
Mike tersenyum renyah saat masuk rumah Refan, apa lagi saat melihat kekasihnya yang sedang menyiapkan makanan di meja makan, hatinya begitu berbunga bunga mengingat apa yang akan di lakukannya setelah kedatangan kedua orang tuanya nanti.
''Nia, panggilnya pelan dan dengan cepat Nia pun menoleh ke arah sumber suara.
Nia melihat Mike dengan senyumnya yang jarang sekali di tampilkan. ,apa lagi di depan umum.
''Kenapa,?'' tanya Nia penasaran, tak biasanya Mike mengendap endap memanggilnya.
''Kamu siap siap kita ke bandara, ucapan Mike membuat Nia semakin bingung,.
Kenapa ke bandara, ada apa, Apa mas Mike mau mengajakku ke luar negeri lagi, batin Nia menerka.
Karena tak mau banyak bicara, akhirnya Nia memilih pergi ke kamarnya untuk bersiap.
Sedangkan Mike menunggu, duduk santai di ruang tamu.
''Wah, tumben pagi sudah disini, Refan pun ikut heran karena ini pun masih sangat pagi, dan tak biasanya Mike menunggunya.
Mike bergulat dengan pikirannya, harus dari mana dia bercerita ,karena menurutnya ini sangat panjang dan mungkin Mike akan berhari hati tidak bisa membantu Refan di kantor.
''Kenapa, heran melihat sikap Mike seperti orang kebingungan.
''Papa dan mama mau datang,. ucapnya singkat namun jelas,.
Refan melihat wajah Mike,seperti ada beban yang menyelimutinya.
''Bagus dong ,terus kenapa muka kamu malah kelihatan resah dan lembek seperti itu?''.
Lembek dia bilang, wajah cool begini di bilang lembek,aduuh menjatuhkan harga diriku saja bos ini. batin Mike marah.
''Mungkin dalam beberapa hari ini aku tidak bisa ke kantor, aku harus menuruti semua keinginan nyonya Wilson.
Mike teringat apa saja yang di katakan oleh mamanya semalam, termasuk pergi ke rumah keluarga Nia yaitu pak lek Hajir.
''Memang ngidam apa nyonya Wilson? ''Refan semakin penasaran, kenapa sampai membuat Mike tak bisa ke kantor, meskipun Refan mewajarkan ,tapi pertanyaan itu seolah sudah di ujung lidah dan harus di keluarkannya.
__ADS_1
''Banyak ,dan mama juga memintaku untuk mengantar ke rumah pak lek Hajir,katanya mau melamar Nia untukku, sambil tersenyum.
''Baiklah, kalau begitu, apa yang bisa aku bantu, Kali ini Mike langsung mendongakkan kepalanya mendengar kata yang di ucapkan Refan.tak di sangka Refan ikut antusias dengan dirinya.
''Benarkah bos mau membantuku,..?''
''Bagainana tidak Mike ,selama ini kamu sudah membantunya, jadi sekarang biar Refan yang membantumu, lagi pula, biarkan kantor untuk sementara waktu ini di serahkan pada orang kepercayaan, dan kalian harus membuat Mr Wilson nyaman, tiba tiba saja suara pak Cakra yang baru saja keluar dari kamarmya membuat Refan dan Mike menoleh.
''Om sudah tidak apa apa kan,?'' Mike menghampiri pak Cakra yang berjalan sedikit pelan,
Pak Cakra tersenyum dan memegang bahu Mike.
''Tenang saja, Om nggak mau kalah sama Wilson, kalau Om masih sembunyi di kamar, papamu pasti akan mengejekku habis habisan. dan Om nggak mau itu.
Akhirnya semua menjadi tertawa karena omongan pak Cakra yang lucu.
Setelah kepergian Nia dan Mike ke bandara pak Cakra menyuruh para pembantu untuk membersihkan kamar tamu, karena pak Cakra tau Wilson pasti akan tinggal di rumahnya.
Sedang di perjalanan, Nia menggenggam kedua tangannya meremasnya dan sesekali menggigit bibirnya bawahnya, mendengar penjelasna Mike kalau papa dan mamanya ingin datang melamarnya, .
