KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 12. Tawaran


__ADS_3

Di negara L... seperti biasa hari hari Refan selalu melakukan aktifitasnya dengan bekerja dan bekerja,


Pasalnya Refan semakin semangat setelah bertemu sang kekasih,karena menurut Refan Kania adalah penyemangat baginya.


Refan pun merencanakan pernikahannya dengan Kania secepat mungkin, karena dia tak mau lagi kehilangan sang pujaan hati.


Refan memang sangat keras kepala soal asmara,menurutnya pilihannya lah yang terbaik, namun kenyataan berkata lain seperti apa wanita yang di pilih nya saat ini hanyalah lah wanita matre,


Kekayaan Refan lah yang membuat Kania mau menikah dengannya.


Di kantor Refan di sibukkan dengan beberapa berkas yang tertumpuk di mejanya


Tapi dengan sigap Refan menyelesaikan tanpa lelah sekali pun .


Refan menghela nafas panjang setelah melihat semua berkas nya yang sudah selesai,


Ting tung, bunyi notifikasi dari ponselnya.


Refan membuka dan ternyata pesan dari Kania yang sudah berada di depan kantor .


Setelah membacanya Refan berlari masuk lift menuju lantai bawah.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di tempat tujuan


Refan berlari keluar dan ternyata sang kekasih menunggu di depan.


''Kania, ngapain kamu di situ, ayo masuk?


Kania menghampiri Refan dan mengikuti Refan masuk ke ruangannya.


Sesampainya di sana Refan langsung mengunci pintu dan bilang pada sang sekretaris agar tidak mengganggunya.


Ini adalah hari yang sangat special menurut Refan karena kedatangan Kania, yaitu wanita cantik yang di cintainya.


Di dalam ruangan, Refan dan Kania membicarakan masalah pernikahan mereka yang akan di adakan sebentar lagi.


''Apa ini menurutmu bagus sayang, Kata Kania pada Refan sambil menunjukkan undangan pernikahan.


''Kania, apapun pilihan kamu pasti itu bagus,aku ikut aja.


''Tapi aku mau pernikahan kita mewah,pinta Kania.


''Beres, apa sih yang nggak buat kamu, apapun akan aku lakukan demi kamu, aku ingin kamu merasa bahagia ,jadi kamu atur aja semuanya,


''Baiklah kalau gitu aku pulang, soalnya ada pemotretan lagi .


''Apa perlu aku antar ?


''Nggak usah, lagian aku sudah tau kok jalan keluar nya.


''Ya sudah sampai ketemu lagi .


Refan dan Kania berpisah, hati Refan berbunga bunga setelah kedatangan sang pujaan hati, berbeda dengan Kania, menurutnya tak akan ada yang special meskipun itu hari pernikahan mereka.


Kania masuk ke sebuah mobil yang masih menunggunya.


''Gi mana Ka, apa Refan setuju dengan pilihanku ?

__ADS_1


''Hemmm semuanya beres .


Ternyata di dalam mobil sudah ada Bram, dan yang memilih undangan pernikahan mereka adalah Bram.


Sedangkan Sahila memulai kehidupan di tempat yang baru dengan memasak untuk pak Cakra, Sahila bergelut dengan bumbu dapur yang di bantu para pambantu, Sahila menanyakan kepada para pembantu makanan apa yang di sukai pak Cakra.


Tak butuh waktu lama,makanan sudah siap di hidangkan, setelah itu Sahila mengetuk kamar pak Cakra.


Tok.. tok... tok... Om, makanannya sudah siap, apa Om mau makan sekarang?


Pak Cakra yang mendengar langsung menuju pintu dan membukanya.


''Sa, kamu lupa Om suruh panggil apa kemarin?


''Maaf Om aku lupa? Sahila sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.


''Pa, makanannya sudah siap,apa papa makan sekarang, Sahila sambil malu malu.


''Heem, kamu bisa masak juga?


''Ibu selalu mengajariku memasak, karena aku tak punya kegiatan lain selain membantu Ibu.


Pak Cakra dan Sahila makan bersama, tanpa suara, tenang, itulah saat mereka makan.


Setelah selesai Sahila beserta bibik membereskan meja makan.


''Sahila.....


Pak Cakra memanggil Sahila untuk ke ruang keluarga.


Sahila pamit kepada sang bibik untuk menemui pak Cakra .


