KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 195. Janda


__ADS_3

Mike menjambak rambutnya dan memegang pangkal hidungnya sesekali menyuruh Nia untuk memijat kepalanya,karena kesal dengan bosnya saat ini.


Masa iya seharian penuh hanya di suruh bolak balik dan memanggil para wanita karena sudah beberapa hari Mike tak menemukan sekretaris seorang pria.


Ingin rasanya pergi sejauh mungkin karena sudah tak tahan dengan sikap bossinya, bagaimana tidak, sudah ada lima belas calon sektetaris yang di persembahkan untuknya, namun satu pun tak ada yang cocok dan itu semakin membuatnya puyeng.


Sahila merasa kasihan melihat Mike yang menghadapi suaminya, dengan inisiatifnya Sahila sendirilah yang berbicara dengan Refan saat ini.


''Kenapa tidak ada yang cocok sih mas ,bukankah orang pilihan tuan Mike itu sudah lincah, lagi pula kan mas sudah bilang kalau tuan Mike cocok pasti mas juga cocok, Sahila berusaha membujuk Refan untuk tidak merepotkan Mike.


Refan malah memicingkan bibirnya, melihat sekretarisnya yang manja dengan kekasihnya di depannya.


''Sebenarnya memang mereka itu sudah pintar dan lincah dan masuk kriteria sektetarisku, tapi cara berpakaian mereka dan gayanya itu yang membuatku tidak nyaman sayang, dan aku tidak mau itu, lagi pula Mike kan bisa memberi Info juga, harusnya paling bawah di tambahi jangan berpakaian terlalu seksi dan jangan memanggil dengan panggilan genit , gitu, Refan pun menjelaskan alasannya menolak calon sekretaris dari Mike karena terlihat dari nada bicaranya memang terlihat sangat genit. .


Sedangkan Sahila hanya mangut mangut saja sambil mendengarkan penjelasan sang suami.


''Oke, kamu carikan satu kali lagi, dan aku akan menerimanya ,bagaimana pun penampilannya, Refan ikut pasrah karena dari tadi hanya melihat Sahila yang terus menatapnya dengan tatapan tajam.


Mike langsung saja mengangkat kepalanya dengan seketika dari pangkuan Nia.


Dengan cepat dirinya mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang, dan itu pun membuat Refan berfikir.


Apa stok wanita nya itu banyak ,kenapa juga dia langsung dapat saat aku memintanya, membatin dalam hati.


Kali ini Mike sudah bisa tersenyum di depan Refan dan yang lain.


Setelah menunggu beberapa waktu, calon sekretaris itu langsung datang ke kediaman pak Cakra karena Mike yang langsung memutuskan untuk pulang setelah seharian di kantor hanya bingung dengan Refan.


Wanita cantik dengan body yang seksi, badannya tinggi ,rambut panjang ,kulit putih itu berjalan dengan gontai menghampiri Mike dan Refan serta yang lain yang ada di ruang keluarga.

__ADS_1


''Selamat sore pak, sapanya dengan ramah.


Refan mengangguk, sedangkan Mike membelalakkan matanya karena tak sama dengan yang ada di fotonya.


Mike kembali membuka ponselnya dan melihat wajah yang ia hubungi, ''Viola kan?'', tanya Mike penasaran.


Sedangkan wanita cantik yang masih mematung itu pun mengangguk karena itu memang nama panggilannya.


Kenapa begini lagi, apa bos akan menolaknya lagi, batinnya sambil melirik ke arah Refan yang sudah terlihat kesal.


Pasalnya lima belas wanita itu penampilannya sama dengan wanita yang ada di depannya sekarang, karena gambar yang ada di ponselnya itu kebalikannya.


''Perkenalakan diri kamu,!'' ucap Refan mulai sinis.


''Mas di suruh duduk dulu dong, kasihan mbaknya, pinta Sahila.


Tanpa fikir panjang Refan menyuruh Viola duduk, kemudian memperkenalkan dirinya ,umurnya, lulusan mana, dan pernah bekerja di mana saja, dan alasannya keluar, dan itu sangat jelas dengan surat lamaran yang di baca Refan itu sesuai dengan omongannya.


