KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 131.Masih di kampung


__ADS_3

Ternyata benar, pembicaraan Refan dan Mike dengan pengurus kampung itu sampai memakan waktu beberapa jam, dan kini waktu pun sudah sore ,Refan terlihat gelisah melihat jam yang melingkar di tangannya ,pasalnya Refan sama sekali belum memberi tau Sahila akan dirinya sekarang.


Saat mengeluarkan ponsel, betapa terkejutnya, ternyata di kampung pun tak ada signal.


Sialan, kenapa bisa jadi gini, bagaimana aku menghubungi istriku kalau kayak gini ,batinnya.


Refan mengangkat ke atas ponselnya beberapa kali ,namun gagal juga,masih tak ada signal,


''Kenapa tuan, tanya pak lurah yang mengagetkannya .


''Ini pak ,kok di sini susah banget untuk nelpon ya, saya mau menghubungi istri saya, tapi gi mana ya, tanya Refan pada pak lurah, mudah mudahan pak lurah itu bisa menemukan solusinya.


''Wah, ternyata tuan ini sudah beristri to, tak kira masih perjaka, ucap pak lurah bercanda.


Refan dan Mike tercengang dan saling pandang mendengar ucapan pak lurah yang semakin lucu saja.


''Bapak bisa aja, kalau saya masih perjaka pak, tapi kalau bos saya ini sudah beristri, malahan pernah duda juga, ucap Mike pun ikut bercanda.


''Tapi nggak terlihat ,bahkan kalian itu seperti masih perjaka,


''Terus saja bongkar semua rahasiaku. bisik Refan.


''Maaf, bisik Mike kembali


''Kalian ini ternyata humoris juga, oh iya, kalau kalian mau cari signal, datang saja ke bukit di belakang rumahnya pak Lek Hajir ,semua warga sini selalu ke sana kalau mau menelpon keluarganya yang jauh, ucap Pak lurah memberi tau.


''Pak lek Hajir, di mana itu pak rumahnya. ?''Refan begitu semangat karena takut Sahila khawatir.


''Mari saya antar, ucapan pak Lurah dan menggiring Mike dan Refan ke arah tujuan.


Semua warga antusias menyapa pak lurah dan dua pria tampan yang berjalan menyusuri bebatuan, menuju bukit yang di tunjukkan pak lurah,


''Pak lurah, bade teng pundi (Pak lurah mau kemana ) tanya salah satu warga yang sedang berpapasan.


''Mau nganter ini masnya pados signal pak, (Mau ngantar ini masnya cari signal )Ke bukit di belakange rumahe pak lek Hajir


''Inggih (iya)


''Monggo (Silahkan)


Refan dan Mike hanya melihat karena tak paham yang mereka katakan.

__ADS_1


Setelah beberapa meter perjalanan, akhirnya bukit itu sudah nampak .


''Itu tuan tempatnya, saya tunggu di sini saja, ucap pak Lurah mempersilahkan Mike dan Refan.


''Mike, kenapa kamu nggak ikut ke sana ?''ucap Refan saat melihat Mike masih mematung dan tak mengikuti jalannya .


''Untuk apa, pasti kalian pamer kemesraan di depanku, nggak, lebih baik aku di sini, bos silahkan puasin nelpon Nona, dan bilang kita akan pulang besok, ucap Mike serius.


Akhirnya Refan langsung berjalan ke arah bukit sendirian, sedangkan Mike berada di sebuah gubuk di dekat rumah kecil yang sederhana.


''Maaf pak, apa ini rumahnya pak lek Hajir?'' tanya Mike karena hanya ada satu rumah di depan bukit itu.


''Iya ini rumahnya, biasanya jam segini pak lek Hajir masih bekerja di kebun bersama istri dan keponakannya, mereka itu terkenal sangat baik,meskipun hanya warga biasa, pak lek Hajir di segani disini karena kebaikannya.


Sedangkan Mike hanya mengangguk anggukkan kepalanya .


Tak lama ada tiga orang yang berjalan menghampiri pak Lurah dan Mike yang masih berada di gubuk.


