KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 24.Pencarian


__ADS_3

Hari pun sudah menunjukkan jam 17.00 Negara L.


Refan bersiap untuk pulang, niatnya sekarang bukan cuma istirahat, tetapi bersama orang yang di cintainya, namun semua itu hanya harapan belaka.


Benar saja sepulang dari kantor Refan tak mendapati sang istri, di apartemen


membuat Refan bertanya tanya.


''Bik, Kania ke mana? ''


''Maaf tuan, kata nyonya tadi ada pemotretan .


Refan hanya menyunggingkan senyumnya, dan kembali ke kamar.


Refan duduk di bibir ranjang dan menghela nafas panjang.


Refan mengambil ponsel untuk menghubungi Kania, namun ponsel Kania di luar jangkauan.


''Kamu kebiasaan Ka, selalu saja mematikan ponsel, apa sekarang kamu nggak ingat kalau sudah punya suami, aku khawatir, apa mulai besok aku suruh dia berhenti saja, gumam Refan.


Karena hari pun sudah mulai larut malam Refan pun semakin cemas,


''Kamu ke mana sih Ka, kok sampai jam segini belum pulang, Refan mondar mandir di dalam kamar dengan wajahnya yang kesal.


''Apa aku samperin aja ke tempat kerjanya, sambil mengangguk anggukkan kepalanya,


Dengan cepat Refan langsung menyambar jaket yang ada di sandaran sofa,


Refan melajukan mobilnya dengan cepat menuju tempat kerja


Sesampainya di tempat kerja Kania Refan mengernyitkan dahinya.


Kok sepi, bukannya ini tempat kerja Kania, lirih hati Refan.


Akhirnya Refan menanyakan pada satpam ,


''Pak numpang tanya, apa Kania Silvana sudah pulang? '' Refan bertanya dengan nama lengkap Kania.


''Maaf tuan, seharian ini studio tutup, jadi tidak ada yang kerja hari ini, ''Saya juga nggak lihat mbak Kania datang.


Jawab pak Satpam.


Tanpa kata, Refan langsung kembali masuk ke mobilnya.


Kamu ke mana Ka, kenapa kamu bohongi aku, batin Refan sambil memukul setir yang tidak bersalah.


Refan melajukan mobilnya dan kembali ke apartemen.


Refan langsung merebahkan badannya dan langsung tidur, tak peduli dengan Bibi yang menyuruhnya makan malam.


''Hoammmm.... Kania menguap dengan tenangnya.


''Jam berapa ini, Kania mulai menyadarkan dirinya dan melihat Bram yang masih tidur di sampingnya.

__ADS_1


Kania tersenyum sambil melihat wajah Bram, ''Kamu memang yang paling hot Bram, aku nggak salah sudah menyerahkan diriku sama kamu.


Kania melihat jam dinding dan membulatkan matanya,


Mati aku, sudah hampir pagi dan gue masih di sini, hati Kania,


Kania langsung buru buru mengambil bajunya yang masih berserakan.


Tanpa membangunkan Bram, Kania langsung keluar dari kamar.


Setibanya di apartemen, Kania melihat Refan yang sudah tertidur di balik selimut,


Kania langsung ikut merebahkan badannya di samping Refan.


Tanpa sepengetahuan Kania, Refan mengetahui kepulangannya.


''Tapi Refan hanya diam, niatnya sih mau menanyakan di lain waktu.


Refan yang malang, melalui malamnya tanpa kehangatan seorang istri, membuat hati Refan sedikit pilu.


--------------------------


Pagi ini memang pagi yang sangat cerah, matahari menampakkan sinarnya dengan begitu sempurna, namun pagi ini hati Refan terasa redup bagaikan mendung yang siap untuk menurunkan hujan.


''Refan duduk di sofa sambil memainkan ponselnya yang di genggamnya.


''Dari mana kamu semalam, tanya Refan saat melihat Kania menggeliat, namun belum ada jawaban .


Refan menggeleng nggelengkan kepalanya.


''Kania, bangun!'' Refan mengguncangkan lengan Kania .


''Ya ampun fan, ini kan masih pagi kamu ngapain sih bangunin aku, kan aku sudah bilang kalau kamu mau kerja bilang aja sama bibi untuk buatin sarapan.


''Ka, sekarang aku punya istri, dan aku mau istriku yang meyiapkan semua keperluanku, dan semua itu adalah tugas kamu.


''Fan, kamu tau kan aku juga sibuk, aku ini bukan sepenuhnya ibu rumah tangga, tapi aku wanita berkarir.


