
Pertemuan yang singkat itu membuat Sahila masih terbayang wajah ibu ,orang yang sudah melahirkan dan membesarkannya, kepulangan Refan dari kampung bukan tanpa alasan, tapi karena pak Cakra yang memang sudah bilang terlebih dahulu akan tinggal beberapa bulan di rumah saudara jauhnya ,dan itu yang membuat Refan cuma bisa menginap semalam.
Namun Sahila pun bisa memaklumi selain suaminya sibuk, Refan pun punya tanggung jawab penuh atas semua, baik urusan rumah maupun perusahaan yang lain, belum lagi mendapat kabar tentang rencana Mike yang akan pergi ke luar negeri ,meskipun belum tentu kapan, tapi Refan pun harus mempersiapkan pengganti Mike.
''Maaf ya Sa, papa membuat perjalanan kalian cepat pulang, permintaan pak Cakra langsung di tepis Sahila ,karena tidak patut untuk sang mertua minta maaf padanya .
''Nggak apa apa pa, lagi pula mas Refan kan juga sibuk di kantor, dan kapan kapan aku dan mas Refan bisa kok ke rumah ibu lagi, ucap Sahila sangat santai ,meskipun rasa hati memang ingin menginap lagi.
Refan dan Sahila melihat mobil pak Cakra yang memang sudah siap untuk mengantarnya ,setelah pak Cakra masuk ke mobil ,hanya lambaian tangan itu tanda perpisahan terakhir untuk sang mertua.
''Hati hati ya pa, ucap Sahila saat pak Cakra masih melihatnya dari dalam mobil.
Refan dan sahila pun menyaksikan mobil pak Cakra yang kini sudah menghilang dari balik gerbang.
Refan melihat Kyara yang sudah terlelap dan mengajak Sahila untuk masuk.
''Lelah juga ya mas, dan akhirnya kita sampai rumah, Refan mengangguk,
'' Kamu tidur saja dulu, mas mau ke ruang kerja, nanti kalau sudah selesai, mas susul.
Karena memang ini bukan hari libur, jadi Refan tetap memantau perusahaan meskipun dari rumah.
Ada rasa nggak tega pada diri Sahila untuk Refan, pasalnya kesibukannya membuatnya sekarang makin jarang bersantai dan istirahat siang.
''Apa memang sesibuk itu menjadi seorang bos, gumamnya saat masuk ke kamar.
Sahila menidurkan Kyara dan kembali membersihkan diri sebelum menemui Refan di ruang kerjanya.
Sedang Refan diruang kerja, sedang menghubungi Viola untuk menanyakan dua hari ini saat dirinya tidak masuk kantor.
''Halo Vi, bagaimana keadaan kantor saat aku tidak ada, ucap Refan pada Viola yang berada di balik telepon.
Baik pak, tapi besok ada pertemuan dengan pak Dirga kembali, katanya penting, ini soal proyek yang baru akan di bangun di pulau yang kemarin bapak bicarakan, ucap Viola.
__ADS_1
''Apakah dia berpesan sesuatu yang lain selain itu, tanya Refan pada Viola.
Tidak pak, hanya saja kata pak Dirga tidak cocok dengan lokasinya, jadi beliau minta bapak untuk melihat lokasinya sendiri, ucap lagi Viola yang membuat Refan kembali menggeleng.
Dengan mendengus ,terpaksa Refan menyetujui permintaan sang klien.
''Baiklah Vi, kamu persiapkan lagi semuanya kalau perlu secepatnya kita akan meninjau lokasi itu, aku tidak mau mengulur ulur waktu lagi, ucap Refan terakhir dan langsung menutup teleponnya.
Ada rasa kesal pada diri Refan saat ini mengenai kabar dari Viola, pasalnya pak Dirga pun tak pernah rewel dan selalu mengikuti apa kata Refan, dan kali ini, kenapa harus di tinjau kembali tempat yang memang sudah di rencanakan.
''Mas, panggil Sahila yang ada di depan pintu yang sedikit terbuka, membuyarkan fikiran Refan yang sudah melayang layang.
