KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 191. Sebuah Ikatan


__ADS_3

Alamat akan ada kehebohan di dalam kamar Refan dan Sahila saat si kecil Kyara menangis ,apa lagi waktunya tengah malam.


Princes Kyara tidak mau diam meskipun sudah berpindah pindah tangan membuat semuanya bingung, apa lagi Refan yang selalu panik jika sang buah hati itu sampai mengeluarkan suara,. Dan kini giliran Refan yang terakhir mencoba untuk menenangkan sang buah hati.


''Cup...cup.. cup... diam ya sayang, ini papa, pasti Princes mau di gendong papa ya?''sambil mengelus kening Kyara berharap sang bayi mungil itu tidur kembali.


Terakhir kali menggendong, dengan cepat princes Kyara pun langsung diam saat di gendongan sang papa.


Sahila tertawa melihat semua orang, tak menyangka kalau sang buah hati itu maunya dengan papanya.


Padahal Sahila ,Nia ,Ibu dan pak Cakra sudah bergonta ganti menggendongnya ,namun hanya dengan Refan princes Kyara mau diam, dan itu memang terlihat haru.


Setelah Kyara tidur kembali, Refan mengembalikannya di box bayi.


''Sudah tidur Fan, tanya sang mertua ,dengan cepat Refan mengangguk.


Ternyata dia pintar juga menenangkan bayinya, batin pak Cakra.


Pak Cakra mengingat dirinya dulu yang juga selalu menenangkan Refan di saat menangis.


Setelah semua pergi, Refan menghampiri Sahila yang berada di atas ranjang.


''Kayaknya dia sangat suka denganmu mas, sampai mau tidur saja mintanya sama kamu, ucap Sahila sambil bergelayut di lengan Refan.


''Kelihatannya sih gitu , mungkin saja dia tau kalau mas ini sangat mencintainya dan Ibunya, jadi dia tidak mau jauh jauh dari papanya, hmm, sambil mencium kening Sahila.


gombal, batin Sahila.


''Sekarang kita tidur, dari pada nanti princesnya bangun lagi, dan bikin kehebohan, ucapnya ,Refan membaringkan tubuhnya di samping Sahila.


''Bukan Kyara, tapi mas sendiri yang heboh, lagi pula bayi menangis memang seperti itu mas, mas saja yang selalu saja terlalu panik menghadapinya, tapi aku heran, kenapa dia langsung diam saat mas menggendongnya, Sahila mendongak melihat wajah Refan yang sudah memejamkan mata.


''Biasa ,mas kan ayahnya,dari pada dia diamnya di gendongan Mike ,kan mas juga nggak rela, dengan gampangnya Refan menjawab.


Akhirnya keduanya bisa tidur dengan tenang karena Kyara pun juga tidak menangis lagi sampai pagi menjelang.


Malam yang sangat mengesankan, Refan benar benar merasakan menjadi seorang ayah, di saat menggendong sang buah hati dan menidurkannya itu seperti sebuah mimpi,


Sahila yang bagun terlebih dulu langsung menghampiri Kyara melihatnya yang masih tidur pun langsung ke kamar mandi membersihkan diri.

__ADS_1


Tugas yang kedua, membangunkan sang suami yang katanya mulai ke kantor.


''Mas bangun, katanya hari ini mas mau ke kantor, aku siapkan ya, ucapnya sambil mengelus lengan Refan.


Mata yang masih terpejam itu membuat Sahila terkejut karena langsung menariknya dan akhirnaya Sahila jatuh ke dalam dekapannya.


''Mas, sudah dong, ucapnya berusaha melepaskan diri.


Namun tangan Refan yang kuat itu masih saja mendekapanya,


''Morning kiss dulu sayang, masa baru punya anak satu lupa sih ,ucapnya, dengan mata masih setia terpejam.


''Iya iya, dari pada panjang urusannya Sahila langsung mencium kedua pipi Refan secara bergantian.


''Bukan yang itu sayang, Refan masih saja belum terima dengan ciuman yang di berikan Sahila.


''Yang mana dong, Sahila berpura pura tidak mengerti yang di maksud sang suami.


