
Perjalanan hidup memang tak semulus apa yang kita harapkan, masih banyak kerikil kecil yang menghalangi langkah kita untuk mencapai apa yang kita tuju, namun itu tak seberapa terkadang batu besar pun bisa berada di tengah jalan kita, menghalangi kita, dan apa bila kita masih menginginkan jalan itu kita harus bersusah payah menyingkirkannya.
Begitu juga dengan Sahila yang sudah beberapa kali menjalani pengobatan melalui obat obatan, hidupnya yang selalu penuh dengan masalah membuatnya menjadi wanita yang lebih kuat dan tegar untuk menjalaninya.
''Mas, hari ini kan pernikahan Sindi dan kak Iwan ,setelah itu aku harus ke rumah sakit, dan kata Ririn hari ini aku harus menjalani pengecekan, ucapnya saat di dalam kamar .
Ya ,hari ini adalah hari tepat satu bulan Sahila menjalani pengobatannya, dan menurut Ririn ini saatnya untuk melihat kondisi dari penyakit yang di derita Sahila.
''Sayang,iya , nanti sepulang dari pernikahan Iwan dan Sindi kita langsung ke rumah sakit, dan mudah mudahan hasilnya seperti yang kita harapkan, ucap Refan sambil memeluk Sahila dari belakang,
Sahila mengangguk dan melihat wajah suaminya dari pantulan cermin,.
''Tapi... seandainya hasilnya tidak seperti yang kita inginkan gi mana?''ucap Sahila sedikit pelan.
''Nggak apa apa, kita ikuti langkah seperti yang di katakan Ririn yang penting kamu tetap semangat, dan jangan berpikir yang negatif,hmmm.
Sahila dan Refan terlihat serasi dengan baju yang couple, membuatnya menjadi pasangan yang menjadi sorotan, apa lagi Refan pengusaha kaya itu banyak di kenal di kalangan orang ternama, terkadang Sahila sampai minder jika ada yang menanyakan tentang istri, namun kali ini Refan tak mau menutupi, bahkan meskipun tak di tanya Refan akan mengenalkan Sahila sebagai istri tercintanya.
Pernikahan Iwan yang terbilang mewah, acara demi acara pun berlangsung, semua tamu undangan menikmati pesta tak terutama Refan dan Sahila, namun pandangan Sahila saat ini fokus pada perut buncit Nesya,
Di mana Nesya sedang suduk di dekatnya membuat Sahila ikut merasakan kebahagiaan yang di alami Nesya.
''Perkiraan kapan Nes, apa masih lama?'' ucap Sahila di sela sela percakapannya.
''Perkiraannya sebulan lebih sepuluh hari Sa, kamu gi mana, apa sudah ada tanda tanda?'' tanya Nesya serius ,namun membuat Sahila terdiam, karena sewaktu Nesya dan yang lain menjenguk Sahila di rumah sakit, mereka tak mengetahui apa yang sebenarnya menimpa sahabatnya itu ,
__ADS_1
''Aku.....ucapan Sahila terpotong, ''Masih menundanya Nes, karena kita masih ingin menikmati indahnya pengantin baru, kamu tau kan kita menikahnya mendadak?'' sedangkan aku harus tau semua apa yang dia sukai, jadi sebelum kita memiliki momongan, aku ingin lebih dulu membuatnya sebahagia mungkin ,sebelum cinta itu terbagi dengan anak kita nanti, ucapan Refan sambil memegang tangan Sahila.
Kamua memang suami yang siaga mas, kamu tau apa yang sedang aku rasakan, meskipun aku belum bisa memberimu keturunan, kamu selalu saja membuatku menjadi wanita yang paling beruntung ,bahkan kamu selalu menutupi apa yang belum bisa aku kasih ke kamu, batin Sahila.
Setelah acara Selesai, Refan dan Sahila langsung menuju rumah sakit atas keinginan Ririn, dan kali ini ketakutan langsung menyelimuti Sahila.
Sahila sangat takut jika ekspektasinya itu tak sesuai,
''Rin, apa kamu yakin kalau ini sudah waktunya untuk cek?'', ucap Refan serius.
