Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Sepasang Iblis .


__ADS_3

Mata Dewi Xuan Yi berkilat warna putih bercampur hijau , pertanda dia sudah mulai marah .


"Kau memang orang gila rupanya , sekali lagi ku katakan , aku sudah memiliki suami , silahkan kau cari wanita lain saja , aku tidak Sudi menjadi istri mu !" kata Dewi Xuan Yi dengan nada marah .


"Sudahlah Dewi ku , aku benar benar jatuh cinta pada mu , apapun yang menghalangi ku , akan ku singkirkan , Ang Bin Mo Ko pantang mengalami kegagalan , kalau kau sudah bersuami , maka suami mu yang akan ku bunuh agar kita bisa bersama !" kata Ang Bin Mo ko sambil melangkah mendekati Shin Liong sambil mempersiapkan serangan nya .


Melihat Ang Bin Mo Ko berniat menyerang pemuda yang membuat nya jatuh cinta , Pek Bin Mo Li segera melangkah mendekati Dewi Xuan Yi sambil mempersiapkan serangan nya juga .


"Kalau aku tidak bisa menikmati pemuda itu , maka kupastikan kau pun tidak bisa menikmati wanita itu !" kata Pek Bin Mo Li .


"Ya , dan setelah ini , giliran mu yang akan ku bunuh ?" jawab Ang Bin Mo ko tanpa berniat menghentikan serangan nya .


"Itupun bila kau mampu !, bila kau tidak mampu , maka aku yang akan membunuh mu !" balas Pek Bin Mo Li marah .


Dewi Xuan Yi tertawa geli melihat kelakuan sepasang Iblis ini .


"Membunuh kami saja belum tentu kalian mampu , kenapa malah bertengkar sesama kalian ?" kata Dewi Xuan Yi geli .


"Apa ?, membunuh mu ?, tentu saja semudah mengedipkan mata ku , kau bukan lawan ku , aku cuma ingin memiliki pemuda itu !" kata Pek Bin Mo Li .


"Kalau begitu , kau memang harus membunuh ku terlebih dahulu , karena aku istri nya , aku akan mempertahankan semua milik ku , termasuk suami ku !" ujar Dewi Xuan Yi lagi .


"Kalau begitu , kau benar , aku memang harus membunuh mu terlebih dahulu !" kata Pek Bin Mo Li sambil menyerang Dewi Xuan Yi dengan kuku kuku tangan nya yang runcing dan panjang serta tajam itu .


Pek Bin Mo Li bergerak sangat cepat , mengayunkan cakar nya kearah Dewi Xuan Yi dengan kekuatan yang besar .


Dibandingkan dengan para kultivator lain nya , gerakan dari Pek Bin Mo Li ini adalah gerakan yang sudah paling cepat serta paling kuat .


Tetapi bagi Dewi Xuan Yi yang juga sudah menguasai jurus langkah Dewa Dewi dengan sempurna , kecepatan dari Pek Bin Mo Li ini terlihat masih sangat lambat dan membosankan .


Bukan main terkejut nya hati Pek Bin Mo Li , ketika cakar nya hampir menyentuh tubuh Dewi Xuan Yi , tiba tiba tubuh Dewi Xuan Yi lenyap begitu saja dari hadapan nya , dan tahu tahu sudah berada di belakang nya , sambil menarik rambut nya yang di ikat di belakang kepala nya .


Kemarahan hati Pek Bin Mo Li semakin menjadi jadi , bukan karena sakit nya segenggam rambut nya yang dicabut paksa , tetapi lebih dari itu , hati nya terasa di ejek dan di hina oleh Dewi Xuan Yi .


Pertarungan antara Shin Liong dan Ang Bin Mo Ko juga berlangsung sangat seru .


Kedua nya terlihat seperti dia lesatan cahaya yang saling serang , tanpa terlihat ujud mereka sebenar nya .


Beberapa kali pukulan kedua nya , nyasar mengenai pohon , sehingga pohon itu roboh berantakan .


Kini di sekitar tempat itu sudah ada beberapa puluh batang pohon besar yang roboh terkena hantaman pukulan mereka .


Meskipun gerakan Ang Bin Mo ko sudah mencapai tarap tercepat nya , tetapi Dimata Shin Liong dan Dewi Xuan Yi , gerakan itu masih saja terlalu lambat .