''Tapi sekarang aku suami kamu, apa kamu mau menuruti semua yang ku perintahkan.


''Maksud kamu apa?''.


''Aku mau kamu berhenti bekerja, aku sudah punya banyak uang, bahkan kamu bisa membeli apa saja yang kamu mau.


''Tapi Fan ini mimpiku, aku nggak bisa ninggalin gitu aja,


''Oke, sekarang aku nggak mau berdebat sama kamu, aku yang ngalah tapi tolong, setidaknya kamu pulang sebelum aku pulang!''


''Baiklah, akan aku usahakan, tapi aku juga nggak janji, karena aku juga nggak tau kepadatan jadwalku.jawab Kania cuek.


Bahkan kamu tak mengatakan apa apa tentang tadi malam kamu ke mana ,lirih Refan


Setibanya di kantor Mike pun semakin bingung dengan bosnya yang tak pernah bersemangat,

__ADS_1


''Bos ada masalah?'',


Refan tersenyum simpul.


''Apa wajahku yang mengatakannya begitu?''


Mike mengangguk.


Aku merasa kalau pernikahanku dengan Kania ini salah, sepertinya Aku salah pilih Mike, tapi sudahlah jangan di pikir, toh semuanya sudah terlanjur.


''Apa Bos mau aku menyelidikinya?


''Apa perlu, aku menyelidiki istriku sendiri?''


''Tapi saya terserah Bos saja, jika bos membutuhkan sesuatu apapun bos panggil saya!!


Refan mengangguk.


''Tapi untuk sekarang jangan dulu, pernikahan ku baru seumur jagung, aku nggak mau jadi bahan perbincangan media.


''Baik lah Bos .jawab Mike dan berlalu meninggalkan ruangan Refan.


''Jadi ingat sama Doni dan Iwan, mereka lagi ngapain ya sekarang,? ''


--------------------------


Berbeda dengan Refan yang lagi galau, kini Doni merasa berbunga bunga, karena pernikahanya yang sudah di depan mata,


''Nes, kamu nggak papa kan, kalau kita mengadakan acaranya nggak terlalu mewah,


''Bukannya aku tak mau mengeluarkan uang, tapi kamu tau kan, aku sendiri dan tak punya orang tua, itu yang selalu membuatku semakin sedih, harusnya mereka menyaksikan aku duduk di pelaminan


Tapi semua itu hanya angan angan belaka.


Ucap Doni dengan muka melasnya.


''Mas, aku nggak mengharapkan acara yang mewah, aku hanya berharap kamu jadi suami yang setia sampai maut memisahkan, aku hanya gadis desa, bagiku cukup kita melakukan akad saja ,aku nggak mau kamu membuang buang duwit,


Kamu dan Sahila itu terlalu polos untuk hidup di kota besar ini Nes, kenapa aku tak menyadarinya dari dulu, bahkan aku mendapatkan mu karena Sahila, sedangkan Iwan pun tergila gila dengan Sahila,kenapa selera kita sama, mencintai gadis kampung,


Tapi aku lebih beruntung dari pada Iwan, cinta Iwan untuk Sahila tak terbalas, sedangkan cintaku untuk Nesya langsung terbalas meskipun aku juga pernah di tolak Sahila, setidaknya aku sudah dapat gantinya.


''Mas, apa kamu sudah tau tentang hubungan Sahila dan pak Refan.


Doni menggeleng.


''Beberapa hari ini Refan juga nggak pernah telepon juga sih, mungkin dia lagi menikmati indahnya pengantin baru, ucap Doni santai,


''Maksud aku, mas nggak perlu nanya langsung, cari ide lain kek, biar nggak ketahuan, aku takut kalau pak Refan semakin membenci Sahila,


''Apa pernah kamu dengar dengan jelas, apa yang Refan katakan pada Sahila?''.


''Kata pak Refan sih, Sahila gadis kampung yang ngikutin pak Refan dan mau hartanya saja , gitu aja sih, aku juga sedikit lupa, dan pas pak Refan hampir nabrak Sahila, aku cuma lihat dari jauh, aku takut kalau lihat wajah pak Refan marah,

__ADS_1


Apa benar Sahila adalah gadis kampung yang di jodohkan dengan Refan, jika itu benar, apa kata dunia,Sedangkan aku dan Iwan saja pernah menaruh hati padanya, dasar Refan otaknya sedeng, ? batin Doni.


__ADS_2