KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 198. Sama sama frustasi


__ADS_3

Seperti halnya Refan yang masih setia di depan pintu, Mike pulang dari rumah Refan pun dengan hati kesal ,pasalnya beberapa kali menghubungi Nia pun tak ada hasil, karena saat ini ponsel Nia sedang tidak aktif.


''Sayang, ayolah, masa iya mas tidur di luar, ucapnya semakin lemas sambil mengetuk pintu.


Refan terlihat sangat frustasi melihat jam yang melingkar di tangannya pun semakin larut.


Akhirnya Refan melangkahkan kakinya menuju tangga, namun saat hendak turun satu tangga, tiba tiba saja Refan di kagetkan dengan suara deheman Sahila, dengan cepat Refan memutar badannya dan menghampiri Sahila.


''Akhirnya kamu membuka pintunya, ayo kita tidur !''ajak Refan sambil merangkul pundak kecil sang istri dan pura pura melupakan apa yang terjadi.


''Stop ...ucapnya sambil menahan lengan Refan yang hampir saja menutup pintu.


''Kenapa lagi ,mas sudah ngantuk, ucap Refan pura pura sambil mrnguap.


Refan melihat sang istri yang terlihat masam dan tak bicara membuatnya berbalik dan merangkul istrinya.


''Mas minta maaf, tadi mas cuma bercanda, ucapnya di telinga Sahila.


Sahila masih saja diam tak bergeming bahkan kini menatap Refan dengan intens.


''Apa sebegitu bahagianya kamu dengan seorang janda, tanya nya dengan wajah yang serius,.


Refan menggeleng,


''Tapi kenapa kamu ingin mengajak Viola makan bersama kalau aku tidak ikut ke kantor?'' Sahila semakin mengeraskan suaranya.


''Sayang mas itu cuma bercanda, mas harus membuktikan apa lagi supaya kamu percaya, lagi pula itu tadi Mike ,dan mas cuma.... kata Refan berhenti karena Sahila memandangnya lagi.


''Cuma apa.... ayo bilang, ucapnya sambil semakin maju menyudutkan Refan sampai terpentok tembok.


''Ya cuma bercanda saja, ucapnya pelan.

__ADS_1


Karena melihat Sahila yang semakin maju dan kini mereka sudah tak ada jarak, akal bulus Refan mulai muncul, dengan cepat Refan menarik pinggang Sahila dan memeluknya dengan erat,


Refan mencium bibir Sahila dengan begitu lembut, meskipun Sahila masih marah, tapi Sahila tak menolaknya karena tenaga Refan tang lebih kuat itu mengalahkan tenaga nya.


''Cepat katakan, apa yang harus mas lakukan agar kamu percaya kalau itu cuma bercanda sayang, ucapnya masih memeluk Sahila dan menyibak rambut yang menutupi wajahnya.


Bukan menjawab, Sahila malah menangis di pelukan Refan membuat Refan semakin bersalah.


''Kalau kamu nangis kayak gini ,mas jadi sedih,,dan kamu harus percaya kalau itu cuma bercanda, mana mungkin mas menghianati kamu, lagi pula mas nggak tertarik sama Viola, ucap Refan berusaha membuat Sahila mempercayainya.


''Sekarang kita tidur ya, aku tau kamu capek kan seharian, dan kamu nggak usah fikirin lagi, dan kamu bisa buktikan kalau ucapan mas ini serius, Refan kembali meyakinkan Sahila.


Dasar Mike sialan, untuk apa coba mancing mancing urusan janda ,kalau kayak gini kan aku sendiri juga yang repot ,lagi pula kenapa juga mulut ini pakai meladeni Mike itu ,awas saja kamu ya .maki Refan dalam hati.


Masih untung Refan ,karena Sahila tak banyak mengadili dirinya yang bersalah dengan omongannya.


Di apartemen ,Mike benar benar frustasi karena belum juga bisa menghubungi Nia sang kekasih.


''Bodoh, benar benar bodoh, kenapa juga aku iseng ngomongin janda, kalau kayak gini kan aku yang rugi , umpatnya pada diri sendiri.


