KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 153.Pak Cakra sakit


__ADS_3

Di dalam kamar, Refan sudah rapi dan siap untuk berangkat ke kantor, seperti biasa ,Sahila yang selalu menyiapkan semua keperluan Refan di dalam kamar, meskipun perutnya yang sudah membuncit ,bukan berarti bagi Sahila untuk bermalas malasan, dan tidak menghiraukan sang suami.


''Sayang hari ini kamu nggak usah nganter makanan ke kantor, nanti mas akan makan siang di luar sekalian meeting.


Sahila mengangguk, karena Sahila memang cepat lelah semenjak hamil.


Keduanya turun menuju meja makan untuk sarapan pagi.


''Rin, Nia, kok kalian sendiri papa mana, ?''tanya Refan saat melihat Ririn dan Nia duduk sendiri, karena itu pun tak biasa.


''Belum keluar .jawab Ririn singkat.


''Tapi, tadi pagi aku juga nggak lihat om Cakra keluar kamar. ucap Nia menimpali, karena setiap pagi pak Cakra pasti keluar kamar meskipun hanya bersantai di ruang keluarga.


Nggak biasanya papa telat, batin Refan.


Refan beranjak dari duduknya menghampiri kamar pak Cakra yang masih tertutup.


''Pa...panggil Refan, namun tak ada sahutan.


''Pa, apa aku boleh masuk!''ucapan Refan yang kedua kali sedikit berteriak.


''Masuklah,!''jawab pak Cakra sedikit gemetar.


Refan membuka pintu dan melihat pak Cakra yang masih berbaring di ranjang.


''Papa kenapa?''tanya Refan mendekati pak Cakra.


Pak Cakra tersenyum kecil melihat Refan yang terlihat khawatir.


''Papa nggak apa apa, paling cuma capek saja butuh istirahat, kata pak Cakra kembali.


''Tapi badan papa panas, ucap Refan sambil memegang kening pak Cakra dengan tangannya.


''Ini nggak bisa di biarin,Refan akan panggil Zero. ucap Refan lalu mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Setelah percakapan nya dengan Zero, Refan kembali keluar dari kamar pak Cakra dan pergi ke dapur tanpa memberi tau Sahila Nia maupun Ririn.


Sedangkan ketiga wanita itu hanya saling pandang melihat Refan yang terlihat khawatir dan buru buru.

__ADS_1


Ada apa dengan mas Refan, kenapa dia buru buru gitu, apa terjadi sesuatu dengan papa, batin Sahila.


Sahila ikut beranjak dari duduknya dan menghampiri Refan yang masih di dapur bersama sang bibi.


''Ada apa mas,ini untuk apa,?'' tanya Sahila saat melihat Refan membawa handuk dan air dalam baskom.


''Papa sakit, dan mas akan mengompresnya ucap Refan tegas.


''Sakit, kenapa mas nggak bilang kalau papa sakit?'' ucap sahila sedikit keras sehingga Ririn dan Nia pun dengar.


''Om sakit, ucap Ririn singkat,


Nia mengangkat kedua bahunya.


Ririn dan Nia pun ikut beranjak dan berjalan menuju kamar Pak Cakra.


Ririn melihat pria tangguh itu sedang terkapar membuatnya langsung berkaca,


Ririn berjalan menghampiri pria yang sangat baik dan bijak itu, wajahnya yang pucat membuatnya tak tega,


''Om ,kenapa Om nggak bilang sama Ririn, kan dari kemarin Zero ke sini,kalau Om merasa nggak enak badan, pasti Zero akan memeriksa Om. ucapnya, sedangkan Sahila yang baru tiba di pintu pun ikut menyahut.


''Iya pa, kenapa papa nggak bilang kalau sakit, apa gunanya kita di sini, kalau nggak bisa menjaga papa, keduanya duduk di samping ranjang pak Cakra,.


''Kalian itu berlebihan ,Om cuma lelah sedikit saja, jangan di besar besarkan, lagi pula kalau sudah istirahat, Om pasti juga sudah sembuh, ucap pak Cakra masih dengan sedikit gemetar.


''Papa itu jangan terlalu memaksakan diri, lagi pula Refan bisa mencari orang untuk mengurus perusahaan papa sekarang, dan Papa tinggal dirumah saja, jangan lagi ke kantor, ucap Refan sambil mengompres pak Cakra.


