KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 190.Suasana baru


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit ,kini Sahila dan princes Kyara pun di perbolehkan pulang karena keduanya itu sama sama sehat, namun mereka masih tak luput dari pandangan Refan, meskipun sedikit ada drama karena Refan tak memperbolehkan Ririn untuk memberi imunisasi pada Kyara, Refan sempat memarahi Ririn saat jarum suntik itu menancap tepat di paha sang bayi, namun dengan pengertian dari Sahila dan yang lain, Refan mulai sadar dan tau akan pentingnya itu semua.


Sedangkan Ririn dan Zero pun dengan santainya menanggapi kemarahan kakak sepupunya itu, karena Ririn sudah terbiasa menghadapi sifat kakaknya yang selalu saja super protektif pada orang yang di cintainya.


Sebuah kamar yang luas kini pun di sulap menjadi istana putri kecilnya.


Nuansa warna pink menjadikan suasana menjadi indah.


Kehadiran seorang makhluk kecil yang lemah itu membuat kediaman pak Cakra semakin ramai saja ,apa lagi sesekali princes Kyara itu menangis menambah kepanikan Refan,


Karena dirinya belum pernah merasakan indahnya menjadi seorang ayah ,dan inilah pengalaman pertama baginya untuk langsung menggendong sang bayi.


''Sayang, kok princes papa nangis sih, kenapa,? dengan kepanikannya, Refan pun mengelus putrinya yang mungil itu.


''Biasa lah mas ,namanya juga bayi, bisanya cuma nangis, lagi pula itu tandanya kalau putri kita sehat, Sahila mencoba meyakinkan pada Refan untuk tidak panik.


Bu Nur hanya bisa tersenyum melihat tingkah menantunya yang berlebihan.


''Kamu itu nggak usah khawatir Fan, lagi pula Sahila kan sudah menjadi seorang Ibu, jadi dia harus siap merawat Kyara, dan Ibu harap kalian tidak memakai jasa pengasuh untuk anak kalian, kata Bu Nur membuat Refan langsung beranjak.


''Tapi Bu, kan kasihan Sahila, apa lagi kalau Kyara rewel, dan aku kerja, ucap Refan menghampiri mertuanya.


''Mas... dari jauh Sahila pun menyahut..


''Nggak apa apa, lagian aku bisa kok ngurus Kyara sendiri, aku setuju sama Ibu,aku kan nggak kerja, bukan maksudku membantah, tapi lebih baik Kyara aku yang rawat tanpa campur tangan pengasuh, hemmm, ucap Sahila meyakinkan Refan untuk tidak membantah lagi.


Akhirnya dengan berat hati Refan menyetujui permintaan sang mertua dan istrinya.


''Nces Kyara, suara bising itu menambah keramaian rumah pak Cakra.


Refan keluar dan melihat siapa yang sudah membuat keributan di luar.


''Stop, ucap Refan menghentikan langkah dua pria yang ada di depannya..


''Kenapa kak?''tanya Zero penasaran,.

__ADS_1


Sedangkan Mike hanya mengangkat bahunya melihat Zero.


''Mungkin urusannya sama kamu, jadi aku mau masuk dulu, dengan santainya Mike melangkahkan kakinya dan tak merasa kalau dirinya pun di larang masuk.


''Kamu juga tidak boleh masuk, kalian ini kan laki laki ,ngapain ke kamar princesku ?''Refan terlihat kesal melihat dua pria di depannya yang saling berebut.


''Ayolah bos, aku ingin bertemu dengan princes,aku bawa kado untuknya,'' Mike sambil memperlihatkan sebuah boneka yang berukuran sangat besar.


Sedangkan Zero pun tak mau kalah membawa beberapa parsel yang terlihat sangat cantik ,di mulai dari baju ,mainan, dan peralatan bayi.


Refan hanya melirik ke kanan dan kiri kado yang di bawa masing masing.


Mike tersenyum dan menaikkan kedua alisnya,


*Pasti lebih menarik punyaku lah, dalam hati Mike terlalu percaya diri.


, Pasti punyaku yang terpilih, lagi pula masa ngasih boneka besar kaya gitu, nces kan masih bayi, dalam hati Zero sedikit mengejek sambil menyunggingkan bibirnya*.


