KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 102.Cafe


__ADS_3

Mungkin tak ada yang tau apa isi hati Mike saat ini, meskipun Mike sudah menceritakan sebenarnya pada Refan, Namun semua itu hanya sedikit menghilangkan rasa penat di dada.


Jam makan siang ,Mike malajukan mobilnya, menerobos jalanan yang masih saja ramai dengan kendaraan yang beraktifitas.


Mike melihat kiri kanan mencari sebuah cafe, Ya ,cafe di dekat rumah sakit, di mana Nia bilang itu tempat kerjanya.


Setelah Mike melihat cafe di dekat rumah sakit ,Mike menghentikan mobilnya dan keluar.


Mike melihat cafe yang lumayan besar itu,


Apa ini tempat Nia bekerja, batinnya sambil memandang nya.


Tanpa kata lagi, Mike melangkahkan kakinya dan masuk, ternyata cafe itu sangat ramai pengunjung, hingga tinggal sedikit kursi untuk duduk.


Mike berjalan menuju kursi yang kosong, dan tiba tiba ada yang memanggilnya.


''Mike, panggil wanita itu dan langsung menghampiri Mike.


''Hai, kau di sini juga, ucap Mike sedikit gelagapan melihat Ririn menyapanya.


''Bukankah aku yang seharusnya bilang seperti itu, cafe ini kan jauh dari kantor, sedangkan rumah sakit ada di sebelah sini, dan aku selalu ke sini, kalau kamu ngapain, bukankah dekat kantor banyak cafe maupun restoran?'' ucap Ririn terperinci.


Mike tersenyum, sedikit bingung mau jawab apa.


''Maaf mas mau pesan apa?'', ucap waitress yang tak lain dalah Nia, Nia sedari tadi memang sudah melihat Mike dan Ririn berbicara. namun Nia menghentikan langkahnya bermaksud untuk membiarkan Mike ,supaya tak risih dengan kehadirannya.


Nia berpura pura tak mengenal Mike ,sedang MIke pun sama, namun mata Mike memandang Nia membuat Ririn menjentikkan jempolnya tepat di depan Mike.


''Hai, mbaknya tanya, kamu pesan apa, ucap Ririn menjelaskan


''Maaf, aku pesan cappuccino aja, ucap Mike sedikit gelagapan,


''Mike, kamu nggak apa apa kan, tanya Ririn yang melihat Mike sedikit gugup .


Mike menggeleng ,namun pandangannya masih melihat Nia yang semakin jauh,.

__ADS_1


Ririn melihat mata Mike yang mengarah jauh,


Kenapa Mike melihat wanita itu, apa dia kenal batin Ririn.


''Mike, aku balik dulu ya, ucap Ririn seketika dan langsung mendapat anggukan dari Mike.


Ririn berjalan menuju di mana tempat pertama kali dia duduk, namun pandangannya mengarah ke Mike yang sedang bicara dengan waitress yang di pandanginya.


''Pak, pinjam Nia sebentar, ucap Mike pada sang manager, sang menager melihat tampilan Mike pun langsung menyetujuinya.


''Duduklah, aku sudah minta izin sama bos kamu, ucap Mike dan mengundurkan kursi untuk Nia.


''Terima kasih, ucap Nia, apa mas nggak kerja, kenapa mas ke sini?'', tanya Nia dengan begitu ramah.


Ternyata kamu masih sama seperti dulu, gadis polos yang aku tolong,


Bukan menjawab, Mike malah mengingat awal Mike bertemu dengan Nia.


Nia adalah gadis ondonesia yang bekerja di negara L sebagai TKW, namun karena sang majikan yang sedikit kejam ,Nia berlari dari rumah majikannya itu, malam yang sunyi Nia berdiri di tepi jalan sambil membawa tas rangsel besarnya, saat itu pula Mike lewat dan melihat Nia menangis, Mike turun dan berkenalan dengan Nia.


Sampai pada Akhirnya Mike memberi Nia pekerjaan yang layak ,dan lama kemudian Nia menjadi cinta pertamanya, Mike memang sangat mencintai Nia, apapun yang di butuhkannya selalu dikabulkan,


Mike menggaruk tengkuk lehernya seperti kebingungan.