''What.... Janda ,ucap Mike seketika sambil mencondongkan kepalanya.


Sedangkan Nia langsung mencubit paha Mike yang membuat sang empu meringis.


''Sayang sakit ,kenapa mas di cubit?'' ucap Mike keras membuat semua mata kini mengarah padanya dan Nia.


''Apa salahnya seorang janda, itu juga bukan yang di mau wanita mas, dan setiap wanita juga tidak mau bernasib seperti mbak Viola, jelas Nia.


Nia malu dengan sikap Mike yang memperjelas ucapannya mengenai status Viola.


''Maaf ya mbak ,sekretaris mas Refan memang seperti itu, mbak nggak perlu khawatir, jadi gi mana mas, apa mas mau menerimanya,?'' tanya Sahila memastikan kalau suaminya tidak menolak lagi calon sekretaris yang datang kali ini karena statusnya janda.

__ADS_1


Bagaimana sih Mike ini, apa dia nggak tau kalau orang ini janda, atau jangan jangan dia sengaja mengerjaiku, batinnya.


Refan melihat wajah Mike yang juga kikuk menghadapi situasi yang sangat mencekam ,bagaimana tidak ,keduanya di selimuti dua wanita yang bagaikan macan betina yang siap menerkam saat ini ,sekali saja salah langkah habislah keduanya. .


Refan melihat wajah Sahila ,sedangkan Mike melihat ke arah Nia yang ada di sampingnya.


Viola bingung dengan calon Bosnya itu .


Ternyata mereka ini suami yang takut juga sama istrinya, ternyata keangkuhan seorang ceo itu luluh jika di depan perempuan yang di cintainya, andaikan dulu suamiku seperti mereka yang mencintaiku, mungkin hidupku tidak akan seperti ini, batin Viola sambil melihat Mike dan Refan secara bergantian.


''Baiklah aku terima, dan mulai besok kamu sudah bisa ke kantor, dan Mike akan mengajarimu semuanya, karena saat kamu bekerja aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun, ucapnya tegas.


Ingat Mike, kalau sampai ada apa apa kamu yang harus bertanggung jawab karena sudah memberiku sekretaris janda. batin Refan.


Berbeda dengan Refan, Mike malah cekikikan ,dari sekian banyak wanita malah janda yang menjadi sekretaris bosnya kali ini.


''Kalau begitu saya permisi dulu pak, Bu, pamit Viola, lagi lagi keramahan Viola membuat Sahila terkesan.


Sahila mengangguk melihat Viola yang langsung berlalu keluar dari kediaman pak Cakra.


''Kelihatannya sangat baik ya mas, semoga saja dia betah bekerja dengan mas, dan aku harap mas juga bersikap baik dengannya, jangan melihat janda itu sebelah mata, karena mereka itu hanya korban, entah para wanita atau pria yang jahat ,tapi itu bukan yang di inginkannya, Sahila memberi pengertian pada sang suami.


Setelah kepergian Viola, Nia dan Sahila pergi dengan sendirinya, dan kini tinggal Mike dan Refan yang masih duduk di ruang keluarga.


Setelah Sahila menghilang,, Refan beralih menghampiri Mike.


''Apa kamu tidak tau kalau wanita tadi itu janda?'', tanya Refan pelan mengarahkan mulutnya ke arah telinga Mike.


Dengan cepat Mike menggeleng, ''Maaf bos, aku lupa untuk menanyakannya, lagi pula yang ini Edrik yang kasih tau, dan aku fikir tadi sudah cocok, jadi aku tidak menanyakan statusnya, Mike menjawab yang memang kenyataannya yang dia tau.

__ADS_1


Sedangkan Refan hanya memikirkan kebanyakan kalau bekerja dengan seorang janda pasti ujung ujungnya rumah tanggannya yang akan menjadi korbannya ,meskipun Refan tak sedikit pun ada niat untuk berselingkuh, Refan hanya menjaga hati sang istri sebisa mungkin tidak akan tersakiti.


__ADS_2