''Lo kok kamu nggak istirahat sih, pasti kamu capek,.
Sahila mendekati Refan sambil membawa kopi hitam kesukaan sang suami.
''Mas pastinya lebih capek, sudah perjalanan sejauh ini masih juga ngurusin kantor, dan kelihatannya ada masalah yang penting, tanya Sahila melihat wajah Refan yang mulai gusar.
''Ini ,klien mas ada yang meminta mas meninjau lokasi kembali, katanya dia nggak suka, jadi terpaksa mas akan keluar kota lagi, ucap Refan jujur.
Mengalungkan tangannya dari belakang dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah Refan.
Belum juga selesai memikirkan pekerjaannya yang menjengkelkan, kini ponselnya sudah berdering, kali ini nama Mike yang terlihat berkelip kelip di layar.
Refan mengabaikan ponselnya yang berdering dan sibuk dengan pipi Sahila yang saat ini menempel di pipinya.
''Mas ,angkat dong, nggak baik, mungkin kali ini ada yang penting!'' ucap Sahila meyakinkan.
Akhirnya Refan menarik lencana hijau yang ada di layar ponselnya.
''Kenapa , apa kamu mau pamer lagi?'', celetuk Refan di awal perbincangannya.
Belum juga bicara, Mike malah tertawa keras membuat Refan menjauhkan ponsel dari telinganya karena bising.
__ADS_1
Itu terus yang bos bahas, apa nggak ada yang lainnya, aku cuma mau bilang kalau Mr Wilson mengajakku untuk pulang besok, ucapnya lagi lagi membuat Refan terpaku karena bukan itu yang di harapkan.
''Secepat itu?'', ucap Refan singkat,
Iya, aku juga nggak tau dan nggak bisa nolak, ucap kembali Mike dari balik telepon.
''Heemm.. baiklah, kamu hati hati, dan aku nggak bisa antar kamu, ucapnya sambil melihat Sahila.
Mendengar ucapan sang suami, Sahila langsung merebut ponsel dari tangan Refan.
''Apa tuan Mike tidak mau main ke sini dulu sebelum kalian pergi, itung itung pamitlah sama kita, kali ini Sahila yang bicara.
Baik nona, kami akan ke sana, nona tunggu saja, lagi pula kami juga kangen dengan princes Kyara.
Keduanya mengakhiri telepon setelah Mike bilang mau ke rumah Refan saat ini.
Setelah menutup sambungannya, Sahila melihat lagi wajah Refan yang tidak seperti biasanya.
''Kenapa mas? '', tanya Sahila.
Refan hanya menggeleng.
Pasti mas Refan menutupi sesuatu ,nggak biasanya dia terlihat bingung seperti itu, apa masalahnya kali ini serius, tanda tanya dalam hati Sahila.
Sedang Refan meraih Sahila memangku istrinya dan memanjakannya.
Tidak mungkin aku bilang padamu kalau aku saat ini sedang gusar, karena waktu yang bersamaan dengan papa dan Mike yang akan pergi ,aku pun juga akan pergi, dan sepertinya kali ini aku merasa berat untuk meninggalkanmu, lirih dalam hati Refan.
Bukan Sahila namanya kalau langsung percaya begitu saja apa kata Refan,bahkan saat ini otak Sahila sudah berputa putar mencari penyebab wajah Refan yang terlihat suntuk.
Sahila beranjak dari pangkuan Refan dan kembali menatap wajah suaminya,
Menghela nafas panjang dan mendongakkan dagunya, ''Mas, aku tau kamu saat ini sedang memikirkan sesuatu, meskipun aku nggak tau jelas, tapi kamu tidak bisa bohong dariku, sudah ,lebih baik kita istirahat sebelum nanti tuan Mike datang dan kalian ribut ,persiapkan stamina dan hal yang konyol untuk kalian, ucap Sahila .
__ADS_1
Dengan sigap Refan langsung ikut beranjak dan tersenyum pada sang istri.