KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 29. kemarahan Refan


__ADS_3

Mall terbesar di negara L sangat ramai dengan pengujung, kebanyakan pengunjung memang dari orang yang sangat kaya raya, begitu juga dengan Kania yang saat ini berada di dalamnya.


Shoping, itulah kegiatan Kania yang kedua setelah pekerjaannya kelar.


Tapi tak di sangka saat ini Kania di permalukan karena tak bisa membayar semua belanjaannya,Kania hanya bisa membayar separuh saja itu pun uangnya sendiri,


Karena Refan tak pernah kasih uang cash untuk Kania.


di saat itu juga Kania merasa malu sekali gus marah ,Kania mengepalkan tangannya dan meninggalkan mall menuju kantor Refan.


''Refaaannn....... teriak Kania saat tiba di ruangan Refan.


Refan yang duduk di kursi kebesarannya pun dengan santai melihat tingkah Kania yang saat ini masih berstatus istrinya.


Refan tersenyum sinis dan melebarkan pandangannya.


''Kamu kenapa teriak teriak, apa yang membuatmu marah sayang? '', Refan sambil mendekat ke arah kania,


Kania melempar beberapa kartu debit di meja Refan.


Refan pun hanya melirik saja.


''Kenapa dengan kartunya sayang?'' Refan sambil tersenyum sinis.


''Jangan pura pura nggak tau, pasti kamu kan yang sudah blokir kartu ku ?ucap Kania dengan wajah emosi.


''Bukankah semua itu punyaku, kenapa bisa kamu bilang itu punyamu? Refan mulai meninggikan suaranya.


Kania hanya diam saja.


''Kenapa kamu nggak jawab? bentak Refan,sambil menggebrak meja, membuat Kania memejamkan matanya.


''Ada apa dengan Refan, kenapa kelihatannya dia marah?'' batin Kania.


''Sayang, kamu kenapa marah marah gitu, Kania mulai mengeluarkan jurus rayuannya.


Kania memeluk Refan dari belakang, namun sebelum menyentuh nya Refan sudah lebih dulu menghindar,


''Sayang aku minta maaf,


''Jangan pernah menyentuhku, kamu wanita menjijikkan, lebih baik kamu pergi, atau kamu akan melihat kemarahanku lebih parah, tanya Refan dengan wajah merah yang penuh amarah,


''Pergi.... teriak Refan saat melihat Kania masih mematung, Kania yang mendengar teriakan Refan kedua kali pun semakin takut ,dan akhirnya meninggalkan ruangan Refan.


''Sialan, apa dia tau hubunganku dengan Bram, sampai dia semarah itu, aku belum siap berpisah dengannya, apa yang harus aku lakukan gumam Kania masih mematung di depan pintu.


''Permisi nyonya, sapa Mike yang hendak masuk ke ruangan Refan.


Namun sebelum memegang knop pintu Kania menyengkal tangan Mike.


Mike hanya melihat tangan Kania,


''Kamu sekretaris Refan?''


Mike hanya tersenyum kecil,.

__ADS_1


''Kamu pasti tau apa yang terjadi dengan Refan?''


''Maaf nyonya saya pikir nyonya lah yang lebih tau dari pada saya. jawab mike dengan santai.


Dasar sekretaris sialan,


Akhirnya Kania keluar dari kantor dengan wajah penuh emosi.


Kania menjalankan mobilnya menuju apartemen, karena saat ini fikiran Kania hanya mencari cara, bagaimana membujuk Refan untuk tidak marah padanya.


''Apa yang harus aku lakukan? '' aku nggak mau kehilangan tambang emasku sekarang?''


''Kenapa Refan sampai semarah itu,


Kania hanya mondar mandir di ruangan .


-----------------------


''Ha... ha... ha..... Refan dan Mike tertawa keras menggema di sudut ruangan membayangkan tingkah Kania saat ini .


''Bos, Aku yakin nyonya saat ini seperti orang kebakaran jenggot.


''Jangan panggil nyonya, sebentar lagi dia bukan istriku. kata Refan membuat Mike membeku.


Mike hanya mengangguk.


''Aku bisa bayangkan Mike, pasti sekarang Kania mondar mandir dan mengacak rambutnya, kata kata Refan membuat Mike sedikit geli,


''Kania nggak mungkin bisa hidup tanpa uangku, meskipun dia model terkenal dengan gaji besar, tapi itu tetap kurang baginya, bahkan sebelum kita menikah pun aku sudah kasih dia uang bulanan .


