KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 44.Tuduhan


__ADS_3

Sebelum tinggal di rumah Sindi Sahila selalu bangun pagi untuk membantu Bibi masak di dapur membuat sarapan untuk papa Cakra.


Seperti pagi ini, Sahila sedikit telat, karena semalaman tak begitu bisa tidur, memikirkan perubahan Refan yang begitu baik padanya.


Sesampainya di dapur ,Sahila hanya melihat bibi sambil menaruh kedua tangannya di dagunya.


''Non ngelamunin apa, tanya Bibi langsung membuat Sahila menghela nafas panjang.


''Bi, apa memang mas Refan itu baik,


Bibi tersenyum mendengar pertanyaan Sahila.


''Non, den Refan itu memang sangat baik, memang kenapa?'', tanya bibi sambil menghampiri Sahila yang masih duduk di dekat dapur.


''Nggak ,cuma memastikan saja, aku takut kalau aku nya saja yang merasa kegeeran sudah di baiki sama dia.


''Bibi yakin den Refan sudah berubah ,dan Bibi harap Non masih mau sama den Refan.


''Maksud bibi apa ?''Sahila memastikan pertanyaan bibi yang kurang jelas menurutnya.


''Nggak apa apa kok, biarkan waktu saja yang menjawab.


Mereka berdua tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang melihat dan sepasang kuping yang mendengar pembicaraannya.


Di meja makan....


Hanya ada dentingan sendok yang terdengar, tak ada yang bersuara, pak Cakra melirik Refan dan Sahila bergantian.


Sepertinya mereka baik baik saja, apa semalam mereka jalan jalan. lirih hati pak Cakra.


''Kalian tadi malam kemana saja, katanya beli ketoprak di perempatan, tapi papa tungguin sampai berjam jam kok belum pulang?''


''Ke restoran, ketopraknya nggak ada, dan anak papa minta pergi ke restoran, terpaksa aku turuti, ucap Refan dengan santainya membuat Sahila langsung melotot.


''Benar itu Sa, Pak Cakra.


Sahila melihat Refan, namun Refan asyik dengan makannya


Kenapa dia bilang seperti itu, bukannya dia yang mengajakku ke restoran, kenapa sekarang malah menuduhku yang minta, aku harus jawab apa, batin Sahila bingung.


''Sa ,kamu dengar papa kan? ''pak Cakra mengulagi.


''Sebenarnya... aku.... kata Sahila terpotong.


''Sebenarnya dia malu untuk bilang,tapi aku melihat dari raut wajahnya yang ingin sekali makan di restoran mewah jadi aku ajak aja.


Bisa bisanya berbohong, memangnya aku apa, aku kan bukan cewek matre yang suka makan enak, fikir Sahila jengkel.


''Ya sudah, nggak apa apa Sa, bilang saja kalau kamu mau makan di restoran, papa malah senang dan kamu pakai aja kartu dari papa untuk belanja.


''Maaf pa, ini nota pebelanjaku dari kartu papa, Sahila merogoh tasnya dan mengambil nota saat membeli gaun dan piyama untuk Nesya dan Doni. dan mengambil uang untuk jajan.

__ADS_1


Sebelum pak Cakra meraihnya, tangan Refan lebih dulu mengambil notanya.


''Sini aku lihat, sudah berapa M yang kamu pakai. ucap Refan sebelum melihat nota nya.


Sahila cemberut mendengar tuduhan Refan.


Refan membelalakkan matanya melihat nota pembelian baju yang menurutnya sangat murah ,dan pengambilan uang berjumlah yang sangat sedikit menurutnya.


''Jadi selama ini dia hanya memakai kartunya untuk ini saja, batin Refan heran.


Refan melihat Sahila dengan keheranannya.


Ingin tertawa namun di urungkannya.


''Pagi semua, pagi Om, Mike menghampiri meja makan.


''Sarapan dulu Mike, Om berangkat dulu, nanti kalian antar Sahila dulu ke kampus! ''


''Baik Om,


Mike ikut bergabung dengan Sahila dan Refan yang masih di meja makan.


Mike melihat Sahila dengan lekat dan mengingatnya, ''Nona ada di sini? ''tanya Mike,


Sahila mengangguk.