''Kamu kenapa?'' tanya Nia memegang tangan Mike, namun kali ini ada yang berbeda, Mike membiarkan tangan itu, tangan yang dulu selalu di genggamnya,.


'' Aku nggak kenapa napa, kamu sendiri gi mana, apa kamu senang kerja di sini?'', tanya Mike balik.


Nia tersenyum kecil, ''Aku harus senang, bagaimana pun caranya, aku harus bahagia, meskipun tidak ada orang terdekatku, disini banyak teman yang baik, mereka menganggapku seperti keluarganya sendiri, dari pada aku di rumah, nggak ada teman, paling ibu ibu tetangga yang selalu menyapaku, Mas sendiri gimana, apa mas sudah lama di sini?'', Nia bertanya.


Mike mengangguk, ''Aku disini kurang lebih setahun, dan aku sangat senang dengan pekerjaanku, meskipun aku jauh dari keluargaku, bos dan om Cakra sangat baik, mereka aku anggap sebagai keluarga kedua ku setelah orang tuaku.


ucap Mike pun panjang lebar, akhirnya setelah saling nanya satu sama lain ,keduanya bercanda, terkadang dari keduanya ada tawa renyah dan kadang tersenyum menghiasi wajah keduanya.


Namun tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat, dalam hatinya sedikit ada rasa cemburu, karena jika dengannya, Mike tak pernah seceria itu.

__ADS_1


Siapa lagi kalau bukan Ririn, Ririn memang tak langsung balik karena masih menunggu teman temannya yang belum selesai.


Mike melihat jam yang melingkar di tangannya, tak terasa percakapannya dengan Nia sudah hampir satu jam.


''Din, aku balik dulu, takutnya bos mencariku, karena aku cuma bilang sama Nona kalau aku ingin keluar, ucapnya.


Nia mengangguk.


Nia Andini, itulah namanya, yang sudah biasa di panggil Nia, namun saat menjadi pacar Mike, Mike memanggilnya dengan sebutan Dini, itulah panggilan khusus untuk sang kekasih.


''Terima kasih, karena mas sudah memaafkanku dan menganggapku sebagai temanmu lagi, ucap Nia sebagai tanda perpisahannya.


Mike pun berlalu meninggalkan cafe, dan kembali ke kantor,


Ririn yang masih di tempat pun melihat Mike yang keluar cafe.


Ririn berjalan menghampiri Nia yang masih duduk di tempatnya.


''Mbak maaf, boleh aku duduk, ucap Ririn sopan, namun Nia sedikit canggung melihat seorang dokter yang duduk dengannya.


''Maaf, ada apa ya bu dokter?'', ucap Nia ramah sambil menundukkan kepalanya.


''Jangan panggil Bu, ucap Ririn sambil mengulurkan tangannya, Sama seperti Ririn, Nia pun menerima uluran tangan dari Ririn.


''Namaku Ririn, aku dokter rumah sakit sebelah,


''Aku Nia, aku pelayan di sini, apa Dokter perlu sesuatu, sampai menghampiriku ke sini?''


Ririn menggeleng, ''Aku cuma pingin tau saja, kelihatannya kamu sangat dekat dengan Mike, apa kamu sudah mengenalnya lama? ''tanya Ririn,


Nia masih saja diam, jawaban apa yang akan di berikan untuk Ririn, pasalnya Nia memang sudah lama mengenal Mike, tapi hubungan mereka sedikit kendala, entah Mike suka apa tidak dengan jawaban Nia untuk Ririn.


''Maaf, dokter juga kenal dengan Mas Mike?''


Ririn mengangguk.

__ADS_1


''Aku sudah lama mengenalnya, kita berteman baik waktu kami masih di negara L, tapi saat aku pulang ke sini, kami putus hubungan, karena waktu itu ponselku hilang, dan aku tak tau lagi harus menghubungi siapa, karena aku sudah kehilangan semua kontak orang yang ku kenal di sana, Sampai pada akhirnya kita di pertemukan lagi, rasanya aku senang mempunyai teman seperti mas Mike, dia sangat baik dan penyayang, apa lagi pada Wanita.


Ririn hanya tersenyum mendengar pernyataan Nia, namun dalam hatinya sedikit tak percaya dengan ucapan Nia, kalau mereka sebatas teman, pasalnya Mike terlihat sangat bahagia saat ngobrol dengannya.


__ADS_2