Setelah memanyunkan bibirnya, Sahila langsung saja menciumnya kilat, dan dengan cepat melepaskan dirinya ,sedangkan Refan langsung saja pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sedangkan Sahila mempersiapkan semua keperluan Refan.


Ternyata benar, Kyara pun sudah membuka matanya, dan kakinya yang aktif itu menendang nendang dengan kuat.


Sahila langsung saja menggendongnya,


''Princes papa bangun ya,?'' tiba tiba suara berat itu terdengar dari depan pintu kamar mandi.


Lagi lagi sebelum Sahila menjawab ,Kyara langsung mengeluarkan suara, seperti sebuah interaksi dengan sang papa.


''Apa mau ikut papa dulu sebelum papa berangkat sayang,.


Dengan senang hati Sahila memberikan Kyara ke tangan Refan, sedangkan dirinya masih sibuk mencari baju dan perlengkapan Refan.


Melihat dua wanita itu Refan terus saja menampilkan senyumnya.


Karena asyik melamun, tiba tiba saja Refan merasa ada yang hangat di tangannya,


''Apa ini, gumamnya sambil mengangkat sedikit Kyara ,melihat apa yang membuat tangannya itu menjadi hangat.

__ADS_1


''Pantas, ternyata anak papa ngompol, ucapnya keras hingga Sahila yang mendegarnya pun langsung kaget dan berlari menghampiri Refan.


''Maaf, aku lupa, tadinya mau aku ganti popoknya, tapi keburu mas datang jadinya nggak pakai popok deh.


Refan yersenyum dan mendekatkan wajahnya ke arah Sahila.


''Tidak apa apa, lagi pula mas senang kok, kan mas tinggal mandi lagi,ucap Refan santai.


Tak berselang lama, Nia datang bersama dengan Mike, melihat Refan dan Sahila yang sibuk dengan Kyara, keduanya langsung masuk tanpa permisi.


'' Ada yang bisa aku bantu Nona, Nia langsung menawarkan diri.


''Dengan senang hati Nia, ini lo mas Refan baru saja di ompolin sama Kyara, jadinya mandi lagi deh, tolong kamu ajak sebentar ya! ''.


Sedangkan Mike yang mendegar malah tertawa keras.


''Nggak ada yang lucu Mike, Kenapa kamu terlihat sukses dengan tertawamu itu ,Refan sedikit kesal dengan tingkah sekretarisnya itu.


''Itu namanya princes Kyara pinter bos, dia itu tau kalau papanya nggak mungkin bisa marah, makanya sering sering ya kamu ompolin papa, Kini giliran Mike yang mendekati Kyara,.


Setelah semuanya beres, Refan dan Mike langsung turun, karena jam pun terus berajalan, itu artinya waktunya berangkat ke kantor pun tiba.


''Anak papa yamg pinter ya, jangan rewel ,kasihan mama, sambil mendongak melihat Sahila yang tersenyum.


Refan dan Mike mulai melangkahkan kakinya keluar dari kediaman, namun sebelum masuk ke dalam mobil ,Refan mendengar Kyara mulai menangis,dan itu membuatnya menoleh melihat Sahila seperti kebingungan menenangkannya.


Kenapa aku jadi nggak tega meningglkan mereka. batinnya sambil memegang pintu mobil yang terbuka.


Dengan cepat Refan menutup kembali pintu mobil dan berlari menghampiri Sahila yang masih mematung sambil sibuk mendiamkan sang bayi.


''Nggak apa apa mas ,nanti juga diam, lagi pula nanti mas kesiangan. Sahila khawatir.


Refan tersenyum dan merangkul sang istri. ''Kalian lebih penting, jadi mas tidak akan pergi ke kantor, bagi mas cukup melihat kalian,mas akan lebih tenang ,dari pada mas di kantor tapi jiwa mas di rumah ,kan juga nggak bisa kerja sayang.


Mungkin ini yang di namakan sebuah ikatan darah antara ayah dan anak, yang membuat Refan selalu saja tidak bisa menjauh dari sang buah hati.


''Mike jalan saja!'' titahnya pada Mike.


Dengan cepat Mike pun melajukan mobilnya sendiri tanpa Refan.

__ADS_1


Aku akan tetap menunggu sampai bos benar benar siap melepaskan aku .batin Mike di perjalanan.


__ADS_2