Akhirnya pada jurus yang ke dua puluh lima , sesaat setelah selesai melepaskan pukulan tangan dan tendangan kedua kaki nya secara bergantian , Shin Liong melihat ada sebuah celah pertahanan terbuka di tubuh Ang Bin Mo , Shin Liong tidak menyia nyiakan kesempatan itu , kaki kanan nya bergerak sangat cepat sekali masuk diantara celah kedua kaki Ang Bin Mo Ko yang terbuka itu .


"Buk !" ...

__ADS_1


"Grubyak !" ...


Saat tendangan itu berhasil mendarat mulus di antara dua paha Ang Bin Mo Ko , tepat pada burung perkutut kesayangan nya .


Tubuh Ang Bin Mo ko terlempar beberapa puluh depa , dengan darah mengucur di antara dua paha nya .


kini burung perkutut yang suka manggung di mana mana itu remuk tak bersisa .


Mungkin karma bagi yang suka mendewakan nafsu sudah mulai nampak .


Ang Bin Mo Ko bergulingan di tanah , menikmati rasa sakit yang luar biasa dari kehancuran perkutut kesayangan nya itu .


Meskipun sakit nya hingga seluruh rambut di kepala nya berdiri semua , tetapi itu masih belum seberapa dari sakit di dalam hati nya .


Setelah berhasil menotok di sana sini di beberapa tempat di tubuh nya , kini Ang Bin Mo Ko bangkit berdiri , mata nya merah , semerah wajah nya , karena menanggung amarah luar biasa .


"Kau sudah menghancurkan Sin Po milik ku , maka terimalah balasan yang sama dari ku , ditambah bunga nya yang lebih pedih lagi !" kata Ang Bin Mo ko sambil berdiri terhuyung beberapa saat .


Laki laki muka merah itu menyebut burung perkutut nya dengan sebutan Sin Po ( pusaka sakti) , karena itulah satu satu nya harta yang dia miliki yang paling disayangi nya .


Burung perkutut nya itu , bila melihat wanita yang sedikit menarik , langsung bangun dan manggung (berkicau) meski dalam kondisi apapun .


seperti gayung bersambut dengan Pek Bin Mo Li , telaga kayangan milik wanita berwajah putih cantik ini juga tidak bisa melihat laki laki sedikit agak tampan , telaga kayangan nya langsung bergolak seperti teluk di serang badai .


Itulah yang menyebabkan kedua manusia bergelar Iblis ini , dapat berbuat mesum dimana pun dan dalam situasi apapun juga , mereka tidak perduli .


Semua orang yang tahu akan Ang Pek Siang Mo ini , akan lebih memilih pergi ketimbang mendapatkan musibah , karena ganas nya sepak terjang sepasang Iblis ini .


Sepasang iblis ini sebenar nya tiba di benua Fangkea ini baru beberapa tahun ini saja , tetapi , meskipun begitu , nama besar nya , segera bergaung kemana mana karena tingkah mereka .


Ang Bin Mo ko terhuyung huyung beberapa saat , tetapi setelah dia mengerahkan seluruh kemampuan nya , tubuh nya kini telah kembali seperti semula .


Setelah menelan beberapa butir Tan (pil) , kini laki laki berwajah merah darah itu telah pulih sama sekali kekuatan nya .


"Kau akan merasakan penderitaan yang lebih pedih dari pada yang ku derita , burung Pipit mu itu akan ku remuk kan juga , dan sebagai bunga nya , akan kubuat tubuh mu menjadi lumpuh seumur hidup mu , tetapi aku tidak akan membunuh mu , kali ini aku membuat pengecualian khusus untuk mu saja !" teriak Ang Bin Mo Ko dengan sangat marah nya , sambil memulai serangan kepada Shin Liong .


Pertarungan antara Dewi Xuan Yi melawan Pek Bin Mo Li juga tidak kalah seru nya .


Kalau selama ini Pek Bin Mo Li menganggap gerakan nya adalah yang paling cepat di semesta raya ini , kali ini dia benar benar kebingungan menghadapi Dewi Xuan Yi yang dia anggap bisa berpindah pindah tempat mempergunakan ruang waktu .


Beberapa kali pukulan nya , nyaris mengenai tubuh Dewi Xuan Yi , tetapi tiba tiba tubuh wanita itu lenyap dari hadapan nya dan tahu tahu telah berada di belakang nya .


Sambil dengan sumpah serapah yang tidak karuan , Pek Bin Mo Li memburu Dewi Xuan Yi seperti orang kesurupan saja , karena sangking cepat nya , kelebatan tubuh Dewi Xuan Yi waktu bergerak , tidak lagi dapat dilihat mata .


