KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 189. Princes Kyara


__ADS_3

Refan mengambil alih bayi mungil dari tangan Ririn,


Memandang wajahnya yang teduh membuatnya tak bisa mengalihkan pandangannya.


Wajah bayi itu bagaikan hipnotis untuk Refan dan yang lain.


Semuanya menatap intens bayi yang masih terlihat merah.


Akhirnya kamu akan melihat dunia nak, ini papa, batinnya sambil mengelus pipi bayinya yang masih merah.


''Apa kakak tidak ingin tau jenis kelamin anak kakak?'', Kini Ririn mengucapkannya tepat di depan Refan,


Refan hanya menagngguk ,tanpa menoleh.


Malah disini yang paling anstusias adalah Mike sang sekretaris.


''Jadi keponakan aunty ini princes, lihat saja wajahnya sangat cantik seperti kakak ipar, Ririn pun ikut mengelus bayi kecil yang ada di gendongan Refan.


''Namanya siapa bos,?'' Mike penasaran, apa bisa Refan memberi nama bayinya ,


dengan nama yang cantik, pasalnya selama ini Mike tak pernah melihat Refan dan Sahila itu memilih nama atau merencanakan sebuah nama tentang anaknya.


''Princes Kyara, panggil saja dengan sebutan itu, Dengan santainya Refan langsung membawa Kyara masuk ke dalam ruang rawat inap tempat Sahila.


Sedangkan Mike hanya melongo karena tak sempat untuk mencium bayi mungil yang akan di jadikan calon pacar keduanya itu.


Dasar Bos sialan ,mentang mentang bisa gendong sendiri main di bawa kabur aja, makinya dalam hati .


''Tu ,kan aku nggak boleh pegang , ucap Mike sambil menunjuk nunjuk pumggung bosnya dari belakang


Refan membuka pintunya dengan pelan melihat Sahila yang sedang memejamkan mata, mungkin kelelahan setelah melahirkan.


Kini seorang ayah yang sedang menggendong anaknya itu berjalan menghampiri wanita yang sedang berbaring di atas ranjang.


Refan langsung saja mendaratkan ciuman di kening Sahila yang membuat sang empu membuka matanya.

__ADS_1


''Mas, ucapnya dan kini pandangannya beralih pada bayinya.


''Jangan bangun dulu sayang, biarlah Princesnya mas gendong, kamu istirahat saja dulu, ucapnya saat melihat Sahila berusaha bangun.


''Princes, Sahila mengulangi apa yang di dengarnya.


Refan mengangguk .''Anak kita perempuan, lihatlah dia cantik sepertimu, Sambil sedikit menjulurkan ke arah sahila.


''Mas kasih nama dia Kyara, dan kita harus memanggilnya princes Kyara, Refan menjelaskan pada Sahila.


Lagi lagi Sahila tak bisa menahan air matanya ,Sahila menangis melihat Refan yang terlihat begitu sangat bahagia, sambil sesekali mencium sang buah hati.


''Kenapa kamu malah nangis sayang,?'' Sambil menyeka air mata Sahila, mendekatkan wajahnya di dekat wajah sang istri.


''Aku bahagia, sangat bahagia, ini sama sekali tak bisa terbayangkan olehku, akan hidup denganmu sampai kita memiliki seorang anak, Ucap Sahila di sela sela tangisannya.


Refan kembali keluar dan menyerahkan bayinya pada Nia, dan kini Refan kembali mendekati Sahila dan naik di atas ranjang,


''Aku yang lebih bahagia, bahkan sedikit pun aku merasa kalau aku ini bukan laki laki yang baik untuk kamu, kita bisa bersama karena semua ini perjuanganmu, Andai saja kamu gampang luluh dengan laki laki lain, mungkin saat ini bukan aku ayah dari anak kamu, dan kehadiran kamu di hidupku sungguh membawa berkah, kamu yang mengubah hidupku menjadi orang yang lebih baik, jangan pernah menyesal menjadi istriku, dan mulai sekarang kita akan membangun keluarga kecil kita, kehadiran princes Kyara membuat mas sadar, bahwa memang cintamu untukku sangat besar, namun jangan kamu fikir hanya kamu yang mencintai, disini akulah yang lebih mencintai kamu, aku yang lebih takut akan kehilangan kmau, kita akan hidup sampai rambut kita memutih, dan maut memisahkan, ucapan Refan malah membuat Sahila semakin terisak dan menenggelamkan wajahnya di dada sang suami.