Nia menoleh ke arah wajah yang kekasih yang sedang asyik bermain dengan setirnya.
''Mas, bagaimana kalau papa dan mama tidak setuju, kalau mereka tau bagainana keadaan keluarga ku, ucap Nia dengan sedikit ragu, karena kata itulah yang ingin di ucapkan dari tadi.
Aku yakin mereka akan setuju, bagaimana pun keadaan keluarga mu, lagi pula papa dan mama tidak peenah memandang kasta, mereka hanya ingin aku bahagia ,dan kebahagiaanku hanya ada padamu, jadi kamu tidak usah gelisah lagi, tersenyumlah, sambut mertuamu datang, Mike hanya bisa meyakinkan.
Nia tersenyum dan mengangguk.
Perjalanan yang membutuhakan waktu beberapa menit itu di habiskan Nia untuk bersiap siap memikirkan bagaimana menyambut kedua orang tua Mike, meskipun ini yang kedua kalinya, namun tak bisa di pungkiri Jantung Nia masih saja deg degan tak karuan.
Mike menggandeng tangan kecil Nia berjalan menuju arah Mr Wilson dan Nyonya Wilson yang sudah mematung menunggu jemputan.
''Ma ,pa, teriak Mike dari jauh dengan mengukir senyuman yang indah. menyambut kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
''Tersenyumlah!'' bisiknya pada Nia saat mereka belum begitu dekat.
__ADS_1
Nia mengikuti Mike dan menyalami Mr Wilson sekaligus nyonya nya.
''Kalian kenapa telat jemput kami., kamu nggak tau kalau mamamu ngomel ngomel dari tadi, protes Mr Wilson, karena dari tadi dirinya lah yang terkena imbas dari ketelatan Mike.
''Maaf, aku jemput Nia dulu di rumah bos, katanya pada orang tuanya.
''Ya udah ,cepat, kaki mama sudah keram,.
Sambil jalan menuju mobilnya dan tak lupa menggandeng calon menantunya.
''Kenapa kamu tak banyak bicara sayang ,cerewetlah seperti mama, mulai mencari sekutu,
Ayo provokasi terus calon menantumu, batin Mike sambil melirik sinis.
''Ma ,setiap wanita kan berbeda, Nia itu memang pendiam nggak seperti mama yang seperti burung beo, apa lagi kalau sedang marah, pasti suara mama itu seperti musik di klub, bising. katanya Mike.
''Mas, Nia mencoba mencegah Mike untuk tidak membantah apa kata nyonya Wilson sambil memegang bahunya dari belakang.
''Kamu lihat sayang, calon suami kamu itu selalu saja menyalahkan mama kalau lagi ngomong. Nyonya Wilson kembali merasa nggak bersalah, sedangkan Mr Wilson memilih untuk memakai heand seat dari pada mendengarkan ocehan sang istri.
Nia hanya bisa mengangguk,
Kok bisa mereka ini langgeng, padahal mama itu selalu saja cerewet, aku saja yang anaknya nggak betah ,apa lagi papa yang sudah hidup dengannya berpuluh puluh tahun, bahkan papa malah lebih awet muda, dan kelihatannya juga happy happy aja, batin Mike sambil melihat papa Wilson yang menikmati alunan musik yang di stelnya.
''Ma, nanti kita langsung ke mana,?'' Mike menawarkan, meskipun mamanya itu cerewet ,tapi kasih sayangnya itu sangat luar biasa.
''Langsung ke rumah Nia saja, mama dan papa nggak bisa lama lama di sini, papa kamu itu sibuk, sambil melihat mr Wilson yang sedari tadi hanya manggut manggut saja.
Akhirnya aku bisa memberikan mama menantu, setelah sekian lama penantiannya, kini mama terlihat sangat bahagia, batin Mike.
Mike hanya bisa melihat kedua wanita yang saling mengukir senyumnya itu dari
kaca spion.
Sebentar lagi kau akan menjadi istriku untuk selamanya, batinnya kembali saat melihat wajah Nia masih dari kaca spion.
__ADS_1