Pak Cakra tersenyum melihat empat orang yang kini ada di depannya.


''Kalian benar juga, papa ini sudah tua, dan papa hanya semangatnya saja yang besar, tapi papa beruntung mempunyai kalian, sudah kalian lakukan saja kegiatan kalian hari ini, jangan hiraukan papa, ucap pak Cakra sedikit cuek dengan kesehatannya.


''Tidak, Refan akan menjaga papa, Refan tidak mau ke kantor sebelum papa membaik, Refan menegaskan.


Tak berselang lama ,Zero pun datang bersamaan dengan Mike, seperti yang lain Zero dan Mike pun khawatir.


''Om kenapa,?'' ucap Mike seketika.


''Apa kamu akan seperti mereka Mike yang cemas dengan keadaan om?''.

__ADS_1


Mike mengangguk.


''Om nggak apa apa,cuma capek saja, ucapan pak Cakra kini mulai santai,


Dengan cepat Zero memeriksa pak Cakra, setelah beberapa menit, pemeriksaan pun usai, Zero tersenyum membuat suasana sedikit tenang.


''Gi mana keadaan papa? '', tanya Refan antusias.


Refan sudah tak sabar ingin mengetahui keadaan seseorang yang sudah menjadikannya sukses itu.


''Kakak tenang saja, Om tidak apa apa ,cuma butuh istirahat saja, palingan Om terlalu capek kerja dan mengabaikan makannya itu saja,


Sedangkan Refan hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja mendengar penjelasan Zero.


Sahila mendekati sang suami yang terlihat cemas, karena baru kali ini Refan melihat super heronya itu terbaring lemas, teringat dari kecil hanya pak Cakra lah orang tua satu satunya yang merawatnya.


''Mas tenang saja, Zero kan sudah bilang kalau papa nggak apa apa, ucapnya sambil mengelus lengan Refan.


Sedang Refan hanya membalas dengan mengangguk dan senyuman kecil.


''Kalian itu terlalu lebay, Om ini nggak apa apa, kalian pergi saja,lakukan tugas kalian, jangan gara gara Om kalian lupa dengan kerjaan, ucap pak Cakra meskipun badannya masih terasa lemas, tapi pak Cakra mencoba bangkit supaya tak membuat semuanya cemas.


''Kalau begitu, Zero pamit om ,dan om istirahat saja, nanti kalau ada apa apa hubungi Zero. ucap Zero di depan Refan.


Setelah Zero pergi kini gantian Mike yang pamit, Mike juga pergi om,karena hari ini ada meeting dan pasti bos jagain om, jadi Mike nggak bisa lama lama, Mike harus mempersiapkan semuanya. ucap Mike ikut pamit.


''Kamu juga jangan terlalu sibuk Mike ,ingat ,apa kamu nggak ingin berduaaan dengan Nia,?'' pak Cakra mulai bercanda, Sedangkan Mike hanya tersenyum menanggapi ucapan dari pak Cakra.


''Nanti saja Om ,kalau kita sudah menikah baru kita pacaran seperti bos ,kayaknya lebih romantis,ucap Mike sambil menaikkan kedua alisnya ke arah Nia.


Sedangkan Refan hanya menggerutu, ''Bilang saja kalau kalian sudah bosan pacaran karena terlalu lama,


''Tu Bos tau, jawab Mike sambil membuka pintu untuk keluar.


Setelah semua pergi, kini tinggal Sahila dan Refan yang masih ada di kamar pak Cakra.


''Mulai sekarang papa di rumah saja, jangan ke kantor ,biar aku cari orang untuk memegang perusahaan papa, dan aku nggak mau kejadian seperti ini terulang lagi. ucap Refan serius ,berharap pak Cakra mau mendengarkan nasehatnya.


''Iya pa, lebih baik papa di rumah saja, sekarang gantian mas Refan yang harus berjuang, dulu papa sudah bertanggung jawab ,dan sekarang papa adalah tanggung jawab mas Refan .ucap Sahila tersenyum.

__ADS_1


''Iya, papa percaya pada Refan, dan mulai besok papa akan di rumah dan akan menanti jagoan kecil kalian lahir.


Kali ini ucapan pak Cakra membuat semuanya tersenyum renyah.


__ADS_2