''Ini nona barumu ,mulai sekarang kamu punya tugas baru mengantarnya ke kampus, ucap Refan melanjutkan kata Mike,


Sahila keluar, menunggu Mike dan Refan yang masih berada di meja makan.


Mike melihat bosnya meminta penjelasan.


''Nggak usah aku jelaskan, kamu pasti sudah faham .celetuk Refan,


Di dalam mobil, Sahila hanya membuka buku yang di bawanya sedangkan Mike meliriknya dari spion,


''Mike ,kayaknya tadi pagi ada yang ngomongin aku di belakang, apa itu kamu?'' sindiran Refan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Mike.


Mike yang tau kode dari bosnya pun langsung menjawab.


''Kayaknya sih iya, tapi aku lupa, jawab Mike.


Sedangkan Sahila hanya melihat dua pria di depannya.


''Jangan menyindir, itu aku''


''Wah, Mike ternyata sekarang nona barumu selain merepotkan juga suka ngomongin orang dari belakang.


''Aku hanya nanya sama bibi saja, nggak lebih, sambil menutup buku,


''Apa yang kamu tanyakan, Refan terus saja memancing, karena tau Sahila nggak bisa menyembunyikan sesuatu..

__ADS_1


''Emmm.... apa ya, aku lupa, lagian itu kan cuma sepele ngapain di urus, nggak penting,


Nada polosnya membuat hiburan di dalam mobil,


Sesampainya di depan kampus, Sahila turun ,baru satu langkah Refan sudah berteriak dari dalam mobilnya.


''Hai, nggak sopan apa kamu nggak mau mengucapkan terima kasih?''.


Sahila berbalik dan mendekati pintu mobil depan.


''Maaf, aku selalu lupa lagi, terima kasih tuan sudah mengantarku, nanti tidak usah menjemputku, aku mau pulang bareng Sindi saja, ucapnya gugup.


''Tidak, aku tidak mau di salahkan papa, tetap nanti aku jemput.


Ucap Refan dan menutup Kaca mobil.


Sahila tersenyum dari luar, sedangkan Refan ikut tersenyum, namun Sahila sudah tak melihat senyuman itu.


''Kelihatannya bos menyukainya?'' tanya Mike melihat bosnya tersenyum.


''Siapa bilang, nggak mungkin aku menyukai pacar sahabatku sendiri,


''Maksud bos, dia sudah punya pacar?''


''Hmm.., aku terlambat ,dan ini adalah kesalahan terbesar di hidupku, dulu aku selalu menghina dan merendahkannya, dan sekarang dia sudah bahagia dengan sahabatku sendiri, tapi aku akan tetap menjaganya meskipun hanya sebagai sahabat, dan Iwan lah yang akan menjadi pendampingnya.


''Jadi dugaanku itu benar?'',


''Dugaan apa? ''


''Cewek kampung dan gadis cantik itu wanita yang sama dan itu adalah dia.


''Kamu tepat sekali ,dan itulah kesalahannya, aku nggak mau egois, sekarang yang terpenting dia bahagia dengan orang yang baik seperti Iwan, Iwan sangat mencintainya begitu pula sebaliknya, dia juga mencintai Iwan, Refan menjelaskan panjang lebar pada Mike..


''Seru sekali kisah bos ,membenci dan mengharapkan orang yang sama,


''Jangan menghinaku, atau kamu mau aku lempar dan pergi dari hidupku ?''


Mike menggeleng.


Mungkin ini lah jalan hidupku, aku tidak tau akan seperti apa ke depannya, aku hanya bisa berharap kebahagiaan untuk nya, dan semoga Iwan adalah laki laki yang tepat, batin Refan.


''Kamu nggak apa apa kan Sa?'' tanya Sindi


Sahila menggeleng, memang kenapa? ''


''Aku takut kalau Tuan Refan memarahimu saat aku turun kemarin !''


''Kamu tenang saja, aku juga nggak tau kenapa dia begitu baik sama aku, tadi malam juga dia mengajakku jalan jalan, dia membawaku ke taman dan rasanya aku ingin mengulang lagi.


''Wah sepertinya kamu bahagia sekali. jangan jangan.....

__ADS_1


''Jangan jangan apa ,tidak usah mikir yang aneh aneh, aku bukan seleranya, lagian mana mungkin mas Refan yang sangat tampan mau sama aku yang kampungan ini.


__ADS_2