Mike tak pernah menyangka kalau keisengannya dengan Refan akan menjadi fatal,pasalnya Nia tak pernah sekali pun marah padanya, tapi dengan hal yang seperti ini, Nia tak mau bicara padanya.


Tak berselang lama, ponsel Mike pun berbunyi ,dengan cepat Mike meraihnya, barang kali itu dari Nia.


Namun setelah membukanya, Wajah Mike terlihat lesu kembali karena itu pesan dari Mr Wilson yang akan tiba besok,


''Gawat nih, kalau papa dan mama tiba, dan Nia masih marah gi mana, apa yang harus aku katakan ,?''Kali Ini Mike semakin frustasi.


''Argh.... kalau kayak gini mendingan aku tidur dari pada kepalaku pecah, ucapnya dan menutup wajahnya menggunakan bantal.


Malam yang terasa suram itu pun dirasakan Mike dan Refan ,meskipun Sahila membolehkannya tidur di kamar, Namun sahila belum juga mau bicara dengan Refan sepatah kata pun ,itu terbukti saat keduanya bangun tidur, kalau hari biasanya Sahila selalu saja membangunkan dan memberi morning kiss ,kini bahkan Sahila sedikit pun tak mendekat,

__ADS_1


Refan yang baru saja membuka matanya melihat Sahila yang sibuk dengan sendirinya langsung mendekatinya dan memeluknya dari belakang.


''Apa kamu masih marah padaku, tanya Refan dengan suara khas bangun tidur.


Sahila berbalik menghadap Refan dengan rambut masih acak acakan.


Sahila menyisir rambut Refan dengan jarinya dan melihat mata yang masih sayu.


''Coba mas fikir, wanita mana yang tidak marah kalau suaminya itu membicarakan wanita lain, apa lagi seorang janda dan itu adalah sektetaris mas, bahkan mas berniat mengajaknya untuk makan bersama, kalau mau bercanda bukan begitu caranya,itu secara tidak sadar mas menyakitiku, ucap Sahila masih dengan posisinya menatap sang suami.


Refan melihat wajah sendu di depannya itu mencium kedua pipinya secara bergantian.


''Maaf, bukan maksud mas menyakitimu, tapi mas benar benar cuma bercanda saja, dan kamu boleh menghukum mas jika kamu tidak percaya, Refan berkali kali meyakinkan.


Akhirnya Sahila mengangguk dengan pelan, karena tidak mau memperpanjang masalahnya, karena bagi Sahila itu hanya membuang waktu saja kalau harus meladeni suaminya.


''Wah, anak papa sudah bangun, kini pandangan Refan beralih pada Kyara yang sudah mulai membuka matanya dan menendang nendang dengan kaki mungilnya.


''Mas, panggil Sahila pada Refan saat memegang Kyara.


''Kenapa,?'' tanya Refan bingung ,kenapa juga dirinya tidak boleh memegang putri tercintanya.


''Mandi dulu, ini sudah siang ,bukankah kamu kangen dengan mbak Viola, canda Sahila.


''Kangen dong sayang, apa lagi bodynya yang seksi euhhh... membuat mas tak bisa berpaling jika sudah melihatnya, Ucapnya di depan Sahila.


''Mulai deh, kalau kamu sampai membuat kesalahan lagi ingat ,bukan cuma marah akunya, aku akan membawa Kyara pergi dari sini dan kamu tidak akan bisa lagi menemukan aku dan Kyara ya, Ancaman Sahila sukses membuat Refan lari ke kamar mandi setelah meminta maaf.


Kedua wanita itu pun sukses membuat kedua laki laki yang mencintainya menjadi frustasi meskipun Sahila memaafkan Refan, itu pun melalui proses yang sangat sulit, sedangkan Mike masih butuh perjuangan untuk meminta maaf pada Nia ,karena itu jalan satu satunya untuk memperbaiki hubungan mereka yang sebentar kagi akan menikah.


Setelah semalam frustasi berat, pagi ini adalah awal Mike berjuang kembali untuk merebut hati kekasihnya, dan itu terbukti dengan kedatangannya ke rumah Refan di pagi buta.

__ADS_1


__ADS_2