Mike hanya menggeleng.


''Ratusan juta Mike, kamu bisa bayangin kalau itu sampai sebulan, fantastic bukan ?''jawaban Refan membuat Mike membelalakkan matanya.


Salah siapa bos menikahi wanita ular seperti Kania,batin Mike.


''Siapa yang tau kalau dia wanita ular, yang aku tau dia cantik dan aku mencintainya, jangan berfikir macam macam kamu mau aku lempar ke laut,? ''


Mike menggeleng.


Apa, bos tau apa yang aku pikirkan, batin Mike heran.


''Aku tau, sekarang cepat, kamu urus semuanya, aku nggak mau lagi terikat dengannya .


Mike mengangguk.


----------------------------


''Sin, aku boleh minta tolong nggak, tanya Sahila sedikit ragu.


''Minta tolong apa Sa, tanya Sindi balik.


Sahila melirik ke arah Rendy yang masih bersamanya.


''Kak Rendy bisa nggak tinggalin kami dulu, ini urusan cewek,

__ADS_1


''Oke, jawaban singkat dan Rendy meninggalkan Sahila dan Sindi.


''Kamu mau minta tolong apa, kalau aku bisa pasti akan aku bantu.


''Sin, apa boleh aku tinggal di rumah kamu untuk sementara?'', tanya Sahila sedikit ragu dan takut,


''Boleh, memang kamu ada masalah apa Sa, nggak mungkin kan tiba tiba saja kamu tinggal di rumah aku, sementara rumah kamu aja lebih besar?''


''Maaf Sin untuk saat ini aku nggak bisa cerita,


''Iya nggak papa, mungkin lain kali kamu mau berbagi cerita sama aku, dan aku siap untuk mendengarnya.


''Terima kaaih ya Sin, ucap Sahila sambil memeluk Sindi.


Sahila menghela nafas panjang .


Akhirnya dewi keberuntungan berpihak kepadaku, sekarang tinggal mencari alasan untuk papa Cakra, alasan apa ya, yang tepat untuk nya, pikir Sahila.


Sepulang dari kampus Sahila menunggu pak Cakra pulang, Sahila membolak balikan otaknya masih mencari alasan yang tepat,


Pintu terbuka muncullah sosok pria paruh baya, namun masih terlihat smart.


Pak Cakra melihat Sahila mondar mandir di ruang keluarga, karena Sahila belum menyadari kedatangan pak Cakra,


''Sa, kamu menapa kok kelihatannya bingung, apa ada masalah di kampus, ucap pak Cakra membuyarkan otak Sahila yang sedang bekerja.


''Eh.. papa udah pulang?'' Sahila sambil tersenyum,


''Pa, boleh nggak Sahila bicara?''


pak Cakra mengangguk.


''Pa,aku mau tinggal di rumah Sindi sampai pernikahan kak Doni selesai,


''Tidak usah, ngapain kamu tinggal di rumah teman kamu, apa rumah ini kurang nyaman?''


''Bukan itu pa, maksud aku......


Duh gi mana nih, apa aku harus bilang sejujurnaya, batin Sahila mulai bingung.


''Maksud aku ,nanti aku kan berangkatnya dengan Sindi ,supaya lebih mudah, gitu aja kok pa,


''Sa, kamu itu nggak pinter bohong, jadi jangan berbohong, papa tau maksud kamu tinggal di rumah teman kamu ,pasti kamu mau menghindari Refan kan?''


''Kamu tenang saja, Refan nggak akan menyakiti kamu, jadi kamu tidak boleh pergi ke mana mana, tetap di sini, papa nggak mau kamu ninggalin rumah ini, jika di antara kalian harus ada yang pergi, biarlah Refan yang pergi dari sini, toh, dia bisa cari uang sendiri, kata pak Cakra meyakinkan.


''Tapi pa...


''Nggak ada tapi tapian, jangan membantah papa. pak Cakra langsung berlalu meninggalkan Sahila.


''Aku hanya takut mas Refan marahin aku pa, aku nggak mau dia semakin membenciku dan menuduhku yang bukan bukan, gumam Sahila.


''Non nggak perlu khawatir ,Den Refan sebenarnya baik kok, nanti kalau dia marah,biar bibi yang jelasin, kata bibi yang dari tadi mendengarkan percakapan pak Cakra dengan Sahila.


Sahila mengangguk dan memeluk bibi dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2