Sahila duduk di samping pak Cakra, mereka bagaikan papa dan anak kandung.


''Sa, apa kamu mau kuliah ?


Sahila bingung dengan kata pak Cakra.


''Maksud papa apa, kuliah,Pa aku ke sini bukan minta kuliah, tapi aku kesini mau merawat papa dan menemani papa karena kesepian.


''Sa, dulu papa kira kamu akan menjadi menantu papa, itu berarti kamu sudah jadi bagian dari keluarga ini, tapi kenyataannya lain, kamu tidak menjadi istri Refan, dan pasti nanti kamu akan menjadi milik orang lain, dan papa ingin kamu menimba ilmu lagi ,supaya kamu bisa memegang perusahaan papa yang lain, papa ingin kamu tetap menjadi bagian dari keluarga papa, meskipun nanti kamu menikah dengan pria lain, papa akan tetap menganggapmu seperti anak kandung papa sendiri.


''Tapi pa, apa nggak merepotkan?.


Pak Cakra menggeleng.


''Ya sudah kalau gitu, aku terserah papa aja, yang penting papa nggak merasa repot kalau aku kuliah.


Setelah mendengar kata pak Cakra, Sahila menerima penawaran untuk kuliah.


Pak Cakra langsung menelpon pihak kampus terkenal untuk mendaftarkan Sahila, dan kampus yang akan di tempati Sahila adalah kampus yang dulu di tempati Refan juga.


Tak butuh waktu lama untuk mengurus semuanya pasalnya pak Cakra sudah sangat terkenal di dalam maupun di luar kota bahkan ke luar negeri sebagai pembisnis kondang.


Di restoran, Iwan datang menemui Doni.


Iwan clingak clinguk mencari seseorang tapi tak ketemu juga, Doni yang melihatnya pun mengernyitkan dahinya dan bertanya.

__ADS_1


''Lo cari apa sih Wan, kok dari tadi gue lihatin lo kayaknya lagi nyari sesuatu gitu?


''Don, lo tau kan pelayan yang baru itu, dia ke mana?


''Maksud lo Sahila?tanya Doni


Iwan mengangguk.


''Dia sekarang tinggal sama om Cakra.


''Apa... Iwan kaget. Emang dia siapanya Om Cakra?


''Gue juga nggak tau, tapi kemarin pas Om Cakra lihat Sahila langsung di ajak tinggal di rumahnya, kayaknya mereka masih kerabat, soalnya Om Cakra juga nyuruh Sahila manggil papa, Emang kenapa Lo nyari dia?


''Sebenarnya gue suka sama Sahila dari awal gue lihat dia.


''Pasti lo di tolak.


''Dari mana lo tau, lagian lo nggak lihat, gue ini keren, mapan, baik, mana ada cewek yang berani nolak gue.


''Jangan kepedean lo bro, kalau nggak percaya tanya aja tu ama cewek gue.


''Apa cewek lo, kapan lo jadian?


''Nggak penting,yang penting sekarang gue nggak jomblo lagi kayak lo..


Doni memanggil Devi yang kebetulan lewat,


''Dev, tolong panggil Nesya ke sini ?


''Baik pak.


Tak butuh waktu lama Nesya menghampiri Doni dan Iwan.


''Mas panggil aku? Nesya.


''Heem... ni ada yang mau ngomong.


Oh... jadi Doni jadian sama Nesya.


''Pak Iwan, ada apa ya pak?


''Kamu tau Sahila kan?.


Nesya mengangguk.


''Apa menurutmu dia mau nerima aku jadi pacarnya?''Tanya Iwan percaya diri.


Nesya menggeleng.


''Kenapa, coba kamu lihat apa kurang nya aku.


Nesya menggeleng lagi,


'' Nggak ada sih pak, tapi aku sangat yakin kalau Sahila nggak akan nerima bapak, karena Sahila sudah punya calon suami.


''Apa, calon suami, jadi aku telat.

__ADS_1


''Sebenarnya sih juga nggak telat pak, yang aku tau calon suami Sahila itu pergi meninggalkannya, tapi Sahila nggak mau berpaling, dan akan mencintai calon suaminya itu sampai kapan pun bahkan sampai mati, mungkin dia yakin kalau laki laki itu adalah jodohnya, meskipun sangat kecil kemungkinannya,karena sebuah keyakinan itu tak membohongi tuannya.


__ADS_2