KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 180. Khawatir


__ADS_3

Sepulang dari acara peenikahan Ririn dan Zero, Sahila dan Refan serta pak Cakra pun langsung pulang ke rumah di ikuti Nia, karena kejadian malam itu membuat Nia geram dan memilih untuk tidur di rumah Refan saja.


Meskipun berulang kali Mike memintanya tidur di apartemen dan tak mengulanginya lagi, tapi Nia merasa kapok, dengan tingkahnya yang konyol.


Sesampainya, Sahila menaruh tas dan langsung pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya sebelum tidur, Acara yang berdurasi hampir sehari penuh itu membuat dirinya sangat lelah, apa lagi Sahila ikut mengantri untuk memberi selamat pada kedua mempelai, meskipun Refan melarangnya namun Sahila tetap kekeh.


''Kakiku kenapa?'', gumamnya sambil melihat kakinya yang memerah dan sedikit membengkak.'' pantas saja rasanya sedikit berat, gumamnya kembali.


Di elus elusnya berharap sedikit reda, sebenarnya Sahila sudah merasa kakinya itu sedikit berat saat di acara Ririn namun di tahannya dan tak menghiraukannya.


''Di urut pakai minyak mungkin akan kempes kali ya, gumamnya kembali, Sahila langsung keluar dan membuka laci untuk mencari minyak urut.


''Cari apa sayang, tiba tiba Refan mengejutkannya dari belakang.


''Apa mas punya minyak urut untuk pijat,?'' tanyanya, namun tangannya masih sibuk mencari minyak di dalam laci.


Refan mengerutkan alisnya, mendengar ucapan sang istri. ''Untuk apa, apa kamu mau di pijat, Sahila menggeleng.


Setelah tidak menemukannya, Sahila duduk dan menjulurkan kakinya tepat di depan Refan.


''Mas kakiku sepertinya bengkak ,ucapnya, dengan cepat Refan mengalihkan pandangannya ke arah kaki Sahila yang memang benar benar bengkak.


''Ini kenapa, serangga apa yang menggigit kakimu, Refan terlihat khawatir dan mengelus kaki Sahila,namun Sahila merasa geli dengan tangan Refan yang terus meraba betisnya.


Dengan cepat Sahila mencubit pipi Refan.


''Bukan serangga ,mungkin aku capek saja, Sahila masih saja menganggapnya dengan santai.


''Hai ini nggak bisa di biarkan, aku harus panggil Ririn, mas nggak mau terjadi apa apa denganmu, Refan semakin terlihat gelisah.

__ADS_1


''Mas, Sahila langsung saja membelalakkan matanya.


''Kenapa, Refan bingung saat Sahila mencengkal tangannya, untuk mengambil ponsel.


''Mas kan tau kalau ini malam pertama Ririn dan Zero, ngapain mas memanggilnya, apa mas mau mengganggu mereka, nggak baik, lagian aku kan nggak apa apa, ini cuma kecapekan saja, besok juga pasti sembuh kok,. Sahila mencoba meyakinkan supaya Refan tak jadi memanggil Ririn.


''Tapi sayang ,mas benar benar khawatir, apa Ririn akan mementingkan malam pertamanya dari pada keadaan kakak iparnya yang seperti ini , Refan masih saja mengeyel. membuat Sahila semakin jengkel.


''Tau ah, terserah mas saja, aku nggak ikut ikutan, lagi pula aku kan sudah bilang kalau aku nggak apa apa mas. mengucapkannya dengan nada lambat .


Karena Refan merasa sangat khawatir ,Akhirnya Refan mencari cara lain.


''Kalau gitu aku panggil Nia ya, dia kan perempuan, mungkin dia tau bagaimana nyembuhin ini, ucapnya kali ini membuat Sahila mengangguk,.


Refan langsung keluar dari kamarnya mengahampiri kamar Nia yang ada di lantai bawah.


''Nia, panggilnya sambil mengetuk pintu kamar, tak lama Nia pun keluar dan sudah memakai baju tidur.