Pasa satu kesempatan , Pek Bin Mo Li melihat Dewi Xuan Yi berada dua langkah di depan nya , segera dengan satu terjangan yang sangat cepat sekali dia melayangkan tendangan kaki kanan nya kearah rusuk kiri wanita itu .


"Buk !" ...

__ADS_1


"Bruak !" ...


Saat mengira Dewi Xuan Yi sedang lengah , ternyata perkiraan nya salah , karena pada saat yang sama , sambil merendahkan tubuh nya agar lepas dari tendangan kaki Pek Bin Mo Li , kaki kanan Dewi Xuan Yi bergerak dengan sangat cepat , menyongsong tendangan kaki Pek Bin Mo Li , namun tidak memapaki kaki nya , tetapi menyelinap dibawah kaki nya dan menghantam ************ wanita itu dengan telak sekali .


Wanita berwajah putih cantik itu terlempar beberapa puluh depa ke belakang , dengan telaga kayangan nya yang sudah hancur .


Wanita itu mencoba berdiri , namun pinggul nya tidak mampu menahan beban tubuh nya , akhirnya dia ambruk ketanah sambil menjerit karena sakit yang luar biasa .


Dia menatap kearah Dewi Xuan Yi dengan tatapan kebencian luar biasa .


Karena tidak tega melihat wanita itu menderita berkepanjangan , dengan satu gerakan yang sangat cepat sekali , selendang nya melesat kearah leher wanita itu .


Kepala wanita itu jatuh menggelinding di tanah , dengan mata mendelik , seolah tidak percaya jika dia dikalahkan oleh seorang wanita muda nan cantik .


Petualangan maut Pek Bin Mo Li berakhir di tanah Fangkea , tanah yang dianggap paling rendah di seluruh semesta raya ini .


Hek Bin Mo ko meraung dahsyat melihat rekan seperjalanan nya tewas mengenaskan di Dunia yang dianggap pecundang ini .


Di kumpulkan nya seluruh energi nya , untuk menyerang Shin Liong dengan sekali hantaman .


Shin Liong yang melihat itu , segera mengerahkan separuh dari energi tubuh nya , untuk memapaki pukulan tangan kosong lawan nya ini .


"Bum !!" ...


Bumi bergetar hebat , seperti dilanda gempa , daun daun , tanah dan debu berterbangan hingga puluhan depa keudara , menutupi pandangan mata .


Setelah beberapa saat berlalu , daun daun , tanah dan debu mulai mereda , nampak Shin Liong berdiri di tempat nya semula , sementara Ang Bin Mo Ko sudah tidak nampak lagi .


Disebuah batang pohon Siong tua yang sangat besar , nampak tubuh Ang Bin Mo ko masuk kedalam batang pohon tua itu hingga tenggelam di dalam batang pohon itu , dengan nyawa yang sudah terlepas dari raga nya .


Dewi Xuan Yi menguburkan tubuh Pek Bin Mo Li tepat di depan pohon Siong tua tempat jasat Ang Bin Mo Ko amblas tadi .


Kini kedua Iblis itu bersatu untuk selama lama nya .


Shin Liong segera menarik pohon yang rubuh melintang di jalan , agar jalanan itu dapat dilewati kembali


Menjelang sore hari , perjalanan ke kota Tao pun di lanjutkan kembali .


Sepanjang jalan , Shin Liong memikirkan , kini para tokoh sakti juga mulai mengincar keberadaan pangeran kecil .


"Ada apa kak ?, kenapa kakak semenjak dari tempat kita bertarung melawan sepasang Iblis tadi , Yi lihat banyak diam saja !" tanya Dewi Xuan Yi heran .


Shin Liong tersenyum menatap kearah wanita cantik jelita itu , " ah tidak meme , aku cuma memikirkan nasip dan keselamatan pangeran kecil saja , kini nampak nya para tokoh sakti mulai berdatangan untuk mendapatkan pangeran kecil , dengan kepentingan yang berbeda beda pula !" jawab Shin Liong sambil menarik nafasnya dalam-dalam .


"Iya kak , ada Hek Lian Kauw yang ingin mendapatkan sang pangeran untuk persembahan , ada pula para tokoh tuan ketua kota dan majikan kota yang menginginkan nya untuk kepentingan mereka sendiri , kini muncul pula para tokoh sakti yang entah apa lagi motif dan tujuan nya !" sahut Dewi Xuan Yi .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2