''Tapi kalian berdua tidak di perbolehkan masuk ,cukup kadonya saja, ucap Refan tegas di tengah tengah Mike dan Zero.


Sedangkan Zero tak mau membantah, hanya menaruh semua barang bawaanya dan kembali duduk di sofa.


Karena sudah tak ada ide lagi dari Mike ,akhirnya Mike pun ikut duduk di samping Zero,


Tak lama mereka bersantai, di depan pintu ada suara bergemuruh seperti teriakan anak kecil,.


Kini Refan pun mengernyitkan dahinya, rumah yang biasa tenang kini sangat ramai, bahkan mengalahkan pasar menurutnya.


Kalau kayak gini setiap hari ,lama lama rumah ini akan menjadi pasar beneran nih ,batinnya.


''Siapa lagi ,gumamnya sambil membalikkan badannya, melihat anak laki laki kecil yang tiba tiba saja berlarian ke arahnya.


''Wah, ternyata Si ganteng Aldo yang datang .


Refan pun langsung menyahut dan menggendong Aldo yang sudah bergelayut di kakinya.

__ADS_1


Doni dan Nesya pun tersenyum melihat sifat kebapakannya Refan.


Di susul dari belakang Iwan dan Sindi yang menggendong Alvin.


''Aku nggak nyangka Bro ,kita sudah menjadi bapak, ucapnya lalu tertawa keras.


Sedangkan Mike hanya menyungut nyungutkan kepalanya.


''Kamu lihat mereka, bangga sekali menjadi bapak, Mike pun sedikit tersinggung, karena di antara semuanya hanya Mike yang belum menikah.


''Pastilah, siapapun akan bahagia, apa lagi mereka itu sudah lengkap, lagi pula tinggal kamu nih yang belum nikah, ucap Ririn.


''Jadi kapan nih, kamu nikahnya?'', tanya Zero sambil menyenggol Mike.


''Bentar lagi, lagi pula untuk apa sih buru buru, calon sudah di depan mata, kapan pun jadi, aku lihat perkembangan bos dulu ,kalau dia memang lincah dengan Nces ya aku tinggal nikah, tapi kalau bos masih kerepotan, di tunda juga nggak apa apa, iya nggak sayang, ?''Dengan santainya mengucapkannya di depan Nia.


Nia mengangguk dan tersenyum, baginya apapun yang di katakan Mike, itulah yang terbaik untuk mereka.


Kini suasana rumah pak Cakra semakin ramai ,tangisan yang beradu antara Alvin dan Aldo saling berebut mainan membuat Refan puyeng, karena ini pertama kali baginya melihat rumah besarnya itu berantakan dan di penuhi dengan suara tangis dan tawa.


Ternyata inilah keindahan yang lain dari sebuah pernikahan, aku tidak menyangka kehidupan yang aku jalani akan bahagia dengan orang yang pernah aku hina, bahkan seakan kini diriku lah yang tak bisa kehilangan dia ,apa lagi dia sudah memberikanku putri yang sangat cantik, ILOVE YOU, batin Refan sambil melihat istrinya yang terlihat bahagia.


Sebenarnya Sahila menyadari kalau suaminya itu selalu memandangnya ,tapi melihat banyak orang, Sahila hanya cuek saja, hanya terkadang senyum itu langsung di lempar untuk suaminya.


Sahila berjalan menghampiri sang suami yang jauh darinya ,dan kini dirinya duduk di samping Refan.


''Kenapa mas lihatin aku terus , apa mas butuh sesuatu?'', Sahila sedikit berbisik,


''Hemmm... apa kamu mau ngasih sesuatu itu kalau mas bilang sekarang?'', Refan pun membalas dengan bisikan.


Sahila langsung menoleh melihat wajah Refan yang sudah terlihat menyeringai.


''Bau baunya aku tau apa yang kamu minta mas, sambil menjewer telinga Refan yang membuat sang empu meringis.


''Apa coba, orang mas belum bilang., Refan mencoba mengelak.

__ADS_1


''Itu kan, jawab Sahila tepat di telinga Refan yang membuat Refan langsung tertawa karena sudah berhasil membuat Sahila jengkel.


__ADS_2