''Itu, istriku kakinya bengkak, aku nggak tau harus gi mama dan dia tidak mau kalau aku memanggil Ririn jadi aku memaggilmu, aku tidak mengganggumu kan,?'' Refan sedikit merasa tidak enak dengan calon istri sekretarisnya itu.


''Tidak apa apa tuan, Aku akan membantu Nona, ucapnya, Nia langsung menuju kamar Sahila.


''Kenapa nona ?''tanyanya lalu melihat kaki Sahila yang membengkak.


Ini Nona mungkin terlalu lama berdiri dan sebagian besar ibu hamil tua memang rentan dengan efek efek seperti ini,aku akan mengambilkan nona air hangat ,mudah mudahan saja bisa sedikit membantu, karena aku juga bukan dokter ,jadi juga nggak tau, ucap Nia.


Setelah air hangat Siap, Nia mengelap kaki Sahila dan sesekali memijatnya.


''Nia ,biar aku saja, kamu tidur saja ,aku nggak apa apa kok ,mas Refan saja yang terlalu posesif, lagi pula ini memang resiko ibu hamil kan, Nia mengangguk.

__ADS_1


''Tapi beneran Nona ,aku nggak apa apa, aku malah senang membantu Nona, jangan merasa nggak enak padaku anggap saja kita saudara ,di mana saling membutuhkan satu sama lain, andai saja aku yang ada di posisi nona, pasti nona juga nggak akan tega melihatku seperti ini kan, Nia meyakinkan.


''Nia, kamu benar benar wanita yang sangat baik, Tuan Mike beruntung mempunyai wanita sepertimu, Nia tersenyum dan melihat wajah Sahila.


''Nona jauh lebih baik dari pada aku, jadi tuan Refan lebih beruntung mendapatkan istri seperti nona, karena kesabaran Nona lah yang membuat semua orang itu menyayangi Nona, Kini Nia pun tersenyum menyanjung Sahila.


''Nia, kau boleh keluar, biar aku yang memijat kaki istriku, ucap Refan tiba tiba dari balik pintu.


Nia tau pasti Refan mendengar percakapan mereka berdua, jadi Nia pun tau maksud Refan kali ini.


Setelah Nia keluar ,Refan mengelap kaki Sahila dengan air hangat dan memijatnya seperti yang di lakukan Nia, namun Sahila malah merasa geli dengan tingkah suaminya kali ini.


''Maas,, rengeknya karena Refan tak menghentikan pijatannya.


''Apa, kenapa tadi kamu diam saat di pijat Nia, tapi sekarang kenapa, apa kamu nggak suka mas pijat.?''Padahal Refan memang sengaja membuat Sahila geli.


''Ah.. manjanya mulai nggak ketulungan.


''Bukan nggak suka ,tapi mas sadar nggak sih, geli, mendingan kita tidur saja, lagi pula tadi Nia sudah cukup kok, dan sekarang juga terasa lebih ringan, nggak berat seperti tadi.


Setelah mendengar rengekan sang istri, Refan membereskan air hangat dan membantu sahila untuk membaringkan badannya.


''Sekarang kamu tidur,Mas akan menjagamu disini, Ucap Refan sambil mengelus pucuk kepala Sahila dan mencium keningnya sebagai tanda pengantar tidur.


Setelah beberapa menit ,akhirnya Sahila sudah benar benar memejamkan mata karena sudah terlalu lelah dengan aktivitas seharian, meskipun hanya di acara pernikahan Ririn, tapi baginya itu pun cukup melelahkan karena perutnya yang besar.


Refan pun ikut membaringkan tubuhnya di Samping Sahila memiringkan tubuhnya menghadap sang istri.


''Benar apa kata Nia, dengan kesabaranmu lah semua orang menyayangimu, aku nggak nyangka akan hidup dengan wanita sepertimu, wanita yang aku sia siakan bahkan aku jatuhkan harga dirinya kini menjadi orang yang benar benar aku cintai, Aku mencintaimu,ucapnya pelan di telinga Sahila yang sudah terlelap.

__ADS_1


Dan akhirnya Refan pun ikut memejamkan matanya sambil memeluk sang istri dan beralih membawanya ke dunia mimpi .


__ADS_2