Sedangkan Refan pun sama ,tak bisa menahan air matanya yang sudah berkali kalaimenetes,


''Hemm, biarkan saja dia sama uncle dan auntynya, kita kan bisa berduaan lagi pula kamu pasti lelah kan, istirahatlah dulu, pinta Refan sambil mengelus rambut Sahila.


Tak sengaja Mata Sahila mengarah melihat tangan Refan ,yang penuh luka bahkan darahnya sudah mengering,karena Zero belum sempat memberikannya obat.


''Ini kenapa mas, ?''sambil memegang dan sedikit mengernyit karena itu pasti rasanya sangat perih


''Ini perjuangan mas untuk princes Kyara lahir kedunia ini sayang, ini tidak ada apa apanya di bandingkan dengan kamu yang harus berjuang antara hidup dan mati, jawab Refan santai.


Sahila mengingat saat detik detik melahirkan princes Kyara ,dan teringat bahwa luka itu adalah ulahnya. dan betapa malunya saat ini melihat sang suami yang tidak mau jujur.


Sahila langsung berangsur menundukkan kepala Refan dan mencium bibirnya.


''Aku minta maaf, tadi aku nggak sengaja, ucapnya pelan wajahnya terlihat sangat malu,

__ADS_1


Refan tersenyum dan memberi bisikan.


''Jangan cium cium dulu dong, kalau kamu kayak gini itu artinya kamu menggodaku sayang, kamu tau kan kalau mas akan libur lama, bisiknya, namun malah kembali mencium bibir Sahila.


Tu kan katanya nggak mau, e malah lebih nyosor batin Sahila.


''Apaan sih, nggak lucu, setelah keduanya bercanda, pak Cakra dan pasukan yang lain masuk untuk melihat keadaan Sahila.


''Wah... wah.. wah.. malah pacaran sendiri, apa lupa kalau sudah punya princes ?''celetuk mike membuat Refan langsung saja berdecak.


''Mana Princesnya?'', tanya Refan saat melihat Nia dengan tangan kosong,.


''Nih, tiba tiba saja dari belakang suara Ririn yang menjawab membuat semua menoleh .


Ririn memberikan princes Kyara pada Refan yang baru saja turun dari ranjangnya


Melihat wajah Sahila yang diam membuat Refan bertanya,


''Kenapa kamu diam saja, kamu nggak senang kalau anak kita perempuan ?''celetuk Refan sambil mendekati sang istri.


Sahila menggeleng,''Sembaranagan,Bukan itu, sambil melayangkan pukulan di lengan sang suami.


''Bukan, tapi aku ingat sama Ibu, ucapnya melamah.


Refan melihat wajah Sahila yang terlihat kurang bahagia.


''Sebentar lagi Ibu kamu pasti sampai ,pak Jono sudah menjemputnya, jadi jangan khawatir, setelah Princes Kyara lahir ,papa langsung menyuruh pak Jono untuk menjemput Bu Nur, ucap pak Cakra dari belakang membuat Sahila langsung tersenyum lebar.


''Papa ngapain sih, ikut


ikutan mas Refan manggil princes, Panggil saja Kyara pa, Sahila merasa nggak enak kalau papa mertuanya itu ikut ikutan konyol seperti suaminya.


Refan mengangkat kedua bahunya, dan tertawa lepas.


''O... iya pa ,ngapain papa ikut ikutan panggil princes, itu mah panggilan untuk mereka mereka sambil menunjuk ke arah Nia Mike Ririn dan juga Zero.

__ADS_1


''Nggak apa apa, lagi pula apa salahnya ,toh papa juga suka panggilan itu, dan ternyata cucu papa seorang princes, ucap pak Cakra santai sambil duduk di sofa, sedangkan semuanya malah tertawa mendengar kelucuan pak Cakra.


Kini ruangan itu menjadi saksi bisu, betapa bahagianya hati Sahila dan Refan saat ini.


__ADS_2