Satu pria paruh baya dan dua wanita,


''Sugeng sonten pak lurah ,enten nopo nggih, kok teng mriki ,mboten biasane, (selamat sore pak Lurah ,ngapain ya ke sini, nggak biasanya? '')tanya pak lek Hajir .


''O..... nggih monggo monggo. (o... iya mari mari) jawab pak lek Hajir dan berlalu pulang.


''Sore pak, ucap dua orang wanita paruh baya dan seorang gadis, namun penglihatan Mike masih fokus pada ponselnya.


Setelah beberapa menit, Mike baru menyadari suara yang menyapanya.


Seperti kenal suaranya, batin Mike,


Namun wanita itu sudah berlalu masuk ke dalam rumahnya.


Siapa ya, seperti nya suaranya nggak asing, tapi siapa, apa aku tanyakan pak lurah saja ,siapa saja penghuni rumah itu, karena aku yakin suara itu mengingatkanku pada.....


Nia, apa mungkin Nia.....atau aku salah dengar, tapi aku yakin itu Nia.


batin Mike masih menerka nerka.


Pandangan Mike masih pada rumah kecil yang saat ini tertutup.


Sesekali melihat pak lurah ingin menayakannya, tapi di urungkannya.

__ADS_1


Mike berjalan menuju rumah kecil itu membuat pak Lurah bertanya tanya.


Namun pak lurah hanya diam tak berani bertanya.


Aku akan buktikan kalau suara itu kamu, dan jika benar itu kamu, aku tidak akan melepaskanmu lagi , aku akan membawamu pulang, batin Mike.


''Permisi. ucap Mike dengan lantang membuat pak lek Hajir langsung keluar.


''Maaf, apa mase ini butuh bantuan saya?'', tanya Pak lek Hajir ramah .


''Maaf pak lek, apa boleh saya masuk?''. ,Pak lek Hajir terlihat sedikit bingung, namun mempersilahkan Mike untuk masuk,.


Mike melihat sudut ruangan yang sederhana, tak ada barang yang terlihat mewah, hanya beberapa bingkai foto dan lukisan kecil.


''Silahkan mas duduk, ucap pak lek Hajir lalu pergi ke belakang, tak lama pak lek Hajir kembali ke depan menemani Mike yang sedang duduk.


''Memang begini rumah orang kampung, jelek,dan tak nyaman, jadi mase butuh apa, sampai rela singgah di gubuk kami, ucap pak lek Hajir sekali lagi,.


Mike masih saja diam ,ingin mengatakan sejujurnya, tapi Mike masih ragu, takut salah, meskipun dalam hatinya sangat yakin, tapi itu mungkin sebatas rindu yang meggebu menurutnya.


''Cuma ingin silaturrohmi dengan warga sini pak lek, dan ternyata warga di sini semua baik baik. ucap Mike santai


''Silahkan di minum mas, cuma bisa kasih ini .ucap Ibu Ibu paruh baya yang tak lain adalah istri pak lek Hajir ,sambil menyodorkan segelas teh hangat.


''Meskipun dikota juga minumnya teh Bu lek, nggak apa apa, malah saya yang ngerepotin kalian.


''Tidak apa apa ,tamu adalah raja bagi kami, dan sebisa mungkin kami untuk melayaninya dengan baik,


Pandangan Mike masih saja ke arah belakang berharap ada yang keluar, dan itu wanita yang di rindukannya.


''Permisi,tiba tiba suara berat Refan itu ada di balik pintu.


Keduanya menoleh ke arah pintu.


'' Silahkan masuk juga mas, silahkan duduk !''ucap pak lek Hajir mempersilahkan Refan untuk masuk.


''Maaf pak, saya cuma mau nyari teman saya, ucapnya sambil melihat ke arah Mike.


''O.... ini temannya to, ucap pak lek Hajir, dengan terpaksa Mike beranjak dari duduknya dan keluar dari rumah pak lek Hajir.


Meskipun dalam hatinya sedikit jengkel karena apa yang di harapkannya tak terpenuhi.

__ADS_1


__ADS_2