''Iya kak, aku sangat yakin melihat kondisi kakak ipar yang semakin membaik dan kebahagiaan nya setiap hari itu juga ikut membantu memulihkan keadaannya ,Ririn meyakinkan Refan untuk tidak ragu,.
''Baiklah, kalau gitu kamu lakukan apa saja yang terbaik, aku percaya.
Setelah beberapa jam ,pemeriksaan yang begitu teliti dan hati hati, Akhirnya Ririn keluar dari ruang pemeriksaan,.
''Gi mana hasilnya Rin, kenapa muka kamu seperti itu, Sahila baik baik saja kan?'', tanya Refan meminta kepastian,
Ririn menghela nafas panjang dan memulai berbicara.
''Selamat, akhirnya kakak ipar sembuh, bahkan tumor itu sudah tidak terlihat smaa sekali., aku sudah mengeceknya berkali kali,ucap Riri sambil tersenyum,
Refan terlihat begitu bahagia mendengar ucapan Ririn, Refan langsung saja menghampiri Sahila dan langsung menghujani ciuman,
Sahila masih bingung, karena tak mendengar penjelasan Ririn.
__ADS_1
Ciuman yang bertubi tubi itu membuat Sahila tercengang.
''Mas, kamu kenapa, sepertinya kamu bahagia sekali, memang ada apa,?''; tanya Sahila masih dengan kebingungannya.
''Sayang dengarkan mas baik baik, kamu sembuh, sekarang kamu sudah sehat, Ririn bilang padaku bahwa penyakit kamu sudah hilang, ucap Refan sambil meraup kedua pipi Sahila, dan tak terasa keduanya mengeluarkan air mata, ya, air mata kebahagiaan itu selalu menemani sang majikan.
''Apa mas tidak berbohong pada ku., atau mas cuma ingin membuatku merasa senang?'', Sahila masih belum percaya sepenuhnya.
''Untuk apa aku berbohong, kamu beneran sebuh dan kita akan kasih kabar baik ini kepada Ibu dan papa, pasti mereka juga ikut senang, Refan memberi kepastian pada Sahila untuk percaya dengan kata katanya.
''Selamat ya kakak ipar, kakak ipar sudah sembuh, aku ikut senang, akhirnya kakak bisa hidup mormal, dan mudah mudahan kalian cepat mendapatkan apa yang kalian harapkan, Ririn memberi selamat dan memeluk Sahila.
''Terima kasih ya Rin, semua inin
berkat kamu, aku sangat beruntung memiliki saudara seperti kamu, Sahila dengan senyuman manisnya memberi ucapan Terima kasih pada Ririn .
''Kok hanya Ririn yang di peluk, apa kamu nggak mau meluk mas, Refan sedikit iri melihat kedekatan Sahila dan Ririn.
''Mas.... aku malu, ini kan rumah sakit, lagian tanpa aku peluk kamu juga terus memelukku ,bahkan aku sampai merasa sesak pun kamu tak melepaskannya ,ucap Sahila polos membiat Ririn tersenyum kecil, sedangkan Refan hanya garuk garuk kepalanya yang tidak gatal,. sedikit malu dengan Ririn atas kelakuannya yang terbongkar,
''Kakak ipar, kakak memang sombong, tapi untuk kasih sayang tidak perlu di ragukan lagi ,kakak sangat mencintaimu, kalau kakak nggak mau melepaskan pelukannya, itu tandanya dia tak mau jauh dari mu, kakak harus ngerti dong, ucap Ririn sambil mengedipkan matanya,
''Terus saja kalian bersekongkol meledekku, dan untuk kamu, aku akan menghukummu nanti malam, ingat, ucapnya tepat di depan Sahila yang membuatnya bergidik ngeri,
Refan langsung meninggalkan dua wanita yang sudah puas meledeknya itu, Sahila yang melihat pun langsung mengejarnya ,sedangkan Ririn masih mematung di depan pintu ruangannya.
__ADS_1
''Kalian itu memang pasangan yang sangat serasi ,meskipun kakak sangat sombong tapi kakak ipar bisa meluluhkan hatinya, apa nanti aku bisa mendapatkan laki laki seperti kak Refan, laki laki yang benar benar mencintai istrinya seorang , gumam Ririn.