memiliki istri cantik jelita itu , kalian benar !" jawab A Yong lagi , "kedua ibu muda ku bernama Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa !"...
"Kalau benar kau putra nya , kenapa selisih usia kalian cuma dua tahunan saja , kulihat tulang mu baru berusia enam belas tahun sedang kan ayah mu baru delapan belas tahun , otak ku tidak bisa memikirkan nya !" kata Tosu itu lagi sambil menggaruk kepala nya .
Kedua laki laki itu menganggukkan kepala nya tanda mengerti .
Laki laki tua berwajah teduh ini segera memerintahkan para Prajurit nya untuk membawa semua orang yang ada di rumah kediaman sang Jendral muda itu ke istana , termasuk Bak Juo dan Louw Dong .
"Kalau benar apa yang kau katakan , ayo ke istana , karena ayah mu berada di istana sekarang !" kata Tosu berwajah muda itu .
A Yong segera pergi ke istana , mengikuti jendral tua dan Tosu berwajah muda itu .
Kebetulan saat itu di aula utama istana sedang diadakan pertemuan membahas masalah keributan di rumah kediaman Jendral muda Ming Cen Du tadi .
Saat sang jendral tua bersama Tosu berwajah pemuda itu masuk bersama seorang anak muda , yang pertama terkejut adalah Dewi Xuan Yi .
"A Yong ?, bukankah itu A Yong kak ?" kata nya sambil mengarahkan telunjuk nya kepada seorang anak muda yang baru masuk bersama jendral tua dan Tosu Twa Kung .
Shin Liong terperanjat , hingga berdiri menatap kearah anak muda itu .
"A Yong !"...
__ADS_1
"Ayah !, ternyata ayah menyusul ku ke dunia Betara ini ya ?" tanya anak muda itu sambil merangkul tubuh Shin Liong .
"Tentu saja nak , ibu mu terus menangis memikirkan diri mu yang dibawa pergi oleh Teng Kwan menuju ke Dunia Betara ini , aku dan kedua ibu muda mu terpaksa menyusul mu kesini , kau tidak apa apa ?" tanya Shin Liong tidak kuasa membendung rasa bahagia nya .
Dua orang anak beranak yang lebih mirip kakak adik itu saling berpelukan , melepaskan rasa rindu mereka .
Bahkan Dewi Xuan Yi dan Dewi Dewi Ying Fa , mata mereka berkaca kaca karena bahagia melihat sang putra masih sehat wal Afiat .
"Apa yang terjadi A Yong , siapa yang sudah bikin onar di rumah kediaman jendral Ming Cen Du pagi ini ?" tanya Shin Liong dengan pandangan mata yang tajam kepada A Yong .
A Yong akhirnya menceritakan duduk permasalahan yang sebenar nya , mulai dari saat dia kemalaman di jalan dan tidur diatas pohon lalu secara tidak sengaja , mendengar percakapan kedua laki laki bernama Bak Juo dan Louw Dong itu , hingga sampai kenapa dia berduel dengan sang jendral muda itu tadi , semua dia ceritakan .
Sang Kaisar terdiam sesaat , wajah nya tiba tiba berubah merah menahan amarah nya , namun ucapan nya masih tetap santun seperti biasa nya .
"Prajurit , bawa kemari kedua laki laki bernama Bak Juo dan Louw Dong itu , serta obati jendral muda Ming Cen Du dan Pang Ciangkun , bila sudah siuman , bawa mereka berdua kesini !" kata sang Kaisar kepada Prajurit nya .
Segera empat orang Prajurit bergegas pergi melaksanakan perintah sang Kaisar .
Tidak berapa lama , dua orang Prajurit masuk membawa dua orang laki laki paro baya dengan kedua tangan nya di ikat ke belakang .
Wajah kedua laki laki itu nampak pucat pasi , dan tubuh mereka pun gemetaran .
"Katakan apa yang kalian ketahui , jangan ada yang coba di tutupi , bila kalian jujur , aku akan mempertimbangkan pengampunan pada kalian !" kata sang Kaisar dengan nada ramah , namun terselip kemarahan luar biasa di dalam nya .
Kedua orang laki laki paro baya yang bernama Bak Juo dan Louw Dong itu segera menceritakan semua nya tanpa ada satupun yang mereka tutupi lagi , baik tentang mereka berdua hingga siapa jendral Muda Ming Cen Du itu sebenar nya .
Mendengar cerita kedua laki laki itu , sang Kaisar termenung sejenak , muka nya yang memerah kini semakin suram terlihat .
"Kembalikan kedua nya ke penjara bawah Tanah , dan perlakukan kedua nya dengan baik , aku harus memikirkan , hukuman apa yang pantas di terima oleh para pengkhianat ini !" kata sang Kaisar dengan wajah bermuram durja .
Dia terlalu besar meletakan harapan tentang masa depan negeri ini pada pundak jendral muda Ming Cen Du , tidak dia sangka jika jendral muda berbakat ini memiliki ambisi begitu besar , untuk menggulingkan diri nya .
"Paman Tosu dan paman Qiu Wangwe serta tuan tuan semua , apakah kira nya yang harus ku lakukan ?" tanya sang Kaisar dengan nada sendu .
"Yang mulia , Ming Wangwe terluka cukup parah akibat berduel dengan Kong Cu A Yong tadi , mengingat jasa jasa nya pada negeri , ada baik nya dia tidak usah di hukum mati , cukup usir saja dari wilayah negeri Hong Than ini !" usul dari Tosu Twa Kung yang juga di dukung oleh Qiu Wangwe .
Jendral tua berwajah teduh itu juga mengusulkan seperti usulan sang Tosu tadi .
"Baiklah aku memutuskan , mengusir Ming Cen Du dari negeri Hong Than ini , dan melarang diri nya kembali ke negeri ini selama nya , apa bila di kemudian hari dia terlihat berada di negeri ini , maka hukuman yang pantas untuk nya adalah mati , bagi para Prajurit negeri asing yang menyusup ke dalam kota Raja Qiantung ini , hukuman nya adalah di kurung di penjara bawah tanah !" sabda sang Kaisar .
Hari itu pula , sang jendral yang sedang sakit itu , di antar ke luar wilayah negeri Hong Than, dan Selanjut nya , selama hidup nya , tidak boleh menampakan diri nya di wilayah negeri ini .
__ADS_1
...****************...